Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Hasyr (Pengusiran) – surah 59 ayat 3 [QS. 59:3]

وَ لَوۡ لَاۤ اَنۡ کَتَبَ اللّٰہُ عَلَیۡہِمُ الۡجَلَآءَ لَعَذَّبَہُمۡ فِی الدُّنۡیَا ؕ وَ لَہُمۡ فِی الۡاٰخِرَۃِ عَذَابُ النَّارِ
Walaulaa an kataballahu ‘alaihimul jalaa-a la’adz-dzabahum fiiddunyaa walahum fii-aakhirati ‘adzaabunnaar(i);
Dan sekiranya tidak karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, pasti Allah mengazab mereka di dunia.
Dan di akhirat mereka akan mendapat azab neraka.

―QS. Al Hasyr [59]: 3

And if not that Allah had decreed for them evacuation, He would have punished them in (this) world, and for them in the Hereafter is the punishment of the Fire.
― Chapter 59. Surah Al Hasyr [verse 3]

وَلَوْلَآ dan jika tidak

And if not
أَن bahwa

[that]
كَتَبَ telah menetapkan

(had) decreed
ٱللَّهُ Allah

Allah
عَلَيْهِمُ atas mereka

for them
ٱلْجَلَآءَ pengusiran

the exile,
لَعَذَّبَهُمْ pasti (Allah) mengazab mereka

certainly He (would) have punished them
فِى pada

in
ٱلدُّنْيَا dunia

the world,
وَلَهُمْ dan mereka

and for them
فِى pada

in
ٱلْءَاخِرَةِ akhirat

the Hereafter
عَذَابُ azab

(is) a punishment
ٱلنَّارِ neraka

(of) the Fire.

Tafsir

Alquran

Surah Al Hasyr
59:3

Tafsir QS. Al Hasyr (59) : 3. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa hukuman mati bagi pemimpin mereka dan hukuman pengusiran itu adalah hukuman yang sebanding dengan kejahatan yang telah mereka lakukan.
Sebenarnya hukuman itu masih lebih ringan jika dibandingkan dengan hukuman yang diberikan kepada orang-orang musyrik di Perang Badar, lebih ringan dari hukuman yang diberikan kepada suku Bani Quraidhah.

Apalagi dibanding dengan hukuman-hukuman yang ditimpakan Allah kepada umat-umat yang lalu.

Tafsir QS. Al Hasyr (59) : 3. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Seandainya saja Allah belum menetapkan ketenentuan untuk mengusir mereka dengan cara yang tidak menyenangkan itu, niscaya Dia menyiksa mereka di dunia ini dengan cara yang lebih kejam daripada pengusiran itu.
Di akhirat kelak mereka akan mendapatkan siksa neraka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Seandainya bukan karena Allah telah menetapkan mereka keluar dari rumah-rumah mereka, niscaya Dia benar-benar menyiksa mereka di dunia dengan dibunuh dan ditawan, sedangkan di akhirat mereka akan mendapatkan siksa.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan jika tidaklah karena Allah telah menetapkan) telah memastikan


(pengusiran terhadap mereka) yakni dikeluarkan dari kampung halamannya


(benar-benar Allah mengazab mereka di dunia) dengan dibunuh dan ditawan, sebagaimana yang telah dilakukan-Nya terhadap orang-orang Yahudi Bani Quraizhah.


(Dan bagi mereka di akhirat azab neraka).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan jikalau tidaklah karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, benar-benar Allah mengazab mereka di dunia.
(QS. Al-Hasyr [59]: 3)

Yakni seandainya Allah tidak menetapkan bagi mereka pengusiran itu, yang mengakibatkan mereka terusir meninggalkan kampung halaman dan harta benda mereka, tentulah bagi mereka di sisi Allah ada azab lainnya, misalnya dibunuh dan ditawan dan lain sebagainya.
Demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh Az-Zuhri dari Urwah, As-Saddi, dan Ibnu Zaid.
Karena sesungguhnya Allah telah memastikan atas mereka bahwa Dia akan mengazab mereka di dunia ini di samping azab yang telah disediakan bagi mereka di hari akhirat, yaitu dimasukkan ke dalam neraka Jahanam.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Saleh juru tulis Al-Lais, telah menceritakan kepadaku Al-Lais, dari Aqil, dari Ibnu Syihab yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Urwah ibnuz Zubair yang mengatakan bahwa kemudian meletuslah perang Bani Nadir.
Bani Nadir adalah segolongan orang-orang Yahudi;
perang ini meletus setelah enam bulan Perang Badar.
Rumah mereka berada di suatu kawasan pinggiran kota Madinah, lalu Rasulullah ﷺ mengepung mereka hingga memaksa mereka memilih bersedia diusir dan hendaknya mereka diperbolehkan membawa harta benda dan barang-barang yang dapat dibawa oleh unta mereka, terkecuali senjata-senjata mereka.
Maka Rasulullah ﷺ mengusir mereka ke arah kitab Taurat dan telah ditetapkan atas diri mereka.
Dan Bani Nadir ini merupakan keturunan Bani Israil yang belum pernah mengalami pengusiran, sebelum Rasulullah ﷺ menguasai mereka.
Berkenaan dengan merekalah ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya:
Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan di bumi.
(QS. Al-Hasyr [59]: 1)
sampai dengan firman-Nya:
dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kapada orang-orang fasik.
(QS. Al-Hasyr [59]: 5)

Ikrimah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan al-jala ialah pembunuhan, dan menurut riwayat lain yang bersumberkan darinya disebutkan pelenyapan.

Qatadah mengatakan bahwa al-jala artinya keluarnya manusia dari suatu negeri ke negeri lain.
Ad-Dahhak mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ mengusir mereka ke Al-Hafiz Abu Bakar Al-Baihaqi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdullah Al-Hafiz, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Kamil Al-Muhammad ibnu Sa’id Al-Aufi, telah menceritakan kepadaku ayahku dari pamanku, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari kakekku, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Nabi ﷺ mengepung mereka (Bani Nadir) hingga keadaan mereka benar-benar sangat kritis.
Akhirnya mereka memberikan kepada Nabi ﷺ apa yang beliau kehendaki dari mereka, dan Nabi ﷺ mengadakan perjanjian dengan mereka bahwa beliau ﷺ bersedia melindungi darah mereka, tetapi mereka harus keluar dari kampung halaman mereka dan dari tanah tempat tinggal mereka menuju ke tempat yang ditetapkan olehnya kepada mereka.
Yaitu ke Azri’at di Nabi ﷺ memberikan kepada tiap-tiap tiga orang dari mereka seekor unta dan bekal air minum.
Pengertian al-jala ialah mengusir mereka dari tanah mereka ke tanah yang lain (negeri lain).

Telah diriwayatkan pula olehnya melalui hadis Ya’qub ibnu Muhammad Az-Zuhri, dari Ibrahim ibnu Ja’far, dari Mahmud ibnu Maslamah, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Muhammad ibnu Maslamah, bahwa Rasulullah ﷺ mengutusnya kepada Bani Nadir untuk menyampaikan pesannya kepada mereka bahwa mereka diberi masa tangguh selama tiga hari untuk pergi dari tanah mereka.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan bagi mereka di akhirat azab neraka.
(QS. Al-Hasyr [59]: 3)

Yakni sebagai kepastian yang harus dan tidak boleh tidak bagi mereka.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Hasyr (59) Ayat 3

JALAA
جَلَآء

Arti lafaz jalaa’ ialah meninggalkan satu tempat dan pergi menetap di tempat lain.
Imam Asy Syaukani membuat perbedaan penggunaan kata jalaa’ dan kata ikhraaj meskipun keduanya mempunyai arti menjauh atau terusir dari satu tempat, namun jalaa’ dilakukan dengan keluarga dan anak anak atau dilakukan secara berkumpulan.
Sedangkan ikhraaj kadang-kadang dilakukan tanpa keluarga dan anak-anak sehingga mereka tetap berada di rumah.
Ikhraaj kadang-kadang dilakukan berseorangan dan kadang-kadang berkumpulan.
Sehingga dapat disimpulkan kata ikhraaj lebih umum daripada kata jalaa’.

Kata jalaa’ disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Hasyr (59), ayat 3. Ayat ini berada dalam rangkaian ayat yang menceritakan tentang pengusiran Ahli Kitab dari Madinah untuk pertama kalinya yaitu pada tahun keempat Hijriyah.
Orang Yahudi yang diusir itu adalah dari Bani Nadir karena mereka mengkhianati perjanjian tidak memerangi Nabi Muhammad, malah mereka bekerjasama dengan kaum musyrikin Makkah untuk menyerang kaum muslimin.
Pada peristiwa itu, Nabi Muhammad dan pasukan muslimin mengepung benteng-benteng Bani Nadir yang kokoh selama enam hari.
Bani Nadir percaya benteng-benteng mereka tidak akan dapat ditembusi dan di robohkan oleh kaum muslimin.

