Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Hasyr (Pengusiran) – surah 59 ayat 14 [QS. 59:14]

لَا یُقَاتِلُوۡنَکُمۡ جَمِیۡعًا اِلَّا فِیۡ قُرًی مُّحَصَّنَۃٍ اَوۡ مِنۡ وَّرَآءِ جُدُرٍ ؕ بَاۡسُہُمۡ بَیۡنَہُمۡ شَدِیۡدٌ ؕ تَحۡسَبُہُمۡ جَمِیۡعًا وَّ قُلُوۡبُہُمۡ شَتّٰی ؕ ذٰلِکَ بِاَنَّہُمۡ قَوۡمٌ لَّا یَعۡقِلُوۡنَ
Laa yuqaatiluunakum jamii’an ilaa fii quran muhash-shanatin au min waraa-i judurin ba’suhum bainahum syadiidun tahsabuhum jamii’an waquluubuhum syatta dzalika biannahum qaumun laa ya’qiluun(a);
Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) bersama-sama, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok.
Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat.
Kamu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah.
Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.

―QS. Al Hasyr [59]: 14

They will not fight you all except within fortified cities or from behind walls.
Their violence among themselves is severe.
You think they are together, but their hearts are diverse.
That is because they are a people who do not reason.
― Chapter 59. Surah Al Hasyr [verse 14]

لَا tidak

Not
يُقَٰتِلُونَكُمْ mereka memerangi kamu

will they fight you
جَمِيعًا semuanya/bersatu

all
إِلَّا kecuali

except
فِى dalam

in
قُرًى kampung-kampung

towns
مُّحَصَّنَةٍ berbenteng

fortified
أَوْ atau

or
مِن dari

from
وَرَآءِ belakang

behind
جُدُرٍۭ tembok

walls.
بَأْسُهُم kekuatan/permungsuhan mereka

Their violence
بَيْنَهُمْ diantara mereka

among themselves
شَدِيدٌ sangat/keras

(is) severe.
تَحْسَبُهُمْ kamu mengira

You think they
جَمِيعًا semuanya/bersatu

(are) united,
وَقُلُوبُهُمْ dan hati mereka

but their hearts
شَتَّىٰ pecah-belah

(are) divided.
ذَٰلِكَ demikian itu

That
بِأَنَّهُمْ sesungguhnya mereka

(is) because they
قَوْمٌ kaum

(are) a people,
لَّا tidak

not
يَعْقِلُونَ mereka menggunakan akal

they reason.

Tafsir

Alquran

Surah Al Hasyr
59:14

Tafsir QS. Al Hasyr (59) : 14. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini diterangkan bahwa mental orang Yahudi dan orang munafik itu telah jatuh sedemikian rupa.
Seandainya orang-orang munafik menepati janji mereka dan berperang bersama orang Yahudi Bani Nadhir menghadapi kaum Muslimin, mereka pun tidak akan mampu menghadapinya, karena dalam hati mereka telah timbul rasa takut dan gentar terhadap kaum Muslimin.

Seandainya mereka berperang juga, mereka hanya berperang di balik benteng-benteng yang kokoh yang telah mereka buat, di balik tembok rumah-rumah mereka, tidak berani keluar berhadapan dengan kaum Muslimin.


Pada akhir ayat ini diterangkan sebab lain yang menyebabkan mereka takut berperang menghadapi kaum Muslimin, yaitu di antara mereka sendiri terjadi pertentangan dan permusuhan yang hebat, tak ada persatuan di antara mereka.


Ayat ini mengisyaratkan kepada kaum Muslimin bahwa persatuan dan kesatuan itu merupakan syarat untuk mencapai kemenangan.
Betapa pun kuatnya persenjataan, perlengkapan, dan kesatuan tentara, tidak akan ada artinya apabila mereka tidak bersatu dan tidak yakin akan tercapainya cita-cita mereka.

Karena bangsa atau umat yang bersatu meskipun dengan perlengkapan yang memadai akan dapat mencapai segala yang mereka cita-citakan.
Ketentuan ini berlaku bagi seluruh umat manusia di mana pun mereka berada.


Sehubungan dengan perlu adanya keyakinan yang kuat, persatuan, dan kesatuan dalam menghadapi apa pun, Allah ﷻ berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ .
وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْا اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung.

Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah.
Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar.
(al-Anfal [8]: 45-46)


Jika tertanam pada suatu bangsa iman yang kuat dan persatuan yang kokoh dan kesatuan tentara yang tak terpecahkan, niscaya mereka akan sanggup menghadapi segala macam kesukaran menghadapi musuh-musuh yang akan memerangi mereka.
Allah ﷻ berfirman:

قَالَ الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوا اللّٰهِ كَمْ مِّنْ فِئَةٍ قَلِيْلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيْرَةً ۢبِاِذْنِ اللّٰهِ وَاللّٰهُ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata,
"Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah."
Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
(al-Baqarah [2]: 249)


Sementara itu, Allah mengingatkan kaum Muslimin agar jangan sekali-kali terpengaruh oleh sesuatu yang kelihatannya baik seperti hubungan orang-orang munafik dengan Bani Nadhir, mereka seakan-akan bersatu-padu menghadapi kaum Muslimin, padahal di antara mereka terdapat pertentangan dan permusuhan.


Tafsir QS. Al Hasyr (59) : 14. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang Yahudi tidak akan bersatu memerangi kalian kecuali apabila mereka berada di desa-desa yang berbenteng atau berada di balik dinding-dinding yang mereka gunakan sebagai tempat persembunyian.
Permusuhan antarsesama mereka sangat hebat.


Kalian menduga bahwa mereka itu bersama-sama dan bersatu, padahal hati mereka berpecah-pecah.
Mereka mempunyai sifat yang seperti itu karena mereka adalah suatu bangsa yang tidak mencermati akibat dari segala sesuatu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Adapun orang-orang Yahudi ketika menghadapi kalian, mereka tidak akan pernah bersatu.
Mereka berperang sambil berlindung di kampung-kampung yang berbenteng pagar dan parit-parit atau di balik dinding.


Permusuhan di antara mereka sangat keras.
Kalian mengira bahwa mereka bersatu dalam satu barisan, padahal hati mereka bercerai-berai.


Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak memahami perintah Allah dan tidak pula mereka merenungkan tanda-tanda kekuasaan-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Mereka tidak akan memerangi kalian) yakni orang-orang Yahudi itu


(dalam keadaan bersatu padu) maksudnya, secara serentak


(kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok) yang tinggi.
Menurut suatu qiraat lafal judurin dibaca jidaarin.


(Permusuhan) peperangan


(di antara sesama mereka sangat hebat.
Kalian kira mereka itu bersatu sedangkan hati mereka berpecah belah) berbeda-beda, bertentangan dengan apa yang diduga.


(Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Kemudian disebutkan oleh firman-Nya:

Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat.
(QS. Al-Hasyr [59]: 14)

Yaitu permusuhan di antara sesama mereka sangat keras, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.
(QS. Al-An’am [6]: 65)

Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Kamu kira mereka itu bersatu, sedangkan hati mereka berpecah belah.
(QS. Al-Hasyr [59]: 14)

Yakni kamu lihat mereka seakan-akan bersatu dan rukun, padahal kenyataannya mereka bertentangan di antara sesamanya dan berpecah belah.
Menurut Ibrahim An-Nakha’i, makna yang dimaksud adalah kaum Ahli Kitab dan kaum munafik.

Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti.
(QS. Al-Hasyr [59]: 14)

Kata Pilihan Dalam Surah Al Hasyr (59) Ayat 14

JIDAAR
جِدَار

Arti lafaz jidaar ialah tembok, bentuk jamaknya adalah judur.

Lafaz jidaar dalam bentuk tunggal diulang dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Kahfi (18), ayat 77 dan 82.
Dalam bentuk jamak judur ia disebut sekali saja yaitu dalam surah Al Hasyr (59), ayat 14.

Dalam surah Al Kahfi (18), ayat 77 dan 82 menerangkan kisah Nabi Musa dengan Nabi Khidir.
Dalam ayat 77 diceritakan, Nabi Musa dan Nabi Khidir berjalan bersama hingga sampai ke sebuah negeri.
Mereka minta dihidangkan makanan dan minuman sebagai tamu kepada penduduk negeri itu tetapi penduduk negeri itu tidak mau memberi hidangan kepada mereka.
Kemudian mereka menjumpai tembok (jidaar) rumah yang hampir roboh, lalu Nabi Khidir menegakkan kembali tembok itu.
Nabi Musa berkata,
"Sekiranya kamu mau kamu boleh mengambil upah" Ini adalah pelanggaran ketiga yang dilakukan Nabi Musa karena sebelum itu beliau berjanji tidak akan bertanya tentang apa yang dilakukan Nabi Khidir sehingga Nabi Khidir menerangkan perbuatannya itu.
Akhirnya, Nabi Khidir membuat keputusan Nabi Musa tidak sanggup belajar bersabar dengannya dan mereka pun berpisah.

Sedangkan ayat 82 menerangkan, Nabi Khidir menceritakan hikmah dibalik perbuatannya.
Tembok rumah yang miring itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim dan di bawahnya ada harta benda simpanan mereka berdua.
Ayah mereka adalah orang yang shaleh dan Allah menghendaki apabila mereka dewasa nanti dapat mengeluarkan harta simpanannya itu sebagai rahmat dari Allah.

Sementara surah Al Hasyr (59), ayat 14 menceritakan orang Yahudi dan orang munafik adalah penakut dan pengecut karena mereka tidak berani berperang menghadapi tentara muslimin secara langsung kecuali mereka menyerang kaum muslimin dari kawasan yang dikelilingi benteng atau di balik tembok pagar (min waraa i judur)

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 156

Unsur Pokok Surah Al Hasyr (الحشر)

Surat Al-Hasyr terdiri atas 24 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Bayyinah.

Dinamai surat ini "Al Hasyr" (pengusiran) diambil dari perkataan "Al Hasyr " yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Keimanan:

▪ Apa yang berada di langit dan di bumi semuanya bertasbih memuji Allah.
▪ Allah pasti mengalahkan musuh-Nya dan musuh-musuh Rasul-Nya.
▪ Allah mempunyai Al Asmaa-ul Husna.
▪ Keagungan Alquran dan ketinggian martabatnya.

Hukum:

▪ Cara pembagian harta fai’.
▪ Perintah bertakwa dan menyiapkan diri untuk kehidupan ukhrawi.

Lain-lain:

▪ Beberapa sifat orang-orang munafik dan orang-orang ahli kitab yang tercela.
▪ Peringatan-peringatan untuk kaum muslimin.

Audio

QS. Al-Hasyr (59) : 1-24 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 24 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Hasyr (59) : 1-24 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 24

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hasyr ayat 14 - Gambar 1 Surah Al Hasyr ayat 14 - Gambar 2
Statistik QS. 59:14
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hasyr.

Surah Al-Hasyr (Arab: الحشر , “Pengusiran”) adalah surah ke-59 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 24 ayat.
Dinamakan Al Hasyr yang berarti pengusiran diambil dari perkataan Al Hasyr yang terdapat pada ayat ke-2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Nomor Surah59
Nama SurahAl Hasyr
Arabالحشر
ArtiPengusiran
Nama lainBani Nadhir
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu101
JuzJuz 28
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat24
Jumlah kata448
Jumlah huruf971
Surah sebelumnyaSurah Al-Mujadilah
Surah selanjutnyaSurah Al-Mumtahanah
Sending
User Review
4.5 (9 votes)
Tags:

59:14, 59 14, 59-14, Surah Al Hasyr 14, Tafsir surat AlHasyr 14, Quran Al-Hashr 14, AlHashr 14, Al Hashr14, Al-Hasyr 14, Surah Al Hasyr ayat 14

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 121 [QS. 4:121]

Mereka yang tertipu dengan janji-janji bohong dan omong kosong yang dijanjikan setan itu tempatnya di neraka Jahanam yang sangat menyeramkan dengan siksaan yang amat pedih, dan mereka kekal di dalamny … 4:121, 4 121, 4-121, Surah An Nisaa’ 121, Tafsir surat AnNisaa 121, Quran AnNisa 121, An-Nisa’ 121, Surah An Nisa ayat 121

QS. Al Mujaadilah (Wanita yang mengajukan gugatan) – surah 58 ayat 10 [QS. 58:10]

10. Orang beriman dilarang mengadakan pembicaraan rahasia karena pembicaraan rahasia itu karakter setan dalam menghasut manusia membangkitkan permusuhan dan kebencian. Sesungguhnya pembicaraan rahasia … 58:10, 58 10, 58-10, Surah Al Mujaadilah 10, Tafsir surat AlMujaadilah 10, Quran AlMujadilah 10, Al Mujadilah 10, Al-Mujadilah 10, Surah Al Mujadilah ayat 10

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Arti hadits maudhu' adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pengertian ijtihad menurut istilah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Mujtahid (bahasa Arab: المجتهد) atau fakih (الفقيه) adalah seseorang yang dalam ilmu fikih sudah mencapai derajat ijtihad dan memiliki kemampuan istinbath (inferensi) hukum-hukum syariat dari sumber-sumber muktabar dan diandalkan.

+

Array

Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Era ketidaktahuan juga disebut zaman ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #9
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #9 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #9 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Abu Hurairah Ali bin Abi Thalib Usman bin Affan Umar bin Khattab Abu

Pendidikan Agama Islam #18

Arti al-Kaafirun adalah … orang musyrik orang-orang kaffah orang-orang munafik orang-orang kafir orang yang tidak bisa baca tulis Benar! Kurang

Pendidikan Agama Islam #23

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui … alam semesta

Instagram