QS. Al Hasyr (Pengusiran) – surah 59 ayat 8 [QS. 59:8]

لِلۡفُقَرَآءِ الۡمُہٰجِرِیۡنَ الَّذِیۡنَ اُخۡرِجُوۡا مِنۡ دِیَارِہِمۡ وَ اَمۡوَالِہِمۡ یَبۡتَغُوۡنَ فَضۡلًا مِّنَ اللّٰہِ وَ رِضۡوَانًا وَّ یَنۡصُرُوۡنَ اللّٰہَ وَ رَسُوۡلَہٗ ؕ اُولٰٓئِکَ ہُمُ الصّٰدِقُوۡنَ ۚ
Lilfuqaraa-il muhaajiriinal-ladziina ukhrijuu min diiirihim wa-amwaalihim yabtaghuuna fadhlaa minallahi waridhwaanan wayanshuruunallaha warasuulahu uula-ika humush-shaadiquun(a);

(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya.
Mereka itulah orang-orang yang benar.
―QS. 59:8
Topik ▪ Iman ▪ Perbedaan tingkat amal kebaikan ▪ Pahala Iman
59:8, 59 8, 59-8, Al Hasyr 8, AlHasyr 8, Al-Hashr 8, AlHashr 8, Al Hashr8, Al-Hasyr 8

Tafsir surah Al Hasyr (59) ayat 8

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hasyr (59) : 8. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa orang yang berhak memperoleh pembagian harta fai’ dalam ayat 7 di atas, adalah orang-orang Muhajirin karena mereka dianggap kerabat Rasulullah ﷺ Mereka sebagai Muhajirin telah datang ke Medinah mengikuti Rasulullah ﷺ berhijrah dengan meninggalkan kampung halaman, sanak keluarga, harta benda, dan handai tolan yang biasa membantu mereka.
Di Medinah mereka hidup dalam keadaan miskin, tetapi mereka adalah pembela Rasul dan pejuang di jalan Allah.
Seakan-akan dengan ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar memperhatikan mereka dengan menyerahkan sebagian fai’ ini untuk mereka.
Kemudian Allah menerangkan sifat-sifat orang-orang Muhajirin itu sebagai berikut:

1.
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka menunjukkan ketaatan mereka hanya kepada Allah saja dengan mengorbankan semua yang mereka miliki hanya untuk mencari keridaan-Nya.
2.
Orang-orang yang rela meninggalkan rumah dan harta bendanya untuk melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.
3.
Orang-orang yang berani mengorbankan jiwa dan raganya untuk membela Allah dan Rasul-Nya.

Diriwayatkan bahwa kemiskinan dan penderitaan orang-orang Muhajirin sedemikian rupa sehingga ada yang mengikatkan tali ke perut mereka untuk mengurangi rasa lapar.
Namun demikian, mereka tidak menampakkan kemiskinan dan penderitaan mereka kepada orang lain.
Pada ayat yang lain, Allah memerintahkan kaum Muslimin agar memberi nafkah kepada mereka, di samping juga menyebutkan sifat-sifat mereka:

(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah, sehingga dia tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta).
Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain.
Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui.

(Q.S. Al-Baqarah [2]: 273)

Oleh karena itu, Allah menyediakan pahala yang besar untuk mereka sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadis Nabi ﷺ:

Rasulullah ﷺ bersabda, “Berilah kabar gembira wahai kaum Muhajirin yang miskin dengan cahaya yang sempurna di hari Kiamat.
Kalian masuk surga lebih dahulu setengah hari sebelum orang-orang kaya.
Setengah hari (pada hari Kiamat) adalah selama lima ratus tahun (masa di dunia).”
(Riwayat Abu Dawud dari Sa’id al-Khudri)

Orang yang memiliki sifat dan keadaan seperti orang Muhajirin itu ada sepanjang masa selama ada perjuangan menegakkan agama Allah.
Oleh karena itu, perintah dalam ayat ini berlaku juga bagi kaum Muslimin saat ini dan kaum Muslimin di masa yang akan datang.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Harta fay’ itu juga diberikan kepada kaum Muhajirin papa yang diusir dari kampung halaman dan harta benda mereka, yang mengharapkan tambahan harta dan perkenan Allah, dan yang menolong Allah dengan jiwa dan harta mereka.
Mereka itu adalah orang-orang Mukmin sejati.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Terhadap orang-orang fakir) bertaalluq kepada lafal yang tidak disebutkan, lengkapnya:

Takjublah kalian terhadap orang-orang fakir (yang berhijrah, yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka karena mencari karunia dari Allah dan keridaan-Nya dan mereka menolong agama, Allah dan Rasul-Nya.

Mereka itulah orang-orang yang benar) dalam keimanannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan keadaan orang-orang fakir yang berhak untuk mendapatkan harta fai, bahwa mereka adalah:

Muhajirin yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridaan-(Nya).
(Q.S. Al-Hasyr [59]: 8)

Yakni mereka tinggalkan kampung halaman mereka dan menentang kaum mereka demi meraih rida Allah dan ampunan-Nya.

dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya.
Mereka itulah orang-orang yang benar.
(Q.S. Al-Hasyr [59]: 8)

Yaitu merekalah orang-orang yang ucapan mereka bersesuaian dengan perbuatannya, mereka adalah para pemimpin kaum Muhajirin.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Hasyr (59) Ayat 8

DIYAAR
لدِّيَار

Lafaz diyaar adalah jamak dari ad daar mencakup arti tempat yang di dalam­nya bangunan dan halaman, rumah, negeri, suku dan nama untuk kota nabi Muhammad.

Al Fairuz berkata,
Ad Daar juga digunakan makna dunia dan akhirat dengan ungkapan Daar ad dunya dan Daar al aakhirah, Daar as salaam maknanya syurga dan Daar al bawaar maksudnya neraka”

Lafaz diyaar disebut secara bersendirian sebanyak satu kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Israa (17), ayat 5.

Disebut empat kali dan disambungkan dengan dhamir kum yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 84;
-An Nisaa (4), ayat 66;
-Al­ Mumtahanah (60), ayat 8 dan 9.

Sekali pula disambungkan dengan dhamir na yaitu dalam surah Al Baqarah (2), ayat 246.

Sepuluh kali disambungkan dengan dhamir hum yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 85, 243;
-Ali Imran (3), ayat 195;
-Al Anfaal (8), ayat 47;
-Hud (11), ayat 67, 94;
-Al Hajj (22), ayat 40;
-Al Ahzab (33), ayat 27;
-Al Hasyr (59), ayat 2 dan 8.

At Tabari berkata,
“Ia bermakna masaakin atau rumah-rumah tempat tinggal mak­sudnya mereka bolak-balik diantara negeri dan rumah mereka.

Dalam Tafsir Al Jami’ Li Ahkam Al Qur’an, Al Qurtubi menukilkan dari At Tabari dimana mereka me­ngelilingi antara negeri-negeri untuk mencari dan membunuh mereka yang selalu pergi dan datang.

Ibnu Abbas berkata,
“Mereka berjalan dan pulang pergi diantara negeri­-negeri dan rumah-rumah.”

Al Farra’ ber­kata, “Mereka membunuh mereka diantara rumah-rumah mereka.

Kesimpulannya diyaar bermakna negeri-negeri atau rumah-rumah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:229-230

Informasi Surah Al Hasyr (الحشر)
Surat Al Hasyr terdiri atas 24 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Bayyinah.

Dinamai surat ini “Al Hasyr” (pengusiran) diambil dari perkataan “Al Hasyr ” yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Keimanan:

Apa yang berada di langit dan di bumi semuanya bertasbih memuji Allah
Allah pasti mengalahkan musuh-Nya dan musuh-musuh Rasul-Nya
Allah mempunyai Al Asmaa-ul Husna
keagungan Al Qur’an dan ketinggian martabatnya.

Hukum:

Cara pembahagian harta fai-i
perintah bertakwa dan menyiapkan diri untuk kehidupan ukhrawi.

Lain-lain:

Beberapa sifat orang-orang munafik dan orang-orang ahli kitab yang tercela
peringatan-peringatan untuk kaum muslimin.

Ayat-ayat dalam Surah Al Hasyr (24 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hasyr (59) ayat 8 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hasyr (59) ayat 8 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hasyr (59) ayat 8 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hasyr - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 24 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 59:8
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hasyr.

Surah Al-Hasyr (Arab: الحشر , "Pengusiran") adalah surah ke-59 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 24 ayat.
Dinamakan Al Hasyr yang berarti pengusiran diambil dari perkataan Al Hasyr yang terdapat pada ayat ke-2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Nomor Surah 59
Nama Surah Al Hasyr
Arab الحشر
Arti Pengusiran
Nama lain Bani Nadhir
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 101
Juz Juz 28
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 24
Jumlah kata 448
Jumlah huruf 971
Surah sebelumnya Surah Al-Mujadilah
Surah selanjutnya Surah Al-Mumtahanah
4.7
Ratingmu: 4.7 (27 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/59-8









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta