QS. Al Hujurat (Kamar-kamar) – surah 49 ayat 10 [QS. 49:10]

اِنَّمَا الۡمُؤۡمِنُوۡنَ اِخۡوَۃٌ فَاَصۡلِحُوۡا بَیۡنَ اَخَوَیۡکُمۡ وَ اتَّقُوا اللّٰہَ لَعَلَّکُمۡ تُرۡحَمُوۡنَ
Innamaal mu’minuuna ikhwatun fa-ashlihuu baina akhawaikum waattaquullaha la’allakum turhamuun(a);

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.

―QS. 49:10
Topik ▪ Perumpamaan nafkah dan amal kebaikan
49:10, 49 10, 49-10, Al Hujurat 10, AlHujurat 10, Al-Hujurat 10
English Translation - Sahih International
The believers are but brothers, so make settlement between your brothers.
And fear Allah that you may receive mercy.
―QS. 49:10

 

Tafsir surah Al Hujurat (49) ayat 10

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hujurat (49) : 10. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa sesungguhnya orang-orang Mukmin semuanya bersaudara seperti hubungan persaudaraan antara nasab karena sama-sama menganut unsur keimanan yang sama dan kekal dalam surga.
Dalam sebuah hadis sahih diriwayatkan Muslim itu adalah saudara muslim yang lain, jangan berbuat aniaya dan jangan membiarkannya melakukan aniaya.
Orang yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah membantu kebutuhannya.
Orang yang melonggarkan satu kesulitan dari seorang muslim, maka Allah melonggarkan satu kesulitan di antara kesulitan-kesuliannya pada hari Kiamat.
Orang yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutupi kekurangannya pada hari Kiamat.
(Riwayat Bukhari dari ‘Abdullah bin ‘Umar)

Pada hadis sahih yang lain dinyatakan:
Apabila seorang muslim mendoakan saudaranya yang gaib, maka malaikat berkata,
“Amin, dan semoga kamu pun mendapat seperti itu.”
(Riwayat Muslim dan Abu ad-Darda’) Karena persaudaraan itu mendorong ke arah perdamaian, maka Allah menganjurkan agar terus diusahakan di antara saudara seagama seperti perdamaian di antara saudara seketurunan, supaya mereka tetap memelihara ketakwaan kepada Allah.
Mudah-mudahan mereka memperoleh rahmat dan ampunan Allah sebagai balasan terhadap usaha-usaha perdamaian dan ketakwaan mereka.
Dari ayat tersebut dapat dipahami perlu adanya kekuatan sebagai penengah untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai.