Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 88 [QS. 15:88]

لَا تَمُدَّنَّ عَیۡنَیۡکَ اِلٰی مَا مَتَّعۡنَا بِہٖۤ اَزۡوَاجًا مِّنۡہُمۡ وَ لَا تَحۡزَنۡ عَلَیۡہِمۡ وَ اخۡفِضۡ جَنَاحَکَ لِلۡمُؤۡمِنِیۡنَ
Laa tamuddanna ‘ainaika ila maa matta’naa bihi azwaajan minhum walaa tahzan ‘alaihim waakhfidh janaahaka lilmu’miniin(a);
Jangan sekali-kali engkau (Muhammad) tujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang kafir), dan jangan engkau bersedih hati terhadap mereka dan berendah hatilah engkau terhadap orang yang beriman.
―QS. Al Hijr [15]: 88

Daftar isi

Do not extend your eyes toward that by which We have given enjoyment to (certain) categories of the disbelievers, and do not grieve over them.
And lower your wing to the believers
― Chapter 15. Surah Al Hijr [verse 88]

لَا jangan

(Do) not
تَمُدَّنَّ kamu panjangkan/tunjukkan

extend
عَيْنَيْكَ kedua matamu/pandanganmu

your eyes
إِلَىٰ kepada

towards
مَا apa

what
مَتَّعْنَا Kami beri kesenangan

We have bestowed
بِهِۦٓ dengannya

with it
أَزْوَٰجًا pasangan/golongan

(to) categories
مِّنْهُمْ diantara mereka

of them
وَلَا dan jangan

and (do) not
تَحْزَنْ kamu sedih hati

grieve
عَلَيْهِمْ atas mereka

over them.
وَٱخْفِضْ dan rendahkanlah

And lower
جَنَاحَكَ sayapmu/dirimu

your wing
لِلْمُؤْمِنِينَ terhadap orang-orang yang beriman

to the believers.

Tafsir

Alquran

Surah Al Hijr
15:88

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 88. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat di atas diterangkan bahwa Allah ﷻ telah meng-anugerahikan sesuatu yang besar nilainya kepada orang-orang yang beriman, yaitu Surah al-Fatihah.
Pemberian itu berupa petunjuk ke jalan yang benar dan tidak dapat dinilai dengan harta berapa pun banyaknya.

Oleh karena itu, Allah ﷻ memperingatkan orang-orang yang beriman agar jangan merasa berkecil hati dan bersedih atas kesenangan duniawi yang telah diberikan Allah kepada orang-orang kafir.
Tidak pantas seseorang memalingkan perhatiannya dari sesuatu yang mulia dan tinggi nilainya kepada sesuatu yang kurang bernilai, apalagi jika kesenangan dunia itu diperoleh dengan cara yang tidak dibenarkan Allah.

Semua itu adalah kesenangan yang bersifat sementara, kemudian mereka akan dimasukkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
Ayat ini senada dengan firman Allah ﷻ yang melarang Rasul melihat kenikmatan yang diberikan kepada orang-orang kafir:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى

Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu.

Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal. (Tha Ha [20]: 131)


Allah ﷻ melarang Nabi Muhammad ﷺ bersedih hati terhadap orang kafir yang tidak mengindahkan seruannya.

Larangan Allah ini disebabkan karena Nabi ﷺ sangat mengharapkan agar seluruh manusia beriman dan mengharapkan agar orang-orang kafir tidak ditimpa siksa Allah di akhirat nanti karena keluasan rahmat-Nya.
Larangan Allah juga mengingatkan Nabi ﷺ bahwa tugasnya hanya menyampaikan agama Allah, bukan memaksa manusia untuk beriman.

Kemudian Allah memutuskan agar Nabi ﷺ berlaku lemah lembut dan mengatakan kepada orang-orang kafir bahwa mereka akan ditimpa azab Allah jika mereka terus-menerus dalam kekafiran dan kesesatan, sebagaimana yang telah ditimpakan kepada umat-umat sebelum mereka.

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 88. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Muhammad, janganlah kamu memandang kesenangan dunia yang telah Kami berikan kepada sebagian orang kafir, musyrik, Yahudi, Nasrani dan Majusi itu dengan pandangan iri dan ingin memiliki.
Yang Kami berikan kepada mereka itu adalah sangat kecil jika dibandingkan dengan kesempurnaan hubunganmu dengan Kami dan dengan Alquran yang telah kami berikan.


Kamu tidak perlu bersedih karena mereka tetap dalam kesalahan.
Bersikaplah rendah hati dan penyayang kepada orang-orang Mukmin yang menyertaimu, karena mereka adalah pembela kebenaran dan kaum yang dekat kepada Allah.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Janganlah kamu memandang dengan kedua matamu dan menginginkan kenikmatan dunia yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan kaum kafir, dan janganlah kamu bersedih hati terhadap kekafiran mereka, serta tawadhu’lah kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandangan matamu kepada berbagai macam kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan) maksudnya terhadap berbagai macam kemewahan hidup


(di antara mereka, dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka) jika mereka tidak beriman


(dan berendah dirilah kamu) bersikap lembutlah kamu


(terhadap orang-orang yang beriman.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman kepada Nabi-Nya, bahwa sebagaimana Kami berikan kepadamu Alquran yang agung, maka jangan sekali-kali kamu memandang kepada dunia dan perhiasannya serta kesenangan duniawi yang telah Kami berikan kepada mereka yang ahlinya, yaitu kesenangan yang fana, hal itu sebagai ujian buat mereka.
Maka janganlah kamu menginginkan apa yang ada pada mereka, janganlah pula kamu bersedih hati karena mereka bersikap mendustakan dan menentang agamamu.

dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang meng­ikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.
(QS. Asy-Syu’araa [26]: 215)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu).

Maksudnya, merasa cukuplah kamu dengan Alquran yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadamu, dan janganlah kamu menginginkan kesenangan duniawi dan kegemerlapannya yang fana yang diberikan kepada mereka (orang-orang kafir itu).
Berdasarkan makna ayat ini Ibnu Uyaynah mengartikan hadis sahih yang mengatakan:

Bukanlah termasuk golongan kami orang yang tidak melagukan bacaan Alquran.

Bahwa yang dimaksud dengan yataganna ialah tidak merasa cukup dengan Alquran dari yang lainnya.
Interpretasi ini memang sahih, tetapi bukanlah makna yang dimaksud dari hadis, seperti yang telah kami jelaskan dalam permulaan tafsir ini.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah diceritakan dari Waki’ ibnul Jarrah, bahwa telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ubaidah, dari Yazid ibnu Abdullah ibnu Qasit, dari Abu Rafi’ —sahabat Nabi ﷺ — yang mengatakan bahwa Nabi ﷺ menjamu sejumlah tamu, padahal Nabi ﷺ tidak mempunyai sesuatu yang akan disuguhkan kepada tamu-tamunya itu.
Maka beliau ﷺ mengirimkan seseorang kepada seorang Yahudi untuk menyampaikan,
"Muhammad, utusan Allah, berpesan kepadamu:
Berilah ia utang tepung gandum yang akan dibayar pada permulaan bulan Rajab."
Tetapi lelaki Yahudi itu menolaknya kecuali dengan jaminan.
Maka si utusan (perawi sendiri) kembali kepada Nabi ﷺ dan menceritakan kepadanya apa yang dikatakan oleh si Yahudi itu.
Maka Nabi ﷺ bersabda,
"Ingatlah, demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar kepercayaan semua orang yang ada di langit dan yang ada di bumi.
Dan jikalau dia memberiku utang atau menjualnya kepadaku, pasti aku akan membayarnya."
Setelah aku keluar dari sisi Nabi ﷺ, turunlah firman Allah subhanahu wa ta’ala :
Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia.
(QS. Thaa haa [20]: 131)
Seakan-akan Allah subhanahu wa ta’ala, menghiburnya dari perkara duniawi.


Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu.
Bahwa Allah subhanahu wa ta’ala, melarang seseorang mengharapkan apa yang menjadi milik temannya.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

…kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka.
Menurutnya, yang dimaksud dengan mereka adalah orang-orang kaya.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Hijr (15) Ayat 88

AZWAAJ
أَزْوَٰج

Lafaz ini adalah bentuk jamak dari az zawj.

Ibnu Faris berkata,
"Kata ini pada mulanya untuk membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain, antaranya adalah suami dan isteri.
la juga mengandung makna setiap satu ada bersamanya yang lain dari jenisnya, bentuk yang memiliki lawan baginya seperti, basah dan kering, lelaki dan perempuan, malam dan siang, pahit dan manis, isteri, sahabat.

Ar Razi berkata,
"Ia bermakna lawan dari seorang dan setiap dari keduanya dinamakan az zawj juga.
Oleh karena itu, dikatakan bagi dua adalah zawjan dan kedua-duanya adalah zawj

Al Qur’an tidak menyebut "ta marbutoh" untuk lafaz az zawjah (isteri).
Ar Raghib berkata,
"Tidak ada dalam Al Qur’an perkataan yang menyebut " wazawwajtuhaa huuzan sebagaimana yang dikatakan zawwajtuhu mra atan Hal ini adalah perkara yang perlu diperhatikan.
Hal ini tidak berlaku seperti biasanya antara kita dengan jalan pernikahan."

Kata azwaaj disebut 52 kali di dalam Al Qur’an yaitu pada surah:
Al Baqarah (2), ayat 25, 234, 240, 232, 240;
Ali Imran (3), ayat 15;
An Nisaa (4), ayat 12, 57;
• Al An’aam (6), ayat 139, 143;
At Taubah (9), ayat 24;
• Ar Ra’d (13), ayat 23, 38;.
Al Hijr (15), ayat 88;
An Nahl (16), ayat 72, 72;
Tha Ha (20), ayat 53, 131;
• Al Mu’minuun (23), ayat 6;
An Nuur (24), ayat 6;
Al Furqaan (25), ayat 74;
• Asy Syu’araa (26), ayat 166;
Ar Rum (30), ayat 21;
Al Ahzab (33), ayat 6, 14, 28, 37, 50, 50, 52, 53, 59;
Faathir (35), ayat 11;
Yaa Siin (36), ayat 36, 56;
• Ash Shaffaat (37), ayat 22;
Shad (38), ayat 58;
Az Zumar (39), ayat 6;
• Al Mu’min (40), ayat 8;
Asy Syuura (42), ayat 11, 11;
• Az Zuhkruf (43), ayat 12, 70;
• Al Waaqi’ah (56), ayat 7;
Al Mumtahanah (60), ayat 11, 11;
• At Taghaabun (64), ayat 14;
At Tahrim (66), ayat 1, 3, 5;
• Al Ma’aarij (70), ayat 30;
An Naba‘ (78), ayat 8.

Lafaz azwaaj di dalam Al Qur’an mencakup makna yang berbeda-beda, bersesuaian dengan kaitan dan hubungan perkara yang dibincangkan, antaranya adalah:

Pertama, ia bermakna bidadari-bidadari seperti dalam surah Al Baqarah, ayat 15.
Dalam tafsir Safwah At Tafasir, lafaz azwaaj bermakna wanita-wanita dari bidadari-bidadari yang suci dari kotoran dan najis yang hissi (nampak) dan manawi (dari segi kejiwaan), haid, nifas dan sebagainya.

Kedua, ia bermakna jenis atau macam sebagaimana makna dari surah Tha Ha, ayat 53; Al An’aam, ayat 143 dan Az Zumar, ayat 6.
Al Fayruz Abadi berkata,
"Makna azwaaj dalam surah Tha Ha ialah bermacam-macam tumbuhan yang sama, berbagai warna, di mana setiap warna terdapat yang sama.
Begitu juga dengan tafsirannya dalam surah Al An’aam, yang bermakna delapan jenis hewan.

Ketiga, ia bermakna sahabat atau teman seperti penafsirannya dalam surah As Saffat, ayat 22 dan Tha Ha, ayat 131.
Pada surah Ash Shaffaat, Ibnu Katsir berkata,
"Ia bermakna sahabat-sahabat mereka sebagaimana yang diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsawri dari Samma’, dari Nu’man, dari Umar bin Khattab.

An Nu’man bin Basyir berkata,
"Makna azwaaj di sini ialah yang serupa dan sama seperti mereka."

Syarik meriwayatkan dari Samma’ dari Nu’man, beliau berkata,
"Aku mendengar Umar bin Khattab berkata,
makna azwaaj ialah asybahahum (yang serupa dengan mereka), yaitu datang orang yang berbuat zina bersama orang yang berbuat zina, dan orang yang melakukan riba bersama dengan orang yang melakukan riba, dan orang yang meminum arak dengan orang yang meminum arak pula."

Begitu juga dengan makna azwaaj dalam surah Tha Ha.
Allah mengabarkan kepada rasul Nya supaya jangan melihat orang yang berada dalam kemewahan dan yang sama dengan mereka yang diberikan kepada mereka kemewahan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:94-95

Unsur Pokok Surah Al Hijr (الحجر)

Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta’ala, karena mendustakan Nabi Shalehalaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luthalaihis salam dan kaum Syu’aib ‘alaihis salam.

Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasulrasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

▪ Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah.
▪ Allah menjamin kemurnian Alquran sepanjang masa.
▪ Syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya.
Alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan.
▪ Kadar rezeki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah.
▪ Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan.
▪ Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar.
▪ Manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

▪ Larangan melakukan homosexual.
▪ Kewajiban melakukan ibadah selama hidup.
▪ Larangan menginginkan harta orang kafir.
▪ Perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan dakwah agama secara terang-terangan.
▪ Larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

▪ Nabi Ibrahim `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Nabi Luth `alaihis salam dengan kaumnya
▪ Kaum Syu’aib dan kaum Shaleh `alaihis salam (Tsamud).