Di sisi lain, kaum muslimin juga tidak menyangka Bani Nadir akan menyerah.
Namun, Allah menurunkan rasa takut ke dalam hati Bani Nadir sehingga mereka tidak tahan berada dalam kepungan dan akhirnya bersedia meninggalkan Madinah dengan penuh kehinaan.
Sebahagian mereka pergi ke Khaibar.
Dalam ayat ini, Allah menjelaskan sekiranya mereka tidak keluar jalaa’ dari Madinah dengan keadaan hina dan cara yang demikian, maka di dunia ini mereka akan merasakan siksa berupa kematian dan menjadi tawanan perang seperti yang terjadi pada Bani Quraizah yang mengkhianati perjanjian dengan nabi.
Meskipun mereka terhindar dari azab di dunia, tetapi azab neraka tetap menanti mereka di akhirat.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 137-138

Unsur Pokok Surah Al Hasyr (الحشر)

Surat Al-Hasyr terdiri atas 24 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Bayyinah.

Dinamai surat ini "Al Hasyr" (pengusiran) diambil dari perkataan "Al Hasyr " yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Keimanan:

▪ Apa yang berada di langit dan di bumi semuanya bertasbih memuji Allah.
▪ Allah pasti mengalahkan musuh-Nya dan musuh-musuh Rasul-Nya.
▪ Allah mempunyai Al Asmaa-ul Husna.
▪ Keagungan Alquran dan ketinggian martabatnya.

Hukum:

▪ Cara pembagian harta fai’.
▪ Perintah bertakwa dan menyiapkan diri untuk kehidupan ukhrawi.

Lain-lain:

▪ Beberapa sifat orang-orang munafik dan orang-orang ahli kitab yang tercela.
▪ Peringatan-peringatan untuk kaum muslimin.

Audio

QS. Al-Hasyr (59) : 1-24 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 24 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Hasyr (59) : 1-24 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 24

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hasyr ayat 3 - Gambar 1 Surah Al Hasyr ayat 3 - Gambar 2
Statistik QS. 59:3
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hasyr.

Surah Al-Hasyr (Arab: الحشر , “Pengusiran”) adalah surah ke-59 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 24 ayat.
Dinamakan Al Hasyr yang berarti pengusiran diambil dari perkataan Al Hasyr yang terdapat pada ayat ke-2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Nomor Surah 59
Nama Surah Al Hasyr
Arab الحشر
Arti Pengusiran
Nama lain Bani Nadhir
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 101
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 24
Jumlah kata 448
Jumlah huruf 971
Surah sebelumnya Surah Al-Mujadilah
Surah selanjutnya Surah Al-Mumtahanah
Sending
User Review
4.2 (12 votes)
Tags:

59:3, 59 3, 59-3, Surah Al Hasyr 3, Tafsir surat AlHasyr 3, Quran Al-Hashr 3, AlHashr 3, Al Hashr3, Al-Hasyr 3, Surah Al Hasyr ayat 3

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 35 [QS. 2:35]

Setelah persoalan dengan malaikat selesai dengan sujudnya malaikat kepada Nabi Adam, dan persoalan dengan Iblis juga selesai dengan menolaknya Iblis untuk sujud kepada Nabi Adam, maka pada ayat ini Al … 2:35, 2 35, 2-35, Surah Al Baqarah 35, Tafsir surat AlBaqarah 35, Quran Al-Baqarah 35, Surah Al Baqarah ayat 35

QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 117 [QS. 37:117]

115-120. Selain itu, Kami beri mereka enam kenikmatan lain. Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari Fir’aun yang menindas, memperbudak, dan membunuh bayi laki-laki mereka agar keturunan me-reka pun … 37:117, 37 117, 37-117, Surah Ash Shaffaat 117, Tafsir surat AshShaffaat 117, Quran Al-Shaffat 117, AshShaffat 117, Ash Shafat 117, Ash Shaffat 117, Surah Ash Shaffat ayat 117

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al 'Adl, yang berarti bahwa Allah ...

Benar! Kurang tepat!

Sifat adil Allah berlaku untuk ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #2
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #2 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #2 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … Needle Lightsaber Valyrian Steel Zulfikar Al-Qaswa Benar! Kurang tepat! Apa

Pendidikan Agama Islam #7

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … amaliyah fiqih i’tiqadiyah khuluqiyah jinayah Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #23

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … ومن شرّ ا سقٍ اذا وقب ومن شرّ حاسدٍ إذا حسدٍ ومن

Instagram