QS. Al Insyiqaaq (Terbelah) – surah 84 ayat 16 [QS. 84:16]

فَلَاۤ اُقۡسِمُ بِالشَّفَقِ
Falaa uqsimu bisy-syafaq(i);

Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja,
―QS. 84:16
Topik ▪ Kedahsyatan hari kiamat
84:16, 84 16, 84-16, Al Insyiqaaq 16, AlInsyiqaaq 16, Al Insyiqaq 16, Al-Insyiqaq 16

Tafsir surah Al Insyiqaaq (84) ayat 16

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Insyiqaaq (84) : 16. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah Maha Pengampun bagi orang-orang yang kembali kepada-Nya dengan bertobat, Maha Pengasih bagi mereka yang sungguh-sungguh dan dengan ikhlas mencintai-Nya.
Allah juga mempunyai kekuasaan yang mesti berlaku, perintah-Nya tidak dapat dibantah, dan Ia berbuat apa yang Ia kehendaki.
Apabila Allah menghendaki kebinasaan bagi mereka yang ingkar dan durhaka, tidak ada suatu kekuasaan pun yang dapat menghalangi-Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Aku benar-benar bersumpah, demi ufuk yang memerah di waktu senja,

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka sesungguhnya aku bersumpah) huruf Laa di sini adalah huruf Zaidah (dengan cahaya merah di waktu senja) yakni dengan nama mega merah yang berada di ufuk barat sesudah matahari terbenam.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Telah diriwayatkan dari Ali, Ibnu Abbas, Ubadah ibnusSamit, Abu Hurairah, Syaddad ibnu Aus, Ibnu Umar, Muhammad ibnu Ali ibnul Husain, Mak-hul, Bakr ibnu Abdullah Al-Muzani, Bukair ibnul Asyaj, Malik, Ibnu Abu Zaib, dan Abdul Aziz ibnu Abu Salamah Al-Majisyun, bahwa mereka telah mengatakan asy-syafaq artinya mega yang berwarna merah.

Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari Ma’mar ibnu Khaisam, dari Ibnu Labibah, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa asy-syafaq artinya cahaya putih, juga berarti merahnya warna cakrawala yang adakalanya hal ini terjadi sebelum mentari terbit —seperti yang dikatakan Mujahid— dan adakalanya sesudah tenggelamnya matahari, sebagaimana yang dikenal di kalangan ahli bahasa.

Al-Khalil ibnu Ahmad mengatakan bahwa asy-syafaq artinya cahaya merah yang terjadi mulai dari tenggelamnya mentari sampai waktu isya.
Apabila cahaya merah itu lenyap, maka dikatakan gabasy syafaqu, artinya telah lenyap cahaya merah itu.

Al-Jauhari mengatakan bahwa asy-syafaq adalah sisa cahaya mentari yang berwarna merah pada permulaan malam sampai waktu malam dekat isya.
Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah, bahwa asy-syafaq adalah warna merah yang ada antara waktu magrib sampai dengan waktu isya,

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan dari Abdullah Ibnu Amr, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:

“وَقْتُ الْمَغْرِبِ مَا لَمْ يَغِبِ الشَّفَقُ”

Waktu magrib itu selama mega merah belum tenggelam (belum lenyap).

Semuanya itu menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan asy-syafaq adalah seperti yang dikatakan oleh Al-Jauhari dan Al-Khalil.

Tetapi menurut riwayat yang sahih dari Mujahid, disebutkan bahwa ia telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja.
(Q.S. Al-Insyiqaq [84]: 16), Bahwa makna yang dimaksud adalah seluruh siang hari.
Dan menurut riwayat lain yang juga bersumber darinya, asy-syafaq adalah matahari.
Keduanya diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.
Dan sesungguhnya hal yang mendorong Mujahid mengatakan demikian tiada lain karena ia membandingkan dengan firman-Nya: dan dengan malam dan apa yang diselubunginya.
(Q.S. Al-Insyiqaq [84]: 17)

Yakni dia bermaksud menggabungkan keduanya, seakan-akan menurutnya Allah bersumpah dengan menyebut cahaya dan kegelapan.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa Allah bersumpah dengan menyebut siang hari yang pergi dan malam hari yang datang.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa ulama lainnya menyebut asy-syafaq sebagai nama merah dan putih, dan mereka mengatakan bahwa lafaz asy-syafaq termasuk lafaz yang mempunyai dua makna yang bertentangan.

Ibnu Abbas, Mujahid, Al-Hasan, dan Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, “Wama wasaq” bahwa makna yang dimaksud ialah ‘dan apa yang dihimpunkannya’.

Qatadah mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah ‘dan bintang-bintang dan hewan-hewan yang dihimpunkannya’.
Ibnu Abbas berkata demikian dengan berdalilkan ucapan seorang penyair yang mengatakan dalam suatu bait syairnya, “Dalam keadaan terhimpunkan seandainya mereka menemukan penggembalanya.”

Ikrimah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan dengan malam dan apa yang diselubunginya.
(Q.S. Al-Insyiqaq [84]: 17) Yaitu apa yang dihimpunkannya karena kegelapannya; apabila malam hari tiba, maka semua makhluk berpulang ke tempat tinggalnya masing-masing.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Insyiqaaq (84) Ayat 16

SYAFAQ
لشَّفَق

Lafaz ini dalam bentuk masdar, berasal dari kata syafiqa-yasyfaqu.

Syafiqa alayh wa minhu berarti takut dan berwaspada, berlemah lembut dan simpati.

Syafiqa ala as sya’ juga bermakna kikir dan bakhil. Darinya lafaz musyfiq yang bermakna yang takut atau yang mengasihi. Jamaknya musyfiquun.

Lafaz as syafaq disebut satu kali di dalam Al Qur’an yaitu pada surah Al Insyiqaaq (84), ayat 16. Sedangkan lafaz musyfiquun atau musyfiqiin disebut delapan kali. Allah berfirman.

فَلَآ أُقْسِمُ بِٱلشَّفَقِ

Lafaz as syafaq pada ayat ini bermakna cahaya merah yang kerap terpampang selepas jatuhnya matahari sehingga Isya.

Allah menjadikan syafaq ini menjadi sumpah supaya kita memperhatikan alam yang indah yang dijadikan oleh Allah dan bagi membulatkan ketundukan kepadanya.

Sedangkan lafaz musyfiquun atau musyfiqiin di dalam Al Qur’an bermakna orang ngeri dan takut. Ketakutan ini baik itu dari pihak orang kafir atau orang yang beriman. Ketakutan yang datang dari pihak kafir sebagaimana Allah nyatakan dalam Al Qur’an yang artinya, “(Pada hari kiamat), Engkau akan melihat orang-orang yang zalim takut ngeri (akan balasan buruk) bagi kejahatan-kejahatan yang mereka laku­ kan, sedang azab siksa itu tetap menimpa mereka.”

Sedangkan dari pihak orang yang beriman, Allah menyatakan dalam surah Ath Thur (52), ayat 26.

قَالُوٓا۟ إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِىٓ أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ

Ibn Katsir berkata,
“Kami di dunia yang berada di antara keluarga kami begitu takut kepada Tuhan kami dan nggeri pada siksaan dan azabnya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:309

Informasi Surah Al Insyiqaaq (الإنشقاق)
Surat Al Insyiqaaq, terdiri atas 25 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al lnfithaar.

Dinamai “Al Insyiqaaq” (terbelah), diambil dari perkataan “Insyaqqat” yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah”insyiqaaq”.

Keimanan:

Peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat
peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya
dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan
tingkat­tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Lain-lain:

Peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat
peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya
dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan
tingkat­tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Ayat-ayat dalam Surah Al Insyiqaaq (25 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Insyiqaaq (84) ayat 16 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Insyiqaaq (84) ayat 16 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Insyiqaaq (84) ayat 16 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Insyiqaaq - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 25 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 84:16
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Insyiqaaq.

Surah Al-Insyiqaq (bahasa Arab:الانشقاق, "Terbelah") adalah surah ke-84 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 25 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan setelah surah Al-Infitar.
Dinamai Al Insyiqaaq (terbelah), diambil dari perkataan yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah insyiqaaq.

Pokok-pokok isinya menerangkan peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat; peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya; dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan; tingkat-tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Nomor Surah 84
Nama Surah Al Insyiqaaq
Arab الإنشقاق
Arti Terbelah
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 83
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 25
Jumlah kata 108
Jumlah huruf 444
Surah sebelumnya Surah Al-Tatfif
Surah selanjutnya Surah Al-Buruj
4.5
Ratingmu: 4.5 (13 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta