Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Insaan (Manusia) – surah 76 ayat 14 [QS. 76:14]

وَ دَانِیَۃً عَلَیۡہِمۡ ظِلٰلُہَا وَ ذُلِّلَتۡ قُطُوۡفُہَا تَذۡلِیۡلًا
Wadaaniyatan ‘alaihim zhilaluhaa wadzullilat quthuufuhaa tadzliilaa;
Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya.
―QS. Al Insaan [76]: 14

And near above them are its shades, and its (fruit) to be picked will be lowered in compliance.
― Chapter 76. Surah Al Insaan [verse 14]

وَدَانِيَةً dan dekat

And near
عَلَيْهِمْ atas mereka

above them
ظِلَٰلُهَا naungannya

(are) its shades
وَذُلِّلَتْ dan didekatkan/dimudahkan

and will hang low
قُطُوفُهَا buah-buahnya

its cluster of fruits
تَذْلِيلًا sedekat-dekatnya/semudah-mudahnya

dangling low.

Tafsir

Alquran

Surah Al Insaan
76:14

Tafsir QS. Al Insaan (76) : 14. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah menerangkan keadaan ahli surga bahwa mereka duduk bertelekan di atas dipan.
Mereka tidak merasakan teriknya matahari dan tidak pula dinginnya udara.

Dipan-dipan dalam surga itu dikatakan tidak pernah ditimpa terik matahari, tidak disentuh oleh udara dingin yang menusuk sumsum tulang seperti halnya di dunia ini, akan tetapi di sana hanya ada satu iklim sejuk yang tak pernah berubah.
Tidak ada yang merasakan panas maupun dingin.


Tumbuhnya pohon yang sangat rindang dan menyejukkan itu melindungi orang-orang abrar sehingga makin bertambahlah kenikmatan yang mereka peroleh.
Demikian pula buah-buahan yang lezat cita rasanya, dan mudah dipetik.

Mereka menikmati sambil berbaring duduk atau berdiri sesuka hati mereka.

Tafsir QS. Al Insaan (76) : 14. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Pohon-pohon surga yang hijau menaungi mereka.
Buah-buahannya pun mereka peroleh dengan sangat mudah.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Maka, Allah memelihara mereka dari kesulitan hari itu dan memberi mereka kebaikan dan cahaya di wajah mereka, memberi kebahagiaan dan keceriaan di hati mereka.
Dan Dia memberi balasan karena kesabaran mereka di dunia dalam ketaatan dengan surga yang luas.


Mereka bisa memakan apa saja yang diinginkan.
Mereka mengenakan pakaian sutra yang indah, duduk bertelakan di atas dipan yang dihiasi pakaian dan tirai yang mewah.


Di dalamnya mereka tidak merasakan terik matahari dan tidak pula dingin.
Di dekat mereka ada naungan pohon-pohon surga itu.


Dimudahkan atas mereka memetik buahnya dengan semudah-mudahnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan dekatlah) di’athafkan secara Mahall kepada lafal Yarauna


(di atas mereka) maksudnya, di antara mereka


(naungannya) yaitu naungan pohon-pohon surga


(dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya) artinya, buah-buahannya didekatkan sehingga dapat dipetik baik oleh orang yang berdiri, atau orang yang duduk, bahkan orang yang sedang berbaring sekalipun.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal ahli surga dan kenikmatan abadi yang diperoleh mereka serta keutamaan yang besar yang dilimpahkan Allah bagi mereka.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan.
(QS. Al-Insan [76]: 13)

Pembahasan mengenai hal ini telah disebutkan di dalam tafsir surat Ash-Shaffat dan juga perbedaan pendapat sehubungan dengan cara mereka bersandar, apakah bersandar atau berbaring atau bersila atau duduk dengan mantap.
Dan bahwa yang dimaksud dengan dipan-dipan ialah pelaminan-pelaminan yang berkelambu.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang menggigit.
(QS. Al-Insan [76]: 13)

Artinya, di tempat mereka tidak ada panas yang terik dan tidak pula dingin yang menusuk tulang, melainkan cuacanya sedang dan selamanya demikian;
mereka tidak man berpindah tempat darinya untuk selama-lamanya.

Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka.
(QS. Al-Insan [76]: 14)

Yakni ranting-rantingnya dekat dengan mereka.

dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.
(QS. Al-Insan [76]: 14)

Manakala seseorang dari mereka ingin memetik buahnya, maka buahnya itu mendekat kepadanya dari rantingnya yang tinggi seakan-akan buah itu tunduk patuh kepadanya.
Seperti yang digambarkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
(QS. Ar-Rahman [55]: 54)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Buah-buahannya dekat.
(QS. Al-Haqqah [69]: 23)

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.
(QS. Al-Insan [76]: 14)
Yakni jika ia berdiri, maka buah itu naik dengan kadar tertentu;
apabila ia duduk, maka buah itu turun hingga ia dapat memetiknya, dan apabila ia berbaring, maka buah itu turun lebih rendah lagi agar ia dapat memetiknya.
Yang demikian itulah maksud dari firman-Nya:
semudah-mudahnya (QS. Al-Insan [76]: 14)

Qatadah mengatakan bahwa tiada duri dan tiada jarak yang menghambat tangan mereka dari memetiknya.
Mujahid mengatakan bahwa tanah surga itu dari perak dan pasirnya minyak kesturi, dan batang pepohonannya dari emas dan perak, dahan-dahan serta ranting-rantingnya dari mutiara basah, zabarjad, yaqut, dan perak;
sedangkan buah-buahannya beraneka ragam.
Maka barang siapa yang makan dari buahnya dengan duduk, tidak terganggu;
barang siapa yang memakannya sambil berdiri, tidak terganggu;
dan barang siapa yang memakan darinya sambil berbaring, tidak terganggu (dari memetiknya).

Unsur Pokok Surah Al Insaan (الإنسان)

Surat Al Insaan terdiri atas 31 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ar Rahmaan.

Dinamai "Al lnsaan" (manusia) diambil dari perkataan "Al Insaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Penciptaan manusia.
▪ Petunjuk-petunjuk untuk mencapai kehidupan yang sempurna dengan menempuh jalan yang lurus.
▪ Memenuhi nazar.
▪ Memberi makan orang miskin dan anak yatim serta orang yang ditawan karena Allah.
▪ Takut kepada hari kiamat.
▪ Mengerjakan shalat dan shalat tahajjud dan bersabar dalam menjalankan hukum Allah.
▪ Ganjaran terhadap orang yang mengikuti petunjuk dan ancaman terhadap orang yang mengingkarinya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Insaan (31 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Insaan (76) : 1-31 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 31 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Insaan (76) : 1-31 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 31

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Insaan ayat 14 - Gambar 1 Surah Al Insaan ayat 14 - Gambar 2
Statistik QS. 76:14
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Insaan.

Surah Al-Insan (Arab: الْاٍنسان , “Manusia”) adalah surah ke-76 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 31 ayat.
Dinamakan Al-Insan yang berarti Manusia diambil dari kata Al-Insaan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah76
Nama SurahAl Insaan
Arabالإنسان
ArtiManusia
Nama lainHal Ata, Abrar, Dahr, ad-Dahr (Masa)
Hal ata
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu98
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat31
Jumlah kata243
Jumlah huruf1089
Surah sebelumnyaSurah Al-Qiyamah
Surah selanjutnyaSurah Al-Mursalat
Sending
User Review
4.6 (12 votes)
Tags:

76:14, 76 14, 76-14, Surah Al Insaan 14, Tafsir surat AlInsaan 14, Quran Al Insan 14, Al-Insan 14, Surah Al Insan ayat 14

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Abasa (Ia Bermuka masam) – surah 80 ayat 25 [QS. 80:25]

25. Kamilah yang menyediakan makanan itu bagi mereka melalui beberapa tahap. Kamilah yang telah mencurahkan air hujan yang melimpah dari arah langit, yang berasal dari uap air yang membentuk awan yang … 80:25, 80 25, 80-25, Surah Abasa 25, Tafsir surat Abasa 25, Quran ‘Abasa 25, Surah Abasa ayat 25

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Sebelum berpakaian, kita harus ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Islam, pakaian harus ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Pembatasan aurat wanita adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #3
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #3 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #3 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #28

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? Dua Lima Tujuh Enam Tiga Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … الرحمن العظيم العظيم العدل

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … takamul khuludiyah khalbu harakah

Instagram