Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Israa

Al Israa (Perjalanan Malam) surah 17 ayat 107


قُلۡ اٰمِنُوۡا بِہٖۤ اَوۡ لَا تُؤۡمِنُوۡا ؕ اِنَّ الَّذِیۡنَ اُوۡتُوا الۡعِلۡمَ مِنۡ قَبۡلِہٖۤ اِذَا یُتۡلٰیعَلَیۡہِمۡ یَخِرُّوۡنَ لِلۡاَذۡقَانِ سُجَّدًا
Qul aaminuu bihi au laa tu’minuu innal-ladziina uutuul ‘ilma min qablihi idzaa yutla ‘alaihim yakhirruuna lil-adzqaani sujjadan;

Katakanlah:
“Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah).
Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud,
―QS. 17:107
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah ▪ Kesucian Allah dari sekutu dan anak
17:107, 17 107, 17-107, Al Israa 107, AlIsraa 107, Al Isra 107, Al-Isra’ 107
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 107. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada Rasul Nya untuk menyatakan dengan keras kepada kaum musyrikin yang ingkar kepada kebenaran Alquran itu, bahwa sekiranya mereka beriman maka keimanan mereka itu tidaklah memperkaya perbendaharaan rahmat Nya.
Demikian pula sebaliknya, sekiranya mereka tetap ingkar, tidak mau beriman kepada Alquran, maka keingkaran dan penolakan mereka terhadap Alquran itu tidaklah mengurangi keagungan Allah subhanahu wa ta'ala

Pernyataan Rasulullah ﷺ ini merupakan celaan dan kecaman kepada kaum musyrikin, serta mengandung pula penghinaan kepada mereka.
Bagaimanapun sikap mereka terhadap Alquran tidaklah hal itu patut diperdulikan, dan kebenaran Alquran itu bukanlah tergantung kepada sikap orang-orang yang ingkar itu.
Tidaklah mengherankan kalau mereka menolak kebenaran Alquran, karena mereka memang orang Jahiliah.
Tetapi orang-orang baik dan terpelajar di antara mereka tentu beriman dan tunduk sepenuhnya bila mendengar ayat-ayat dibacakan.
Semisal Zaid Ibnu Amru Ibnu Nufail dan Waraqah bin Naufal yang telah membacakan kitab-kitab suci yang terdahulu sebelum Alquran diturunkan, dan mereka mengetahui kelak pada waktunya akan lahir seorang Rasul akhir zaman.
Mereka menelungkup sujud dan bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala yang telah memenuhi janji Nya, yaitu mengutus Muhammad ﷺ sebagai Rasul terakhir.
Dengan turunnya ayat ini Nabi Muhammad ﷺ merasakan terhibur hatinya, karena keimanan orang-orang yang terpelajar lebih berarti dari keimanan orang-orang jahil, meskipun orang jahil itu keimanannya tetap diharapkan.

Al Israa (17) ayat 107 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Israa (17) ayat 107 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Israa (17) ayat 107 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Berilah ancaman kepada orang-orang kafir Mekah dengan mengatakan, "Kamu semua bebas untuk mengimani Al Quran atau tidak mengimaninya sesuai dengan pilihan kalian sendiri." Sesungguhnya orang-orang yang, sebelum turunnya Al Quran, telah diberi ilmu pengetahuan yang benar, maka jika Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka akan sujud bersyukur kepada Allah atas segala nikamat-nikmat-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah) kepada orang-orang kafir Mekah ("Berimanlah kalian kepadanya atau tidak usah beriman) ungkapan ini dimaksud sebagai ancaman buat mereka (Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya) sebelum diturunkan Alquran mereka adalah orang-orang yang beriman dari kalangan ahli kitab (apabila Alquran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud.")

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah, wahai Rasul, kepada orag-orang yang mendustakan itu :
Berimanlah kepada al-Qur'an atau janganlah beriman; karena keimanan kalian tidak menambah kesempurnaaannya, dan pendustaan kalian tidak membuatnya berkurang kesempurnaannya.
Sesungguhnya para ulama yang diberi kitab-kitab terdahulu sebelum al-Qur'an, dan mereka mengetahui hakikat wahyu, apabila al-Qur'an dibacakan kepada mereka, maka mereka khusyu lalu bersujud dengan wajah mereka, karena mengagungkan Allah dan bersyukur kepada-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman kepada Nabi-Nya:

Katakanlah.

hai Muhammad, kepada orang-orang kafir itu sehubungan dengan Al-Qur'an yang engkau sampaikan kepada mereka.

Berimanlah kalian atau tidak beriman.

Yakni sama saja, kalian beriman kepada Al-Qur'an atau tidak beriman, Al-Qur'an itu tetap merupakan suatu perkara yang hak yang diturunkan oleh Allah yang telah diisyaratkan di masa-masa dahulu melalui kitab-kitab-Nya yang Dia turunkan kepada para rasul terdahulu.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan oleh firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelum­nya.

Yakni dari kalangan orang-orang saleh Ahli Kitab, yaitu mereka yang berpegangan kepada kitab sucinya dan menegakkannya serta tidak meng­ubah dan tidak menggantinya dengan yang lain.

...apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka me­nyungkur atas muka mereka sambil bersujud.

A'zqan adalah bentuk jamak dari lafaz zaqan yang artinya bagian bawah wajah, maksudnya ialah muka.

Mereka bersujud kepada Allah subhanahu wa ta'ala seba­gai rasa syukur mereka atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka, karena Allah telah menjadikan mereka orang yang paling berhak untuk mengikuti Rasul ﷺ yang telah diturunkan kepadanya kitab Al-Qur'an, jika mereka menjumpai masanya.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Israa (17) Ayat 107

ADZQAAN
أَذْقَان

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya ialah adz dzaqan atau adz dziqan.

Al Jawhari berkata,
"Adz dzaqan pada manusia ialah tempat kumpulan janggut."

Ibn Sa'idah berpendapat, adz dzaqan dan adz dziqn bermakna tempat kumpulan janggut dari bawahnya.

Al Lihyani berkata,
kata ini dalam bentuk mufradnya adalah mudzakkar dan tidak ada mu'annatsnya.

Adz dziqn juga bermakna orang yang sangat tua dan adz ­dzaqinah adalah bahagian yang ada di bawah dagu, atau ujung tengkuk.

Lafaz adzqaan disebut tiga kali dalam Al­ Quran, yaitu dalam surah:
-Al Israa (17) ayat 107 dan 109,
-Yaa Siin (36) ayat 8

Ibn Katsir menafsirkan lafaz al adzqaan dalam surah Al Israa dengan bahagian yang ada di bawah wajah, dan lafaz al adzqaan dalam surah Yaa Siin, penulis mengisyaratkan penafsirannya ketika menjelaskan kata anaq.

At Tabari menafsirkan kata al ­adzqaan dengan dua tafsiran.

Pertama, dari Ibn Abbas dan Qatadah, al adzqan ialah wajah-wajah dan ini yang ditafsirkan oleh Asy Syawkani yaitu wajah-wajah mereka jatuh sujud karena Allah dan al adzaqan adalah tempat tumbuhnya janggut.

Kedua, dari Al Hasan menerangkan maknanya ialah (tempat) janggut.

Asy Syawkani menafsirkan fahiya ilal adzqaani fahum muqmahuun dengan "belenggu itu sampai ke dagu mereka, maka mereka pada saat itu tidak dapat berpaling"

Kesimpulannya, makna adzqaan bisa dimaksudkan wajah karena pada ayat 107 dan 109 di atas dikaitkan dengan menangis. la juga bisa bermakna dagu karena ukuran belenggu yang mengikat leher mereka sampai ke dagu di mana ia adalah sempadan wajah, sebagaimana yang terdapat dalam surah Yaa Siin diatas.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:20-21

Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa' Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa' pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani lsrail" artinya keturunan Israil" berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya'ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala
Dihubungkannya kisah 'Israa' dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur'an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa' Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta'ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.


Gambar Kutipan Surah Al Israa Ayat 107 *beta

Surah Al Israa Ayat 107



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Israa

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
4.9
Rating Pembaca: 4.9 (15 votes)
Sending







✔ surah al-isra(17) ayat 107

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku