Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Insaan (Manusia) – surah 76 ayat 13 [QS. 76:13]

مُّتَّکِـِٕیۡنَ فِیۡہَا عَلَی الۡاَرَآئِکِ ۚ لَا یَرَوۡنَ فِیۡہَا شَمۡسًا وَّ لَا زَمۡہَرِیۡرًا
Muttaki-iina fiihaa ‘alal araa-iki laa yarauna fiihaa syamsan walaa zamhariiran;
Di sana mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan.
―QS. Al Insaan [76]: 13

Daftar isi

(They will be) reclining therein on adorned couches.
They will not see therein any (burning) sun or (freezing) cold.
― Chapter 76. Surah Al Insaan [verse 13]

مُّتَّكِـِٔينَ mereka duduk bersandar

Reclining
فِيهَا didalamnya

therein
عَلَى atas

on
ٱلْأَرَآئِكِ pelaminan/dipan

couches.
لَا tidak

Not
يَرَوْنَ mereka melihat

they will see
فِيهَا didalamnya

therein
شَمْسًا matahari

sun
وَلَا dan tidak

and not
زَمْهَرِيرًا kedinginan yang sangat

freezing cold.

Tafsir Quran

Surah Al Insaan
76:13

Tafsir QS. Al-Insan (76) : 13. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menerangkan keadaan ahli surga bahwa mereka duduk bertelekan di atas dipan.
Mereka tidak merasakan teriknya matahari dan tidak pula dinginnya udara.

Dipan-dipan dalam surga itu dikatakan tidak pernah ditimpa terik matahari, tidak disentuh oleh udara dingin yang menusuk sumsum tulang seperti halnya di dunia ini, akan tetapi di sana hanya ada satu iklim sejuk yang tak pernah berubah.
Tidak ada yang merasakan panas maupun dingin.

Tumbuhnya pohon yang sangat rindang dan menyejukkan itu melindungi orang-orang abrar sehingga makin bertambahlah kenikmatan yang mereka peroleh.
Demikian pula buah-buahan yang lezat cita rasanya, dan mudah dipetik.

Mereka menikmati sambil berbaring duduk atau berdiri sesuka hati mereka.

Tafsir QS. Al Insaan (76) : 13. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Di surga itu mereka duduk bertelekan dipan-dipan.
Mereka tidak merasakan sengatan terik matahari maupun udara dingin yang menusuk.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Maka, Allah memelihara mereka dari kesulitan hari itu dan memberi mereka kebaikan dan cahaya di wajah mereka, memberi kebahagiaan dan keceriaan di hati mereka.
Dan Dia memberi balasan karena kesabaran mereka di dunia dalam ketaatan dengan surga yang luas.


Mereka bisa memakan apa saja yang diinginkan.
Mereka mengenakan pakaian sutra yang indah, duduk bertelakan di atas dipan yang dihiasi pakaian dan tirai yang mewah.


Di dalamnya mereka tidak merasakan terik matahari dan tidak pula dingin.
Di dekat mereka ada naungan pohon-pohon surga itu.


Dimudahkan atas mereka memetik buahnya dengan semudah-mudahnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Seraya bersandarkan) menjadi Haal atau kata keterangan keadaan dari Isim yang dirafa’kan oleh lafal Udkhiluuha.
Lafal Udkhiluuhaa ini keberadaannya diperkirakan


(di dalamnya di atas dipan-dipan) atau ranjang-ranjang yang empuk


(mereka tidak melihat) tidak menemukan, menjadi Haal yang kedua


(di dalamnya matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan) maksudnya, di dalam surga mereka tidak merasakan panasnya matahari yang menyengat, dan tidak pula dingin yang mencekam.
Tetapi menurut suatu pendapat bahwa lafal Zamhariiran ini artinya bulan.
Maknanya, surga tetap terang-benderang sekalipun tanpa matahari dan bulan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal ahli surga dan kenikmatan abadi yang diperoleh mereka serta keutamaan yang besar yang dilimpahkan Allah bagi mereka.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan.
(QS. Al-Insan [76]: 13)

Pembahasan mengenai hal ini telah disebutkan di dalam tafsir surat Ash-Shaffat dan juga perbedaan pendapat sehubungan dengan cara mereka bersandar, apakah bersandar atau berbaring atau bersila atau duduk dengan mantap.
Dan bahwa yang dimaksud dengan dipan-dipan ialah pelaminan-pelaminan yang berkelambu.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang menggigit.
(QS. Al-Insan [76]: 13)

Artinya, di tempat mereka tidak ada panas yang terik dan tidak pula dingin yang menusuk tulang, melainkan cuacanya sedang dan selamanya demikian;
mereka tidak man berpindah tempat darinya untuk selama-lamanya.

Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka.
(QS. Al-Insan [76]: 14)

Yakni ranting-rantingnya dekat dengan mereka.

dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.
(QS. Al-Insan [76]: 14)

Manakala seseorang dari mereka ingin memetik buahnya, maka buahnya itu mendekat kepadanya dari rantingnya yang tinggi seakan-akan buah itu tunduk patuh kepadanya.
Seperti yang digambarkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
(QS. Ar-Rahman [55]: 54)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Buah-buahannya dekat.
(QS. Al-Haqqah [69]: 23)


Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.
(QS. Al-Insan [76]: 14)
Yakni jika ia berdiri, maka buah itu naik dengan kadar tertentu;
apabila ia duduk, maka buah itu turun hingga ia dapat memetiknya, dan apabila ia berbaring, maka buah itu turun lebih rendah lagi agar ia dapat memetiknya.
Yang demikian itulah maksud dari firman-Nya:
semudah-mudahnya (QS. Al-Insan [76]: 14)

Qatadah mengatakan bahwa tiada duri dan tiada jarak yang menghambat tangan mereka dari memetiknya.
Mujahid mengatakan bahwa tanah surga itu dari perak dan pasirnya minyak kesturi, dan batang pepohonannya dari emas dan perak, dahan-dahan serta ranting-rantingnya dari mutiara basah, zabarjad, yaqut, dan perak;
sedangkan buah-buahannya beraneka ragam.
Maka barang siapa yang makan dari buahnya dengan duduk, tidak terganggu;
barang siapa yang memakannya sambil berdiri, tidak terganggu;
dan barang siapa yang memakan darinya sambil berbaring, tidak terganggu (dari memetiknya).

Kata Pilihan Dalam Surah Al Insaan (76) Ayat 13

ZAMHARIIR
زَمْهَرِير

Lafaz ini diambil dari kata akar izmaharr. Ungkapan izmaharratal ‘ain bermakna mata menjadi merah karena sangat marah.
Izmaharr al yaum bermakna hari yang sangat dingin.
Apabila disandarkan kepada al kaukab (bintang) berarti sinarannya sangat terang dan sebagainya.
Kata dasar bagi kata ini mengisyaratkan sesuatu yang sangat atau amat.

Disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah surah Al Insaan (76) ayat 13. Allah berfirman:

لَا يَرَوْنَ فِيهَا شَمْسًا وَلَا زَمْهَرِيرًا

Makna lafaz ini mengandung beberapa pendapat yaitu:

1. Ar Razi’ dan Qatadah berkata,
ia bermakna sangat dingin.

Qatadah berkata,
ayat ini bermakna diketahui panas pasti menyakitkan dan juga dingin yang amat menyakitkan dan Allah melindungi mereka dari kesakitan yang bersumber dari keduanya.

Az Zamakhysari berkata,
tafsirannya, udara di dalam syurga seimbang dan sedang, tidak panas yang dapat membakar dan tidak teramat dingin yang dapat menyakitkan.

Dalam hadits, udara di dalam syurga adalah sajsaj yaitu tidak panas dan tidak dingin.

2. Ats Tsa’lab berkata,
ia bermakna bulan menurut bahasa Tayy.
Dari makna ini, sebahagian ahli tafsir menafsirkan ayat di atas "Di dalamnya terdapat cahaya dan nur yang tidak memerlukan kehadiran cahaya matahari maupun bulan.

3. Dari As Suddi bin Abdullah katanya, zamhariira adalah tergolong dari sejenis siksaan.
Abi Salamah menceritakan dari Abi Hurairah, Nabi Muhammad berkata, "Api neraka mengadu kepada Tuhannya, ia berkata,
wahai Tuhan, sebahagianku memakan sebahagian yang lain.
Oleh karena itu, berikanlah kepadaku istirahat, lalu Allah mengizinkannya di mana setiap tahun diberikan kepada neraka dua kerehatan; dan mereka tidak temui dingin yang melainkan ia dari zamhariir Jahanam dan mereka tidak temui panas yang teramat melainkan ia dari panas Jahanam."

Kesemua makna di atas adalah bertepatan.

Untukmakna bulan, karena sebelumnya disebut matahari, sedangkan untuk makna dingin karena matahari isyarat pada udara yang panas sehingga makna zamhariira adalah lawan daridingin.
Kedua makna ini dapat digabungkan dimana ia meng isyaratkan di dalam syurga terdapat udara yang seimbang, tidak panas, tidak dingin dan mempunyai cahaya yang tidak perlu kepada matahari maupun bulan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:264

Unsur Pokok Surah Al Insaan (الإنسان)

Surat Al Insaan terdiri atas 31 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ar Rahmaan.

Dinamai "Al lnsaan" (manusia) diambil dari perkataan "Al Insaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Penciptaan manusia.
▪ Petunjuk-petunjuk untuk mencapai kehidupan yang sempurna dengan menempuh jalan yang lurus.
▪ Memenuhi nazar.
▪ Memberi makan orang miskin dan anak yatim serta orang yang ditawan karena Allah.
▪ Takut kepada hari kiamat.
▪ Mengerjakan shalat dan shalat tahajjud dan bersabar dalam menjalankan hukum Allah.
▪ Ganjaran terhadap orang yang mengikuti petunjuk dan ancaman terhadap orang yang mengingkarinya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Insaan (31 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Insaan (76) : 1-31 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 31 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Insaan (76) : 1-31 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 31

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Insaan ayat 13 - Gambar 1 Surah Al Insaan ayat 13 - Gambar 2
Statistik QS. 76:13
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Insaan.

Surah Al-Insan (Arab: الْاٍنسان , “Manusia”) adalah surah ke-76 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 31 ayat.
Dinamakan Al-Insan yang berarti Manusia diambil dari kata Al-Insaan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah 76
Nama Surah Al Insaan
Arab الإنسان
Arti Manusia
Nama lain Hal Ata, Abrar, Dahr, ad-Dahr (Masa)
Hal ata
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 98
Juz Juz 29
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 31
Jumlah kata 243
Jumlah huruf 1089
Surah sebelumnya Surah Al-Qiyamah
Surah selanjutnya Surah Al-Mursalat
Sending
User Review
4.5 (11 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

76:13, 76 13, 76-13, Surah Al Insaan 13, Tafsir surat AlInsaan 13, Quran Al Insan 13, Al-Insan 13, Surah Al Insan ayat 13

Video Surah

76:13


Load More

Kandungan Surah Al Insaan

۞ QS. 76:3 • Manusia antara memilih dan dipaksa

۞ QS. 76:4 • Sifat neraka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 76:5 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Keutamaan iman

۞ QS. 76:6 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Keutamaan iman

۞ QS. 76:7 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 76:8 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 76:9 • Perbuatan dan niat • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 76:10 • Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 76:11 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Keutamaan iman •

۞ QS. 76:12 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 76:13 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Keutamaan iman

۞ QS. 76:14 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Keutamaan iman

۞ QS. 76:15 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Keutamaan iman

۞ QS. 76:16 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Keutamaan iman

۞ QS. 76:17 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga • Keutamaan iman •

۞ QS. 76:18 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Keutamaan iman

۞ QS. 76:19 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Keutamaan iman •

۞ QS. 76:20 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Keutamaan iman

۞ QS. 76:21 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga • Pakaian ahli surga

۞ QS. 76:22 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 76:24 • Ar Rabb (Tuhan) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 76:25 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 76:27 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 76:28 • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 76:29 • Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Manusia antara memilih dan dipaksa •

۞ QS. 76:30 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Allah menggerakkan hati manusia •

۞ QS. 76:31 • Kasih sayang Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir •

Ayat Pilihan

Janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi & Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu),
sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain.
Siapa mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sungguh orang itu termasuk golongan mereka.
QS. Al-Ma’idah [5]: 51

Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran,
lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi,
dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.
QS. Al-Mu’minun [23]: 18

(Ismail) menjawab:
“Ayahku,
kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu,
insya Allah kau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”
QS. As-Saffat [37]: 102

Maka bersabarlah, dalam hadapi ejekan & permintaan mereka agar azab disegerakan, tanpa berkeluh-kesah.
Orang kafir itu sungguh menganggap hari kiamat itu mustahil terjadi.
Padahal itu amatlah mudah & dapat dilakukan dengan kemampuan Kami
QS. Al-Ma’arij [70]: 5

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya ...

Correct! Wrong!

Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah ...

Correct! Wrong!

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan ...

Correct! Wrong!

+

Ilmu yang bermanfaat adalah ...

Correct! Wrong!

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan ...

Correct! Wrong!

Kuis Agama Islam #31
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Kuis Agama Islam #31 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Kuis Agama Islam #31 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Kamus Istilah Islam

ketakwaan

Apa itu ketakwaan? ke.tak.wa.an perihal takwa tak.wa terpeliharanya diri untuk tetap taat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya; keinsafan diri yang diikuti dengan kepatuhan dan ketaatan dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya; kesalehan hidup baju model Cina, leher tertutup tinggi, belakan … • takwa, taqwa, bertakwa

hilah

Apa itu hilah? DEFINISI AL HILAH: Secara bahasa, kata al hilah , sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar di dalam Fat-hul Bari, mempunyai arti, segala cara yang mengantarkan kepada tujuan dengan cara yang tersembunyi . Adapun secara istilah, al hilah adalah, melakukan suatu amalan yang zhahirnya boleh untuk membatalkan hukum syar’i serta memalingkannya … • Helah, al hilah

Amr ibnu Usman

Siapa itu Amr ibnu Usman? Abu Abdullah, ‘Amr bin’Utsman al-Makkiy, salah seorang murid Junaid, mengunjungi Isfahan dan meninggal dunia di kota Baghdad pada tahun 291 H/ 904M. atau pada tahun 297H/910M. … • ‘AMR BIN ‘UTSMAN, Amr ibnu Utsman