Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Insaan (Manusia) – surah 76 ayat 3 [QS. 76:3]

اِنَّا ہَدَیۡنٰہُ السَّبِیۡلَ اِمَّا شَاکِرًا وَّ اِمَّا کَفُوۡرًا
Innaa hadainaahussabiila immaa syaakiran wa-immaa kafuuran;
Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus;
ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.

―QS. Al Insaan [76]: 3

Indeed, We guided him to the way, be he grateful or be he ungrateful.
― Chapter 76. Surah Al Insaan [verse 3]

إِنَّا sesungguhnya Kami

Indeed, We
هَدَيْنَٰهُ Kami beri petunjuk padanya

guided him
ٱلسَّبِيلَ jalan

(to) the way
إِمَّا terkadang/adakalanya

whether
شَاكِرًا bersyukur

(he) be grateful
وَإِمَّا dan terkadang

and whether
كَفُورًا kufur/ingkar

(he) be ungrateful.

Tafsir

Alquran

Surah Al Insaan
76:3

Tafsir QS. Al Insaan (76) : 3. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan bahwa sesungguhnya Allah telah menunjukkan manusia ke jalan yang lurus.
Di antara mereka ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.

Dengan bimbingan wahyu-Nya yang disampaikan lewat Nabi Muhammad, manusia telah ditunjuki jalan yang lurus dan jalan yang sesat.
Allah menunjukkan kepadanya kebaikan dan kejahatan.


Dari perkataan sabil yang terdapat dalam ayat ini, tergambar keinginan Allah terhadap manusia yakni membimbing mereka kepada hidayah-Nya.
Kata sabil lebih tepat diartikan sebagai petunjuk daripada jalan.

Hidayah itu berupa dalildalil keesaan Allah dan kenabian yang disebutkan dalam kitab suci.


Sabil (hidayah) itu dapat ditangkap dengan pendengaran, penglihatan, dan pikiran.

Tuhan hendak menunjukkan kepada manusia bukti-bukti wujud-Nya melalui penglihatan terhadap diri mereka sendiri dan alam semesta, sehingga pikirannya merasa puas untuk mengimani-Nya.


Akan tetapi, memang sudah merupakan kenyataan bahwa terhadap pemberian Allah itu, sebagian manusia ada yang bersyukur, tetapi ada pula yang ingkar (kafir).

Tegasnya ada yang menjadi mukmin, dan ada pula yang kafir.
Dengan sabil itu pula manusia bebas menentukan pilihannya antara dua alternatif yang tersedia.

Pada ayat lain disebutkan:

ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُ

Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.
Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.
(al-Mulk [67]: 2)


Firman Allah:

فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَآ اِنَّا لَذَاۤىِٕقُوْنَ

Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu;
dan akan Kami uji perihal kamu.
(Muhammad [47]: 31)


Bahwa manusia diciptakan atas fitrah dan hidayah-Nya terlebih dahulu, baru kemudian datang godaan untuk mengingkari Allah, disebutkan dalam suatu ayat:

فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا

(sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. (ar-Rum [30]: 30)


Dalam suatu hadis disebutkan:


Tiada seorang pun yang keluar (rumah), kecuali di tangannya ada dua bendera:
bendera (yang satu) di tangan malaikat dan bendera (yang lain) di tangan setan.
Jika seseorang keluar karena mengharapkan apa yang dicintai atau disenangi Allah, niscaya ia diikuti oleh malaikat dengan benderanya.
Ia senantiasa berada di bawah bendera malaikat sampai ia kembali ke rumahnya.
Dan jika seseorang keluar karena mencari apa yang dimurkai Allah, niscaya ia diikuti oleh setan dengan benderanya.
Ia senantiasa berada di bawah bendera setan sampai ia kembali ke rumahnya.
(Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah)

Tafsir QS. Al Insaan (76) : 3. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepada manusia petunjuk kebenaran, ada yang beriman dan ada pula yang ingkar.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia dari setetes air mani yang bercampur dari air mani laki-laki dan perempuan.
Kemudian Kami mengujinya dengan beban syariat.


Karena itu, Kami menjadikan ia mendengar dan melihat untuk mendengar ayat-ayat dan melihat bukti-bukti.
Sesungguhnya, Kami telah menjelaskan dan mengenalkan kepadanya jalan petunjuk dan kesesatan, kebaikan dan keburukan, agar ia menjadi orang yang beiman dan bersyukur atau ia menjadi orang yang kafir dan durhaka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan petunjuk) maksudnya, Kami telah menjelaskan kepadanya jalan hidayah dengan mengutus rasulrasul kepada manusia


(ada yang bersyukur) yaitu menjadi orang mukmin


(dan ada pula yang kafir) kedua lafal ini, yakni Syaakiran dan Kafuuran merupakan Haal dari Maf’ul, yakni Kami telah menjelaskan jalan hidayah kepadanya, baik sewaktu ia dalam keadaan bersyukur atau pun sewaktu ia kafir sesuai dengan kepastian Kami.
Lafal Immaa di sini menunjukkan rincian tentang keadaan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus.
(QS. Al-Insan [76]: 3)

Yaitu Kami terangkan kepadanya, dan Kami jelaskan kepadanya dan Kami jadikan dia dapat melihatnya.
Semakna dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan adapun kaum Samud, maka mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk itu.
(QS. Fushshilat [41]: 17)

Dan firman-Nya:

Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.
(QS. Al-Balad [90]: 10)

Yakni Kami terangkan kepadanya jalan kebaikan dan jalan keburukan.
Ini menurut pendapat Ikrimah, Atiyyah, Ibnu Zaid, dan Mujahid menurut riwayat yang terkenal darinya dan Jumhur ulama.

Dan menurut riwayat yang bersumber dari Mujahid, AbuSaleh, Ad-Dahhak,.dan As-Saddi, mereka mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus.
(QS. Al-Insan [76]: 3)
Yaitu keluarnya manusia dari rahim.
Tetapi pendapat ini garib (aneh), dan menurut pendapat yang terkenal adalah yang pertama tadi.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

ada yang bersyukur dan adapula yang kafir.
(QS. Al-Insan [76]: 3)

Kedua lafaz ini di-nasab-kan sebagai keterangan keadaan dari damir hu yang terdapat di dalam firman-Nya:

Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus.
(QS. Al-Insan [76]: 3)

Bentuk lengkapnya ialah ‘maka dia dalam hal ini ada yang celaka dan ada yang berbahagia’, yakni celaka karena dia kafir dan bahagia karena dia bersyukur.


Hal yang semisal disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abu Malik Al-Asy’ari yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Semua orang akan pergi, maka apakah dia menjual dirinya yang berarti membinasakannya ataukah memerdekakannya?

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dan Ibnu Khaisam, dari Abdur Rahman ibnu Sabit, dari Jabir ibnu Abdullah, bahwa Nabi ﷺ bersabda kepada Ka’b ibnu Ujrah:
Semoga Allah melindungimu dari kekuasaan orang-orang yang kurang akalnya.
Ka’b ibnu Ujrah bertanya,
"Apakah yang dimaksud dengan kekuasaan orang-orang yang kurang akalnya?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
(Yaitu) para penguasa yang berada sesudahku, mereka tidak memakai petunjuk dengan petunjukku, dan tidak memakai tuntunan dengan tuntunanku.
Maka barang siapa yang membenarkan kedustaan mereka dan membantu perbuatan aniaya mereka, orang tersebut bukan termasuk golonganku, dan aku bukan termasuk golongan mereka, dan mereka tidak akan dapat mendatangi telagaku.
Dan barang siapa yang tidak membenarkan kedustaan mereka dan tidak membantu perbuatan aniaya mereka, maka dia termasuk golonganku dan aku termasuk golongannya, dan mereka akan mendatangi telagaku.
Hai Ka’b ibnu Ujrah, puasa adalah benteng, sedangkan sedekah dapat menghapuskan kesalahan (dosa), dan salat adalah amal pendekatan diri —atau bukti—.
Hai Ka’b ibnu Ujrah, sesungguhnya tidak dapat masuk surga daging yang ditumbuhkan dari makanan yang haram, dan nerakalah yang lebih layak baginya.
Hai Ka’b, manusia itu ada dua macam;
maka ada yang membeli dirinya yang berarti memerdekakannya, dan ada yang menjual dirinya yang berarti membinasakannya.

Affan telah meriwayatkan hadis ini dari Wahib, dari Abdullah ibnu Usman ibnu Khaisam dengan sanad yang sama.


