Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Infithar (Terbelah) – surah 82 ayat 6 [QS. 82:6]

یٰۤاَیُّہَا الۡاِنۡسَانُ مَا غَرَّکَ بِرَبِّکَ الۡکَرِیۡمِ ۙ
Yaa ai-yuhaa-insaanu maa gharraka birabbikal kariim(i);
Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia,
―QS. Al Infithar [82]: 6

O mankind, what has deceived you concerning your Lord, the Generous,
― Chapter 82. Surah Al Infithar [verse 6]

يَٰٓأَيُّهَا wahai

O
ٱلْإِنسَٰنُ manusia

man!
مَا apa

What
غَرَّكَ yang menipu kamu

has deceived you
بِرَبِّكَ terhadap Tuhanmu

concerning your Lord
ٱلْكَرِيمِ Mulia/Pemurah

the Most Noble,

Tafsir

Alquran

Surah Al Infithar
82:6

Tafsir QS. Al Infithar (82) : 6. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah mencela manusia-manusia yang kafir, teperdaya, dan berani berbuat hal-hal yang dilarang Allah.
Padahal, Allah Maha Pemurah dengan berbagai karunia yang dianugerahkannya kepada manusia, seperti rezeki yang banyak, keturunan yang baik dan saleh, kesehatan tubuh, dan lain-lain.

Seharusnya mereka bersyukur sebagai balasan atas kemurahan Allah, bukan berbuat sebaliknya.
Peringatan Allah untuk tidak teperdaya oleh apa pun sehingga tidak terdorong untuk berlaku sombong kepada-Nya disebutkan kembali dalam firman-Nya:

فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ

Maka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah.
(Luqman [31]: 33)

Tafsir QS. Al Infithar (82) : 6. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai manusia, apa yang membuat kalian tergoda sehingga berani mendurhakai Tuhanmu Yang Maha Pemurah?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai manusia yang mengingkari kebangkitan, apakah yang telah menjadikanmu terpedaya terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang banyak kebaikan-Nya, dan patut mendapatkan rasa syukur dan ketaatan?
Bukankah Dia telah menciptakanmu lalu menyempurnakan penciptaanmu, menyempurnakan penciptaanmu dengan seimbang untuk kamu menjadikanmu mampu melaksanakan tugas-tugasmu, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki Dia menciptakanmu?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Hai manusia) yakni orang kafir


(apakah yang telah memperdayakan kamu terhadap Rabbmu Yang Maha Mulia) sehingga kamu berbuat durhaka kepada-Nya?

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{يَاأَيُّهَا الإنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ}

Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.
(QS. Al-Infithar [82:] 6)

Ini mengandung ancaman, tidak sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ulama yang mengatakan bahwa kalimat ini adalah kata tanya yang memerlukan adanya jawaban, mengingat Allah menanyakan demikian hingga ada seseorang dari juru bicara mereka menjawab, ‘"Bahwasanya dia terperdaya oleh kemurahan-Nya."
Tidaklah demikian.
melainkan makna yang dimaksud ialah
"Apakah yang memperdayakanmu terhadap Tuhanmu Yang Mahabesar sehingga kamu berani berbuat durhaka kepada-Nya, dan kamu balas karunia-Nya dengan perbuatan yang tidak layak terhadap-Nya."


Hal yang semakna disebutkan dalam hadis yang mengatakan:

"يَقُولُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ:
ابْنَ آدَمَ، مَا غَرَّكَ بِي؟ ابْنَ آدَمَ، مَاذَا أجبتَ الْمُرْسَلِينَ؟

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di hari kiamat,
"Hai anak Adam, apakah yang telah memperdayakanmu (berbuat durhaka) terhadap-Ku?
Hai anak Adam, bagaimanakah jawabanmu terhadap para rasul?"

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan, bahwa Umar mendengar seseorang membaca firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah?
(QS. Al-Infithar [82:] 6)
Umar memberi jawaban,
"Kebodohan."

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Abu Khalaf, telah menceritakan kepada kami Yahya Al-Bakka, bahwa ia pernah mendengar Ibnu Umar membaca firman-Nya:
Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.
(QS. Al-Infithar [82:] 6)
Lalu ia berkata,
"Demi Allah, dia teperdaya oleh kebodohannya sendiri."

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa telah diriwayatkan hai yang semisal dari Ibnu Abbas, Ar-Rabi’ ibnu Khaisam, dan Al-Hasan.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
apakah yang telah memperdayakanmu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.
(QS. Al-Infithar [82:] 6)
Yakni sesuatu, tiada yang memperdayakan manusia selain dari musuh bebuyutannya, yaitu setan.

Al-Fudail ibnu Iyad mengatakan bahwa seandainya dikatakan kepadaku,
"Apakah yang membuat kamu teperdaya (berbuat durhaka) terhadap-Ku."
niscaya akan kujawab,
"Tirai-tirai-Mu yang dijulurkan (menghijabi-Mu dariku)."

Abu Bakar Al-Warraq mengatakan bahwa seandainya dikatakan kepadaku,
"Apakah yang membuat kamu teperdaya (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah?"
Niscaya akan kujawab,
"Aku telah teperdaya oleh kemurahan Tuhan Yang Maha Pemurah."

Sebagian ulama ahli isyarah (tasawwuf) mengatakan bahwa sesungguhnya disebutkan hanya dengan memakai lafaz:
terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah?
(QS. Al-Infithar [82:] 6)
bukan dengan asma-asma-Nya yang lain atau sifat-sifat-Nya yang lain, tiada lain seakan-akan Allah mengajarkan manusia bagaimana cara menjawabnya.


Akan tetapi, apa yang terbayang dalam ilusi orang yang berpendapat demikian tiada faedahnya.
Karena sesungguhnya pada hakikatnya dipakai kata Al-Karim, tiada lain untuk mengingatkan bahwa tidaklah pantas membalas budi terhadap Tuhan Yang Maha Pemurah dengan perbuatan-perbuatan buruk dan kedurhakaan.

Al-Bagawi telah meriwayatkan dari Al-Kalabi dan Muqatil, keduanya mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Al-Aswad ibnu Syuraiq yang memukul Nabi Saw, lalu tidak dihukum di saat itu.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah?
(QS. Al-Infithar [82:] 6)

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Infithar (82) Ayat 6

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ‘Ikrimah bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Ubay bin Khalaf yang mengingkari hari ba’ts (dibangkitkan dari kubur).
Ayat ini merupakan teguran kepada orang yang tidak percaya kepada ketentuan Allah.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Infithar (الإنفطار)

Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat An Naazi’aat.

Al Infithaar yang dijadikan nama untuk surat ini adalah kata asal dari kata "lnfatharat" (terbelah) yang terdapat pada ayat pertama.

Keimanan:

▪ Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari kiamat.
▪ Peringatan kepada manusia agar tidak terperdaya sehingga durhaka kepada Allah.
▪ Adanya malaikat yang selalu menjaga dan mencatat segala amal perbuatan manusia.
▪ Pada hari kiamat manusia tak dapat menolong orang lain.
▪ Hanya kekuasaan Allah-lah yang berlaku pada waktu itu.

Ayat-ayat dalam Surah Al Infithar (19 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Infithar (82) : 1-19 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 19 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Infithar (82) : 1-19 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 19

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Infithar ayat 6 - Gambar 1 Surah Al Infithar ayat 6 - Gambar 2
Statistik QS. 82:6
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Infithar.

Surah Al-Infitar (bahasa Arab:الانفطار) adalah surah ke-82 dalam al Qur’an.
Surah ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan setelah surah An-Nazi’at.
Al Infithaar yang dijadikan nama untuk surat ini adalah kata asal dari kata Infatharat (terbelah) yang terdapat pada ayat pertama.

Nomor Surah82
Nama SurahAl Infithar
Arabالإنفطار
ArtiTerbelah
Nama lainInfitharat (langit terbelah)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu82
JuzJuz 29
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat19
Jumlah kata81
Jumlah huruf333
Surah sebelumnyaSurah At-Takwir
Surah selanjutnyaSurah Al-Tatfif
Sending
User Review
4.4 (28 votes)
Tags:

82:6, 82 6, 82-6, Surah Al Infithar 6, Tafsir surat AlInfithar 6, Quran Al Infithaar 6, Al Infitar 6, Al-Infitar 6, Surah Al Infithar ayat 6

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Al Buruuj (Gugusan bintang) – surah 85 ayat 16 [QS. 85:16]

16. Dia Mahakuasa berbuat apa yang Dia kehendaki. Jika Dia berkehendak mengazab orang kafir atau menganugerahkan nikmat kepada orang beriman, tidak ada yang mampu menahan kehendak-Nya tersebut. … 85:16, 85 16, 85-16, Surah Al Buruuj 16, Tafsir surat AlBuruuj 16, Quran Al Buruj 16, Al-Buruj 16, Surah Al Buruj ayat 16

QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 41 [QS. 27:41]

41. Nabi Sulaiman ingin mengetahui sampai sejauh mana Ratu Balqis teliti terhadap singgasananya, ia ingin memperlihatkan kepadanya akan kemahakuasaan Allah, Zat yang disembah oleh Nabi Sulaiman, di sa … 27:41, 27 41, 27-41, Surah An Naml 41, Tafsir surat AnNaml 41, Quran An-Naml 41, Surah An Naml ayat 41

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Benar! Kurang tepat!

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Arti al-Kaafirun adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Benar! Kurang tepat!

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … Lisan dan Hati Ilmu Pengetahuan

Pendidikan Agama Islam #7

Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah .. melengkapi menjelaskan mengkabarkan menterjemahkan menyelesaikan Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Arti mubayyin

Pendidikan Agama Islam #1

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … An-Naml ayat 40 Ali ‘Imran ayat 173 Taha ayat

Instagram