QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 13 [QS. 17:13]

وَ کُلَّ اِنۡسَانٍ اَلۡزَمۡنٰہُ طٰٓئِرَہٗ فِیۡ عُنُقِہٖ ؕ وَ نُخۡرِجُ لَہٗ یَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ کِتٰبًا یَّلۡقٰىہُ مَنۡشُوۡرًا
Wakulla insaanin alzamnaahu thaa-irahu fii ‘unuqihi wanukhriju lahu yaumal qiyaamati kitaaban yalqaahu mansyuuran;

Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya.
Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.
―QS. 17:13
Topik ▪ Hisab ▪ Lembaran catatan amal perbuatan ▪ Kesabaran para nabi
17:13, 17 13, 17-13, Al Israa 13, AlIsraa 13, Al Isra 13, Al-Isra’ 13

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 13

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 13. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa masing-masing manusia itu telah dicatat amal perbuatannya, dan tetaplah amal perbuatan itu dalam buka catatan seperti tetapnya kalung pada leher mereka.
Maksudnya bahwa tiap-tiap amal perbuatan yang mereka perbuat, terekam dalam rekaman atau tercatat dalam sebuah kitab.
Amal perbuatan tersebut mencakup amal baik dan amal buruk, besar maupun kecil yang diperbuat manusia atas dasar pilihannya.
Rekaman rekaman atau catatan-catatan dari amal perbuatan mereka itu termuat dalam sebuah kitab yang terpelihara dan bersifat tetap tidak dapat berubah-ubah lagi.

Tetapnya catatan-catatan mereka dalam kitab itu, diumpamakan seperti tetapnya kalung pada leher manusia, sebagai kiasan bahwa catatan itu akan terpelihara, dengan tidak akan hilang, dan selalu berada pada manusia itu.

Selanjutnya Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa kitab yang mengandung rekaman amal perbuatan manusia itu akan dikeluarkan dan simpanannya pada hari kiamat, dan akan diperlihatkan kepada mereka, sehingga mereka dapat mengetahui isinya secara terbuka.

Di dalam ayat yang lain dijelaskan bahwa tugas pencatatan amal perbuatan manusia itu diurus oleh malaikat.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu).
Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(Q.S. Al-Infithar [82]: 10, 11, 12)

Menurut riwayat Ibnu Jarir dari Al Hasan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Allah berfirman kepada Bani Adam: “Hai Bani Adam ! Kami telah membuka lembaran-lembaran Kitab, dan telah ditunjuk dua orang malaikat yang mulia sebagai wakil.
Seorang di antara keduanya di sebelah kanan, dan seorang lagi di belah kirimu.
Adapun yang berada di sebelah kananmu pekerjaannya mencatat amal baikmu, sedang yang di sebelah kirimu mencatat amal perbuatan burukmu.
Maka berbuatlah menurut kesukaanmu amal perbuatan yang banyak atau yang Sedikit sehingga ajal datang merenggutmu.
Dan apabila engkau telah mati Aku lipatkan lembaran-lembaran kitab dan aku kalungkan ke lehermu dan tetap bersamamu dalam kuburmu hingga hari kiamat.

Pada hari itu kitab itu akan dikeluarkan dan engkau menemuinya terbuka.
Bacalah kitab catatan itu niscaya pada hari itu engkau akan mengetahui bahwa kitab itu cukup sebagai penghisab amal perbuatanmu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Telah Kami tetapkan setiap manusia amal perbuatannya, sebagaimana tetapnya kalung yang menggantung di leher.
Pada hari kiamat akan Kami keluarkan untuknya kitab yang di dalamnya tercatat perbuatan-perbuatannya.
Kitab tersebut diterima dalam keadaan terbuka agar segera dibaca.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya) artinya dia telah membawa amal perbuatannya sendiri (pada lehernya) lafal ini disebutkan secara khusus mengingat lafal ini menunjukkan pengertian tetap yang paling akurat.

Dan sehubungan dengan pengertian ini Mujahid telah berkata, bahwa tiada seorang anak pun yang dilahirkan melainkan pada lehernya telah ada suatu lembaran yang tertulis di dalamnya apakah ia celaka atau bahagia.

(Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab) yang tertulis di dalamnya semua amal perbuatannya (yang dijumpainya terbuka) kedua lafal ini menjadi sifat daripada lafal kitaaban.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Setiap manusia, Allah jadikan amal perbuatannya, baik kebaikan maupun keburukan, sebagai sesuatu yang menyertainya.
Ia tidak dihisab karena perbuatan orang lain, dan tidak pula orang lain dihisab karena amalnya.
Pada Hari Kiamat kelak Allah akan mengeluarkan baginya sebuah buku yang didalamnya tertulis semua perbuatannya, dan ia melihatnya dalam keadaan terbuka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah menyebutkan tentang waktu dan segala sesuatu yang dilakukan oleh anak-anak Adam di dalamnya, lalu Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman:

…Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatan­nya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya.

Yang dimaksud dengan istilah ta-ir adalah segala sesuatu dari amalnya yang terbang, yakni amal baik dan amal buruknya, dan amal itu merupakan suatu ketetapan atas diri pelakunya, kelak dia mendapatkan balasannya, menurut Ibnu Abbas, Mujahid, serta lain-lainnya.

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun niscaya ia akan melihat (balasan)nya.
(Q.S. Az-Zalzalah [99]: 7-8)

Allah subhanahu wa ta’ala.
telah berfirman:

seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebe­lah kiri.
Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat pengawas yang selalu hadir.
(Q.S. Qaaf [50]: 17-18)

Padahal sesungguhnya bagi kalian ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaan kalian), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaan itu), mereka mengetahui apa yang kalian kerjakan.
(Q.S. Al-Infithar: 10-12)

Sesungguhnya kalian hanya diberi balasan menurut apa yang kalian kerjakan.
(At Tahriim: 7, Ath-Thur: 16)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibe­ri pembalasan dengan kejahatan itu.
(Q.S. An-Nisa’ [4]: 123), hingga akhir ayat.

Makna yang dimaksud adalah bahwa amal perbuatan manusia itu — baik yang kecil maupun yang besar— semuanya terpelihara dalam catatan yang mencatatnya sepanjang malam dan siang hari, pagi dan petang.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutai-bah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, dari Abuz Zubair, dari Jabir, bahwa ia telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya ketetapan amal perbuatan manusia itu (seperti tetapnya kalung) pada lehernya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya dengan terbuka.

Maksudnya, Kami himpunkan seluruh amal perbuatannya di dalam sebuah kitab yang akan diberikan kepadanya kelak di hari kiamat.
Adakalanya ia menerima dari sebelah kanannya, bila ia orang yang berbahagia, atau dari sebelah kirinya, bila ia orang yang celaka.

…dengan terbuka.

Yakni terbuka lebar sehingga ia dan orang lain dapat membacanya, di dalamnya tercatatkan semua amal perbuatannya sejak permulaan usianya hingga akhir hayatnya.

Allah subhanahu wa ta’ala.
telah berfirman:

Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.
Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri.
Meskipun ia mengemukakan alasan-alasannya.
(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 13-15)


Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Israa (17) ayat 13 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Israa (17) ayat 13 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Israa (17) ayat 13 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 17:13
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
4.5
Ratingmu: 4.3 (29 orang)
Sending







Pembahasan ▪ q s al isra 13 ▪ Qs 17:13

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim