QS. Al Infithar (Terbelah) – surah 82 ayat 13 [QS. 82:13]

اِنَّ الۡاَبۡرَارَ لَفِیۡ نَعِیۡمٍ
Innal abraara lafii na’iimin;

Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan,
―QS. 82:13
Topik ▪ Iman ▪ Keutamaan Iman ▪ Azab orang kafir
82:13, 82 13, 82-13, Al Infithar 13, AlInfithar 13, Al Infithaar 13, Al Infitar 13, Al-Infitar 13

Tafsir surah Al Infithar (82) ayat 13

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Infithar (82) : 13. Oleh Kementrian Agama RI

Tafsir Ayat 13-14:
Ayat ini menjelaskan hasil atau akibat dari pencatatan amal manusia, yaitu adanya pahala dan surga bagi orang-orang yang berbuat kebajikan, dan azab bagi orang-orang yang berbuat maksiat dan dosa.
Surga adalah balasan bagi orang-orang bertakwa dan beramal saleh.
Allah berfirman:

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya).
(An-Naazi’aat: 40-41)

Sedangkan orang-orang yang durhaka diazab Allah di api neraka.
Allah berfirman:

Maka adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya.
(An-Naazi’aat: 37-39)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan sepenuh hati, kelak akan berada dalam kebahagiaan dan kesenangan yang besar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti) yakni orang-orang mukmin yang benar-benar mantap dalam keimanannya, (benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan.)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan apa yang dialami oleh orang-orang yang berbakti, yaitu mendapat kenikmatan yang berlimpah.
Demikian itu karena mereka taat kepada Allah dan tidak berbuat kedurhakaan terhadap-Nya.
Ibnu Asakir telah meriwayatkan di dalam biografi Musa ibnu Muhammad, dari Hisyam ibnu Ammar, dari Isa ibnu Yunus ibnu Abu Ishaq, dari Ubaidillah ibnu Muharib, dari Ibnu Umar, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:

“إِنَّمَا سَمَّاهُمُ اللَّهُ الْأَبْرَارَ لِأَنَّهُمْ بَروا الْآبَاءَ وَالْأَبْنَاءَ”

Sesungguhnya Allah menamai mereka dengan sebutan abrar, karena mereka berbuat baik kepada orang-orang tuanya dan juga kepada anak-anaknya.

Kemudian Allah menyebutkan apa yang dialami oleh orang-orang yang durhaka, yaitu dimasukkan ke dalam neraka Jahim dan mendapat azab yang kekal.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

{يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّينِ}

Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.
(Q.S. Al-Infithar: 15)

Yakni di hari perhitungan amal perbuatan dan pembalasan, yaitu pada hari kiamat.

{وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَائِبِينَ}

Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu.
(Q.S. Al-Infithar: 16)

Artinya, mereka tidak pernah absen dari azabnya barang sesaat pun, dan tidak pernah pula diringankan azab itu dari mereka; permintaan mereka yang menginginkan kematian atau istirahat dari azab tidak diperkenankan, walaupun hanya barang sehari.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ}

Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
(Q.S. Al-Infithar: 17)

Ini menggambarkan tentang betapa hebatnya hari kiamat itu, kemudian dikuatkan lagi dengan firman berikutnya yang senada:

{ثُمَّ مَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ}

Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
(Q.S. Al-Infithar: 18)

Selanjutnya ditafsirkan atau di jelaskan oleh firman berikutnya:

{يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِنَفْسٍ شَيْئًا وَالأمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ}

(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain.
(Q.S. Al-Infithar: 19)

Tiada seorang pun yang dapat memberikan pertolongan kepada orang lain dan tidak pula menyelamatkannya dari azab yang dialaminya terkecuali dengan seizin Allah dan bagi siapa yang dikehendaki dan diridai-Nya untuk mendapat pertolongan (syafaat).

Dalam tafsir ayat ini sebaiknya kami kemukakan sebuah hadis Nabi ﷺ yang menyebutkan:

“يَا بَنِي هَاشِمٍ، أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ، لَا أَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا”

Hai Bani Hasyim, selamatkanlah diri kalian dari api neraka, aku tidak memiliki kekuasaan dari Allah terhadap kalian barang sedikit pun.

Hal ini telah disebutkan di dalam akhir tafsir surat Asy-Syu’ara.

Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

{وَالأمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ}

Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.
(Q.S. Al-Infithar: 19)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ لِلَّهِ الْواحِدِ الْقَهَّارِ

(Lalu Allah berfirman), “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?”
Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 16)

الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ لِلرَّحْمنِ

Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah.
(Q.S. Al-Furqaan [25]: 26)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

مالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Yang menguasai hari pembalasan.
(Q.S. Al-Fatihah [1]: 4)

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: (Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain.
Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.
(Q.S. Al-Infithar: 19) Demi Allah, segala urusan di hari sekarang pun berada di tangan kekuasaan Allah, tetapi di hari itu tiada seorang pun yang menyaingi-Nya.


Informasi Surah Al Infithar (الإنفطار)
Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat An Naazi’aat.

Al Infithaar yang dijadikan nama untuk surat ini adalah kata asal dari kata “lnfatharat” (terbelah) yang terdapat pada ayat pertama.

Keimanan:

Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari kiamat
peringatan kepada manusia agar tidak terpedaya sehingga durhaka kepada Allah
adanya malaikat yang selalu menjaga dan mencatat segala amal perbuatan manusia
pada hari kiamat manusia tak dapat menolong orang lain
hanya kekuasaan Allah-lah yang berlaku pada waktu itu.

Lain-lain:

Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari kiamat
peringatan kepada manusia agar tidak terpedaya sehingga durhaka kepada Allah
adanya malaikat yang selalu menjaga dan mencatat segala amal perbuatan manusia
pada hari kiamat manusia tak dapat menolong orang lain
hanya kekuasaan Allah-lah yang berlaku pada waktu itu.

Ayat-ayat dalam Surah Al Infithar (19 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Infithar (82) ayat 13 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Infithar (82) ayat 13 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Infithar (82) ayat 13 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Infithaar (82) ayat 1-19 - Rafi Sudirman (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Infithaar (82) ayat 1-19 - Rafi Sudirman (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Infithar - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 19 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 82:13
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Infithar.

Surah Al-Infitar (bahasa Arab:الانفطار) adalah surah ke-82 dalam al Qur'an.
Surah ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan setelah surah An-Nazi'at.
Al Infithaar yang dijadikan nama untuk surat ini adalah kata asal dari kata Infatharat (terbelah) yang terdapat pada ayat pertama.

Nomor Surah 82
Nama Surah Al Infithar
Arab الإنفطار
Arti Terbelah
Nama lain Infitharat (langit terbelah)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 82
Juz Juz 29
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 19
Jumlah kata 81
Jumlah huruf 333
Surah sebelumnya Surah At-Takwir
Surah selanjutnya Surah Al-Tatfif
4.7
Ratingmu: 4.3 (11 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta