Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Hasyr (Pengusiran) - surah 59 ayat 3 [QS. 59:3]

وَ لَوۡ لَاۤ اَنۡ کَتَبَ اللّٰہُ عَلَیۡہِمُ الۡجَلَآءَ لَعَذَّبَہُمۡ فِی الدُّنۡیَا ؕ وَ لَہُمۡ فِی الۡاٰخِرَۃِ عَذَابُ النَّارِ
Walaulaa an kataballahu ‘alaihimul jalaa-a la’adz-dzabahum fiiddunyaa walahum fii-aakhirati ‘adzaabunnaar(i);
Dan sekiranya tidak karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, pasti Allah mengazab mereka di dunia.
Dan di akhirat mereka akan mendapat azab neraka.

―QS. Al Hasyr [59]: 3

Daftar isi

And if not that Allah had decreed for them evacuation, He would have punished them in (this) world, and for them in the Hereafter is the punishment of the Fire.
― Chapter 59. Surah Al Hasyr [verse 3]

وَلَوْلَآ dan jika tidak

And if not
أَن bahwa

[that]
كَتَبَ telah menetapkan

(had) decreed
ٱللَّهُ Allah

Allah
عَلَيْهِمُ atas mereka

for them
ٱلْجَلَآءَ pengusiran

the exile,
لَعَذَّبَهُمْ pasti (Allah) mengazab mereka

certainly He (would) have punished them
فِى pada

in
ٱلدُّنْيَا dunia

the world,
وَلَهُمْ dan mereka

and for them
فِى pada

in
ٱلْءَاخِرَةِ akhirat

the Hereafter
عَذَابُ azab

(is) a punishment
ٱلنَّارِ neraka

(of) the Fire.

Tafsir Quran

Surah Al Hasyr
59:3

Tafsir QS. Al-Hasyr (59) : 3. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa hukuman mati bagi pemimpin mereka dan hukuman pengusiran itu adalah hukuman yang sebanding dengan kejahatan yang telah mereka lakukan.
Sebenarnya hukuman itu masih lebih ringan jika dibandingkan dengan hukuman yang diberikan kepada orang-orang musyrik di Perang Badar, lebih ringan dari hukuman yang diberikan kepada suku Bani Quraidhah.

Apalagi dibanding dengan hukuman-hukuman yang ditimpakan Allah kepada umat-umat yang lalu.

Tafsir QS. Al Hasyr (59) : 3. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Seandainya saja Allah belum menetapkan ketenentuan untuk mengusir mereka dengan cara yang tidak menyenangkan itu, niscaya Dia menyiksa mereka di dunia ini dengan cara yang lebih kejam daripada pengusiran itu.
Di akhirat kelak mereka akan mendapatkan siksa neraka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Seandainya bukan karena Allah telah menetapkan mereka keluar dari rumah-rumah mereka, niscaya Dia benar-benar menyiksa mereka di dunia dengan dibunuh dan ditawan, sedangkan di akhirat mereka akan mendapatkan siksa.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan jika tidaklah karena Allah telah menetapkan) telah memastikan


(pengusiran terhadap mereka) yakni dikeluarkan dari kampung halamannya


(benar-benar Allah mengazab mereka di dunia) dengan dibunuh dan ditawan, sebagaimana yang telah dilakukan-Nya terhadap orang-orang Yahudi Bani Quraizhah.


(Dan bagi mereka di akhirat azab neraka).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan jikalau tidaklah karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, benar-benar Allah mengazab mereka di dunia.
(QS. Al-Hasyr [59]: 3)

Yakni seandainya Allah tidak menetapkan bagi mereka pengusiran itu, yang mengakibatkan mereka terusir meninggalkan kampung halaman dan harta benda mereka, tentulah bagi mereka di sisi Allah ada azab lainnya, misalnya dibunuh dan ditawan dan lain sebagainya.
Demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh Az-Zuhri dari Urwah, As-Saddi, dan Ibnu Zaid.
Karena sesungguhnya Allah telah memastikan atas mereka bahwa Dia akan mengazab mereka di dunia ini di samping azab yang telah disediakan bagi mereka di hari akhirat, yaitu dimasukkan ke dalam neraka Jahanam.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Saleh juru tulis Al-Lais, telah menceritakan kepadaku Al-Lais, dari Aqil, dari Ibnu Syihab yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Urwah ibnuz Zubair yang mengatakan bahwa kemudian meletuslah perang Bani Nadir.
Bani Nadir adalah segolongan orang-orang Yahudi;
perang ini meletus setelah enam bulan Perang Badar.
Rumah mereka berada di suatu kawasan pinggiran kota Madinah, lalu Rasulullah ﷺ mengepung mereka hingga memaksa mereka memilih bersedia diusir dan hendaknya mereka diperbolehkan membawa harta benda dan barang-barang yang dapat dibawa oleh unta mereka, terkecuali senjata-senjata mereka.
Maka Rasulullah ﷺ mengusir mereka ke arah negeri Syam.
Mengenai pengusiran ini telah disebutkan di dalam berbagai ayat dari kitab Taurat dan telah ditetapkan atas diri mereka.
Dan Bani Nadir ini merupakan keturunan Bani Israil yang belum pernah mengalami pengusiran, sebelum Rasulullah ﷺ menguasai mereka.
Berkenaan dengan merekalah ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya:
Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan di bumi.
(QS. Al-Hasyr [59]: 1)
sampai dengan firman-Nya:
dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kapada orang-orang fasik.
(QS. Al-Hasyr [59]: 5)

Ikrimah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan al-jala ialah pembunuhan, dan menurut riwayat lain yang bersumberkan darinya disebutkan pelenyapan.


Qatadah mengatakan bahwa al-jala artinya keluarnya manusia dari suatu negeri ke negeri lain.
Ad-Dahhak mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ mengusir mereka ke negeri Syam dan memberikan kepada setiap tiga orang dari mereka seekor unta dan air minumnya;
inilah pengertian al-jala.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Baihaqi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdullah Al-Hafiz, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Kamil Al-Qadi, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Sa’id Al-Aufi, telah menceritakan kepadaku ayahku dari pamanku, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari kakekku, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Nabi ﷺ mengepung mereka (Bani Nadir) hingga keadaan mereka benar-benar sangat kritis.
Akhirnya mereka memberikan kepada Nabi ﷺ apa yang beliau kehendaki dari mereka, dan Nabi ﷺ mengadakan perjanjian dengan mereka bahwa beliau ﷺ bersedia melindungi darah mereka, tetapi mereka harus keluar dari kampung halaman mereka dan dari tanah tempat tinggal mereka menuju ke tempat yang ditetapkan olehnya kepada mereka.
Yaitu ke Azri’at di negeri Syam, dan Nabi ﷺ memberikan kepada tiap-tiap tiga orang dari mereka seekor unta dan bekal air minum.
Pengertian al-jala ialah mengusir mereka dari tanah mereka ke tanah yang lain (negeri lain).

Telah diriwayatkan pula olehnya melalui hadis Ya’qub ibnu Muhammad Az-Zuhri, dari Ibrahim ibnu Ja’far, dari Mahmud ibnu Maslamah, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Muhammad ibnu Maslamah, bahwa Rasulullah ﷺ mengutusnya kepada Bani Nadir untuk menyampaikan pesannya kepada mereka bahwa mereka diberi masa tangguh selama tiga hari untuk pergi dari tanah mereka.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan bagi mereka di akhirat azab neraka.
(QS. Al-Hasyr [59]: 3)

Yakni sebagai kepastian yang harus dan tidak boleh tidak bagi mereka.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Hasyr (59) Ayat 3

JALAA
جَلَآء

Arti lafaz jalaa’ ialah meninggalkan satu tempat dan pergi menetap di tempat lain.
Imam Asy Syaukani membuat perbedaan penggunaan kata jalaa’ dan kata ikhraaj meskipun keduanya mempunyai arti menjauh atau terusir dari satu tempat, namun jalaa’ dilakukan dengan keluarga dan anak anak atau dilakukan secara berkumpulan.
Sedangkan ikhraaj kadang-kadang dilakukan tanpa keluarga dan anak-anak sehingga mereka tetap berada di rumah.
Ikhraaj kadang-kadang dilakukan berseorangan dan kadang-kadang berkumpulan.
Sehingga dapat disimpulkan kata ikhraaj lebih umum daripada kata jalaa’.

Kata jalaa’ disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Hasyr (59), ayat 3. Ayat ini berada dalam rangkaian ayat yang menceritakan tentang pengusiran Ahli Kitab dari Madinah untuk pertama kalinya yaitu pada tahun keempat Hijriyah.
Orang Yahudi yang diusir itu adalah dari Bani Nadir karena mereka mengkhianati perjanjian tidak memerangi Nabi Muhammad, malah mereka bekerjasama dengan kaum musyrikin Makkah untuk menyerang kaum muslimin.
Pada peristiwa itu, Nabi Muhammad dan pasukan muslimin mengepung benteng-benteng Bani Nadir yang kokoh selama enam hari.
Bani Nadir percaya benteng-benteng mereka tidak akan dapat ditembusi dan di robohkan oleh kaum muslimin.

Di sisi lain, kaum muslimin juga tidak menyangka Bani Nadir akan menyerah.
Namun, Allah menurunkan rasa takut ke dalam hati Bani Nadir sehingga mereka tidak tahan berada dalam kepungan dan akhirnya bersedia meninggalkan Madinah dengan penuh kehinaan.
Sebahagian mereka pergi ke Syam dan sebahagian lagi pergi ke Khaibar.
Dalam ayat ini, Allah menjelaskan sekiranya mereka tidak keluar jalaa’ dari Madinah dengan keadaan hina dan cara yang demikian, maka di dunia ini mereka akan merasakan siksa berupa kematian dan menjadi tawanan perang seperti yang terjadi pada Bani Quraizah yang mengkhianati perjanjian dengan nabi.
Meskipun mereka terhindar dari azab di dunia, tetapi azab neraka tetap menanti mereka di akhirat.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:137-138

Unsur Pokok Surah Al Hasyr (الحشر)

Surat Al-Hasyr terdiri atas 24 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Bayyinah.

Dinamai surat ini "Al Hasyr" (pengusiran) diambil dari perkataan "Al Hasyr " yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Keimanan:

▪ Apa yang berada di langit dan di bumi semuanya bertasbih memuji Allah.
▪ Allah pasti mengalahkan musuh-Nya dan musuh-musuh Rasul-Nya.
▪ Allah mempunyai Al Asmaa-ul Husna.
▪ Keagungan Alquran dan ketinggian martabatnya.

Hukum:

▪ Cara pembagian harta fai’.
▪ Perintah bertakwa dan menyiapkan diri untuk kehidupan ukhrawi.

Lain-lain:

▪ Beberapa sifat orang-orang munafik dan orang-orang ahli kitab yang tercela.
▪ Peringatan-peringatan untuk kaum muslimin.

Audio Murottal

QS. Al-Hasyr (59) : 1-24 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 24 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Hasyr (59) : 1-24 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 24

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hasyr ayat 3 - Gambar 1 Surah Al Hasyr ayat 3 - Gambar 2
Statistik QS. 59:3
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hasyr.

Surah Al-Hasyr (Arab: الحشر , “Pengusiran”) adalah surah ke-59 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 24 ayat.
Dinamakan Al Hasyr yang berarti pengusiran diambil dari perkataan Al Hasyr yang terdapat pada ayat ke-2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Nomor Surah 59
Nama Surah Al Hasyr
Arab الحشر
Arti Pengusiran
Nama lain Bani Nadhir
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 101
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 24
Jumlah kata 448
Jumlah huruf 971
Surah sebelumnya Surah Al-Mujadilah
Surah selanjutnya Surah Al-Mumtahanah
Sending
User Review
4.2 (12 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

59:3, 59 3, 59-3, Surah Al Hasyr 3, Tafsir surat AlHasyr 3, Quran Al-Hashr 3, AlHashr 3, Al Hashr3, Al-Hasyr 3, Surah Al Hasyr ayat 3

Video Surah

59:3


More Videos

Kandungan Surah Al Hasyr

۞ QS. 59:1 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 59:2 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Azab orang kafir

۞ QS. 59:3 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 59:4 • Siksaan Allah sangat pedih • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 59:5 • Azab orang kafir

۞ QS. 59:6 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 59:7 • Siksaan Allah sangat pedih • Maksiat dan dosa

۞ QS. 59:8 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 59:10 Ar Rabb (Tuhan) • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Berdoa untuk mayit • Memohon ampun

۞ QS. 59:11 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 59:12 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 59:13 • Kebodohan orang kafir • Sifat orang munafik

۞ QS. 59:15 • Azab orang kafir

۞ QS. 59:16 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 59:17 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Pahala jin dan balasannya • Siksa orang kafir

۞ QS. 59:18 • Al Khabir (Maha Waspada) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 59:19 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 59:20 • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 59:22 Tauhid Uluhiyyah • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Rahman (Maha Pengasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 59:23 Tauhid Uluhiyyah • Kesombongan hak Allah semata • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Jabbar (Maha Pemaksa) • Al Salam (Maha Penyelamat)

۞ QS. 59:24 • Berdoa dengan Asma’ul Husna • Al Bari’ (Maha Pencipta) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Khaliq (Maha Pencipta) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

Ayat Pilihan

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin,
maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa & kesalahan.
QS. Al-Jinn [72]: 6

,,,
janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu,
sedang kamu mengetahui.
Dan ketahuilah,
bahwa hartamu & anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan & sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.
QS. Al-Anfal [8]: 27-28

Ya Tuhan kami,
janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir.
Dan ampunilah kami ya Tuhan kami.
Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
QS. Al-Mumtahanah [60]: 5

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Correct! Wrong!

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Kamus Istilah Islam

kiai

Apa itu kiai? ki.ai sebutan bagi alim ulama ; kiai Haji Wahid Hasyim; alim ulama; para kiai ikut terjun ke kancah peperangan sewaktu melawan penjajah; sebutan bagi guru ilmu gaib ; khabarnya Pak k...

Urwah bin az-Zubair

Siapa itu Urwah bin az-Zubair? Urwah bin az-Zubair adalah salah satu dari Tujuh Fuqaha Madinah, yaitu sebutan untuk sekelompok ahli fiqih dari generasi tabi’in yang merupakan para tokoh utama i...

girah

Apa itu girah? gi.rah cemburu terhadap musuh agama dan sebagainya; ia berpandangan tajam, jernih, fanatik, dan girah terhadap keselamatan dakwah pohon, Ellipeia nervosa … •