Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Israa

Al Israa (Perjalanan Malam) surah 17 ayat 14


اِقۡرَاۡ کِتٰبَکَ ؕ کَفٰی بِنَفۡسِکَ الۡیَوۡمَ عَلَیۡکَ حَسِیۡبًا
Aqra’ kitaabaka kafa binafsikal yauma ‘alaika hasiiban;

Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.
―QS. 17:14
Topik ▪ Hisab ▪ Lembaran catatan amal perbuatan ▪ Memuliakan, menerima dan menyaji tamu
17:14, 17 14, 17-14, Al Israa 14, AlIsraa 14, Al Isra 14, Al-Isra’ 14
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 14. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada manusia agar membaca kitabnya.
Peristiwa itu terjadi pada saat menjelang Yaumul Hisab.
Pada ketika itu Allah akan mengeluarkan kitab yang memuat catatan amal perbuatan mereka dan ditunjukkan Nya dalam keadaan terbuka, agar manusia dapat mengetahui semua amal perbuatannya yang diperbuatnya ketika ia hidup di dunia.

Pada waktu itu mereka tidak dapat memungkiri catatan-catatan itu, karena pencatatnya adalah malaikat-malaikat yang memang ditunjuk oleh Allah yang pekerjaannya khusus mencatat amal-amal perbuatan manusia.
Itulah sebabnya maka Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan di akhir ayat bahwa cukuplah pada hari itu, diri mereka sendiri sebagai penghisab amal perbua1an mereka.
Maksudnya semua catatan yang termuat dalam kitab itu cukup kuat, sebagai bukti karena apa yang tercatat dalam kitab itu merupakan rekaman bagi amal perbuatan mereka, sehingga seolah-olah mereka sendirilah yang membuat catatan-catatan itu.

Dengan demikian maka tidak perlu adanya bukti-bukti lain sebagai penguat karena semua catatan yang tergores dalam kitab itu menjadi bukti yang sangat meyakinkan, sehingga tidak bisa ditambah atau dikurangi lagi.

Al Israa (17) ayat 14 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Israa (17) ayat 14 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Israa (17) ayat 14 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dikatakan kepadanya, "Bacalah dengan kekuasaan Allah--meskipun di dunia dia tidak bisa membaca--kitab perbuatanmu.
Cukuplah dirimu sendiri pada saat ini sebagai penghitung perbuatan kamu."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Dan dikatakan kepadanya:
("Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu itu sebagai penghisab terhadapmu.") menjadi penghisab sendiri.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dikatakan kepadanya :
Bacalah buku catatan amalmu.
Ia pun membacanya, meskipun ia tidak bisa membaca semasa hidup di dunia.
Cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung amal perbuatanmu, sehingga mengetahui balasannya.
Ini merupakan keadilan yang terbesar, yaitu dikatakan kepada hamba :
Hisablah dirimu, cukuplah ia sebagai penghisab bagimu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini seba­gai penghisab terhadapmu.

Dengan kata lain, sesungguhnya kamu mengetahui bahwa dirimu tidak dianiaya.
Dan tidaklah dicatatkan atas dirimu kecuali hanya apa-apa yang telah kamu kerjakan, karena sesungguhnya kamu ingat segala sesuatu yang telah kamu lakukan.
Tiada seorang pun yang lupa terhadap apa yang telah diperbuatnya, walaupun sedikit.
Pada hari itu setiap orang membaca kitab catatan amal perbuatannya.
Ia dapat membacanya, baik ia dari kalangan orang yang bisa baca tulis atau pun orang ummi (tidak bisa baca tulis).

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya.

Sesungguhnya dalam ayat ini disebutkan leher, tiada lain karena leher merupakan anggota tubuh manusia yang tidak ada duanya dalam tubuh­nya.
Dan barang siapa yang telah ditetapkan atas sesuatu, maka ia ti­dak dapat menghindarkan diri darinya.
Seperti yang dikatakan oleh se­orang penyair:

Pergilah dengan membawanya, pergilah dengan membawanya,

aku telah mengalunginya sebagaimana kalung yang ada pada burung merpati.

Qatadah telah meriwayatkan dari Jabir ibnu Abdullah, dari Nabi ﷺ, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

Tiada penyakit dan tiada kesialan, tiap-tiap orang telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.

Imam Abdu ibnu Humaid telah meriwayatkan hadis ini di dalam kitab Musnad-nya secara muttasil.
Untuk itu ia mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah, dari Abuz Zubair, dari Jabir yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Ketetapan amal perbuatan seorang hamba berada pada lehernya (sebagaimana tetapnya kalung pada lehernya).

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Ishaq, telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah, telah menceritakan kepadaku Yazid, Abul Khair pernah menceritakan kepadanya bahwa ia pernah mendengar Uqbah ibnu Amir r.a.
menceritakan hadis berikut, bahwa Rasulullah ﷺ Pernah bersabda: Tiada suatu amal sehari pun melainkan amal itu ditetapkan atas pelakunya.
Apabila seorang mukmin sakit, maka para malaikat berkata, "Wahai Tuhan kami, hamba-Mu si Fulan telah Engkau tahan.” Allah subhanahu wa ta'ala.
Berfirman, ”Tetapkanlah baginya amal perbuatan yang semisal dengan amal kebiasaannya hingga ia sembuh atau mati, "

Sanad hadis cukup baik dan kuat, tetapi mereka tidak mengetengahkan­nya.

Ma'mar telah meriwayatkan dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:

Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya
Makna yang dimaksud ialah amal perbuatannya.

Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat.
Artinya, Kami keluarkan amal perbuatan itu pada hari kiamat.

...(berupa) sebuah kitab yang dijumpainya dalam keadaan terbu­ka.

Ma'mar mengatakan bahwa Al-Hasan Al-Basri membaca firman-Nya: seorang duduk di sebelah kanan, dan yang lain duduk di sebelah kiri.
(Qaaf:17) Hai manusia, Aku telah mempersiapkan bagimu kitab amal perbuatanmu, dan telah ditugaskan kepadamu dua malaikat yang mulia, yang seorang duduk di sebelah kananmu, sedangkan yang lain duduk di sebelah kirimu.
Malaikat yang ada di sebelah kananmu bertugas mencatat semua amal baikmu, sedangkan malaikat yang duduk di sebelah kirimu bertugas mencatat semua amal burukmu.
Maka beramallah sesukamu, sedikit ataupun banyak.
Apabila kamu telah mati, maka buku catatanmu itu ditutup, lalu Aku kalungkan di lehermu bersama kamu dalam kuburan, hingga kamu dibangkitkan nanti pada hari kiamat, lalu dikeluarkan bagimu sebuah kitab yang kamu jumpai dalam keadaan terbuka.
Bacalah kitabmu! (Al Israa':14), hingga akhir ayat.
Sesungguhnya demi Allah, Mahaadillah Tuhan yang menjadikan dirimu sebagai penghisab terhadap dirimu.

Ini adalah penafsiran yang terbaik diketengahkan oleh Al-Hasan Al-Basri sehubungan dengan makna ayat ini.

Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa' Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa' pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani lsrail" artinya keturunan Israil" berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya'ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala
Dihubungkannya kisah 'Israa' dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur'an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa' Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta'ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.


Gambar Kutipan Surah Al Israa Ayat 14 *beta

Surah Al Israa Ayat 14



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Israa

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
4.6
Rating Pembaca: 4.4 (20 votes)
Sending







✔ surat al isra ayat 14-17

[apsl-login-lite login_text='❤ Bookmark ayat ini?'] [bookmark]📖 Lihat Semua Bookmark-ku