QS. Al Insaan (Manusia) – surah 76 ayat 24 [QS. 76:24]

فَاصۡبِرۡ لِحُکۡمِ رَبِّکَ وَ لَا تُطِعۡ مِنۡہُمۡ اٰثِمًا اَوۡ کَفُوۡرًا
Faashbir lihukmi rabbika walaa tuthi’ minhum aatsiman au kafuuran;

Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka.
―QS. 76:24
Topik ▪ Perintah tidak mengikuti orang musyrik
76:24, 76 24, 76-24, Al Insaan 24, AlInsaan 24, Al Insan 24, Al-Insan 24

Tafsir surah Al Insaan (76) ayat 24

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Insaan (76) : 24. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menganjurkan kepada Rasul-Nya agar menghadapi celaan dan sikap permusuhan orang musyrik itu dengan sabar, dan tidak mengikuti mereka.
Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad dan orang-orang mukmin agar bersikap sabar dan tahan uji menghadapi seribu satu gangguan dalam menegakkan agama Allah.
Mereka diperintahkan untuk bersabar katika pertolongan belum dating dalam menghadapi orang-orang musyrik anti-Islam.
Bersabar ketika menyampaikan kebenaran Allah dalam menghadapi tantangan penuh bahaya.
Sebab tantangan itu suatu kewajaran dan sikap sabar menghadapinya adalah sikap yang terpuji.

Kemudian Allah memerintahkan pula agar umat Islam tidak terbawa arus mengikuti jalan pikiran orang yang sudah hanyut dalam lautan dosa, atau orang yang sudah sangat keterlaluan memusuhi agama.
Orang yang seperti itu di antaranya adalah Abu Jahal.
Ketika Rasulullah ﷺ diperintahkan untuk pertama kali mengerjakan salat, Abu Jahal berusaha menghalangi orang Islam melaksanakan perintah itu.
Ia berkata, “Kalau aku lihat Muhammad salat, pasti akan aku patahkan lehernya”.

Contoh yang lain adalah ‘Utbah bin Rabi’ah (sahabat karib Abu Jahal).
Dialah yang membujuk Nabi agar berhenti berdakwah.
Suatu kali dia bersama al-Walid datang menemui Nabi sambil membujuk, “Kalau engkau bermaksud dengan kegiatan dakwah itu hendak memperoleh wanita cantik atau harta yang banyak, berhentilah dan saya berjanji akan mengawinkan engkau dengan anakku sendiri dan aku berikan kepadamu tanpa mahar.” Sementara itu, Al-Walid menyeru pula, “Dan saya, hai Muhammad, akan memberikan kepadamu harta sebanyak-banyaknya sampai engkau puas, asal engkau berhenti melakukan kegiatan ini.”

Allah mengingatkan kepada Nabi ﷺ dan umatnya agar tidak tergiur dengan bujukan dan rayuan itu, sebab nilai akidah dan perjuangan tidak dapat ditukar dengan kekayaan dunia.
Dalam artian lain, ayat ini melarang seorang mukmin, apalagi kalau ia sebagai pemimpin umat, tergiur dengan berbagai kesenangan duniawi yang ditawarkan oleh orang-orang yang penuh dosa dan maksiat, dengan tujuan hendak mematikan gerakan dakwah.
Namun yang betul-betul seratus persen bebas dari bujukan dan rayuan itu hanyalah Nabi Muhammad ﷺ saja, karena beliau dijamin suci dan maksum dari dosa.
Akan tetapi, kepada umat Islam dianjurkan untuk mengikuti apa yang dicontohkan beliau.
Jangan terlalu mudah mengikuti gejolak nafsu, agar selamat dari kebinasaan, dan menemui Allah di hari Kiamat dengan lembaran amal yang putih bersih, bebas dari cela dan aib.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Maka, hendaknya kamu bersabar atas ketetapan Allah untuk menunda kemenanganmu melawan musuh-musuhmu.
Hendaknya pula kamu bersabar menghadapi penghinaan mereka.
Janganlah kamu mengikuti orang-orang musyrik yang penuh dosa atau terjerumus dalam kekafiran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka bersabarlah kamu untuk melaksanakan ketetapan Rabbmu) yang dibebankan kepadamu yaitu, menyampaikan risalah-Nya (dan janganlah kamu ikuti, di antara mereka) yakni orang-orang kafir (orang yang berdosa dan orang yang kafir) yang dimaksud adalah Atabah bin Rabi’ah dan Walid bin Mughirah, kedua-duanya telah berkata kepada Nabi ﷺ, “Kembalilah kamu dari perkara ini dari agama Islam.” Dan dapat pula diartikan setiap orang yang berdosa dan setiap orang yang kafir, makna yang dimaksud ialah janganlah kamu mengikuti ajakan dan seruan kedua jenis orang tersebut dalam keadaan bagaimana pun, yang seruannya itu mengajakmu kepada perbuatan dosa atau kekafiran.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan karunia yang telah dilimpahkan-Nya kepada Rasul-Nya melalui Al-Qur’an yang telah Dia turunkan kepadanya:

Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu.
(Q.S. Al-Insan [76]: 24)

Sebagaimana Aku telah muliakan kamu melalui Al-Qur’an yang Kuturunkan kepadamu, maka bersabarlah dalam menghadapi ketetapan dan takdir-Nya, dan ketahuilah bahwa Dia akan mengaturmu dengan pengaturan yang terbaik.

dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka.
(Q.S. Al-Insan [76]: 24)

Yakni janganlah kamu menaati orang-orang kafir dan orang-orang munafik, karena mereka pasti menghalang-halangi penyampaian apa yang diturunkan kepadamu.
Tetapi sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan bertawakallah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah akan memelihara dirimu dari gangguan manusia.
Asim artinya orang yang durhaka dalam perbuatannya, yakni pendosa; dan al-kafur artinya orang yang kafir (ingkar kepada kebenaran).

Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.
(Q.S. Al-Insan [76]: 25)

Yaitu di permulaan siang hari dan di penghujungnya.

Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.
(Q.S. Al-Insan [76]: 26)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan pada sebagian malam hari salat tahajudlah sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
(Q.S. Al Israa [17]: 79)

Dan firman-Nya:

Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk salat) di malam hari, kecuali sedikit (darinya), (yaitu) pada seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdaa itu, Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.
(Q.S. Al-Muzzammil [73]: 1-4)

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, mengingkari orang-orang kafir dan orang-orang lainnya yang serupa dengan mereka dalam menyukai keduniaan dan mengejarnya serta meninggalkan bekal di hari akhirat di belakang mereka tanpa mempedulikannya:

Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak mempedulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat).
(Q.S. Al-Insan [76]: 27)

Maksudnya, hari kiamat.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Insaan (76) Ayat 24

Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq, Ibnu Jarir, dan Ibnul Mundzir yang bersumber dari Qatadah bahwa Qatadah menerima kabar tentang Abu Jahl yang berkata: “Jika aku melihat Muhammad sedang sholat, aku akan menginjak tengkuknya.” Berkenaan dengan peristiwa tersebut, Allah menurunkan ayat ini (Al-Insaan: 24) sebagai peringatan agar tidak mengindahkan apa yang diucapkan orang kafir.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Insaan (الإنسان)
Surat Al Insaan terdiri atas 31 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ar Rahmaan.

Dinamai “Al lnsaan” (manusia) diambil dari perkataan “Al Insaan” yang terdapat padaayat pertama surat ini.

Keimanan:

Penciptaan manusia
petunjuk-petunjuk untuk mencapai kehidupan yang sempurna dengan menempuh jalan yang lurus
memenuhi nazar,
memberi makan orang miskin dan anak yatim serta orang yang ditawan karena Allah
takut kepada hari kiamat
mengerjakan shalat dan shalat tahajjud dan bersabar dalam menjalankan hukum Allah,
ganjaran terhadap orang yang mengikuti petunjuk dan ancaman terhadap orang yang mengingkarinya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Insaan (31 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Insaan (76) ayat 24 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Insaan (76) ayat 24 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Insaan (76) ayat 24 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Insaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 31 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 76:24
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Insaan.

Surah Al-Insan (Arab: الْاٍنسان , "Manusia") adalah surah ke-76 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 31 ayat.
Dinamakan Al-Insan yang berarti Manusia diambil dari kata Al-Insaan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah 76
Nama Surah Al Insaan
Arab الإنسان
Arti Manusia
Nama lain Hal Ata, Abrar, Dahr, ad-Dahr (Masa)
Hal ata
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 98
Juz Juz 29
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 31
Jumlah kata 243
Jumlah huruf 1089
Surah sebelumnya Surah Al-Qiyamah
Surah selanjutnya Surah Al-Mursalat
4.8
Ratingmu: 4.8 (8 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta