QS. Al Insyiqaaq (Terbelah) – surah 84 ayat 25 [QS. 84:25]

اِلَّا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَہُمۡ اَجۡرٌ غَیۡرُ مَمۡنُوۡنٍ
Ilaal-ladziina aamanuu wa’amiluush-shaalihaati lahum ajrun ghairu mamnuunin;

tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya.
―QS. 84:25
Topik ▪ Iman ▪ Keutamaan Iman ▪ Hidayah (petunjuk) dari Allah
84:25, 84 25, 84-25, Al Insyiqaaq 25, AlInsyiqaaq 25, Al Insyiqaq 25, Al-Insyiqaq 25

Tafsir surah Al Insyiqaaq (84) ayat 25

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Insyiqaaq (84) : 25. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, percaya kepada Al-Qur’an, serta mengerjakan ajarannya dengan sebaik-baiknya, akan mendapat ganjaran dari Allah yang tidak ada putus-putusnya, abadi selama-lamanya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tetapi, orang-orang beriman dan beramal saleh akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah, yang tak akan terputus atau terhitung.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kecuali) tetapi (orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya) yakni pahala mereka tidak akan terputus dan tidak akan dikurangi serta tidak akan disebut-sebutkan sekalipun sangat banyak dan berlimpah ruah untuk selama-lamanya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لَا يَسْجُدُونَ}

Mengapa mereka tidak mau beriman?
Dan apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud.
(Q.S. Al-Insyiqaq [84]: 20-21)

Yakni apakah yang menghalang-halangi mereka untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta hari kemudian, dan mengapa mereka apabila dibacakan kepada mereka Al-Qur’an yang merupakan ayat-ayat dan kalam Allah, lalu mereka tidak mau bersujud menghormati dan mengagungkan-Nya?

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُكَذِّبُونَ}

bahkan orang-orang kafir itu mendustakan (nya).
(Q.S. Al-Insyiqaq [84]: 22)

Yaitu sudah menjadi watak mereka mendustakan kebenaran, mengingkari dan menentangnya.

{وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَ}

Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka).
(Q.S. Al-Insyiqaq [84]: 23)

Mujahid dan Qatadah mengatakan bahwa Allah mengetahui apa yang tersimpan dalam hati mereka.

{فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ}

Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih.
(Q.S. Al-Insyiqaq [84]: 24)

Yakni maka beritakanlah kepada mereka, hai Muhammad, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menyediakan bagi mereka azab yang pedih.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ}

Tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh.
(Q.S. Al-Insyiqaq [84]: 25)

Ini merupakan isti’sna munqati, yakni tetapi orang-orang yang hatinya beriman.
dan beramal saleh.
(Q.S. Al-Insyiqaq [84]: 25) dengan seluruh anggota tubuhnya.
bagi mereka pahala.
(Q.S. Al-Insyiqaq [84]: 25) Yaitu di hari kemudian di akhirat.

{غَيْرُ مَمْنُونٍ}

yang tidak putus-putusnya.
(Q.S. Al-Insyiqaq [84]: 25)

Ibnu Abbas mengatakan, makna yang dimaksud ialah tidak dikurangi.
Mujahid dan Ad-Dahhak mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah tidak terhitung banyaknya.
Kesimpulan dari kedua pendapat menunjuk-kan bahwa pahala yang diterima oleh mereka di negeri akhirat tidak putus-putusnya.
Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

عَطاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ

sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.
(Q.S. Hud [11]: 108)

As-Saddi mengatakan bahwa sebagian ulama mengatakan sehubungan dengan makna gairu mamnun ini, bahwa makna yang dimaksud ialah tidak dikurangi.
Sebagian yang lain menyebutkan bahwa makna yang dimaksud ialah pahala yang tidak dikaruniakan kepada mereka.
Tetapi pendapat yang terakhir ini yang berasal dari sebagian ulama banyak disanggah oleh bukan hanya seorang dari kalangan ulama.
Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala itu memberikan karunia-Nya kepada ahli surga dalam semua keadaan, saat, dan detik mereka.
Dan sesungguhnya mereka dimasukkan ke dalam surga oleh Allah subhanahu wa ta’ala hanyalah semata-mata berkat karunia dan rahmat-Nya, bukan karena amal perbuatan yang telah mereka kerjakan.
Maka Dia berhak memberikan karunia-Nya kepada mereka selama-lamanya.
Dan segala puji hanyalah bagi Allah semata selama-lamanya.
Karena itulah mereka (ahli surga) diberi ilham untuk bertasbih dan bertahmid kepada-Nya, sebagaimana mereka diberi ilham untuk bernapas.
Dan akhir doa mereka ialah; “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”


Informasi Surah Al Insyiqaaq (الإنشقاق)
Surat Al Insyiqaaq, terdiri atas 25 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al lnfithaar.

Dinamai “Al Insyiqaaq” (terbelah), diambil dari perkataan “Insyaqqat” yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah”insyiqaaq”.

Keimanan:

Peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat
peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya
dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan
tingkat­tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Lain-lain:

Peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat
peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya
dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan
tingkat­tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Ayat-ayat dalam Surah Al Insyiqaaq (25 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Insyiqaaq (84) ayat 25 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Insyiqaaq (84) ayat 25 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Insyiqaaq (84) ayat 25 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Insyiqaaq - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 25 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 84:25
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Insyiqaaq.

Surah Al-Insyiqaq (bahasa Arab:الانشقاق, "Terbelah") adalah surah ke-84 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 25 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan setelah surah Al-Infitar.
Dinamai Al Insyiqaaq (terbelah), diambil dari perkataan yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah insyiqaaq.

Pokok-pokok isinya menerangkan peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat; peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya; dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan; tingkat-tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Nomor Surah 84
Nama Surah Al Insyiqaaq
Arab الإنشقاق
Arti Terbelah
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 83
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 25
Jumlah kata 108
Jumlah huruf 444
Surah sebelumnya Surah Al-Tatfif
Surah selanjutnya Surah Al-Buruj
4.8
Ratingmu: 4.6 (8 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta