QS. Al Insaan (Manusia) – surah 76 ayat 15 [QS. 76:15]

وَ یُطَافُ عَلَیۡہِمۡ بِاٰنِیَۃٍ مِّنۡ فِضَّۃٍ وَّ اَکۡوَابٍ کَانَتۡ قَؔوَارِیۡرَا۠
Wayuthaafu ‘alaihim biaaniyatin min fidh-dhatin wa-akwaabin kaanat qawaariiraa;

Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca,
―QS. 76:15
Topik ▪ Iman ▪ Keutamaan Iman ▪ Pahala Iman
76:15, 76 15, 76-15, Al Insaan 15, AlInsaan 15, Al Insan 15, Al-Insan 15

Tafsir surah Al Insaan (76) ayat 15

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Insaan (76) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan pula makanan dan minuman yang dihidangkan kepada mereka berbagai bentuk, bejana yang terbuat dari perak juga sejumlah gelas yang sangat bening laksana kaca yang berkilauan.
Bejana dan gelas-gelas itu bening sekali seolah-olah kaca yang sangat indah dan tinggi sekali nilainya.
Hadis riwayat Ibnu Abi hatim dari Ibnu ‘Abbas menerangkan sebagai berikut:

Tidak ada sesuatu pun dalam surga, melainkan di dunia telah dianugerahkan Allah kepadamu sesuatu yang mirip dengan itu, kecuali botol-botol yang terbuat dari perak.
(Riwayat Ibnu Abi hatim dari Ibnu ‘Abbas).

Dalam sebuah ayat lain disebutkan pula:

Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata.
Dan kamu kekal di dalamnya.

(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 71)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Para pelayan menjajakan kepada mereka bejana-bejana minuman dari perak dan gelas-gelas lembut dan putih yang sangat jernih bagai kaca dan terbuat dari perak.
Minuman itu ditentukan oleh para pemberi minum sesuai dengan keinginan yang meminum.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan diedarkan kepada mereka) di dalam surga itu (bejana-bejana dari perak dan piala-piala) atau gelas-gelas yang tanpa pengikat (yang bening laksana kaca.)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala.
(Q.S. Al-Insan [76]: 15)

Yaitu berkeliling mengitari mereka pelayan-pelayan surga dengan membawa bejana-bejana yang berisikan makanan terbuat dari perak, juga piala-piala atau gelas-gelas minuman.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yang bening laksana kaca, (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak.
(Q.S. Al-Insan [76]: 15-16)

Lafaz yang pertama di-nasab-kan karena menjadi khabar kana, yakni kanat qawarira.
Sedangkan yang kedua di-nasab-kan adakalanya karena menjadi badal atau tamyiz, karena dijelaskan oleh firman-Nya:

(yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak.
(Q.S. Al-Insan [76]: 16)

Ibnu Abbas, Mujahid, Al-Hasan Al-Basri, dan selain mereka yang bukan hanya seorang telah mengatakan bahwa seputih perak dan sebening kaca, dan memang qawarir itu tiada lain terbuat dari kaca.
Gelas-gelas di surga terbuat dari perak, sekalipun demikian tampak transparan; bagian dalamnya dapat terlihat dari bagian luarnya, dan hal seperti ini tiada persamaannya di dunia.

Ibnul Mubarak telah meriwayatkan dari Ismail, dari seorang lelaki, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa di dalam surga tiada sesuatu pun melainkan hal yang serupa pernah diberikan kepadamu di dunia, kecuali botol-botol (gelas-gelas) dari perak.
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya.
(Q.S. Al-Insan [76]: 16)

Yakni sesuai dengan ukuran pemiliknya, tidak lebih dan tidak kurang, bahkan memang disediakan untuknya dan diukur sesuai dengan selera pemiliknya.
Demikianlah makna pendapat Ibnu Abbas, Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, Abu Saleh, Qatadah, Ibnu Abza, Abdullah ibnu Ubaid ibnu Umair, Qatadah, Asy-Sya’bi, dan Ibnu Zaid, juga dikatakan oleh Ibnu Jarir dan selainnya yang bukan hanya seorang.
Hal ini menunjukkan perhatian yang sangat dan penghormatan yang tiada taranya bagi pemiliknya.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya.
(Q.S. Al-Insan [76]: 16) Yaitu diukur sebesar telapak tangan; hal yang sama dikatakan oleh Ar-Rabi’ ibnu Anas.
Ad-Dahhak mengatakan bahwa sesuai dengan ukuran telapak tangan pelayan.
Pendapat ini tidak bertentangan dengan pendapat yang pertama, karena sesungguhnya gelas-gelas itu besar dan kadarnya telah diukur dengan pas untuk kepuasan pemiliknya.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Insaan (76) Ayat 15

AKWAAB
أَكْوَاب

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah al kub yang berarti al kuz yang tidak bertampuk dan bercerat. Al kuz ialah ina’ (teko atau cerek) seperti ibriq, tetapi ia lebih kecil daripadanya.”

