QS. Al Hujurat (Kamar-kamar) – surah 49 ayat 5 [QS. 49:5]

وَ لَوۡ اَنَّہُمۡ صَبَرُوۡا حَتّٰی تَخۡرُجَ اِلَیۡہِمۡ لَکَانَ خَیۡرًا لَّہُمۡ ؕ وَ اللّٰہُ غَفُوۡرٌ رَّحِیۡمٌ
Walau annahum shabaruu hatta takhruja ilaihim lakaana khairan lahum wallahu ghafuurun rahiimun;

Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
―QS. 49:5
Topik ▪ Pahala Iman
49:5, 49 5, 49-5, Al Hujurat 5, AlHujurat 5, Al-Hujurat 5

Tafsir surah Al Hujurat (49) ayat 5

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hujurat (49) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Seandainya tamu-tamu delegasi itu tidak berteriak-teriak memanggil Nabi Muhammad dan mereka sabar menunggu sampai beliau sendiri keluar kamar peristirahatannya, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.
Karena sikap demikian itu menunjukkan adanya takzim dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.
Allah Maha Pengampun kepada mereka yang memanggil Nabi Muhammad dari belakang kamar-kamarnya bila mereka bertobat dan mengganti kecerobohan mereka dengan kesopanan tata krama.
Allah Maha Penyayang kepada mereka, tidak mengazab mereka nanti pada hari Kiamat karena mereka telah menyesali perbuatan mereka yang memalukan itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sekiranya mereka mau bersabar–demi menghormatimu–sampai kamu keluar menemui mereka, itu lebih baik bagi mereka.
Allah Mahaagung ampunan-Nya dan Mahaluas rahmat-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan kalau sekiranya mereka bersabar) lafal Annahum berada dalam Mahall Rafa’ sebagai Mubtada.

Tetapi menurut pendapat lain menjadi Fa’il dari Fi’il yang diperkirakan keberadaannya, yaitu lafal Tsabata (sampai kamu keluar menemui mereka, sesungguhnya itu adalah lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”) kepada orang yang bertobat di antara mereka.

Ayat berikut ini diturunkan berkenaan dengan Walid bin Uqbah.

Ia telah diutus oleh Nabi ﷺ ke Bani Mushthaliq untuk menarik zakat, tetapi ia merasa takut terhadap mereka, karena dahulu di masa jahiliah ia bermusuhan dengan mereka.

Akhirnya di tengah perjalanan ia kembali lagi seraya melaporkan, bahwa mereka tidak mau membayar zakat dan bahkan mereka hampir saja membunuhnya.

Karena itu hampir saja Nabi ﷺ bermaksud untuk memerangi mereka, hanya karena mereka keburu datang menghadap Nabi ﷺ seraya mengingkari apa yang telah dikatakan oleh Walid mengenai mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menyeru mereka untuk bertobat dan kembali kepada-Nya:

dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Q.S. Al-Hujurat [49]: 5)

Menurut riwayat, ayat ini diturunkan berkenaan dengan Al-Aqra’ ibnu Habis At-Tamimi r.a.
menurut yang diketengahkan bukan hanya oleh seorang.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Wuhaib, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Uqbah, dari Abu Salamah ibnu Abdur Rahman, dari Al-Aqra’ ibnu Habis r.a.
bahwa ia memanggil Rasulullah ﷺ, “Hai Muhammad, hai Muhammad!” Menurut riwayat yang lain menyebutkan, “Hai Rasulullah,” tetapi Rasulullah ﷺ tidak menyahutnya.
Maka berkatalah Al-Aqra’ ibnu Habis, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya pujianku benar-benar baik dan celaanku benar-benar buruk.” Maka Rasulullah ﷺ menjawab, “Itu adalah Allah subhanahu wa ta’ala”

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Ammar Al-Husain ibnu Hurayyis Al-Marwazi, telah menceritakan kepada kami Al-Fadl ibnu Musa, dari Al-Husain ibnu Waqid, dari Abu Ishaq, dari Al-Barra sehubungan dengan firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar (mu).
(Q.S. Al-Hujurat [49]: 4) Seorang lelaki datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu berkata, “Hai Muhammad, sesungguhnya pujianku baik dan celaanku buruk.” Rasulullah ﷺ menjawab, “Itu adalah Allah subhanahu wa ta’ala” Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Al-Hasan Al-Basri dan Qatadah secara mursal.

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Habib ibnu Abu Umrah yang mengatakan bahwa Bisyr ibnu Galib dan Labid ibnu Utarid atau Bisyr ibnu Utarid dan Labid ibnu Galib berada di sisi Al-Hajjaj duduk, maka Bisyr ibnu Galib berkata kepada Labid ibnu Utarid, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan kaummu Bani Tamim, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala: Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar (mu).
(Q.S. Al-Hujurat [49]: 4) Sufyan As-Sauri mengatakan bahwa lalu ia menceritakan hal tersebut kepada Sa’id ibnu Jubair.
Maka Sa’id ibnu Jubair menjawab, bahwa seandainya dia mengetahui kelanjutan dari ayat tersebut, tentulah dia menjawabnya: Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka.
(Q.S. Al-Hujurat [49]: 17) Mereka mengatakan, “Kami masuk Islam dan Bani Asad tidak memerangimu.”

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Ali Al-Bahili, telah menceritakan kepada kami Al-Mu’tamir ibnu Sulaiman yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Daud At-Ta’i menceritakan dari Abu Muslim Al-Bajali, dari Zaid ibnu Arqam r.a.
yang mengatakan bahwa beberapa golongan dari orang Badui berkumpul, dan mereka mengatakan, “Marilah kita berangkat menemui lelaki ini.
Jika dia memang seorang nabi, maka kita adalah orang yang paling berbahagia karena ada dia; dan jika dia seorang malaikat, berarti kita dapat hidup dengan sayapnya.” Zaid ibnu Arqam melanjutkan kisahnya, bahwa lalu ia datang kepada Rasulullah ﷺ dan menceritakan kepadanya apa yang telah dikatakan oleh orang-orang Badui itu.
Selanjutnya orang-orang Badui itu datang ke rumah Nabi ﷺ, dan mereka memanggil Nabi ﷺ yang berada di dalam kamarnya, “Hai Muhammad, hai Muhammad!” Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar (mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.
(Q.S. Al-Hujurat [49]: 4) Maka Rasulullah ﷺ memegang daun telingaku dan menjewernya seraya bersabda: Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah membenarkan ucapanmu, hai Zaid.
Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah membenarkan ucapanmu, hai Zaid.


Informasi Surah Al Hujurat (الحجرات)
Surat Al Hujuraat terdiri atas 18 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Mujaadilah.

Dinamai “Al Hujuraat” (kamar-kamar), diambil dari perkataan “Al Hujuraat” yang terdapat pada ayat 4 surat ini.
Ayat tersebut mencela para sahabat yang memanggil Nabi Muhammad ﷺ yang sedang berada di dalam kamar rumahnya bersama isterinya.
Memanggil Nabi Muham­ mad ﷺ dengan cara dan dalam keadaan yang demikian menunjukkan sifat kurang hormat kepada beliau dan mengganggu ketenteraman beliau.

Keimanan:

Masuk Islam harus disempumakan dengan iman yang sebenar-benarnya.

Hukum:

Larangan mengambil keputusan yang menyimpang dari ketetapan Allah dan rasul­Nya
keharusan meneliti sesuatu perkhabaran yang disampaikan oleh orang yang fasik
kewajiban mengadakan islah antara orang muslim yang bersengketa karena orang-orang Islam itu bersaudara
kewajiban mengambil tindakan terhadap golongan kaum muslimin yang bertindak aniaya kepada golongan kaum muslimin yang lain
larangan mencaci, menghina dan sebagainya
larangan berburuk sangka
bergunjing dan memfitnah dan lain-lain.

Lain-lain:

Adah sopan santun berbicara dengan Rasulullah ﷺ
Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar satu sama lain kenal mengenal
setiap manusia sama pada sisi Allah, kelebihan hanya pada orang-orang yang bertakwa
sifat-sifat orang-orang yang sebenar-benamya beriman.

Ayat-ayat dalam Surah Al Hujurat (18 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hujurat (49) ayat 5 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hujurat (49) ayat 5 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hujurat (49) ayat 5 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hujurat - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 18 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 49:5
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hujurat.

Surah Al-Hujurat (bahasa Arab : سورة الحجرات ) adalah surah ke-49 dalam Al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah madaniyah, terdiri atas 18 ayat.
Dinamakan Al-Hujurat yang berarti Kamar-Kamar diambil dari perkataan Al-Hujurat yang terdapat pada ayat ke-4 surat ini.

Imam Bukhari dari lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Ibnu Juraij yang bersumber dari Ibnu Abu Mulaikah, bahwasanya Abdullah bin Zubair menceritakan kepadanya, bahwa pada suatu hari datang menghadap kepada Rasulullah ﷺ.
utusan atau delegasi dari Bani Tamim, Abu Bakar berkata,
"Jadikanlah Qa'qa' bin Ma'bad sebagai amir atas kaumnya." Umar mengusulkan "Tidak, tetapi jadikanlah Aqra' bin Habis sebagai amirnya." Abu Bakar berkata,
"Kamu tidak lain hanyalah ingin berselisih denganku." Umar menjawab, "Aku tidak bermaksud untuk berselisih denganmu." Akhirnya keduanya saling berbantah-bantahan sehingga suara mereka berdua makin keras karena saling berselisih.
Lalu turunlah berkenaan dengan peristiwa itu firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mendahului di hadapan Allah dan Rasul-Nya..." (Q.S.
Al Hujurat, 1) sampai dengan firman-Nya, "Dan kalau sekiranya mereka bersabar..." (Q.S.
Al Hujurat, 5).
Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis lainnya yang juga melalui Qatadah, bahwa para sahabat selalu mengeraskan suaranya kepada Rasulullah ﷺ.
bila berbicara dengannya, maka Allah subhanahu wa ta'ala.
segera menurunkan firman-Nya, "Janganlah kalian meninggikan suara kalian ..." (Q.S.
Hujurat 2).

Nomor Surah 49
Nama Surah Al Hujurat
Arab الحجرات
Arti Kamar-kamar
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 106
Juz Juz 26
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 18
Jumlah kata 353
Jumlah huruf 1533
Surah sebelumnya Surah Al-Fath
Surah selanjutnya Surah Qaf
4.6
Ratingmu: 4.2 (28 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/49-5







Pembahasan ▪ Arti walau annahum

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim