Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Hujurat (Kamar-kamar) – surah 49 ayat 7 [QS. 49:7]

وَ اعۡلَمُوۡۤا اَنَّ فِیۡکُمۡ رَسُوۡلَ اللّٰہِ ؕ لَوۡ یُطِیۡعُکُمۡ فِیۡ کَثِیۡرٍ مِّنَ الۡاَمۡرِ لَعَنِتُّمۡ وَ لٰکِنَّ اللّٰہَ حَبَّبَ اِلَیۡکُمُ الۡاِیۡمَانَ وَ زَیَّنَہٗ فِیۡ قُلُوۡبِکُمۡ وَ کَرَّہَ اِلَیۡکُمُ الۡکُفۡرَ وَ الۡفُسُوۡقَ وَ الۡعِصۡیَانَ ؕ اُولٰٓئِکَ ہُمُ الرّٰشِدُوۡنَ ۙ
Waa’lamuu anna fiikum rasuulallahi lau yuthii’ukum fii katsiirin minal amri la’anittum walakinnallaha habbaba ilaikumu-iimaana wazai-yanahu fii quluubikum wakarraha ilaikumul kufra wal fusuuqa wal ‘ishyaana uula-ika humurraasyiduun(a);
Dan ketahuilah olehmu bahwa di tengah-tengah kamu ada Rasulullah.
Kalau dia menuruti (kemauan) kamu dalam banyak hal pasti kamu akan mendapatkan kesusahan.
Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan.
Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
―QS. Al Hujurat [49]: 7

Daftar isi

And know that among you is the Messenger of Allah.
If he were to obey you in much of the matter, you would be in difficulty, but Allah has endeared to you the faith and has made it pleasing in your hearts and has made hateful to you disbelief, defiance and disobedience.
Those are the (rightly) guided.
― Chapter 49. Surah Al Hujurat [verse 7]

وَٱعْلَمُوٓا۟ dan ketahuilah

And know
أَنَّ bahwa

that
فِيكُمْ diantara kamu

among you
رَسُولَ rasul

(is the) Messenger of Allah. *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهِ Allah

(is the) Messenger of Allah. *[meaning includes next or prev. word]
لَوْ jika

If
يُطِيعُكُمْ dia mentaati kamu

he were to obey you
فِى dalam

in
كَثِيرٍ banyak

much
مِّنَ dari

of
ٱلْأَمْرِ urusan

the matter,
لَعَنِتُّمْ tentu menyusahkan kamu

surely you would be in difficulty,
وَلَٰكِنَّ tetapi

but
ٱللَّهَ Allah

Allah
حَبَّبَ menjadikan cinta

has endeared
إِلَيْكُمُ kepadamu

to you
ٱلْإِيمَٰنَ keimanan

the Faith
وَزَيَّنَهُۥ dan Dia menjadikannya indah

and has made it pleasing
فِى dalam

in
قُلُوبِكُمْ hatimu

your hearts
وَكَرَّهَ dan Dia menjadikan benci

and has made hateful
إِلَيْكُمُ kepadamu

to you
ٱلْكُفْرَ kekafiran

disbelief
وَٱلْفُسُوقَ dan kefasikan

and defiance
وَٱلْعِصْيَانَ dan kedurhakaan

and disobedience.
أُو۟لَٰٓئِكَ mereka itu

Those
هُمُ mereka

(are) they –
ٱلرَّٰشِدُونَ orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus

the guided ones.

Tafsir Quran

Surah Al Hujurat
49:7

Tafsir QS. Al-Hujurat (49) : 7. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ ketika berada di tengah-tengah kaum Mukminin, sepatutnya dihormati dan diikuti semua petunjuknya karena lebih mengetahui kemaslahatan umatnya.
Nabi lebih utama bagi orang-orang Mukmin dari diri mereka sendiri, sebagaimana dicantumkan dalam firman Allah:

اَلنَّبِيُّ اَوْلٰى بِالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ اَنْفُسِهِمْ وَاَزْوَاجُهٗٓ اُمَّهٰتُهُمْ

Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri (Al-Ahzab [33]: 6)

Karena Nabi Muhammad selalu berada dalam bimbingan wahyu Ilahi, maka beliau yang berada di tengah-tengah para sahabat itu sepatutnya dijadikan teladan dalam segala aspek kehidupan dan aspek kemasyarakatan.

Seandainya beliau menuruti kemauan para sahabat dalam memecahkan persoalan hidup, niscaya mereka akan menemui berbagai kesulitan dan kemudaratan seperti dalam peristiwa Al-Walid bin ‘Uqbah.
Seandainya Nabi ﷺ menerima berita bohong tentang Bani Al-Musthaliq, lalu mengirimkan pasukan untuk menggempur mereka yang disangka murtad dan menolak membayar zakat, niscaya yang demikian itu hanya akan menimbulkan penyesalan dan bencana.

Akan tetapi, sebaliknya dengan kebijaksanaan dan bimbingan Rasulullah ﷺ yang berada di tengah-tengah para sahabat, mereka dijadikan oleh Allah mencintai keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hati mereka, dan menjadikan mereka benci kepada kekafiran, ke-fasikan dan kedurhakaan.

Karena iman yang sempurna itu terdiri dari pengakuan dengan lisan, membenarkan dengan hati, dan beramal saleh dengan anggota tubuh, maka kebencian terhadap kekafiran berlawanan dengan kecintaan kepada keimanan.

Menjadikan iman itu indah dalam hati adalah pararel dengan membenarkan (tasdiq) dalam hati, dan benci kepada kedurhakaan itu pararel dengan mengadakan amal saleh.
Orang-orang yang demikian itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk dan mengikuti jalan yang lu-rus, yang langsung menuju kepada keridaan Allah.

Tafsir QS. Al Hujurat (49) : 7. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai orang-orang yang beriman, ketahuilah bahwa Rasulullah ada di kalangan kamu sekalian.
Maka, hormatilah ia dengan sebenar-benarnya dan percayailah.


Seandainya Rasul itu menuruti orang-orang yang lemah imannya di antara kalian dalam beberapa urusan, niscaya kalian akan berada dalam kesulitan dan kehancuran.
Tetapi Allah menjadikan orang-orang yang sempurna di antara kalian cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hati, sehingga kalian terjaga dari gemerlapnya sesuatu yang tidak patut.


Allah juga menjadikan kalian benci kepada sifat mengingkari nikmat, keluar dari syariat-Nya dan melanggar perintah-Nya.
Mereka itulah orang-orang yang mengetahui jalan petunjuk dan mengikutinya.


Yang demikian itu adalah karunia mulia dan nikmat yang besar dari Allah kepada mereka.
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu lagi Mahabijaksana dalam mengatur segala urusan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Ketahuilah bahwa di hadapan kalian itu ada Rasulullah, maka perlihatkan akhlak baik kalian bersamanya karena dia lebih tahu apa yang paling layak buat kalian.
Dia menghendaki kebaikan bagi kalian sedangkan kadang kalian menghendaki kejahatan dan kemadharatan bagi diri kalian, yang tidak cocok bagi kalian dengan Rasulullah.


Kalaulah dia menuruti kemauan kalian dalam banyak hal dari pekerjaan yang kalian pilih maka kalian akan mendapat kesusahan.
Akan tetapi Allah menjadikan cinta kepada keimanan dan menjadikannya indah di dalam hati kalian.


Lalu kalian mengimaninya dan benci untuk menjadi kufur kepada Allah dan keluar dari ketaatan bermaksiat kepada-Nya.
Mereka yang disifati dengan sifat-sifat ini adalah orang yang mendapat petunjuk dan orang yang selalu menempuh jalan yang benar.


Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan ketahuilah oleh kamu sekalian bahwa di kalangan kalian ada Rasulullah) maka janganlah sekali-kali kalian mengatakan hal-hal yang batil, karena sesungguhnya Allah akan memberitahukannya seketika itu juga.


(Kalau ia menuruti kemauan kalian dalam banyak urusan) yang kalian beritakan tidak sesuai dengan kenyataannya, oleh karena itu maka hasilnya sesuai dengan apa yang kalian beritakan itu


(niscaya kalian akan mendapat dosa) yakni benar-benar kalian mendapat dosa karena hal itu, yaitu dosa memberikan keterangan yang palsu


(tetapi Allah menjadikan kalian cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah) yakni dipandang baik


(dalam hati kalian serta menjadikan kalian benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan) pengertian Istidrak yang dikandung oleh lafal Laakin dipandang dari segi makna bukan lafalnya, karena sesungguhnya orang yang cinta kepada keimanan memiliki sifat-sifat berbeda dengan sifat-sifat yang dimiliki oleh orang-orang yang telah disebutkan tadi.


(Mereka itulah) di dalam ungkapan ini terkandung iltifat dari Mukhathab


(orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus) yakni orang-orang yang teguh dalam agamanya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah.
(QS. Al-Hujurat [49]: 7)

Yakni ketahuilah bahwa di antara kalian terdapat Rasulullah ﷺ Maka hormatilah dia, muliakanlah dia, bersopan santunlah kamu dalam menghadapinya, dan turutilah perintahnya.
Karena sesungguhnya dia lebih mengetahui kemaslahatan kalian dan lebih sayang kepada kalian daripada diri kalian sendiri.
Dan pendapatnya untuk kalian lebih sempurna daripada pendapat kalian untuk diri kalian sendiri.
Hal yang senada disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui firman-Nya:

Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri.
(QS. Al-Ahzab [33]: 6)

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa pendapat mereka sia-sia bila ditinjau dari segi kemaslahatan mereka.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan, benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan.
(QS. Al-Hujurat [49]: 7)

Yakni sekiranya dia menuruti kalian dalam semua apa yang kalian pilih, niscaya hal itu akan mengakibatkan kamu mengalami kesusahan dan merasa berdosa.
Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya.
Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka, tetapi mereka berpaling dari kebanggaan.
(QS. Al-Mu’minun [23]: 71)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.
(QS. Al-Hujurat [49]: 7)

Yaitu menjadikan iman itu dicintai oleh hati kalian dan memperindahnya.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Bahz, telah menceritakan kepada kami Ali ibnuMas’adah, telah menceritakan kepada kami Qatadah, dari Anas r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Islam itu terang-terangan dan iman itu di dalam hati.
Anas r.a. mengatakan bahwa kemudian Rasulullah ﷺ berisyarat ke arah dadanya sebanyak tiga kali, lalu bersabda:
Takwa itu (letaknya) di sini, takwa itu (letaknya) di sini.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan.
(QS. Al-Hujurat [49]: 7)


Yakni dan Allah menjadikan hatimu membenci kekafiran dan kefasikan yakni dosa-dosa besar, yang dimaksud dengan Al Isyan ialah semua perbuatan durhaka, ini merupakan kesempurnaan nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala yang bertingkat-tingkat.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.
(QS. Al-Hujurat [49]: 7)

Orang-orang yang mempunyai sifat-sifat ini adalah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, Allah-lah yang telah menganugerahkan hal ini kepada mereka.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Mu’awiyah Al-Fazzari, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid ibnu Aiman Al-Makki, dari Abu Rifa’ah Az-Zurqi, dari ayahnya yang mengatakan bahwa ketika terjadi Perang Uhud dan pasukan kaum musyrik telah pulang, maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Berbarislah dengan rapi karena aku akan memanjatkan doa kepada Tuhanku.
Maka mereka berbaris membentuk saf-saf di belakang beliau, lalu beliau mengucapkan doa berikut:
Ya Allah, bagi-Mu segala puji.
Ya Allah, tiada yang dapat menggenggam terhadap apa yang Engkau bukakan, dan tiada yang dapat membuka terhadap apa yang Engkau genggamkan;
dan tiada yang dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang Engkau sesatkan, dan tiada yang dapat menyesatkan orang yang Engkau tunjuki;
dan tiada yang dapat memberi terhadap apa yang Engkau cegah, dan tiada yang dapat mencegah terhadap apa yang Engkau beri;
dan tiada yang dapat mendekatkan apa yang Engkau jauhkan, dan tiada yang dapat menjauhkan apa yang Engkau dekatkan.
Ya Allah, limpahkanlah kepada kami berkah, rahmat, karunia, dan rezeki-Mu.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau nikmat yang kekal yang tidak berpindah dan tidak pula lenyap.
Ya Allah, aku memohon nikmat kepada Engkau di hari yang sulit, dan keamanan di hari yang menakutkan.
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari keburukan apa yang telah Engkau berikan kepada kami dan dari keburukan apa yang Engkau cegah dari kami.
Ya Allah, jadikanlah kami cinta kepada keimanan dan jadikanlah iman itu indah dalam hati kami;
dan jadikanlah kami benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan;
dan jadikanlah kami orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.
Ya Allah, wafatkanlah kami sebagai orang-orang muslim, dan hidupkanlah kami sebagai orang-orang muslim, dan himpunkanlah aku dengan orang-orang yang saleh agar tidak kecewa dan tidak pula terfitnah.
Ya Allah, perangilah orang-orang kafir yang mendustakan rasulrasul-Mu dan mencegah manusia dari jalanMu, dan jadikanlah siksaan dan azab-Mu atas mereka.
Ya Allah, Tuhan Yang Hak, perangilah orang-orang kafir dari kalangan Ahli Kitab.

Imam Nasai meriwayatkan hadis ini di dalam kitab Al-Yaum WalLailah, dari Ziad ibnu Ayyub, dari Marwan ibnu Mu’awiyah, dari Abdul Wahid ibnu Aiman, dari Ubaid ibnu Rifa’ah, dari ayahnya dengan sanad yang sama.

Di dalam hadis yang marfu’ disebutkan:

Barang siapa yang gembira karena kebaikannya dan susah karena keburukannya, maka dia adalah orang mukmin.

Unsur Pokok Surah Al Hujurat (الحجرات)

Surat Al Hujuraat terdiri atas 18 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Mujaadilah.

Dinamai "Al Hujuraat" (kamar-kamar), diambil dari perkataan "Al Hujuraat" yang terdapat pada ayat 4 surat ini.
Ayat tersebut mencela para sahabat yang memanggil Nabi Muhammad ﷺ yang sedang berada di dalam kamar rumahnya bersama isterinya.
Memanggil Nabi Muhammad ﷺ dengan cara dan dalam keadaan yang demikian menunjukkan sifat kurang hormat kepada beliau dan mengganggu ketenteraman beliau.

Keimanan:

▪ Masuk Islam harus disempumakan dengan iman yang sebenar-benarnya.

Hukum:

▪ Larangan mengambil keputusan yang menyimpang dari ketetapan Allah dan rasulNya.
▪ Keharusan meneliti sesuatu perkhabaran yang disampaikan oleh orang yang fasik.
▪ Kewajiban mengadakan islah antara orang muslim yang bersengketa karena orang-orang Islam itu bersaudara.
▪ Kewajiban mengambil tindakan terhadap golongan kaum muslimin yang bertindak aniaya kepada golongan kaum muslimin yang lain.
▪ Larangan mencaci, menghina dan sebagainya.
▪ Larangan berburuk sangka.
▪ Bergunjing dan memfitnah dan lain-lain.

Lain-lain:

Adab sopan santun berbicara dengan Rasulullah ﷺ.
▪ Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar satu sama lain kenal mengenal.
▪ Setiap manusia sama pada sisi Allah, kelebihan hanya pada orang-orang yang bertakwa.
▪ Sifat-sifat orang-orang yang sebenar-benarnya beriman.

Audio Murottal

QS. Al-Hujurat (49) : 1-18 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 18 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Hujurat (49) : 1-18 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 18

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hujurat ayat 7 - Gambar 1 Surah Al Hujurat ayat 7 - Gambar 2
Statistik QS. 49:7
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hujurat.

Surah Al-Hujurat (bahasa Arab : سورة الحجرات ) adalah surah ke-49 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah madaniyah, terdiri atas 18 ayat.
Dinamakan Al-Hujurat yang berarti Kamar-Kamar diambil dari perkataan Al-Hujurat yang terdapat pada ayat ke-4 surat ini.

Imam Bukhari dari lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Ibnu Juraij yang bersumber dari Ibnu Abu Mulaikah, bahwasanya Abdullah bin Zubair menceritakan kepadanya, bahwa pada suatu hari datang menghadap kepada Rasulullah ﷺ.
utusan atau delegasi dari Bani Tamim, Abu Bakar berkata,
“Jadikanlah Qa’qa’ bin Ma’bad sebagai amir atas kaumnya.” Umar mengusulkan “Tidak, tetapi jadikanlah Aqra’ bin Habis sebagai amirnya.” Abu Bakar berkata,
“Kamu tidak lain hanyalah ingin berselisih denganku.” Umar menjawab, “Aku tidak bermaksud untuk berselisih denganmu.” Akhirnya keduanya saling berbantah-bantahan sehingga suara mereka berdua makin keras karena saling berselisih.
Lalu turunlah berkenaan dengan peristiwa itu firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mendahului di hadapan Allah dan Rasul-Nya…” (QS. Al Hujurat, 1) sampai dengan firman-Nya, “Dan kalau sekiranya mereka bersabar…” (QS. Al Hujurat, 5).
Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis lainnya yang juga melalui Qatadah, bahwa para sahabat selalu mengeraskan suaranya kepada Rasulullah ﷺ.
bila berbicara dengannya, maka Allah subhanahu wa ta’ala.
segera menurunkan firman-Nya, “Janganlah kalian meninggikan suara kalian …” (QS. Hujurat 2).

Nomor Surah 49
Nama Surah Al Hujurat
Arab الحجرات
Arti Kamar-kamar
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 106
Juz Juz 26
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 18
Jumlah kata 353
Jumlah huruf 1533
Surah sebelumnya Surah Al-Fath
Surah selanjutnya Surah Qaf
Sending
User Review
4.4 (20 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

49:7, 49 7, 49-7, Surah Al Hujurat 7, Tafsir surat AlHujurat 7, Quran Al-Hujurat 7, Surah Al Hujurat ayat 7

Video Surah

49:7


More Videos

Kandungan Surah Al Hujurat

۞ QS. 49:1 • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 49:2 • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 49:3 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Balasan dan pahala dari Allah • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 49:5 Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 49:7 • Abad terbaik umat Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 49:8 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 49:9 • Akibat terpisah dari umat Islam • Perlunya saling menasehati antara sesama

۞ QS. 49:10 • Perlunya saling menasehati antara sesama

۞ QS. 49:11 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 49:12 • At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Dosa-dosa besar

۞ QS. 49:13 • Al Khabir (Maha Waspada) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 49:14 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Islamnya orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat

۞ QS. 49:15 • Pahala iman • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 49:16 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 49:17 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya

۞ QS. 49:18 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Bashir (Maha Melihat)

Ayat Pilihan

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat Kami, kelak Kami masukkan ke neraka.
Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit lain,
supaya mereka merasakan azab.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
QS. An-Nisa’ [4]: 56

Tuhan pemilik kerajaan,
Kau beri kerajaan kepada orang yang Kau kehendaki & Kau cabut kerajaan dari orang yang Kau hendaki.
QS. Ali ‘Imran [3]: 26

Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat?

Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.
QS. At-Taubah [9]: 38

Allahlah pemilik langit & bumi, Dialah yang ciptakan malam agar kalian beristirahat.
Dia jualah yang ciptakan siang agar kalian dapat berusaha.
Sesungguhnya pada penciptaan siang & malam terdapat bukti jelas bagi mereka yang mau berpikir
QS. Yunus [10]: 67

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Correct! Wrong!

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Correct! Wrong!

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Correct! Wrong!

+

Array

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Kamus Istilah Islam

istiqamah

Apa itu istiqamah? Istiqamah atau istikamah dalam terminologi Islam adalah hal berpendirian kuat atau teguh pendirian. Kata ini berasal dari bahasa Arab istiqama, yastaqimu, istiqamah yang berarti teg...

Salamah bin Qais

Siapa itu Salamah bin Qais? Salamah bin Qais adalah salah seorang sahabat nabi Muhammad ﷺ. Suatu hari Khalifah Umar bin Khathab berjaga-jaga sepanjang malam di Kota Madinah. Ia ingin agar penduduk d...

Al Hamiid

Apa itu Al Hamiid? Allah itu Al-Hamid ◀ Artinya adalah Allah itu Yang Maha Terpuji atas segala sesuatu. Allah telah menciptakan alam semesta dan segala isinya, serta memberikan kehidupan kepada mak...