Al Baghawi berpendapat, ia adalah sejenis cerek yang mulutnya bulat, tidak mempunyai telinga dan pemegang.

Sedangkan Al Farra’ berkata al kub adalah cerek yang bulat kepalanya dan tiada pemegang.

Menurut Kamus Al Munjid, al kub adalah qadh dan ia bermakna mangkuk.

Lafaz akwaab disebut empat kali dalam Al Qur’an yaitu pada surah:
-Az Zukhruf (43), ayat 71;
-Al Waaqi’ah (56), ayat 18;
-Al Insaan (76), ayat 15;
-Al Ghaasyiyah (88), ayat 14.

Ibn Abbas berkata,
Akwaab ialah bejana dari perak.”

Menurut Mujahid, akwaab ialah aniyah (cerek), teko atau bejana yang bulat mulutnya dan tidak bertampuk.

Al­ Hasan berpendapat, akwaab ialah bejana atau teko dari perak yang bulat mulutnya digunakan bagi menuang air.

Menurut Qatadah, al kub (sejenis cebok) bulat dan mempunyai leher yang pendek dan pemegang yang pendek, digunakan untuk mencedok dengannya, tidak mempunyai moncong dan lebih kecil daripada ibriq.”

As Suddi berpendapat, ia adalah sejenis cerek atau teko yang tanpa pemegang.

Menurut At Tabari, ia adalah sejenis abaariq yang luas kepalanya yang tiada moncong.

Sedangkan Al Qurtubi berpendapat, makna yang diberikan Mujahid dan As Suddi bersesuaian dengan mazhab ahli bahasa yaitu akwaab adalah sejenis cerek atau teko yang tanpa pemegang dan moncong.

Kesimpulannya, semua makna yang dikemukakan ulama diatas mungkin benar, yaitu akwaab ialah sejenis cerek, teko atau bejana dari perak yang kepalanya luas dan bulat, pendek lehernya, lebih kecil daripada ibriq, tanpa moncong dan pemegang.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:42-43

Informasi Surah Al Insaan (الإنسان)
Surat Al Insaan terdiri atas 31 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ar Rahmaan.

Dinamai “Al lnsaan” (manusia) diambil dari perkataan “Al Insaan” yang terdapat padaayat pertama surat ini.

Keimanan:

Penciptaan manusia
petunjuk-petunjuk untuk mencapai kehidupan yang sempurna dengan menempuh jalan yang lurus
memenuhi nazar,
memberi makan orang miskin dan anak yatim serta orang yang ditawan karena Allah
takut kepada hari kiamat
mengerjakan shalat dan shalat tahajjud dan bersabar dalam menjalankan hukum Allah,
ganjaran terhadap orang yang mengikuti petunjuk dan ancaman terhadap orang yang mengingkarinya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Insaan (31 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Insaan (76) ayat 15 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Insaan (76) ayat 15 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Insaan (76) ayat 15 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Insaan (76) ayat 12-22 - Shaquilla Rahmadina (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Insaan (76) ayat 12-22 - Shaquilla Rahmadina (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Insaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 31 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 76:15
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Insaan.

Surah Al-Insan (Arab: الْاٍنسان , "Manusia") adalah surah ke-76 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 31 ayat.
Dinamakan Al-Insan yang berarti Manusia diambil dari kata Al-Insaan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah 76
Nama Surah Al Insaan
Arab الإنسان
Arti Manusia
Nama lain Hal Ata, Abrar, Dahr, ad-Dahr (Masa)
Hal ata
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 98
Juz Juz 29
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 31
Jumlah kata 243
Jumlah huruf 1089
Surah sebelumnya Surah Al-Qiyamah
Surah selanjutnya Surah Al-Mursalat
4.5
Ratingmu: 4.7 (13 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta