Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 105 [QS. 17:105]

وَ بِالۡحَقِّ اَنۡزَلۡنٰہُ وَ بِالۡحَقِّ نَزَلَ ؕ وَ مَاۤ اَرۡسَلۡنٰکَ اِلَّا مُبَشِّرًا وَّ نَذِیۡرًا
Wa bil haqqi anzalnaahu wa bil haqqi nazala wamaa arsalnaaka ilaa mubasy-syiran wanadziiran;
Dan Kami turunkan (Alquran) itu dengan sebenarnya dan (Alquran) itu turun dengan (membawa) kebenaran.
Dan Kami mengutus engkau (Muhammad), hanya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
―QS. Al Israa [17]: 105

And with the truth We have sent the Qur’an down, and with the truth it has descended.
And We have not sent you, (O Muhammad), except as a bringer of good tidings and a warner.
― Chapter 17. Surah Al Israa [verse 105]

وَبِٱلْحَقِّ dan dengan kebenaran

And with the truth
أَنزَلْنَٰهُ Kami turunkannya

We sent it down,
وَبِٱلْحَقِّ dan dengan kebenaran

and with the truth
نَزَلَ dia turun

it descended.
وَمَآ dan tidaklah

And not
أَرْسَلْنَٰكَ Kami mengutus kamu

We sent you
إِلَّا melainkan

except
مُبَشِّرًا pembawa kabar gembira

(as) a bearer of glad tidings
وَنَذِيرًا dan pemberi peringatan

and a warner.

Tafsir

Alquran

Surah Al Israa
17:105

Tafsir QS. Al Israa (17) : 105. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini Allah ﷻ menegaskan kepada Rasul ﷺ bahwa Allah benar-benar telah menurunkan Alquran dari sisi-Nya.
Maka manusia tidak boleh meragukan dan berpaling darinya.

Dalam ayat yang lain Allah ﷻ berfirman:

لٰكِنِ اللّٰهُ يَشْهَدُ بِمَآ اَنْزَلَ اِلَيْكَ اَنْزَلَهٗ بِعِلْمِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يَشْهَدُوْنَ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا

Tetapi Allah menjadi saksi atas (Alquran) yang diturunkan-Nya kepadamu (Muhammad).
Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya, dan para malaikat pun menyaksikan.

Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi. (an-Nisa’ [4]: 166)


Alquran membawa berbagai ajaran yang benar yang mendatangkan ketertiban dan kesejahteraan bagi umat manusia.

Di dalamnya terdapat ajaran tentang moral, akidah ketuhanan, peraturan-peraturan, hukum, sejarah, dan ilmu pengetahuan.
Segala isinya senantiasa terpelihara, baik lafal maupun maknanya tidak akan ternoda dengan penambahan atau pengurangan yang menyebabkan kekacauan dan kesimpangsiuran, sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman-Nya:

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.
(al-Hijr [15]: 9)


Firman-Nya lagi:

لَّا يَأْتِيْهِ الْبَاطِلُ مِنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهٖ تَنْزِيْلٌ مِّنْ حَكِيْمٍ حَمِيْدٍ

(Yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana, Maha Terpuji. (Fushshilat [41]: 42)


Demikianlah Allah menerangkan sifat-sifat Alquran dengan segala jaminan akan kesuciannya dari tangan-tangan manusia yang berusaha mengotorinya.

Dia diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ yang diutus kepada umat manusia untuk memberikan kabar gembira tentang pahala dan surga bagi orang-orang yang beriman dan taat kepada ajaran agama, dan memberikan peringatan tentang azab dan neraka bagi yang kafir dan berbuat dosa.

Tafsir QS. Al Israa (17) : 105. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kami tidak menurunkan Alquran tanpa diperkuat oleh hikmah Tuhan yang menetapkan penurunan Alquran itu.
Alquran itu sendiri diturunkan dengan mengandung kebenaran.


Semua akidah dan hukum yang ada di dalamnya adalah benar.
Kami tidak mengutusmu, wahai Muhammad, kecuali sebagai pembawa berita gembira berupa surga bagi siapa yang beriman, dan pemberi peringatan berupa neraka bagi siapa yang ingkar.


Jika mereka tidak beriman, kamu tidak perlu merasa bersalah.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dengan kebenaranlah Kami turunkan al-Qur’an ini kepada Muhammad sallallahu alaihi wa sallam , untuk memerintah dan melarang para hamba, menjanjikan pahala dan siksa kepada mereka.
Dan demikian pula, al-Qur’an turun dengan benar, adil, dan terjaga dari penyelewengan dan perubahan.


Kami tidak mengutusmu, wahai Rasul, melainkan sebagai pembawa berita gembira dengan surga dan pemberi peringatan dengan neraka terhadap siapa yang durhaka dan kafir.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Kami turunkan dia itu dengan sebenar-benarnya) Alquran itu


(dan dengan membawa kebenaran) mengandung kebenaran


(Alquran itu telah turun) dalam keadaan utuh sebagaimana waktu diturunkan tidak akan terjadi perubahan dan penggantian padanya.


(Dan Kami tidak mengutus kamu) hai Muhammad


(melainkan sebagai pembawa berita gembira) kepada orang yang percaya akan adanya surga


(dan pemberi peringatan) terhadap orang yang ingkar kepada adanya neraka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman menceritakan tentang kitab-Nya, yaitu Alquran, bahwa Alquran itu diturunkan dengan sebenar-benarnya, yang di da­lamnya terkandung perkara yang hak.
Hal ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

tetapi Allah mengakui Alquran yang diturunkan-Nya kepada­mu, Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya, dan malaikatmalaikat pun menjadi saksi (pula).
(QS. An-Nisa’ [4]: 166)

Maksudnya, di dalam Alquran terkandung ilmu Allah yang Dia kehen­daki untuk diperlihatkan kepada kalian, yaitu mengenai hukumhukum­Nya, perintah, dan larangan-Nya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Kami turunkan (Al Qur’an) itu dengan sebenar-benarnya.

Yakni Alquran diturunkan kepadamu, hai Muhammad, seraya dijaga dan dipelihara, tiada ada sesuatu pun dari selainnya yang mencampurinya, dan tiada tambahan serta kekurangan padanya, melainkan disampaikan kepadamu dengan sebenar-benarnya.
Karena sesungguhnya Alquran itu diturunkan melalui malaikat yang sangat kuat, dipercaya, berkedudukan tetap di sisi Tuhannya lagi ditaati di kalangan malaikat yang ada di langit tertinggi.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Kami tidak mengutus kamu.

hai Muhammad.

…melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi per­ingatan.

Yakni membawa berita gembira kepada orang-orang yang taat kepadamu dari kalangan kaum mukmin, dan pemberi peringatan terhadap orang-orang yang durhaka kepadamu dari kalangan orang-orang kafir.

Unsur Pokok Surah Al Israa (الإسراء)

Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Muhammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isyarat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani Israil" artinya keturunan Israil, berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani Israil yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.

Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israil, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

▪ Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat.
▪ Allah pasti memberi rezeki kepada manusia.
▪ Allah mempunyai nama-nama yang paling baik.
Alquran adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
▪ Adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

▪ Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia.
▪ Berzina.
▪ Mempergunakan harta anak yatim kecuali dengan cara yang dibenarkan agama.
▪ Ikut-ikutan baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.
▪ Durhaka kepada ibu bapak.
▪ Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan takaran, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

▪ Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya.
▪ Beberapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat.
▪ Petunjuk-petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat.
▪ Manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat-sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru.
▪ Persoalan roh.

Audio

QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 111

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Israa ayat 105 - Gambar 1 Surah Al Israa ayat 105 - Gambar 2
Statistik QS. 17:105
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra’ (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, “Perjalanan Malam”) adalah surah ke-17 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti “memperjalankan di malam hari”.
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
Sending
User Review
1 (1 vote)
Tags:

17:105, 17 105, 17-105, Surah Al Israa 105, Tafsir surat AlIsraa 105, Quran Al Isra 105, Al-Isra' 105, Surah Al Isra ayat 105

▪ wabilhaqi ▪ wa bil khaqqi
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 53 [QS. 25:53]

53. Kemudian Allah menampilkan kembali kemahakuasa-Nya di alam seluruh agar manusia merenungkannya. Dan Dialah yang membiarkan dua laut yaitu air sungai dan laut, mengalir berdampingan; yang ini tawar … 25:53, 25 53, 25-53, Surah Al Furqaan 53, Tafsir surat AlFurqaan 53, Quran Al Furqan 53, AlFurqan 53, Al-Furqan 53, Surah Al Furqan ayat 53

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 17 [QS. 4:17]

Pada ayat lalu ditegaskan bahwa Allah Maha Penerima tobat dan Maha Penyayang. Sesungguhnya bertobat kepada Allah yakni penerimaan tobat yang diwajibkan Allah atas diri-Nya sebagai salah satu bukti rah … 4:17, 4 17, 4-17, Surah An Nisaa’ 17, Tafsir surat AnNisaa 17, Quran AnNisa 17, An-Nisa’ 17, Surah An Nisa ayat 17

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dalam hadits shahih disebutkan.

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.'
[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا
Arti dari kalimat di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

'Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran'
--HR. Imam al-Baihaqi dalam kitab 'Syu’abul Iman' (no. 6612). Hadits ini adalah hadits yang lemah.

Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad.

+

Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Arti dari hadist diatas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallalhu'alaihi wa sallam bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

'Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.'
(HR. Bukhari no. 3461)

Pendidikan Agama Islam #30
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #30 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #30 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #25

أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti … binasalah biarlah bukankah berbukalah baiklah Benar! Kurang tepat! Penjelasan:أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ a lam

Pendidikan Agama Islam #1

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah … Al A’raf ayat 180 Al Hadid

Pendidikan Agama Islam #21

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … hajar aswad riyadus shalihin lauh quran

Instagram