Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Infithar (Terbelah) – surah 82 ayat 19 [QS. 82:19]

یَوۡمَ لَا تَمۡلِکُ نَفۡسٌ لِّنَفۡسٍ شَیۡئًا ؕ وَ الۡاَمۡرُ یَوۡمَئِذٍ لِّلّٰہِ
Yauma laa tamliku nafsun linafsin syai-an wal amru yauma-idzil(n)-lillah(i);
(Yaitu) pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain.
Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

―QS. Al Infithar [82]: 19

It is the Day when a soul will not possess for another soul (power to do) a thing;
and the command, that Day, is (entirely) with Allah.
― Chapter 82. Surah Al Infithar [verse 19]

يَوْمَ hari

(The) Day
لَا tidak

not
تَمْلِكُ berdaya/berkuasa

will have power
نَفْسٌ manusia

a soul
لِّنَفْسٍ bagi diri/seseorang

for a soul
شَيْـًٔا sesuatu/sedikitpun

anything,
وَٱلْأَمْرُ dan urusan

and the Command
يَوْمَئِذٍ pada hari itu

that Day
لِّلَّهِ bagi Allah

(will be) with Allah.

Tafsir

Alquran

Surah Al Infithar
82:19

Tafsir QS. Al Infithar (82) : 19. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat 17 dan 18, Allah bertanya kepada Nabi dan kaumnya apakah mereka tahu apa hari pembalasan itu?
Pertanyaan ini bukan meminta jawaban, tetapi celaan bagi orang-orang yang tidak mau percaya pada hari pembalasan ini.
Apakah semua informasi dan tanda yang dipaparkan Alquran belum cukup untuk membuat mereka percaya?



Allah kemudian menjelaskan dalam ayat 19 bahwa di hari perhitungan tidak ada manusia yang bisa menolong orang lain.

Orang tua tidak bisa menolong anaknya dan begitu juga sebaliknya.
Suami tidak bisa menolong istrinya, dan teman atau sahabat tidak bisa menolong temannya.

Semua sibuk dengan diri masing-masing.
Segala urusan pada hari itu berada di tangan Allah.

Yang bisa menolong manusia hanyalah amalnya.
Firman Allah:

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰى .

وَاَنَّ سَعْيَهٗ سَوْفَ يُرٰى

Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). (an-Najm [53]: 39-40)


Dan firman-Nya lagi:

وَلَمْ تَكُنْ لَّهٗ فِئَةٌ يَّنْصُرُوْنَهٗ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَمَا كَانَ مُنْتَصِرًا

Dan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah;
dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya.
(al-Kahf [18]: 43)

Tafsir QS. Al Infithar (82) : 19. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Pada hari itu tidak seorang pun dapat menolong atau mencelakakan orang lain.
Semua urusan pada hari itu hanya ada pada Allah semata.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Tahukah kalian bagaimana dahsyatnya hari Perhitungan itu?
Kemudian tahukah kalian bagaimana dahsyatnya hari Perhitungan itu?
Pada hari itu, tidak seorang pun dapat memberi manfaat kepada orang lain.
Segala urusan pada hari itu hanya milik Allah, tidak ada seorang pun dapat mengalahkan-Nya dan tidak ada seorang pun dapat membantah-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Yaitu pada hari) yakni hari itu adalah hari


(seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain) atau seseorang tidak dapat memberikan manfaat kepada orang lain.


(Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah) artinya tiada suatu urusan pun pada hari itu selain-Nya.
Dengan kata lain, pada hari itu tiada seorang pun yang dapat menjadi perantara atau penengah, berbeda halnya dengan di dunia.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan apa yang dialami oleh orang-orang yang berbakti, yaitu mendapat kenikmatan yang berlimpah.
Demikian itu karena mereka taat kepada Allah dan tidak berbuat kedurhakaan terhadap-Nya.
Ibnu Asakir telah meriwayatkan di dalam biografi Musa ibnu Muhammad, dari Hisyam ibnu Ammar, dari Isa ibnu Yunus ibnu Abu Ishaq, dari Ubaidillah ibnu Muharib, dari Ibnu Umar, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:

"إِنَّمَا سَمَّاهُمُ اللَّهُ الْأَبْرَارَ لِأَنَّهُمْ بَروا الْآبَاءَ وَالْأَبْنَاءَ"


Sesungguhnya Allah menamai mereka dengan sebutan abrar, karena mereka berbuat baik kepada orang-orang tuanya dan juga kepada anak-anaknya.

Kemudian Allah menyebutkan apa yang dialami oleh orang-orang yang durhaka, yaitu dimasukkan ke dalam neraka Jahim dan mendapat azab yang kekal.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

{يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّينِ}

Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.
(QS. Al-Infithar:
15)

Yakni di hari perhitungan amal perbuatan dan pembalasan, yaitu pada hari kiamat.

{وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَائِبِينَ}

Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu.
(QS. Al-Infithar:
16)

Artinya, mereka tidak pernah absen dari azabnya barang sesaat pun, dan tidak pernah pula diringankan azab itu dari mereka;
permintaan mereka yang menginginkan kematian atau istirahat dari azab tidak diperkenankan, walaupun hanya barang sehari.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ}

Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
(QS. Al-Infithar:
17)

Ini menggambarkan tentang betapa hebatnya hari kiamat itu, kemudian dikuatkan lagi dengan firman berikutnya yang senada:

{ثُمَّ مَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ}

Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
(QS. Al-Infithar:
18)

Selanjutnya ditafsirkan atau di jelaskan oleh firman berikutnya:

{يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِنَفْسٍ شَيْئًا وَالأمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ}

(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain.
(QS. Al-Infithar:
19)

Tiada seorang pun yang dapat memberikan pertolongan kepada orang lain dan tidak pula menyelamatkannya dari azab yang dialaminya terkecuali dengan seizin Allah dan bagi siapa yang dikehendaki dan diridai-Nya untuk mendapat pertolongan (syafaat).

Dalam tafsir ayat ini sebaiknya kami kemukakan sebuah hadis Nabi ﷺ yang menyebutkan:


"يَا بَنِي هَاشِمٍ، أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ، لَا أَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا"

Hai Hal ini telah disebutkan di dalam akhir tafsir surat Asy-Syu’ara.


Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

{وَالأمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ}

Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.
(QS. Al-Infithar:
19)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ لِلَّهِ الْواحِدِ الْقَهَّارِ

(Lalu Allah berfirman),
"Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?"
Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
(QS. Al-Mu’min [40]: 16)

الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ لِلرَّحْمنِ

Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah.
(QS. Al-Furqaan [25]: 26)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

مالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Yang menguasai hari pembalasan.
(QS. Al-Fatihah [1]: 4)

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain.
Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.
(QS. Al-Infithar:
19)
Demi Allah, segala urusan di hari sekarang pun berada di tangan kekuasaan Allah, tetapi di hari itu tiada seorang pun yang menyaingi-Nya.

Unsur Pokok Surah Al Infithar (الإنفطار)

Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat An Naazi’aat.

Al Infithaar yang dijadikan nama untuk surat ini adalah kata asal dari kata "lnfatharat" (terbelah) yang terdapat pada ayat pertama.

Keimanan:

▪ Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari kiamat.
▪ Peringatan kepada manusia agar tidak terperdaya sehingga durhaka kepada Allah.
▪ Adanya malaikat yang selalu menjaga dan mencatat segala amal perbuatan manusia.
▪ Pada hari kiamat manusia tak dapat menolong orang lain.
▪ Hanya kekuasaan Allah-lah yang berlaku pada waktu itu.

Ayat-ayat dalam Surah Al Infithar (19 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Infithar (82) : 1-19 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 19 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Infithar (82) : 1-19 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 19

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Infithar ayat 19 - Gambar 1 Surah Al Infithar ayat 19 - Gambar 2
Statistik QS. 82:19
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Infithar.

Surah Al-Infitar (bahasa Arab:الانفطار) adalah surah ke-82 dalam al Qur’an.
Surah ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan setelah surah An-Nazi’at.
Al Infithaar yang dijadikan nama untuk surat ini adalah kata asal dari kata Infatharat (terbelah) yang terdapat pada ayat pertama.

Nomor Surah82
Nama SurahAl Infithar
Arabالإنفطار
ArtiTerbelah
Nama lainInfitharat (langit terbelah)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu82
JuzJuz 29
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat19
Jumlah kata81
Jumlah huruf333
Surah sebelumnyaSurah At-Takwir
Surah selanjutnyaSurah Al-Tatfif
Sending
User Review
4.9 (27 votes)
Tags:

82:19, 82 19, 82-19, Surah Al Infithar 19, Tafsir surat AlInfithar 19, Quran Al Infithaar 19, Al Infitar 19, Al-Infitar 19, Surah Al Infithar ayat 19

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 65 [QS. 16:65]

Dan Allah menurunkan air hujan dari arah langit sesuai kadar yang ditentukan-Nya. Dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi dengan tumbuhnya berbagai jenis tanaman dan tumbuhan di permukaannya yang tadin … 16:65, 16 65, 16-65, Surah An Nahl 65, Tafsir surat AnNahl 65, Quran An-Nahl 65, Surah An Nahl ayat 65

QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 64 [QS. 21:64]

64. Jawaban Ibrahim menyadarkan mereka. Maka mereka, setelah mendengar jawaban tersebut, kembali kepada kesadaran mereka yang jernih sesuai akal sehat dan nurani bahwa patung-patung itu tidak layak di … 21:64, 21 64, 21-64, Surah Al Anbiyaa 64, Tafsir surat AlAnbiyaa 64, Quran Al-Anbya 64, Al Anbiya 64, Alanbiya 64, Al-Anbiya’ 64, Surah Al Anbiya ayat 64

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Baqarah adalah surah ke-2 dalam Alquran. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.121 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah. Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.

Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pesan utama dari kandungan Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #26
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #26 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #26 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … hadits palsu (dikarang-karang) hadits terpercaya hadits yang diriwayatkan langsung oleh sahabat hadits sahabat nabi hadits

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … permasalahan perdebatan peradaban

Pendidikan Agama Islam #24

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … isti’adzah dan basmalah hamdalah basmalah ta’awudz isti’adzah Benar! Kurang tepat! Penjelasan: Isti’adzah atau

Instagram