Dalam surat Ar-Rum telah disebutkan pada tafsir firman-Nya:


(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.
(Ar-Rum:
30)


melalui riwayat Jabir ibnu Abdullah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah hingga lisannya dapat berbicara;
adakalanya dia bersyukur dan adakalanya dia pengingkar.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Amir, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ja’far, dari Usman ibnu Muhammad, dari Al-Maqbari, dari Abu Hurairah r.a.,’ dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Tiada seorang pun yang keluar melainkan pada pintu rumahnya ada dua bendera;
satu bendera di tangan malaikat dan satu bendera lainnya di tangan setan.
Maka jika dia keluar untuk mengerjakan hal yang disukai oleh Allah, ia diikuti oleh malaikat dengan benderanya, dan ia terus-menerus berada di bawah bendera malaikat sampai pulang ke rumahnya.
Dan jika ia keluar untuk melakukan hal yang dimurkai oleh Allah, setanlah yang mengikutinya dengan benderanya, dan ia terus-menerus berada di bawah bendera setan sampai pulang ke rumahnya.

Unsur Pokok Surah Al Insaan (الإنسان)

Surat Al Insaan terdiri atas 31 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ar Rahmaan.

Dinamai "Al lnsaan" (manusia) diambil dari perkataan "Al Insaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Penciptaan manusia.
▪ Petunjuk-petunjuk untuk mencapai kehidupan yang sempurna dengan menempuh jalan yang lurus.
▪ Memenuhi nazar.
▪ Memberi makan orang miskin dan anak yatim serta orang yang ditawan karena Allah.
▪ Takut kepada hari kiamat.
▪ Mengerjakan shalat dan shalat tahajjud dan bersabar dalam menjalankan hukum Allah.
▪ Ganjaran terhadap orang yang mengikuti petunjuk dan ancaman terhadap orang yang mengingkarinya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Insaan (31 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Insaan (76) : 1-31 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 31 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Insaan (76) : 1-31 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 31

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Insaan ayat 3 - Gambar 1 Surah Al Insaan ayat 3 - Gambar 2
Statistik QS. 76:3
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Insaan.

Surah Al-Insan (Arab: الْاٍنسان , “Manusia”) adalah surah ke-76 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 31 ayat.
Dinamakan Al-Insan yang berarti Manusia diambil dari kata Al-Insaan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah76
Nama SurahAl Insaan
Arabالإنسان
ArtiManusia
Nama lainHal Ata, Abrar, Dahr, ad-Dahr (Masa)
Hal ata
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu98
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat31
Jumlah kata243
Jumlah huruf1089
Surah sebelumnyaSurah Al-Qiyamah
Surah selanjutnyaSurah Al-Mursalat
Sending
User Review
4.3 (15 votes)
Tags:

76:3, 76 3, 76-3, Surah Al Insaan 3, Tafsir surat AlInsaan 3, Quran Al Insan 3, Al-Insan 3, Surah Al Insan ayat 3

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 26 [QS. 14:26]

Dan perumpamaan kalimat yang buruk (kalimat kufur) seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dengan sangat mudah dari permukaan bumi. Akar pohon itu tercerabut sehingga tidak lagi dapa … 14:26, 14 26, 14-26, Surah Ibrahim 26, Tafsir surat Ibrahim 26, Quran Ibrahim 26, Surah Ibrahim ayat 26

QS. An Nabaa (Berita besar) – surah 78 ayat 6 [QS. 78:6]

6. Allah menjawab kesangsian mereka tentang hari kiamat dengan memperlihatkan sembilan tanda kebesaran-Nya. Bukankah Kami telah menjadikan bumi dengan segala isinya sebagai hamparan yang memungkinkan … 78:6, 78 6, 78-6, Surah An Nabaa 6, Tafsir surat AnNabaa 6, Quran An Naba 6, AnNaba 6, An-Naba’ 6, Surah An Naba ayat 6

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Benar! Kurang tepat!

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #7

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … amaliyah khuluqiyah jinayah fiqih i’tiqadiyah Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #20

Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Khulafaur Rasyidin Abu Bakar

Pendidikan Agama Islam #12

Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … Anisah Khadijah Raihanah Ummu Salamah Halimatus Sa’diyah Benar! Kurang

Instagram