Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Insyiqaaq (Terbelah) – surah 84 ayat 23 [QS. 84:23]

وَ اللّٰہُ اَعۡلَمُ بِمَا یُوۡعُوۡنَ
Wallahu a’lamu bimaa yuu’uun(a);
Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka).
―QS. Al Insyiqaaq [84]: 23

And Allah is most knowing of what they keep within themselves.
― Chapter 84. Surah Al Insyiqaaq [verse 23]

وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
أَعْلَمُ lebih mengetahui

(is) most knowing
بِمَا terhadap apa

of what
يُوعُونَ mereka kumpulkan/simpan

they keep within themselves

Tafsir

Alquran

Surah Al Insyiqaaq
84:23

Tafsir QS. Al Insyiqaaq (84) : 23. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan sebab mereka tidak mau mengakuinya, yaitu:


1. Mereka dengki kepada Nabi Muhammad atas kelebihan yang telah dikaruniakan Allah kepadanya.


2. Mereka takut kehilangan pengaruh dan kedudukan sebagai pemimpin bangsanya.


3. Mereka tidak mau mengganti kepercayaan yang telah dianut oleh nenek moyang mereka dengan kepercayaan yang lain.

Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka.
Oleh karena itu, Allah mengejek mereka dengan kata-kata,
"Berilah kabar gembira kepada mereka dengan azab yang pedih di hari Kiamat nanti.
"

Tafsir QS. Al Insyiqaaq (84) : 23. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Allah Mahatahu apa yang tersembunyi dalam hati mereka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Adakah sesuatu yang menghalangi mereka dari beriman kepada Allah dan hari akhir setelah ayat-ayat itu dijelaskan kepada mereka?
Mengapakah jika Alquran dibacakan kepada mereka, mereka tidak mau bersujud kepada Allah, dan tidak pula menerima sepenuhnya apa yang disebutkan di dalamnya?
Sesungguhnya ciri khas orang-orang kafir itu hanyalah mendustakan dan menentang kebenaran.
Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam dada mereka berupa penentangan, padahal mereka mengetahui bahwa apa yang disebutkan Alquran adalah kebenaran.


Maka berilah mereka kabar gembira wahai Rasul, bahwasanya Allah telah menyediakan azab yang pedih untuk mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Padahal Allah mengetahui apa yang mereka kumpulkan) di dalam catatan amal perbuatan mereka, yaitu berupa kekafiran, kedustaan dan amalamal buruk lainnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لَا يَسْجُدُونَ}

Mengapa mereka tidak mau beriman?
Dan apabila Alquran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 20-21)

Yakni apakah yang menghalang-halangi mereka untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta hari kemudian, dan mengapa mereka apabila dibacakan kepada mereka Alquran yang merupakan ayat-ayat dan kalam Allah, lalu mereka tidak mau bersujud menghormati dan mengagungkan-Nya?

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُكَذِّبُونَ}

bahkan orang-orang kafir itu mendustakan (nya).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 22)

Yaitu sudah menjadi watak mereka mendustakan kebenaran, mengingkari dan menentangnya.

{وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَ}

Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 23)

Mujahid dan Qatadah mengatakan bahwa Allah mengetahui apa yang tersimpan dalam hati mereka.

{فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ}

Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 24)

Yakni maka beritakanlah kepada mereka, hai Muhammad, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menyediakan bagi mereka azab yang pedih.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ}

Tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 25)

Ini merupakan isti’sna munqati, yakni tetapi orang-orang yang hatinya beriman.
dan beramal saleh.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 25)
dengan seluruh anggota tubuhnya.
bagi mereka pahala.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 25)
Yaitu di hari kemudian di akhirat.


{غَيْرُ مَمْنُونٍ}

yang tidak putus-putusnya.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 25)

Ibnu Abbas mengatakan, makna yang dimaksud ialah tidak dikurangi.
Mujahid dan Ad-Dahhak mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah tidak terhitung banyaknya.
Kesimpulan dari kedua pendapat menunjuk-kan bahwa pahala yang diterima oleh mereka di negeri akhirat tidak putus-putusnya.
Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

عَطاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ

sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.
(QS. Hud [11]: 108)

As-Saddi mengatakan bahwa sebagian ulama mengatakan sehubungan dengan makna gairu mamnun ini, bahwa makna yang dimaksud ialah tidak dikurangi.
Sebagian yang lain menyebutkan bahwa makna yang dimaksud ialah pahala yang tidak dikaruniakan kepada mereka.
Tetapi pendapat yang terakhir ini yang berasal dari sebagian ulama banyak disanggah oleh bukan hanya seorang dari kalangan ulama.
Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala itu memberikan karunia-Nya kepada ahli surga dalam semua keadaan, saat, dan detik mereka.
Dan sesungguhnya mereka dimasukkan ke dalam surga oleh Allah subhanahu wa ta’ala hanyalah semata-mata berkat karunia dan rahmat-Nya, bukan karena amal perbuatan yang telah mereka kerjakan.
Maka Dia berhak memberikan karunia-Nya kepada mereka selama-lamanya.
Dan segala puji hanyalah bagi Allah semata selama-lamanya.
Karena itulah mereka (ahli surga) diberi ilham untuk bertasbih dan bertahmid kepada-Nya, sebagaimana mereka diberi ilham untuk bernapas.
Dan akhir doa mereka ialah;
"Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

Unsur Pokok Surah Al Insyiqaaq (الإنشقاق)

Surat Al Insyiqaaq, terdiri atas 25 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al lnfithaar.

Dinamai "Al Insyiqaaq" (terbelah), diambil dari perkataan "Insyaqqat" yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah "insyiqaaq".

Keimanan:

▪ Peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat.
▪ Peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya.
▪ Dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan.
▪ Tingkat-tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Audio

QS. Al-Insyiqaaq (84) : 1-25 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 25 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Insyiqaaq (84) : 1-25 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 25

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Insyiqaaq ayat 23 - Gambar 1 Surah Al Insyiqaaq ayat 23 - Gambar 2
Statistik QS. 84:23
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Insyiqaaq.

Surah Al-Insyiqaq (bahasa Arab:الانشقاق, “Terbelah”) adalah surah ke-84 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 25 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan setelah surah Al-Infitar.
Dinamai Al Insyiqaaq (terbelah), diambil dari perkataan yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah insyiqaaq.

Pokok-pokok isinya menerangkan peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat; peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya; dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan; tingkat-tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Nomor Surah84
Nama SurahAl Insyiqaaq
Arabالإنشقاق
ArtiTerbelah
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu83
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat25
Jumlah kata108
Jumlah huruf444
Surah sebelumnyaSurah Al-Tatfif
Surah selanjutnyaSurah Al-Buruj
Sending
User Review
4.4 (20 votes)
Tags:

84:23, 84 23, 84-23, Surah Al Insyiqaaq 23, Tafsir surat AlInsyiqaaq 23, Quran Al Insyiqaq 23, Al-Insyiqaq 23, Surah Al Insyiqaq ayat 23

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Qalam (Pena) – surah 68 ayat 35 [QS. 68:35]

34-35.Bagi yang durhaka maka azab yang pedih akan menjadi balasannya, sedangkan bagi yang bertakwa balasannya seperti yang diuraikan pada ayat ini. Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa disediakan s … 68:35, 68 35, 68-35, Surah Al Qalam 35, Tafsir surat AlQalam 35, Quran Al-Qalam 35, Surah Al Qolam ayat 35

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama ...

Benar! Kurang tepat!

Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam terkandung dalam surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.'
--QS. al-Alaq [96] ayat 1-5.

Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Sejak wahyu di Surah Al Muddasir [74]: 1-7, Rasullullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada ...

Benar! Kurang tepat!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #10
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #10 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #10 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #16

Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat

Pendidikan Agama Islam #13

Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Abu-abu Putih Kuning muda Hitam dongker Hijau Pupus Benar! Kurang tepat!

Instagram