Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Insyiqaaq (Terbelah) – surah 84 ayat 1 [QS. 84:1]

اِذَا السَّمَآءُ انۡشَقَّتۡ ۙ
Idzaas-samaa-uun syaqqat;
Apabila langit terbelah,
―QS. Al Insyiqaaq [84]: 1

When the sky has split (open)
― Chapter 84. Surah Al Insyiqaaq [verse 1]

إِذَا apabila

When
ٱلسَّمَآءُ langit

the sky
ٱنشَقَّتْ terbelah

is split asunder,

Tafsir

Alquran

Surah Al Insyiqaaq
84:1

Tafsir QS. Al Insyiqaaq (84) : 1. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa apabila langit terbelah karena telah rusak hubungan bagian-bagiannya dengan rusaknya peraturan alam semesta pada hari Kiamat nanti, disebabkan perbenturan bintang-bintang di langit karena masing-masing mempunyai daya tarik tersendiri.
Oleh karena itu, rusaklah peraturan alam semesta dan terjadilah gumpalan-gumpalan awan yang gelap gulita yang timbul di beberapa tempat di angkasa luar, dan langit itu akan patuh kepada apa-apa yang diperintahkan Allah.

Ia pantas menjadi patuh karena dialah makhluk Tuhan yang senantiasa berada dalam kekuasaan-Nya.

Tafsir QS. Al Insyiqaaq (84) : 1. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Bila langit terbelah, sebagai pertanda akan hancur.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apabila langit pecah dan terbelah dengan mengeluarkan kabut pada hari kiamat.
Dan langit itu taat mematuhi perintah Tuhannya dalam urusan yang diperintahkan kepadanya yaitu untuk terbelah.


Dan sudah semestinya langit itu mematuhi perintah-Nya.
Apabila bumi diratakan dan diluaskan, dan gunung-gunung dilemparkan pada hari itu.


Bumi memuntahkan orang-orang mati yang ada di dalam perutnya sehingga menjadi kosong dari orang-orang mati.
Dia patuh kepada Tuhannya dalam urusan yang diperintahkan kepadanya.


Dan sudah semestinya bumi itu mematuhi perintah-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Apabila langit terbelah)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ}

Apabila langit terbelah.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 1)


Yang demikian itu terjadi pada hari kiamat.

{وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا}

dan patuh kepada Tuhannya.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 2)

Yakni tunduk dan patuh kepada perintah Tuhannya yang memerintahkan kepadanya untuk terbelah.
Yang demikian itu terjadi pada hari kiamat.

{وَحُقَّتْ}

dan sudah semestinya langit itu patuh.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 2)

Sudah seharusnya langit patuh kepada perintah-Nya, karena Dia Mahabesar, tidak dapat dicegah dan tidak dapat dihalangi apa yang dikehendaki-Nya, bahkan Dia mengalahkan segala sesuatu, dan segala sesuatu tunduk patuh kepada-Nya.
Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan:

{وَإِذَا الأرْضُ مُدَّتْ}

dan apabila bumi diratakan.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 3)


Yakni digelarkan, dihamparkan, dan diluaskan.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Ibnu Saur, dari Ma’mar, dari Az-Zuhri, dari Ali ibnul Husain, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:
Apabila hari kiamat terjadi, Allah menghamparkan bumi menjadi rata seperti selembar kulit dihamparkan, sehingga tiada tempat lagi bagi seorang manusia kecuali hanya tempat bagi kedua telapakkakinya (karena semua makhluk pada hari itu telah dibangkitkan).
Maka aku adalah orang yang mula-mula dipanggil, sedangkan Jibril berada di sebelah kanan Tuhan Yang Maha Pemurah.
Demi Allah, aku belum pernah melihat-Nya sebelum itu, dan aku berkata,
"Ya Tuhanku, sesungguhnya malaikat ini (Jibril) telah memberitakan kepadaku bahwa Engkau telah mengutusnya kepadaku."
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Dia benar."
Kemudian aku memohon syafaat dan aku katakan,
"Ya Tuhanku, tolonglah hamba-hamba-Mu yang menyembah-Mu di berbagai penjuru bumi."

Ali ibnul Husain menjelaskan, bahwa itulah yang dimaksud dengan Al-Maqamul Mahmud (kedudukan yang terpuji).

Firman Allah subhanahu wa ta’ala

{وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ}

dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 4)

Bumi mengeluarkan semua mayat yang ada di dalam perutnya sehingga bumi kosong dari mereka;
menurut Mujahid, Sa’id, dan Qatadah.

{وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ}

dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 5)

Penjelasannya sama dengan ayat yang kedua di atas.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{يَا أَيُّهَا الإنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا}

Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemuinya.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 6)

Yaitu sesungguhnya kamu telah berupaya dan beramal untuk menuju Tuhanmu dengan sebenar-benarnya, kemudian sesungguhnya kamu bakal menjumpai balasannya—apakah baik atau buruk— sesuai dengan amal perbuatanmu.


Pengertian ini diperkuat dengan adanya sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud At-Tayalisi, dari Al-Hasan ibnu Abu Ja’far, dari Abuz Zubair, dari Jabir yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

"قَالَ جِبْرِيلُ:
يَا مُحَمَّدُ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحَبِبْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُلَاقِيهِ"

Jibril berkata,
"Hai Muhammad, hiduplah kamu sesukamu, maka sesungguhnya kamu bakal mati.
Dan sukailah apa yang engkau inginkan, maka sesungguhnya engkau akan meninggalkannya.
Dan beramallah sesukamu, maka sesungguhnya kamu akan menjumpai (balasan)nya."

Tetapi di antara ulama ada yang mengembalikan damir yang terdapat pada firman-Nya,
"Famulaqiyah"
kepada Rabbika, yang artinya:
maka kamu akan menjumpai Tuhanmu, lalu Dia akan membalas semua amal perbuatanmu dan memberimu imbalan atas jerih payahmu.
Dengan demikian, berarti kedua pendapat saling berkaitan.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Hai Manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 6)
Yakni engkau pasti beramal dan akan menghadap kepada Allah dengan membawa amalmu yang baik atau yang buruk.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu (QS. Al-Insyiqaq [84]: 6)
Sesungguhnya jerih payahmu, hai anak Adam, benar-benar lemah.
Maka barang siapa yang menginginkan jerih payahnya dicurahkan untuk ketaatan kepada Allah, hendaklah ia melakukannya, dan tiada kekuatan baginya untuk mengerjakan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah.


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا}

Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 7-8)

Yaitu perhitungan yang mudah, tiada kesulitan.
Dengan kata lain, tidak dilakukan secara detail semua amal perbuatannya, karena sesungguhnya orang yang diperiksa dengan pemeriksaan yang teliti dan ketat pasti akan binasa.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail, telah menceritakan kepada kami Ayyub, dari Abdullah ibnu Abu Mulaikah, dari Aisyah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Barang siapa yang diperiksa dengan teliti dalam hisab, berarti ia disiksa.
Siti Aisyah melanjutkan kisahnya, bahwa lalu ia bertanya,
"Bukankah Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
‘maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah’ (QS. Al-Insyiqaq [84]: 8)."
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:
Hal itu bukanlah pemeriksaan, tetapi pemeriksaan yang sebenarnya ialah orang yang diteliti dalam pemeriksaannya di hari kiamat, maka ia pasti disiksa.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Nasai, dan Ibnu Jarir melalui hadis Ayyub As-Sukhtiyani dengan sanad yang sama.

Ibnu Jarir mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Waki’, telah menceritakan kepada kami Rauh ibnu ‘Ubadah, telah menceritakan kepada kami Abu Amir Al-Khazzaz, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Aisyah r.a. yang berkata bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya tiada seorang pun yang dihisab pada hari kiamat melainkan disiksa.
Lalu aku (Aisyah) bertanya,
"Bukankah Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
‘maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah’ (QS. Al-Insyiqaq [84]: 8)."
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:
Hal itu hanyalah pemeriksaan biasa, sesungguhnya orang yang diteliti dalam pemeriksaannya, pasti ia disiksa.
Lalu Nabi ﷺ mengisyaratkan dengan jari telunjuknya seakan-akan seperti sedang menotok.

Ibnu Jarir telah meriwayatkannya pula dari Amr ibnu Ali, dari Ibnu Abu Addi, dari Abu Yunus Al-Qusyairi, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Al-Qasim, dari Aisyah, lalu disebutkan hadis yang semisal.
Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya melalui jalur Abu Yunus Al-Qusyairi yang nama aslinya Hatim ibnu Abu Sagirah dengan sanad yang sama.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan pula kepada kami Nasr ibnu Ali Al-Jahdami, telah menceritakan kepada kami Muslim, dari Al-Harisy ibnul Khirrit saudara lelaki Az-Zubair, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Aisyah yang mengatakan bahwa barang siapa yang dihisab dengan teliti, berarti dia disiksa.
Ibnu Abu Mulaikah mengatakan bahwa kemudian Aisyah mengatakan bahwa sesungguhnya pemeriksaan yang ringan itu tiada lain hanyalah dihadapkan kepada Allah dan Allah berhadap-hadapan dengan mereka.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq, telah menceritakan kepadaku Abdul Wahid ibnu Hamzah ibnu Abdullah ibnuz Zubair, dari Abbad ibnu Abdullah ibnuz Zubair, dari Aisyah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ dalam salah satu salatnya mengucapkan doa berikut:
Ya Allah, hisablah diriku dengan hisab yang mudah.
Setelah beliau selesai dari salatnya, aku bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan hisab yang mudah?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Ia melihat kepada kitab catatan amal perbuatannya, lalu Allah memaafkan kesalahan yang tercatat di dalamnya.
Hai Aisyah, sesungguhnya orang yang diteliti dalam hisabnya di hari itu pasti binasa.

Hadis ini sahih, tetapi dengan syarat Muslim.

Unsur Pokok Surah Al Insyiqaaq (الإنشقاق)

Surat Al Insyiqaaq, terdiri atas 25 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al lnfithaar.

Dinamai "Al Insyiqaaq" (terbelah), diambil dari perkataan "Insyaqqat" yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah "insyiqaaq".

Keimanan:

▪ Peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat.
▪ Peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya.
▪ Dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan.
▪ Tingkat-tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Audio

QS. Al-Insyiqaaq (84) : 1-25 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 25 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Insyiqaaq (84) : 1-25 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 25

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Insyiqaaq ayat 1 - Gambar 1 Surah Al Insyiqaaq ayat 1 - Gambar 2
Statistik QS. 84:1
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Insyiqaaq.

Surah Al-Insyiqaq (bahasa Arab:الانشقاق, “Terbelah”) adalah surah ke-84 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 25 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan setelah surah Al-Infitar.
Dinamai Al Insyiqaaq (terbelah), diambil dari perkataan yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah insyiqaaq.

Pokok-pokok isinya menerangkan peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat; peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya; dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan; tingkat-tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Nomor Surah84
Nama SurahAl Insyiqaaq
Arabالإنشقاق
ArtiTerbelah
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu83
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat25
Jumlah kata108
Jumlah huruf444
Surah sebelumnyaSurah Al-Tatfif
Surah selanjutnyaSurah Al-Buruj
Sending
User Review
4.6 (12 votes)
Tags:

84:1, 84 1, 84-1, Surah Al Insyiqaaq 1, Tafsir surat AlInsyiqaaq 1, Quran Al Insyiqaq 1, Al-Insyiqaq 1, Surah Al Insyiqaq ayat 1

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 120 [QS. 2:120]

Dan janganlah engkau, wahai Nabi Muhammad, bersusah payah mencari kerelaan orang-orang yang ingkar. Hal itu tidak mungkin, sebab orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu, Nabi Muhammad, … 2:120, 2 120, 2-120, Surah Al Baqarah 120, Tafsir surat AlBaqarah 120, Quran Al-Baqarah 120, Surah Al Baqarah ayat 120

QS. Nuh (Nabi Nuh) – surah 71 ayat 20 [QS. 71:20]

19-20. Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu dapat menetap di sana dengan nyaman, dan agar kamu dapat pergi kian kemari di jalan-jalan yang luas, sehingga dapat memenuhi kebu … 71:20, 71 20, 71-20, Surah Nuh 20, Tafsir surat Nuh 20, Quran Nuh 20, Surah Nuh ayat 20

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Arti dari hadist diatas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallalhu'alaihi wa sallam bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

'Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.'
(HR. Bukhari no. 3461)

Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad.

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا
Arti dari kalimat di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

'Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran'
--HR. Imam al-Baihaqi dalam kitab 'Syu’abul Iman' (no. 6612). Hadits ini adalah hadits yang lemah.

+

Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dalam hadits shahih disebutkan.

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.'
[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]

Pendidikan Agama Islam #30
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #30 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #30 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #22

Takdir yang bisa diubah dinamakan … muttafaqoh muallaf mabrur mubram muallaq Benar! Kurang tepat! Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh

Pendidikan Agama Islam #29

Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta? Nabi Ibrahim Nabi Isa Nabi Sulaiman Nabi Nuh Nabi Musa Benar! Kurang

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … Valyrian Steel Zulfikar Needle Lightsaber Al-Qaswa Benar! Kurang tepat! Apa

Instagram