QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 109 [QS. 17:109]

وَ یَخِرُّوۡنَ لِلۡاَذۡقَانِ یَبۡکُوۡنَ وَ یَزِیۡدُہُمۡ خُشُوۡعًا
Wayakhirruuna lil-adzqaani yabkuuna wayaziiduhum khusyuu’an;

Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.
―QS. 17:109
Topik ▪ Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat
17:109, 17 109, 17-109, Al Israa 109, AlIsraa 109, Al Isra 109, Al-Isra’ 109

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 109

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 109. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menambahkan dalam ayat ini sifat-sifat yang terpuji pada orang-orang yang diberi ilmu itu.
Mereka menelungkupkan muka mereka, sujud kepada Allah sambil menangis disebabkan bermacam-macam perasaan yang menghentak dada mereka, seperti perasaan takut kepada Allah, perasaan syukur atas kelahiran Rasul yang dijanjikan.
Dalam pada itu kesan kesan serta pengaruh ajaran-ajaran Alquran itu ke dalam jiwa mereka ketika mendengarnya menambah kekhusyukan dan kerendahan hati mereka, sehingga mereka merasa betapa kecilnya manusia itu di sisi Allah subhanahu wa ta’ala Demikianlah sifat orang ahli ilmu yang telah mencapai martabat yang mulia.
Hatinya menjadi tunduk dan matanya mencucurkan air mata ketika Alquran dibacakan kepadanya.
Mencucurkan air mata ketika mendengar atau membaca Alquran sangat terpuji dalam pandangan Islam.

Bersabda Rasulullah ﷺ:

Bacalah Alquran dan menangislah, jika kamu tidak bisa menangis, maka usahakanlah sekuat-kuatnya agar dapat menangis.
(H.R. Tirmizi dari Saad bin Abi Waqqas)

Sabda Rasulullah ﷺ lagi:

Dua mata yang tidak disentuh api neraka, yaitu yang menangis karena takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari pada jalan Allah (jihad).
(H.R. Tirmizi dari Ibnu Abbas)

Tidaklah masuk neraka seorang laki-laki yang menangis karena takut kepada Allah, kecuali bila air susu sapi dapat kembali ke dalam kantong susunya, dan tidaklah berkumpul pada seorang hamba, debu dalam peperangan di jalan Allah dengan asap (debu) api neraka.
(H.R. Muslim dan Nasai dari Abu Hurairah)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka pun kemudian sujud untuk kedua kalinya sambil meratap karena rasa takut mereka kepada Allah.
Kekhusyukan mereka kepada Allah semakin bertambah dengan membaca Al Quran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis) diathafkan seraya diberi tambahan sifat (dan mereka makin bertambah) berkat Alquran (kekhusyuannya) merendahkan dirinya kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka bersujud dengan wajah mereka sambil menangis karena terkesan dengan pesan-pesan al-Qur’an, dan menyimak al-Qur’an berikut pesan-pesannya membuat mereka semakin tunduk kepada perintah Allah dan keagungan kekuasaan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan mereka bertambah khusyuk.

Yakni mereka bertambah iman dan berserah diri kepada-Nya, seperti makna yang terkandung di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (ba­lasan) ketakwaannya.
(Q.S. Muhammad [47]: 17)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan mereka menyungkur.

ayat ini merupakan ‘ataf sifat kepada sifat lainnya, bukan ‘ataf sujud kepada sujud, perihalnya sama dengan apa yang dikatakan oleh seorang penyair dalam bait syairnya:

Kepada Raja Qarm dan Ibnul Hammam, singa dalam medan pertempuran.


Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Israa (17) ayat 109 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Israa (17) ayat 109 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Israa (17) ayat 109 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 17:109
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
4.5
Ratingmu: 4.3 (27 orang)
Sending







Pembahasan ▪ q s al isra /17ayat 109

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim