Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Hasyr (Pengusiran) - surah 59 ayat 23 [QS. 59:23]

ہُوَ اللّٰہُ الَّذِیۡ لَاۤ اِلٰہَ اِلَّا ہُوَ ۚ اَلۡمَلِکُ الۡقُدُّوۡسُ السَّلٰمُ الۡمُؤۡمِنُ الۡمُہَیۡمِنُ الۡعَزِیۡزُ الۡجَبَّارُ الۡمُتَکَبِّرُ ؕ سُبۡحٰنَ اللّٰہِ عَمَّا یُشۡرِکُوۡنَ
Huwallahul-ladzii laa ilaha ilaa huwal malikul qudduusussalaamul mu’minul muhaiminul ‘aziizul jabbaarul mutakabbiru subhaanallahi ‘ammaa yusyrikuun(a);
Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia.
Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
―QS. Al Hasyr [59]: 23

Daftar isi

He is Allah, other than whom there is no deity, the Sovereign, the Pure, the Perfection, the Bestower of Faith, the Overseer, the Exalted in Might, the Compeller, the Superior.
Exalted is Allah above whatever they associate with Him.
― Chapter 59. Surah Al Hasyr [verse 23]

هُوَ Dia

He
ٱللَّهُ Allah

(is) Allah,
ٱلَّذِى yang

the One Who,
لَآ tidak

(there is) no
إِلَٰهَ tuhan

god
إِلَّا kecuali

but
هُوَ Dia

He,
ٱلْمَلِكُ Raja

the Sovereign,
ٱلْقُدُّوسُ Maha Suci

the Holy One,
ٱلسَّلَٰمُ Maha Sejahtera

the Giver of Peace,
ٱلْمُؤْمِنُ Yang Mengaruniai Kemanan

the Giver of Security,
ٱلْمُهَيْمِنُ Yang Mengawal/Maha Pemelihara

the Guardian,
ٱلْعَزِيزُ Maha Perkasa

the All-Mighty,
ٱلْجَبَّارُ Maha Kuasa

the Irresistible,
ٱلْمُتَكَبِّرُ yang Memiliki segala Kebesaran

the Supreme.
سُبْحَٰنَ Maha Suci

Glory (be to)
ٱللَّهِ Allah

Allah
عَمَّا dari apa

from what
يُشْرِكُونَ mereka persekutukan

they associate (with Him).

Tafsir Quran

Surah Al Hasyr
59:23

Tafsir QS. Al-Hasyr (59) : 23. Oleh Kementrian Agama RI

Dialah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang memiliki segala sesuatu yang ada, dan mengurus segalanya menurut yang dikehendaki-Nya.
Yang Mahasuci dari segala macam bentuk cacat dan kekurangan.

Yang Mahasejahtera, Yang Maha Memelihara keamanan, keseimbangan, dan kelangsungan hidup seluruh makhluk-Nya, Mahaperkasa tidak menganiaya makhluk-Nya, tetapi tuntutan-Nya sangat keras.
Dia Mahabesar dan Mahasuci dari segala apa yang dipersekutukan dengan-Nya.

Tafsir QS. Al Hasyr (59) : 23. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dia adalah Allah yang tiada Tuhan kecuali Dia, Pemilik segala sesuatu yang sebenarnya.
Dia Mahasuci dari segala kekurangan dan terbebaskan dari segala sesuatu yang tidak pantas, Selamat dari segala kekurangan, Yang menguatkan utusan-utusan-Nya dengan suatu mukjizat, Yang mengawasi segala sesuatu, Mahaperkasa hingga tidak ada yang mampu mengalahkan-Nya, Yang Mahaagung dalam kekuatan dan kekuasaan-Nya, Yang Mahaagung dan terhindar dari segala sesuatu yang tidak pantas bagi keindahan dan keperkasaan-Nya.


Allah Mahasuci dan Mahatinggi dari segala sesuatu yang mereka sekutukan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dialah Allah yang layak disembah, tidak ada Tuhan selain Dia, Maha Memiliki segala sesuatu, yang mengendalikan tanpa ada penghalang dan penghadang, yang jauh dari segala macam kekurangan, selamat dari segala macam aib, yang menyokong para rasul dan nabi-Nya dengan mengutus ayat-ayat yang jelas, Maha Memperhatikan semua perbuatan makhluk, Mahaperkasa yang tidak ada yang mampu dikalahkan, Mahakuasa untuk menundukkan semua hamba sehingga semua makhluk tunduk kepada-Nya, Mahasombong yang hanya milik-Nya semua kesombongan dan keagungan.
Mahasuci Allah dari segala sesuatu yang mereka persekutukan dalam ibadah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja Yang Maha Suci) dari semua apa yang tidak layak bagi keagungan dan kebesaran-Nya


(Yang Maha Selamat) artinya Yang Bebas dari segala sifat-sifat kekurangan


(Yang Maha Mengamankan) para rasulrasul-Nya dengan menciptakan mukjizat bagi mereka


(Yang Maha Memelihara) berasal dari lafal haimana-yuhaiminu, dikatakan demikian apabila seseorang selalu mengawasi sesuatu.
Makna yang dimaksud ialah, Dia Maha Menyaksikan amal perbuatan hamba-hamba-Nya


(Yang Maha Perkasa) yakni Yang Maha Kuat


(Yang Maha Kuasa) untuk memaksa makhluk-Nya supaya menuruti apa yang dikehendaki-Nya


(Yang Maha Agung) dari semua sifat yang tidak layak bagi keagungan-Nya.


(Maha Suci Allah) Dia memahasucikan Zat-Nya sendiri melalui ayat ini


(dari apa yang mereka persekutukan) dengan-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dialah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja.
(QS. Al-Hasyr [59]: 23)

Yakni Raja bagi segala sesuatu yang mengatur segala sesuatu tanpa ada yang menghalangi-Nya dan juga tanpa ada yang menyaingi-Nya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Yang Mahasuci.
(QS. Al-Hasyr [59]: 23)

Menurut Wahb ibnu Munabbih, artinya suci.
Menurut Mujahid dan Qatadah, artinya Yang Memberkati.
Menurut Ibnu Juraij, disebutkan demikian karena para malaikat yang mulia menyucikan-Nya.

Yang Mahasejahtera.
(QS. Al-Hasyr [59]: 23)

Yaitu Mahasejahtera dari segala bentuk cela dan kekurangan, karena kesempurnaan zat, sifat, dan perbuatan-Nya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Yang Mengaruniakan keamanan.
(QS. Al-Hasyr [59]: 23)

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah makhluk-Nya merasa aman dari mendapat perlakuan aniaya oleh-Nya.
Qatadah mengatakan, makhluknya merasa aman dengan adanya firman-Nya yang menyatakan bahwa Dia Mahahak (benar).
Menurut Ibnu Zaid, hamba-hamba-Nya yang beriman membenarkan keimanan mereka kepada-Nya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Yang Maha Memelihara.
(QS. Al-Hasyr [59]: 23)

Ibnu Abbas dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah Dia Maha Menyaksikan semua makhluk-Nya tentang amal perbuatan mereka.
Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa Dia Maha Mengawasi mereka.
Semakna dengan yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 6, Al-Buruj [85]: 9)

padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 98)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)?
(QS. Ar-Ra’d [13]: 33), hingga akhir ayat.

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Yang Mahaperkasa.
(QS. Al-Hasyr [59]: 23)

Yakni Yang Menang atas segala sesuatu dan mengalahkannya.
Dia mengalahkan segala sesuatu, maka tiada sesuatu pun yang dapat mencapai Zat-Nya karena keperkasaan, keagungan, kekuasaan, dan kebesaran-Nya.
Karena itulah disebutkan dalam firman selanjutnya:

Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan.
(QS. Al-Hasyr [59]: 23)

Yaitu Yang tidak pantas bersifat kuasa selain Dia dan tidak pantas bersifat agung selain Dia karena keagungan-Nya.
Sebagaimana yang telah disebutkan di dalam sebuah hadis sahih (hadis Qudsi) yang mengatakan:

Kebesaran adalah (bagaikan) kain-Ku dan Keagungan adalah (bagaikan) selendang-Ku;
maka barang siapa yang menyaingi-Ku pada salah satu dari keduanya, niscaya Kuazab dia.

Qatadah mengatakan bahwa makna al-jabbar ialah Tuhan Yang menundukkan makhluk-Nya menurut apa yang dikehendaki-Nya.
Ibnu Jarir mengatakan, al-jabbar artinya Tuhan Yang memperbaiki urusan-urusan makhluk-Nya.
Yang mengatur mereka sesuai dengan apa yang menjadi kemaslahatan bagi mereka.
Qatadah mengatakan bahwa al-mutakabbir artinya Yang Maha Agung dari semua keburukan.


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
(QS. Al-Hasyr [59]: 23)

Kata Pilihan Dalam Surah Al Hasyr (59) Ayat 23

MUHAIMIN
مُهَيْمِن

Lafaz muhaymin adalah ism fa’il yang berasal dari haymana, mempuyai makna menguasai, mengawal dan menjaga.

Al Qur’an adalah muhaymin atas semua kitab samawi, maksudnya mengawal dan mengawasinya.
Apa yang terdapat di dalamnya yang semuafakat dengannya, ia adalah kebenaran dan perkara yang menentangnya akan diketahui ia diselewengkan dan diubah.

Al Wahidi berkata,
"Kebanyakan ahli tafsir berpendapat, asal lafaz muhaymin dan muhaymina adalah mu’aymin yaitu dari amana yaitu aman atau beriman, atau mu’a’min, kemudian dihilangkan hamzah kedua dan diganti al ya’ disebabkan pertemuan dua hamzah; lalu hamzah pertama diubah menjadi al ha’ seperti pendapat Al Mubarrad, Az Zujjaj dan AbuAli Al Farisi

Lafaz muhaymin disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Hasyr (59), ayat 23. Lafaz muhayminan juga disebut sekali yaitu dalam surah Al Maa’idah (5), ayat 48.
Ar Razi berkata,
"Muhaymin bermakna asy syaahid yaitu yang menyaksikan."

Ibnu Abbas, Muqatil, Mujahid dan Qatadah berpendapat, "Muhaymin bermakna yang menyaksikan segala perbuatan hambanya dan menjaga mereka "

Muhaymin di dalam Al Quran yang terdapat dalam surah Al Hasyr adalah salah satu dari sifat Allah atau salah satu dari namanya.
Ia bermakna yang mengawasi, menyaksikan segala perbuatan hambanya, yang menguasai segala sesuatu serta menjaganya.

Sedangkan dalam surah Al Maa’idah, ia berkaitan dengan Al Qur’an yang menjadi muhaymin bagi Kitab Samawi lain.

Asy Syawkani berkata,
"Lafaz muhaymina bermakna ar raqiib (mengawasi), yang lebih tinggi dan al haafiz (menjaga).
Az Zamakhsyari berkata,
"Lafaz muhaymina bermakna mengawasi kesemua kitab samawi karena ia mengakui baginya dengan kesahihan dan penetapan.

Dalam Safwah At Tafaasir, muhaymina bermakna mengakui ke atasnya dan menjadi hakim terhadap keseluruhan kitab yang datang sebelumnya, menghimpun di dalamnya keseluruhan kebaikan dan menambahkannya kesempurnaan-kesempurnaan dari apa yang tidak terdapat dalam kitab yang lain.

AlJumhur berkata,
"Sesungguhnya Al Qur’an menjadi saksi bagi kesahihan kitab samawi yang diturunkan dan menetapkan kandungan di dalamnya yang belum dimansuhkan serta memansuhkan perkara yang bertentangan dengannya, mengawasi ke atasnya dan menjaga apa yang terdapat di dalamnya dari dasar-dasar syari’at."

Kesimpulannya, al muhaymin adalah salah satu dari nama-nama Allah yang bermakna mengawal, menyaksikan segala perbuatan hamba Nya dan menjaganya.
Sedangkan muhaymina dikaitkan dengan Al Qur’an yang bermakna Al Qur’an mengakui, menjadi saksi dan hakim bagi kitab samawi terdahulu yang diturunkan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:570-571

Unsur Pokok Surah Al Hasyr (الحشر)

Surat Al-Hasyr terdiri atas 24 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Bayyinah.

Dinamai surat ini "Al Hasyr" (pengusiran) diambil dari perkataan "Al Hasyr " yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Keimanan:

▪ Apa yang berada di langit dan di bumi semuanya bertasbih memuji Allah.
▪ Allah pasti mengalahkan musuh-Nya dan musuh-musuh Rasul-Nya.
▪ Allah mempunyai Al Asmaa-ul Husna.
▪ Keagungan Alquran dan ketinggian martabatnya.

Hukum:

▪ Cara pembagian harta fai’.
▪ Perintah bertakwa dan menyiapkan diri untuk kehidupan ukhrawi.

Lain-lain:

▪ Beberapa sifat orang-orang munafik dan orang-orang ahli kitab yang tercela.
▪ Peringatan-peringatan untuk kaum muslimin.

Audio Murottal

QS. Al-Hasyr (59) : 1-24 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 24 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Hasyr (59) : 1-24 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 24

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hasyr ayat 23 - Gambar 1 Surah Al Hasyr ayat 23 - Gambar 2
Statistik QS. 59:23
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hasyr.

Surah Al-Hasyr (Arab: الحشر , “Pengusiran”) adalah surah ke-59 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 24 ayat.
Dinamakan Al Hasyr yang berarti pengusiran diambil dari perkataan Al Hasyr yang terdapat pada ayat ke-2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Nomor Surah 59
Nama Surah Al Hasyr
Arab الحشر
Arti Pengusiran
Nama lain Bani Nadhir
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 101
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 24
Jumlah kata 448
Jumlah huruf 971
Surah sebelumnya Surah Al-Mujadilah
Surah selanjutnya Surah Al-Mumtahanah
Sending
User Review
4.6 (28 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

59:23, 59 23, 59-23, Surah Al Hasyr 23, Tafsir surat AlHasyr 23, Quran Al-Hashr 23, AlHashr 23, Al Hashr23, Al-Hasyr 23, Surah Al Hasyr ayat 23

Video Surah

59:23


More Videos

Kandungan Surah Al Hasyr

۞ QS. 59:1 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 59:2 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Azab orang kafir

۞ QS. 59:3 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 59:4 • Siksaan Allah sangat pedih • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 59:5 • Azab orang kafir

۞ QS. 59:6 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 59:7 • Siksaan Allah sangat pedih • Maksiat dan dosa

۞ QS. 59:8 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 59:10 Ar Rabb (Tuhan) • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Berdoa untuk mayit • Memohon ampun

۞ QS. 59:11 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 59:12 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 59:13 • Kebodohan orang kafir • Sifat orang munafik

۞ QS. 59:15 • Azab orang kafir

۞ QS. 59:16 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 59:17 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Pahala jin dan balasannya • Siksa orang kafir

۞ QS. 59:18 • Al Khabir (Maha Waspada) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 59:19 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 59:20 • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 59:22 Tauhid Uluhiyyah • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Rahman (Maha Pengasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 59:23 Tauhid Uluhiyyah • Kesombongan hak Allah semata • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Jabbar (Maha Pemaksa) • Al Salam (Maha Penyelamat)

۞ QS. 59:24 • Berdoa dengan Asma’ul Husna • Al Bari’ (Maha Pencipta) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Khaliq (Maha Pencipta) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

Ayat Pilihan

“Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?”
Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung & penolong selain Allah.
QS. Al-Ahzab [33]: 17

Apa orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) Islam lalu mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)?
Maka kecelakaan bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka dalam kesesatan yang nyata
QS. Az-Zumar [39]: 22

Ya Tuhan kami,
anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami & keturunan kami sebagai penyenang hati (kami),
dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
QS. Al-Furqan [25]: 74

Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu,
dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa & orang yang kafir dia antara mereka.
QS. Al-Insan [76]: 24

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

There is no question

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Kamus Istilah Islam

Syura

Apa itu Syura? Syura adalah sebuah kata Arab untuk “konsultasi”. Al-Qur’an dan Muhammad mendorong Muslim untuk memutuskan urusan mereka dalam konsultasi dengan orang-orang yang akan...

Hadis Musnad

Apa itu Hadis Musnad? Hadis Musnad. Sebuah hadis tergolong musnad apabila urutan sanad yang dimiliki hadis tersebut tidak terpotong pada bagian tertentu. Urut-urutan penutur memungkinkan terjadinya pe...