Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Insaan (Manusia) – surah 76 ayat 6 [QS. 76:6]

عَیۡنًا یَّشۡرَبُ بِہَا عِبَادُ اللّٰہِ یُفَجِّرُوۡنَہَا تَفۡجِیۡرًا
‘Ainan yasyrabu bihaa ‘ibaadullahi yufajjiruunahaa tafjiiran;
(yaitu) mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.
―QS. Al Insaan [76]: 6

A spring of which the (righteous) servants of Allah will drink;
they will make it gush forth in force (and abundance).
― Chapter 76. Surah Al Insaan [verse 6]

عَيْنًا mata air

A spring –
يَشْرَبُ minuman

will drink
بِهَا padanya

from it
عِبَادُ hamba-hamba

(the) slaves
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah;
يُفَجِّرُونَهَا mereka memancarkannya/mengalirkannya

causing it to gush forth
تَفْجِيرًا dengan pancaran/aliran

abundantly.

Tafsir

Alquran

Surah Al Insaan
76:6

Tafsir QS. Al Insaan (76) : 6. Oleh Kementrian Agama RI


Mata air di dalam surga itu adalah sebagai minuman lezat bagi hamba-hamba Allah.
Mereka pun dapat mengalirkannya dengan sesukanya.


Jadi kafur itu berasal dari mata air yang airnya diminum oleh para hamba Allah yang muqarrabin (yang dekat kepada-Nya).
Mereka dapat mengalirkan air sungai itu menurut kehendak hati tanpa ada yang menghalangi.

Mereka bebas menikmati air itu sepuas-puasnya.
Air itu akan mengalir ke tempat-tempat yang mereka kehendaki, ke dalam kamar, mahligai, atau ke dalam kebun-kebun yang mereka inginkan.

Tafsir QS. Al Insaan (76) : 6. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya orang-orang yang benar-benar beriman akan mendapatkan minuman dari arak yang dicampur dengan air kafur, sebagai mata air yang mengalirkan minuman-minuman para hamba Allah yang dapat mereka peroleh dengan mudah sekehendak mereka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Minuman yang dicampur dengan air kafur ini adalah mata air yang diminum hamba-hamba Allah.
Mereka bergiliran memimumnya.


Mereka dapat mengalirkannya ke mana pun mereka kehendaki dengan mudah.
Di dunia mereka adalah orang-orang menunaikan apa yang diwajibkan atas diri mereka dengan taat kepada Allah dan mereka takut akan siksa Allah pada hari Kiamat yang mudaratnya begitu membahayakan, merata kepada semua manusia kecuali orang yang dirahmati Allah.


Mereka memberikan makanan yang disukai dan dibutuhkan diri sendiri kepada orang fakir, miskin, anak yatim, orang musyrik yang ditawan karena peperangan, dan sebagainya.
Mereka berkata dalam dirinya,
"Sesungguhnya, aku berbuat baik kepada kalian karena mengharap ridha Allah, memohon pahalanya, kami tidak meminta ganti dan tidak pula mengharapkan pujian dan sanjungan dari kalian.


Sesungguhnya, kami takut akan siksa Tuhan kami pada suatu hari yang berat, yang pada hari itu wajah-wajah bermuka masam dan dahi-dahi mengerut karena rasa takut yang mencekam."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Yaitu mata air) menjadi Badal dari lafal Kaafuur artinya, mata air itu berbau kafur


(yang meminum daripadanya) dari mata air itu


(hamba-hamba Allah) yakni kekasih-kekasih-Nya


(yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya) mereka dapat mengalirkan air dari telaga itu menurut kehendaknya dari tempat-tempat tinggal mereka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Dalam firman berikutnya disebutkan:

(yaitu) mata air (dalam surga) yang darinya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.
(QS. Al-Insan [76]: 6)

Minuman yang dicampur dengan kafur untuk orang-orang yang bertakwa ini diambil dari mata air dalam surga yang airnya dipakai untuk minum oleh kaum muqarrabin dari hamba-hamba Allah tanpa campuran kafur, dan mereka menyegarkan dirinya dengan air itu.
Karena itulah lafaz yasyrabu di sini mengandung makna yarwa hingga diperlukan adanya ba untuk ta’diyah, lalu Lafaz ‘ainan di-nasab-kan sebagai tamyiz.

Sebagian ulama mengatakan bahwa minuman ini dalam hal keharumannya sama dengan kafur.
Sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa mata air tersebut memang mata air kafur.
Dan sebagian yang lainnya lagi mengatakan bahwa lafaz ‘ainan dapat pula di-nasab-kan oleh yasyrabu.
Ketiga pendapat ini semuanya diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.
(QS. Al-Insan [76]: 6)

Yakni mereka dapat mengatur alirannya menurut apa yang mereka sukai dan ke arah mana pun yang mereka kehendaki, ke dalam gedung-gedung mereka, rumah-rumah mereka, tempat-tempat duduk mereka atau tempat-tempat pertemuan mereka.

At-Tafjir artinya memancarkan atau mengalirkan.
Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan mereka berkata,
"Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami."
(QS. Al Israa [17]: 90)

Dan firman-Nya:

dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu.
(QS. Al-Kahfi [18]: 33)

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.
(QS. Al-Insan [76]: 6)
Mereka dapat mengalirkannya ke mana pun mereka sukai.
Hal yang sama dikatakan pula oleh Ikrimah dan Qatadah.
As-Sauri mengatakan bahwa mereka dapat mengatur alirannya ke mana pun mereka sukai.

Unsur Pokok Surah Al Insaan (الإنسان)

Surat Al Insaan terdiri atas 31 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ar Rahmaan.

Dinamai "Al lnsaan" (manusia) diambil dari perkataan "Al Insaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Penciptaan manusia.
▪ Petunjuk-petunjuk untuk mencapai kehidupan yang sempurna dengan menempuh jalan yang lurus.
▪ Memenuhi nazar.
▪ Memberi makan orang miskin dan anak yatim serta orang yang ditawan karena Allah.
▪ Takut kepada hari kiamat.
▪ Mengerjakan shalat dan shalat tahajjud dan bersabar dalam menjalankan hukum Allah.
▪ Ganjaran terhadap orang yang mengikuti petunjuk dan ancaman terhadap orang yang mengingkarinya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Insaan (31 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Insaan (76) : 1-31 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 31 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Insaan (76) : 1-31 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 31

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Insaan ayat 6 - Gambar 1 Surah Al Insaan ayat 6 - Gambar 2
Statistik QS. 76:6
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Insaan.

Surah Al-Insan (Arab: الْاٍنسان , “Manusia”) adalah surah ke-76 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 31 ayat.
Dinamakan Al-Insan yang berarti Manusia diambil dari kata Al-Insaan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah76
Nama SurahAl Insaan
Arabالإنسان
ArtiManusia
Nama lainHal Ata, Abrar, Dahr, ad-Dahr (Masa)
Hal ata
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu98
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat31
Jumlah kata243
Jumlah huruf1089
Surah sebelumnyaSurah Al-Qiyamah
Surah selanjutnyaSurah Al-Mursalat
Sending
User Review
4.6 (28 votes)
Tags:

76:6, 76 6, 76-6, Surah Al Insaan 6, Tafsir surat AlInsaan 6, Quran Al Insan 6, Al-Insan 6, Surah Al Insan ayat 6

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 70 [QS. 10:70]

Kesenangan yang mereka rasakan hanyalah sesaat ketika di dunia, selanjutnya kepada Kamilah mereka kembali setelah kematian menghampiri mereka, kemudian di akhirat nanti akan Kami rasakan kepada mereka … 10:70, 10 70, 10-70, Surah Yunus 70, Tafsir surat Yunus 70, Quran Yunus 70, Surah Yunus ayat 70

QS. Al Maa’idah (Jamuan (hidangan makanan)) – surah 5 ayat 49 [QS. 5:49]

Selanjutnya ingatlah, wahai Nabi Muhammad, ketika orang-orang Yahudi mengajukan persoalan di antara mereka dan mengharapkan keputusanmu, maka tetapkanlah sesuai aturan dan hendaklah engkau memutuskan … 5:49, 5 49, 5-49, Surah Al Maa’idah 49, Tafsir surat AlMaaidah 49, Quran Al Maidah 49, AlMaidah 49, Al-Ma’idah 49, Surah Al Maidah ayat 49

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Surah Al-Insyirah turun sesudah surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyraḥ laka ṣadrak

'Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?'
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyraḥ laka ṣadrak

'Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?'
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

+

Array

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ

wa waḍa'nā 'angka wizrak

'dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,'
--QS. Al-Insyirah [94] : 2

Surah Al-Insyirah terdiri dari ... ayat.

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

Pendidikan Agama Islam #25
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #25 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #25 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #18

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah….. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah SWT menyayangi Allah SWT tidak

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Tidak ada seluruh tubuh kecuali wajah dan kaki dari leher ke pergelangan kaki dari siku

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … Zulfikar Lightsaber Needle Valyrian Steel Al-Qaswa Benar! Kurang tepat! Apa

Instagram