Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Insyiqaaq (Terbelah) – surah 84 ayat 11 [QS. 84:11]

فَسَوۡفَ یَدۡعُوۡا ثُبُوۡرًا
Fasaufa yad’uu tsubuuran;
maka dia akan berteriak,
“Celakalah aku!”

―QS. Al Insyiqaaq [84]: 11

He will cry out for destruction
― Chapter 84. Surah Al Insyiqaaq [verse 11]

فَسَوْفَ maka nanti

Then soon
يَدْعُوا۟ mereka berseru/berteriak

he will call
ثُبُورًا kebinasaan/kecelakaan

(for) destruction,

Tafsir

Alquran

Surah Al Insyiqaaq
84:11

Tafsir QS. Al Insyiqaaq (84) : 11. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa golongan kedua adalah mereka yang banyak mengerjakan perbuatan maksiat, durhaka, dan tidak diridai Allah.
Mereka akan menerima catatan perbuatan mereka dengan tangan kiri, dan dari belakang, kemudian mereka dimasukkan ke dalam neraka.

وَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِشِمَالِهٖ فَيَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ لَمْ اُوْتَ كِتٰبِيَهْ ﴿۲۵﴾ وَلَمْ اَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ ﴿۲۶﴾ يٰلَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ ﴿۲۷﴾ مَآ اَغْنٰى عَنِّيْ مَالِيَهْ ﴿۲۸﴾ هَلَكَ عَنِّيْ سُلْطٰنِيَهْ ﴿۲۹﴾

Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata,
"Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.
Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku.

Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu.
Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku.

Kekuasaanku telah hilang dariku." (al-Haqqah [69]: 25-29)

Tafsir QS. Al Insyiqaaq (84) : 11. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan siapa yang menerima catatan amal perbuatannya dengan tangan kiri, dari balik punggungnya, sebagai pertanda penghinaan, maka ia akan berangan-angan bahwa dirinya lebih baik binasa saja, masuk dan terbakar di neraka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Adapun orang yang diberikan buku catatan amalnya dari belakang punggungnya,dan ia adalah seorang yang kafir kepada Allah.
Maka ia mengutuk dirinya, dan masuk ke dalam neraka dan merasakan panasnya.


Sesungguhnya ia dahulu semasa di dunia bergembira dan terpedaya di tengah keluarganya dan tidak berpikir tentang akibatnya.
Sesungguhnya ia menyangka bahwa ia tidak akan dikembalikan kepada Penciptanya dalam keadaan hidup untuk dihisab.


Bahkan Allah akan mengembalikannya sebagaimana Dia menciptakannya dan memberikan balasan kepadanya atas perbuatan yang dilakukannya.
Sesungguhnya Tuhannya Maha Melihatnya lagi Maha Mengetahui keadaannya sejak hari ketika menciptakannya hingga membangkitkannya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka dia akan berteriak) yakni sewaktu dia melihat apa yang tercatat di dalam kitab amalnya


("Celakalah aku") ia berseru meratapi kebinasaannya, dengan ucapannya,
"Celakalah aku."

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala

{وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ}

Adapun orang yang diberikan kitabnya dari arah belakangnya.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 10)

Yaitu dengan tangan kirinya dari arah belakang, dengan menjulurkan tangan kirinya ke arah belakang, lalu menerima kitabnya.

{فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا}

maka dia akan berteriak,
"Celakalah aku."
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 11)


Artinya, merugi dan binasa.

{وَيَصْلَى سَعِيرًا إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُورًا}

Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
Sesungguh dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 12-13)

Yakni bergembira ria, tidak memikirkan akibat dari amal perbuatannya, dan tidak takut kepada hari kemudian.
Maka Allah menghukum kegembiraan yang sebentar itu dengan kesedihan yang panjang.

{إِنَّهُ ظَنَّ أَنْ لَنْ يَحُورَ}

Sesungguhnya dia yakin bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 14)

Maksudnya, dia meyakini bahwa tidak akan kembali kepada Allah dan Allah tidak akan menghidupkannya kembali sesudah matinya.
Demikianlah menurut pendapat Ibnu Abbas, Qatadah, dan selain keduanya.
Al-hur artinya kembali.
Maka Allah menyanggah keyakinan mereka itu melalui firman berikutnya:

{بَلَى إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ بَصِيرًا}

(Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 15)

Yaitu tidak demikian, sebenarnya Allah akan mengembalikannya menjadi hidup seperti kejadian semula dan Allah akan membalas semua amal perbuatannya yang baik dan yang buruknya.
Karena sesungguhnya Dia Maha Melihat dia, yakni Maha Mengetahui lagi Maha Mengenalnya.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Insyiqaaq (84) Ayat 11

TSUBUURAA
ثُبُور

Lafaz tsubuuraa adalah mashdar yaitu kata terbitan yang berasal dari kata tsabara-yatsburu artinya membinasakan, menghancurkan, mengancam dengan kejahatan dan kebinasaan, mengusir dan memalukan.
Apabila diiringi dengan kalimat anhu, ia bermakna menahannya.

Menurut pendapat Asy Syawkani, lafaz tsubuuraa adalah mashdar yang dapat digunakan beberapa kali maupun banyak kali, oleh karena itu, ia tidak dijamak.
Seperti perkataan dharabtuhu dharban katsiira Ism fa’ilnya adalah matsbur.

Lafaz tsubuuraa disebut empat kali (di dalam Al Qur’an) yaitu dalam surah:
Al Furqaan (25), ayat 13, 14
Al Insyiqaaq (84), ayat 11.
Sedangkan lafaz matsbur disebut sekali yaitu dalam surah Al Israa (17), ayat 102.
Allah berfirman,

دَعَوْا۟ هُنَالِكَ ثُبُورً

Ibn Qutaibah berpendapat, lafaz tsubuuraa bermakna kehancuran seperti seorang yang berkata,
"wahalakah!" yyaitu "celakalah!"

Asy Syawkani berpendapat, tsubuuraa adalah kecelakaan atau kebinasaan, maknanya mereka mau mendapat kecelakaan atau kehancuran pada hari akhirat dan mengucapkan perkataan "Celakalah! Binasalah disebabkan azab dan siksaan yang menimpa mereka."

Ibn Katsir mengatakan, makna tsubuuraa adalah ucapan dengan al wayl yaitu kecelakaan, al khusrah yaitu kerugian dan al khaybah yyaitu kehinaan.

Diriwayatkan oleh Al Aufi dari Ibn Abbas mengenai ayat

لَّا تَدْعُوا۟ ٱلْيَوْمَ ثُبُورًا وَٰحِدًا وَٱدْعُوا۟ ثُبُورًا كَثِيرًا

maknanya janganlah kamu mengucapkan ucapan "Binasalah!" atau "Celakalah!" dengan sekali ucap, tetapi menjeritlah dengan banyak kali karena siksaan yang banyak.

Ad Dahhak berpendapat, maksud ats tsubuur adalah al halaak yaitu kebinasaan.

Ibn Katsir juga mengatakan, ats tsubuur mencakup al halak (kebinasaan), al wayl (kecelakaan), al khasarah (kerugian) dan ad dimaar (kehancuran) sebagaimana ucapan Nabi Musa kepada Fir’aun (surah Al Israa (17) ayat 102

وَإِنِّى لَأَظُنُّكَ يَٰفِرْعَوْنُ مَثْبُورًا

maksudnya haalikaa (binasa).

Kesimpulannya, tsubuuraa adalah ucapan atau jeritan orang yang berada di dalam neraka yang mengatakan, "Celakalah!" "Binasalah!’, "Merugilah!" dan sebagainya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN.
BHD.
124-125

Unsur Pokok Surah Al Insyiqaaq (الإنشقاق)

Surat Al Insyiqaaq, terdiri atas 25 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al lnfithaar.

Dinamai "Al Insyiqaaq" (terbelah), diambil dari perkataan "Insyaqqat" yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah "insyiqaaq".

Keimanan:

▪ Peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat.
▪ Peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya.
▪ Dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan.
▪ Tingkat-tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Audio

QS. Al-Insyiqaaq (84) : 1-25 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 25 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Insyiqaaq (84) : 1-25 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 25

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Insyiqaaq ayat 11 - Gambar 1 Surah Al Insyiqaaq ayat 11 - Gambar 2
Statistik QS. 84:11
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Insyiqaaq.

Surah Al-Insyiqaq (bahasa Arab:الانشقاق, “Terbelah”) adalah surah ke-84 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 25 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan setelah surah Al-Infitar.
Dinamai Al Insyiqaaq (terbelah), diambil dari perkataan yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah insyiqaaq.

Pokok-pokok isinya menerangkan peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat; peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya; dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan; tingkat-tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Nomor Surah84
Nama SurahAl Insyiqaaq
Arabالإنشقاق
ArtiTerbelah
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu83
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat25
Jumlah kata108
Jumlah huruf444
Surah sebelumnyaSurah Al-Tatfif
Surah selanjutnyaSurah Al-Buruj
Sending
User Review
4.8 (8 votes)
Tags:

84:11, 84 11, 84-11, Surah Al Insyiqaaq 11, Tafsir surat AlInsyiqaaq 11, Quran Al Insyiqaq 11, Al-Insyiqaq 11, Surah Al Insyiqaq ayat 11

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 49 [QS. 40:49]

49. Setelah para penghuni neraka itu menyadari bahwa ketetapan Allah tidak bisa diubah dan siksa yang diterima oleh seseorang tidak dapat diringankan oleh orang lain, maka mereka kemudian menoleh kepa … 40:49, 40 49, 40-49, Surah Al Mu’min 49, Tafsir surat AlMumin 49, Quran Al Mukmin 49, AlMukmin 49, Al-Mu’min 49, Surah Al Mumin ayat 49

QS. Al Lahab (Gejolak Api/ Sabut) – surah 111 ayat 1 [QS. 111:1]

1. Karena kebenciannya kepada Nabi dan penentangannya terhadap dakwah beliau dengan cara yang menyakitkan, maka celaka dan binasalah kedua tangan Abu Lahab yakni diri Abù Lahab, yang bernama ‘Abdul ‘U … 111:1, 111 1, 111-1, Surah Al Lahab 1, Tafsir surat AlLahab 1, Quran Al-Lahab 1, Surah Al Lahab ayat 1

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Benar! Kurang tepat!

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #17

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah … madaniyah arabiyah makkiyah kauniyah israiliyyat Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … QS. Al A’raf : 13

Pendidikan Agama Islam #6

Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … penyinar di alam kubur sebuah petunjuk pewaris pelindung penyemangat Benar! Kurang tepat!

Instagram