QS. Al Hujurat (Kamar-kamar) – surah 49 ayat 17 [QS. 49:17]

یَمُنُّوۡنَ عَلَیۡکَ اَنۡ اَسۡلَمُوۡا ؕ قُلۡ لَّا تَمُنُّوۡا عَلَیَّ اِسۡلَامَکُمۡ ۚ بَلِ اللّٰہُ یَمُنُّ عَلَیۡکُمۡ اَنۡ ہَدٰىکُمۡ لِلۡاِیۡمَانِ اِنۡ کُنۡتُمۡ صٰدِقِیۡنَ
Yamunnuuna ‘alaika an aslamuu qul laa tamunnuu ‘alai-ya islaamakum balillahu yamunnu ‘alaikum an hadaakum lila-iimaani in kuntum shaadiqiin(a);

Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka.
Katakanlah:
“Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar”.
―QS. 49:17
Topik ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
49:17, 49 17, 49-17, Al Hujurat 17, AlHujurat 17, Al-Hujurat 17

Tafsir surah Al Hujurat (49) ayat 17

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hujurat (49) : 17. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menjelaskan bahwa orang-orang Arab Badui itu merasa telah memberi nikmat kepada Rasulullah ﷺ Mereka menganggap bahwa keislaman dan ketundukan mereka kepada Nabi Muhammad itu harus dipandang suatu nikmat yang harus disyukuri oleh Nabi.
Kemudian Allah memerintahkan kepada rasul-Nya supaya membantah ucapan mereka yang selalu menonjol-nonjolkan pemberian nikmat karena sesungguhnya hanya Allah yang melimpahkan nikmat kepada mereka dengan menunjuki mereka keimanan, jika mereka sungguh-sungguh menjadi orang-orang yang benar imannya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka menganggap bahwa keislaman mereka itu adalah sebagai nikmat yang mereka berikan kepadamu, Muhammad, sehingga kamu harus berterimakasih kepada mereka.
Katakan kepada mereka, “Janganlah kalian merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislaman kalian.
Kebaikannya adalah untuk diri kalian sendiri.
Sebenarnya Allahlah yang melimpahkan nikmat kepada kalian dengan memberi petunjuk kepada keimanan jika kalian adalah orang-orang yang benar dalam pengakuan kalian.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka telah merasa memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka) tanpa melalui perang, berbeda dengan orang-orang selain mereka yang masuk Islam setelah melalui peperangan terlebih dahulu.

(Katakanlah, “Janganlah kalian merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislaman kalian) lafal Islamakum dinashabkan karena huruf Jarrnya yaitu Ba dicabut darinya, sebagaimana keberadaan huruf Ba ini diperkirakan pula sebelum An pada permulaan ayat (sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepada kalian dengan menunjuki kalian kepada keimanan, jika kalian adalah orang-orang yang benar”) di dalam perkataan kalian yang menyatakan, “Kami telah beriman.”

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka (Q.S. Al-Hujuraf 17)

Kalimat ini ditujukan kepada orang-orang Arab Badui (pedalaman) yang merasa berjasa karena keislaman mereka dan keikutsertaan mereka dalam menolong Rasulullah ﷺ Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman menyanggah mereka:

Katakanlah, “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu.” (Q.S. Al-Hujurat [49]: 17)

karena sesungguhnya hal itu manfaatnya kembali kepada dirimu sendiri, Allah-lah yang sebenarnya memberi nikmat kepada kalian karena Dialah yang menunjukkan kalian kepada Islam.

sebenarnya Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan, jika kamu adalah orang-orang yang benar.
(Q.S. Al-Hujurat [49]: 17)

Yakni benar dalam pengakuanmu tentang hal tersebut, sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi ﷺ kepada orang-orang Ansar di hari Perang Hunain:

Hai golongan orang-orang Ansar, bukankah aku jumpai kalian dalam keadaan sesat, lalu Allah memberi petunjuk kepada kalian melaluiku?
Dan kalian dalam keadaan berpecah belah, lalu Allah mempersatukan kalian dengan melaluiku?
Dan kalian dalam keadaan miskin, kemudian Allah menjadikan kalian berkecukupan melaluiku?
Setiap kalimat yang diucapkan oleh Nabi ﷺ dijawab oleh mereka dengan ucapan, “Hanya kepada Allah dan Rasul-Nya kami beriman.”

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Sa’id Al-Jauhari, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa’id Al-Umawi, dari Muhammad ibnu Qais, dari Abu Aun, dari Sa’ id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a.
yang menceritakan bahwa Bani Asad datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu mereka berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah Islam.
Orang-orang Arab Badui memerangimu, tetapi kami tidak memerangimu.” Maka Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya pengetahuan mereka minim, dan sesungguhnya setan telah memutarbalikkan lisan mereka.” Lalu turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya: Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka.
Katakanlah, “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar.” (Q.S. Al-Hujurat [49]: 17)

Kemudian Al-Hafiz Al-Bazzar mengatakan, “Kami tidak mengenal hadis ini diriwayatkan melainkan hanya melalui jalur ini, dan kami tidak mengetahui Abu Aun alias Muhammad ibnu Ubaidillah meriwayatkan dari Sa’ id ibnu Jubair kecuali dalam hadis ini.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Hujurat (49) Ayat 17

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dengan sanad yang hasan, yang bersumber dari ‘Abdullah bin Abi Aufa.
Diriwayatkan pula oleh al-Bazzar dari Sa’id bin Jubair yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Dan diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari al-Hasan, disebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada waktu fat-hu Makkah.
Bahwa sebagian bangsa Arab berkata: “Wahai Rasulullah.
Kami beriman dan tidak memerangi tuan, akan tetapi suku yang lain memerangi tuan.” Ayat ini (al-Hujurat: 17) turun melukiskan sifat-sifat orang yang merasa berjasa karena masuk Islam.

Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad yang bersumber dari Muhammad bin Ka’b al-Qurazhi bahwa pada tahun ke-9 Hihjriyah sepuluh orang dari Bani Asad menghadap Rasulullah ﷺ diantaranya terdapat Thulaihah bin Kuwailid.
Pada waktu itu Rasulullah ﷺ sedang berada di masjid bersama para shahabatnya.
Berkatalah juru bicara mereka: “Ya Rasulullah, kami percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Allah Yang Maha Tunggal, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan sesungguhnya tuan adalah Hamba dan utusan-Nya.
Kami datang menghadap tuan, walaupun tuan belum pernah mengirim utusan kepada kami, dan kami bertanggung jawab atas orang-orang yang ada di belakang kami.”
Ayat ini (al-Hujurat: 17) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan orang-orang yang merasa berjasa, dan karenanya mereka merasa berhak mendapat balas jasa.

Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur di dalam Kitab Sunan-nya, yang bersumber dari Sa’id bin Jubair bahwa segolongan orang Arab dari Bani Asad menghadap Nabi ﷺ sambil berkata: “Kami datang kepada tuan untuk masuk Islam.
Kami tidak pernah memerangi tuan.” Allah menurunkan ayat ini (al-Hujurat: 17), yang melukiskan adanya orang-orang yang menuntut balas jasa karena merasa berjasa telah masuk Islam.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Hujurat (الحجرات)
Surat Al Hujuraat terdiri atas 18 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Mujaadilah.

Dinamai “Al Hujuraat” (kamar-kamar), diambil dari perkataan “Al Hujuraat” yang terdapat pada ayat 4 surat ini.
Ayat tersebut mencela para sahabat yang memanggil Nabi Muhammad ﷺ yang sedang berada di dalam kamar rumahnya bersama isterinya.
Memanggil Nabi Muham­ mad ﷺ dengan cara dan dalam keadaan yang demikian menunjukkan sifat kurang hormat kepada beliau dan mengganggu ketenteraman beliau.

Keimanan:

Masuk Islam harus disempumakan dengan iman yang sebenar-benarnya.

Hukum:

Larangan mengambil keputusan yang menyimpang dari ketetapan Allah dan rasul­Nya
keharusan meneliti sesuatu perkhabaran yang disampaikan oleh orang yang fasik
kewajiban mengadakan islah antara orang muslim yang bersengketa karena orang-orang Islam itu bersaudara
kewajiban mengambil tindakan terhadap golongan kaum muslimin yang bertindak aniaya kepada golongan kaum muslimin yang lain
larangan mencaci, menghina dan sebagainya
larangan berburuk sangka
bergunjing dan memfitnah dan lain-lain.

Lain-lain:

Adah sopan santun berbicara dengan Rasulullah ﷺ
Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar satu sama lain kenal mengenal
setiap manusia sama pada sisi Allah, kelebihan hanya pada orang-orang yang bertakwa
sifat-sifat orang-orang yang sebenar-benamya beriman.

Ayat-ayat dalam Surah Al Hujurat (18 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hujurat (49) ayat 17 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hujurat (49) ayat 17 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hujurat (49) ayat 17 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hujurat - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 18 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 49:17
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hujurat.

Surah Al-Hujurat (bahasa Arab : سورة الحجرات ) adalah surah ke-49 dalam Al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah madaniyah, terdiri atas 18 ayat.
Dinamakan Al-Hujurat yang berarti Kamar-Kamar diambil dari perkataan Al-Hujurat yang terdapat pada ayat ke-4 surat ini.

Imam Bukhari dari lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Ibnu Juraij yang bersumber dari Ibnu Abu Mulaikah, bahwasanya Abdullah bin Zubair menceritakan kepadanya, bahwa pada suatu hari datang menghadap kepada Rasulullah ﷺ.
utusan atau delegasi dari Bani Tamim, Abu Bakar berkata,
"Jadikanlah Qa'qa' bin Ma'bad sebagai amir atas kaumnya." Umar mengusulkan "Tidak, tetapi jadikanlah Aqra' bin Habis sebagai amirnya." Abu Bakar berkata,
"Kamu tidak lain hanyalah ingin berselisih denganku." Umar menjawab, "Aku tidak bermaksud untuk berselisih denganmu." Akhirnya keduanya saling berbantah-bantahan sehingga suara mereka berdua makin keras karena saling berselisih.
Lalu turunlah berkenaan dengan peristiwa itu firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mendahului di hadapan Allah dan Rasul-Nya..." (Q.S.
Al Hujurat, 1) sampai dengan firman-Nya, "Dan kalau sekiranya mereka bersabar..." (Q.S.
Al Hujurat, 5).
Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis lainnya yang juga melalui Qatadah, bahwa para sahabat selalu mengeraskan suaranya kepada Rasulullah ﷺ.
bila berbicara dengannya, maka Allah subhanahu wa ta'ala.
segera menurunkan firman-Nya, "Janganlah kalian meninggikan suara kalian ..." (Q.S.
Hujurat 2).

Nomor Surah 49
Nama Surah Al Hujurat
Arab الحجرات
Arti Kamar-kamar
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 106
Juz Juz 26
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 18
Jumlah kata 353
Jumlah huruf 1533
Surah sebelumnya Surah Al-Fath
Surah selanjutnya Surah Qaf
4.6
Ratingmu: 4.6 (16 orang)
Sending







Pembahasan ▪ quran 49 17

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]muslim.id

Made with in Yogyakarta