Lain-lain:

▪ Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah.
▪ Kejadian alam dan isinya mengandung hikmah.
▪ Angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan.
▪ Asal kejadian Adam`alaihis salam.

Audio

QS. Al-Hijr (15) : 1-99 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 99 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Hijr (15) : 1-99 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 99

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hijr ayat 88 - Gambar 1 Surah Al Hijr ayat 88 - Gambar 2
Statistik QS. 15:88
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hijr.

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, “Al-Hijr”) adalah surah ke-15 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu’aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah 15
Nama Surah Al Hijr
Arab الحجر
Arti Gunung Al Hijr
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 54
Juz Juz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 99
Jumlah kata 658
Jumlah huruf 2881
Surah sebelumnya Surah Ibrahim
Surah selanjutnya Surah An-Nahl
Sending
User Review
4.3 (21 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

15:88, 15 88, 15-88, Surah Al Hijr 88, Tafsir surat AlHijr 88, Quran Al-Hijr 88, Surah Al Hijr ayat 88

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al Hijr

۞ QS. 15:2 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 15:3 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 15:4 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 15:5 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 15:8 • Tugas-tugas malaikat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 15:9 Al Qur’an terpelihara dari penyelewengan

۞ QS. 15:11 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 15:12 • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 15:13 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 15:14 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 15:15 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 15:16 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 15:17 • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 15:18 • Pahala jin dan balasannya • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 15:19 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 15:20 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 15:21 • Segala sesuatu milik Allah • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 15:22 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 15:23 Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Al Warits (Yang mewariskan alam) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 15:24 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 15:25 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan •

۞ QS. 15:26 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 15:27 • Kekuasaan Allah • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 15:28 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 15:31 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 15:32 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 15:33 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 15:36 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 15:39 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 15:40 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 15:41 • Allah menepati janji

۞ QS. 15:42 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Menjaga diri dari syetan • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 15:43 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 15:44 • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 15:45 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 15:46 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Tugas-tugas malaikat • Memasuki surga • Sifat ahli surga

۞ QS. 15:47 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 15:48 • Pahala iman • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga •

۞ QS. 15:49 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 15:50 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 15:52 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 15:53 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 15:54 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 15:55 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 15:56 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 15:57 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 15:58 • Tugas-tugas malaikat • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 15:59 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 15:60 • Azab orang kafir

۞ QS. 15:61 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 15:62 • Sifat-sifat malaikat

۞ QS. 15:63 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 15:64 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 15:65 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 15:66 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 15:73 • Tugas-tugas malaikat • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 15:74 • Tugas-tugas malaikat • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 15:79 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 15:80 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 15:81 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 15:83 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 15:84 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 15:85 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 15:86 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 15:91 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 15:92 Ar Rabb (Tuhan) • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 15:93 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 15:96 Syirik adalah dosa terbesar • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 15:98 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 15:99 Ar Rabb (Tuhan) • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Kewajiban hamba pada Allah

Ayat Pilihan

Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar,
tidak berterima kasih kepada Tuhannya.
dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,
dan sesungguhnya dia (manusia) sangat kikir karena cintanya kepada harta
QS. Al-‘Adiyat [100]: 6-8

Dia jadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.
Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah,
Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan.
Tidak ada Tuhan selain Dia, maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?
QS. Az-Zumar [39]: 6

Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia & jin.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. Ar-Rahman [55]: 31-32

Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu,
mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
QS. Al-Isra’ [17]: 79

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang ...

Benar! Kurang tepat!

Arti fana adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #1
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #1 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #1 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Kamus

Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi

Siapa itu Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi?
Nama Dan Nasabnya
Beliau adalah Muhammad bin Ka’ab bin Salim Al-Quradhi Al-Madani. Beliau dinisbatkan kepada suku Quraidhah sebuah suku yang terkenal d...

Kaum Tsamud

Siapa itu Kaum Tsamud? Kaum Tsamūd (bahasa Arab: ثمود) adalah suku kuno Arabia yang diperkirakan hidup sekitar millenium pertama Sebelum Masehi dan dekat dengan waktu kenabian Muhammad. Mereka di...

Anas bin Malik

Siapa itu Anas bin Malik? Anas bin Malik bin Nadar al-Khazraj (Arab:العربية) – lahir: 612-wafat:709/712) – adalah Sahabat Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wasallam. Biografi Anas bi...