QS. Al Hasyr (Pengusiran) – surah 59 ayat 23 [QS. 59:23]

ہُوَ اللّٰہُ الَّذِیۡ لَاۤ اِلٰہَ اِلَّا ہُوَ ۚ اَلۡمَلِکُ الۡقُدُّوۡسُ السَّلٰمُ الۡمُؤۡمِنُ الۡمُہَیۡمِنُ الۡعَزِیۡزُ الۡجَبَّارُ الۡمُتَکَبِّرُ ؕ سُبۡحٰنَ اللّٰہِ عَمَّا یُشۡرِکُوۡنَ
Huwallahul-ladzii laa ilaha ilaa huwal malikul qudduusussalaamul mu’minul muhaiminul ‘aziizul jabbaarul mutakabbiru subhaanallahi ‘ammaa yusyrikuun(a);

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
―QS. 59:23
Topik ▪ Besarnya karunia Allah pada manusia
59:23, 59 23, 59-23, Al Hasyr 23, AlHasyr 23, Al-Hashr 23, AlHashr 23, Al Hashr23, Al-Hasyr 23

Tafsir surah Al Hasyr (59) ayat 23

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hasyr (59) : 23. Oleh Kementrian Agama RI

Dialah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang memiliki segala sesuatu yang ada, dan mengurus segalanya menurut yang dikehendaki-Nya.
Yang Mahasuci dari segala macam bentuk cacat dan kekurangan.
Yang Mahasejahtera, Yang Maha Memelihara keamanan, keseimbangan, dan kelangsungan hidup seluruh makhluk-Nya, Mahaperkasa tidak menganiaya makhluk-Nya, tetapi tuntutan-Nya sangat keras.
Dia Mahabesar dan Mahasuci dari segala apa yang dipersekutukan dengan-Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dia adalah Allah yang tiada Tuhan kecuali Dia, Pemilik segala sesuatu yang sebenarnya.
Dia Mahasuci dari segala kekurangan dan terbebaskan dari segala sesuatu yang tidak pantas, Selamat dari segala kekurangan, Yang menguatkan utusan-utusan-Nya dengan suatu mukjizat, Yang mengawasi segala sesuatu, Mahaperkasa hingga tidak ada yang mampu mengalahkan-Nya, Yang Mahaagung dalam kekuatan dan kekuasaan-Nya, Yang Mahaagung dan terhindar dari segala sesuatu yang tidak pantas bagi keindahan dan keperkasaan-Nya.
Allah Mahasuci dan Mahatinggi dari segala sesuatu yang mereka sekutukan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja Yang Maha Suci) dari semua apa yang tidak layak bagi keagungan dan kebesaran-Nya (Yang Maha Selamat) artinya Yang Bebas dari segala sifat-sifat kekurangan (Yang Maha Mengamankan) para rasul-rasul-Nya dengan menciptakan mukjizat bagi mereka (Yang Maha Memelihara) berasal dari lafal haimana-yuhaiminu, dikatakan demikian apabila seseorang selalu mengawasi sesuatu.

Makna yang dimaksud ialah, Dia Maha Menyaksikan amal perbuatan hamba-hamba-Nya (Yang Maha Perkasa) yakni Yang Maha Kuat (Yang Maha Kuasa) untuk memaksa makhluk-Nya supaya menuruti apa yang dikehendaki-Nya (Yang Maha Agung) dari semua sifat yang tidak layak bagi keagungan-Nya.

(Maha Suci Allah) Dia memahasucikan Zat-Nya sendiri melalui ayat ini (dari apa yang mereka persekutukan) dengan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dialah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja.
(Q.S. Al-Hasyr [59]: 23)

Yakni Raja bagi segala sesuatu yang mengatur segala sesuatu tanpa ada yang menghalangi-Nya dan juga tanpa ada yang menyaingi-Nya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Yang Mahasuci.
(Q.S. Al-Hasyr [59]: 23)

Menurut Wahb ibnu Munabbih, artinya suci.
Menurut Mujahid dan Qatadah, artinya Yang Memberkati.
Menurut Ibnu Juraij, disebutkan demikian karena para malaikat yang mulia menyucikan-Nya.

Yang Mahasejahtera.
(Q.S. Al-Hasyr [59]: 23)

Yaitu Mahasejahtera dari segala bentuk cela dan kekurangan, karena kesempurnaan zat, sifat, dan perbuatan-Nya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Yang Mengaruniakan keamanan.
(Q.S. Al-Hasyr [59]: 23)

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah makhluk-Nya merasa aman dari mendapat perlakuan aniaya oleh-Nya.
Qatadah mengatakan, makhluknya merasa aman dengan adanya firman-Nya yang menyatakan bahwa Dia Mahahak (benar).
Menurut Ibnu Zaid, hamba-hamba-Nya yang beriman membenarkan keimanan mereka kepada-Nya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Yang Maha Memelihara.
(Q.S. Al-Hasyr [59]: 23)

Ibnu Abbas dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah Dia Maha Menyaksikan semua makhluk-Nya tentang amal perbuatan mereka.
Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa Dia Maha Mengawasi mereka.
Semakna dengan yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
(Q.S. Al-Mujadilah [58]: 6; Al Buruj: 9)

padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan.
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 98)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)?
(Q.S. Ar-Ra’d [13]: 33), hingga akhir ayat.

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Yang Mahaperkasa.
(Q.S. Al-Hasyr [59]: 23)

Yakni Yang Menang atas segala sesuatu dan mengalahkannya.
Dia mengalahkan segala sesuatu, maka tiada sesuatu pun yang dapat mencapai Zat-Nya karena keperkasaan, keagungan, kekuasaan, dan kebesaran-Nya.
Karena itulah disebutkan dalam firman selanjutnya:

Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan.
(Q.S. Al-Hasyr [59]: 23)

Yaitu Yang tidak pantas bersifat kuasa selain Dia dan tidak pantas bersifat agung selain Dia karena keagungan-Nya.
Sebagaimana yang telah disebutkan di dalam sebuah hadis sahih (hadis Qudsi) yang mengatakan:

Kebesaran adalah (bagaikan) kain-Ku dan Keagungan adalah (bagaikan) selendang-Ku; maka barang siapa yang menyaingi-Ku pada salah satu dari keduanya, niscaya Kuazab dia.

Qatadah mengatakan bahwa makna al-jabbar ialah Tuhan Yang menundukkan makhluk-Nya menurut apa yang dikehendaki-Nya.
Ibnu Jarir mengatakan, al-jabbar artinya Tuhan Yang memperbaiki urusan-urusan makhluk-Nya.
Yang mengatur mereka sesuai dengan apa yang menjadi kemaslahatan bagi mereka.
Qatadah mengatakan bahwa al-mutakabbir artinya Yang Maha Agung dari semua keburukan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
(Q.S. Al-Hasyr [59]: 23)


Kata Pilihan Dalam Surah Al Hasyr (59) Ayat 23

MUHAIMIN
مُهَيْمِن

Lafaz muhaymin adalah ism fa’il yang berasal dari haymana, mempuyai makna menguasai, mengawal dan menjaga.

Al Qur’an adalah muhaymin atas semua kitab samawi, maksudnya mengawal dan mengawasinya. Apa yang terdapat di dalamnya yang semuafakat dengannya, ia adalah kebenaran dan perkara yang menentangnya akan diketahui ia diselewengkan dan diubah.

Al Wahidi berkata,
“Kebanyakan ahli tafsir berpendapat, asal lafaz muhaymin dan muhaymina adalah mu’aymin yaitu dari amana yaitu aman atau beriman, atau mu’a’min, kemudian dihilangkan hamzah kedua dan diganti al ya’ disebabkan pertemuan dua hamzah; lalu hamzah pertama diubah menjadi al ha’ seperti pendapat Al Mubarrad, Az Zujjaj dan AbuAli Al Farisi

Lafaz muhaymin disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Hasyr (59), ayat 23. Lafaz muhayminan juga disebut sekali yaitu dalam surah Al Maa’idah (5), ayat 48.

Ar Razi berkata,
Muhaymin bermakna asy syaahid yaitu yang menyaksikan.”

Ibn Abbas, Muqatil, Mujahid dan Qatadah berpendapat, “Muhaymin bermakna yang menyaksikan segala perbuatan hambanya dan menjaga mereka “

Muhaymin di dalam Al Quran yang terdapat dalam surah Al Hasyr adalah salah satu dari sifat Allah atau salah satu dari namanya. Ia bermakna yang mengawasi, menyaksikan segala perbuatan hambanya, yang menguasai segala sesuatu serta menjaganya.

Sedangkan dalam surah Al Maa’idah, ia berkaitan dengan Al Qur’an yang menjadi muhaymin bagi Kitab Samawi lain.

Asy Syawkani berkata,
“Lafaz muhaymina bermakna ar raqiib (mengawasi), yang lebih tinggi dan al haafiz (menjaga).

Az Zamakhsyari berkata,
“Lafaz muhaymina bermakna mengawasi kesemua kitab samawi karena ia mengakui baginya dengan kesahihan dan penetapan.

Dalam Safwah At Tafaasir, muhaymina bermakna mengakui ke atasnya dan menjadi hakim terhadap keseluruhan kitab yang datang sebelumnya, menghimpun di dalamnya keseluruhan kebaikan dan menambahkannya kesempurnaan-kesempurnaan dari apa yang tidak terdapat dalam kitab yang lain.

AlJumhur berkata,
“Sesungguhnya Al Qur’an menjadi saksi bagi kesahihan kitab samawi yang diturunkan dan menetapkan kandungan di dalamnya yang belum dimansuhkan serta memansuhkan perkara yang bertentangan dengannya, mengawasi ke atasnya dan menjaga apa yang terdapat di dalamnya dari dasar-dasar syari’at.”

Kesimpulannya, al muhaymin adalah salah satu dari nama-nama Allah yang bermakna mengawal, menyaksikan segala perbuatan hamba Nya dan menjaganya. Sedangkan muhaymina dikaitkan dengan Al Qur’an yang bermakna Al Qur’an mengakui, menjadi saksi dan hakim bagi kitab samawi terdahulu yang diturunkan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:570-571

Informasi Surah Al Hasyr (الحشر)
Surat Al Hasyr terdiri atas 24 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Bayyinah.

Dinamai surat ini “Al Hasyr” (pengusiran) diambil dari perkataan “Al Hasyr ” yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Keimanan:

Apa yang berada di langit dan di bumi semuanya bertasbih memuji Allah
Allah pasti mengalahkan musuh-Nya dan musuh-musuh Rasul-Nya
Allah mempunyai Al Asmaa-ul Husna
keagungan Al Qur’an dan ketinggian martabatnya.

Hukum:

Cara pembahagian harta fai-i
perintah bertakwa dan menyiapkan diri untuk kehidupan ukhrawi.

Lain-lain:

Beberapa sifat orang-orang munafik dan orang-orang ahli kitab yang tercela
peringatan-peringatan untuk kaum muslimin.

Ayat-ayat dalam Surah Al Hasyr (24 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hasyr (59) ayat 23 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hasyr (59) ayat 23 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hasyr (59) ayat 23 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hasyr - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 24 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 59:23
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hasyr.

Surah Al-Hasyr (Arab: الحشر , "Pengusiran") adalah surah ke-59 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 24 ayat.
Dinamakan Al Hasyr yang berarti pengusiran diambil dari perkataan Al Hasyr yang terdapat pada ayat ke-2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Nomor Surah 59
Nama Surah Al Hasyr
Arab الحشر
Arti Pengusiran
Nama lain Bani Nadhir
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 101
Juz Juz 28
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 24
Jumlah kata 448
Jumlah huruf 971
Surah sebelumnya Surah Al-Mujadilah
Surah selanjutnya Surah Al-Mumtahanah
4.4
Ratingmu: 4.6 (28 orang)
Sending







Pembahasan ▪ al hasyr 23 ▪ al hasyr 23 tafsir al azhar ▪ suroh al hasyr

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta