QS. Al Hasyr (Pengusiran) – surah 59 ayat 14 [QS. 59:14]

لَا یُقَاتِلُوۡنَکُمۡ جَمِیۡعًا اِلَّا فِیۡ قُرًی مُّحَصَّنَۃٍ اَوۡ مِنۡ وَّرَآءِ جُدُرٍ ؕ بَاۡسُہُمۡ بَیۡنَہُمۡ شَدِیۡدٌ ؕ تَحۡسَبُہُمۡ جَمِیۡعًا وَّ قُلُوۡبُہُمۡ شَتّٰی ؕ ذٰلِکَ بِاَنَّہُمۡ قَوۡمٌ لَّا یَعۡقِلُوۡنَ
Laa yuqaatiluunakum jamii’an ilaa fii quran muhash-shanatin au min waraa-i judurin ba’suhum bainahum syadiidun tahsabuhum jamii’an waquluubuhum syatta dzalika biannahum qaumun laa ya’qiluun(a);

Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok.
Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat.
Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah.
Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.
―QS. 59:14
Topik ▪ Kedahsyatan hari kiamat
59:14, 59 14, 59-14, Al Hasyr 14, AlHasyr 14, Al-Hashr 14, AlHashr 14, Al Hashr14, Al-Hasyr 14

Tafsir surah Al Hasyr (59) ayat 14

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hasyr (59) : 14. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini diterangkan bahwa mental orang Yahudi dan orang munafik itu telah jatuh sedemikian rupa.
Seandainya orang-orang munafik menepati janji mereka dan berperang bersama orang Yahudi Bani Nadhir menghadapi kaum Muslimin, mereka pun tidak akan mampu menghadapinya, karena dalam hati mereka telah timbul rasa takut dan gentar terhadap kaum Muslimin.
Seandainya mereka berperang juga, mereka hanya berperang di balik benteng-benteng yang kokoh yang telah mereka buat, di balik tembok rumah-rumah mereka, tidak berani keluar berhadapan dengan kaum Muslimin.
Pada akhir ayat ini diterangkan sebab lain yang menyebabkan mereka takut berperang menghadapi kaum Muslimin, yaitu di antara mereka sendiri terjadi pertentangan dan permusuhan yang hebat, tak ada persatuan di antara mereka.
Ayat ini mengisyaratkan kepada kaum Muslimin bahwa persatuan dan kesatuan itu merupakan syarat untuk mencapai kemenangan.
Betapa pun kuatnya persenjataan, perlengkapan, dan kesatuan tentara, tidak akan ada artinya apabila mereka tidak bersatu dan tidak yakin akan tercapainya cita-cita mereka.
Karena bangsa atau umat yang bersatu meskipun dengan perlengkapan yang memadai akan dapat mencapai segala yang mereka cita-citakan.
Ketentuan ini berlaku bagi seluruh umat manusia di mana pun mereka berada.
Sehubungan dengan perlu adanya keyakinan yang kuat, persatuan, dan kesatuan dalam menghadapi apa pun, Allah berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung.
Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah.
Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar.

(Q.S. Al-Anfal [8]: 45-46)

Jika tertanam pada suatu bangsa iman yang kuat dan persatuan yang kokoh dan kesatuan tentara yang tak terpecahkan, niscaya mereka akan sanggup menghadapi segala macam kesukaran menghadapi musuh-musuh yang akan memerangi mereka.
Allah berfirman: Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, “Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.” Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.

(Q.S. Al-Baqarah [2]: 249)

Sementara itu, Allah mengingatkan kaum Muslimin agar jangan sekali-kali terpengaruh oleh sesuatu yang kelihatannya baik seperti hubungan orang-orang munafik dengan Bani Nadhir , mereka seakan-akan bersatu-padu menghadapi kaum Muslimin, padahal di antara mereka terdapat pertentangan dan permusuhan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang Yahudi tidak akan bersatu memerangi kalian kecuali apabila mereka berada di desa-desa yang berbenteng atau berada di balik dinding-dinding yang mereka gunakan sebagai tempat persembunyian.
Permusuhan antarsesama mereka sangat hebat.
Kalian menduga bahwa mereka itu bersama-sama dan bersatu, padahal hati mereka berpecah-pecah.
Mereka mempunyai sifat yang seperti itu karena mereka adalah suatu bangsa yang tidak mencermati akibat dari segala sesuatu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka tidak akan memerangi kalian) yakni orang-orang Yahudi itu (dalam keadaan bersatu padu) maksudnya, secara serentak (kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok) yang tinggi.

Menurut suatu qiraat lafal judurin dibaca jidaarin.

(Permusuhan) peperangan (di antara sesama mereka sangat hebat.

Kalian kira mereka itu bersatu sedangkan hati mereka berpecah belah) berbeda-beda, bertentangan dengan apa yang diduga.

(Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti).

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian disebutkan oleh firman-Nya:

Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat.
(Q.S. Al-Hasyr [59]: 14)

Yaitu permusuhan di antara sesama mereka sangat keras, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.
(Q.S. Al-An’am [6]: 65)

Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Kamu kira mereka itu bersatu, sedangkan hati mereka berpecah belah.
(Q.S. Al-Hasyr [59]: 14)

Yakni kamu lihat mereka seakan-akan bersatu dan rukun, padahal kenyataannya mereka bertentangan di antara sesamanya dan berpecah belah.
Menurut Ibrahim An-Nakha’i, makna yang dimaksud adalah kaum Ahli Kitab dan kaum munafik.

Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti.
(Q.S. Al-Hasyr [59]: 14)


Kata Pilihan Dalam Surah Al Hasyr (59) Ayat 14

JIDAAR
جِدَار

Arti lafaz jidaar ialah tembok, bentuk jamaknya adalah judur.

Lafaz jidaar dalam bentuk tunggal diulang dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Kahfi (18), ayat 77 dan 82.

Dalam bentuk jamak judur ia disebut sekali saja yaitu dalam surah Al Hasyr (59), ayat 14.

Dalam surah Al Kahfi (18), ayat 77 dan 82 menerangkan kisah Nabi Musa dengan Nabi Khidir. Dalam ayat 77 diceritakan, Nabi Musa dan Nabi Khidir berjalan bersama hingga sampai ke sebuah negeri. Mereka minta di­hidangkan makanan dan minuman sebagai tamu kepada penduduk negeri itu tetapi penduduk negeri itu tidak mau memberi hidangan kepada mereka. Kemudian mereka menjumpai tembok (jidaar) rumah yang hampir roboh, lalu Nabi Khidir menegakkan kembali tembok itu. Nabi Musa berkata,
“Sekiranya kamu mau kamu boleh meng­ambil upah” Ini adalah pelanggaran ketiga yang dilakukan Nabi Musa karena sebelum itu beliau berjanji tidak akan bertanya tentang apa yang dilakukan Nabi Khidir sehingga Nabi Khidir menerangkan perbuatannya itu. Akhirnya, Nabi Khidir membuat keputusan Nabi Musa tidak sanggup belajar bersabar dengannya dan mereka pun berpisah.

Sedangkan ayat 82 menerangkan, Nabi Khidir menceritakan hikmah dibalik perbuatannya. Tembok rumah yang miring itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim dan di bawahnya ada harta benda simpanan mereka berdua. Ayah mereka adalah orang yang shaleh dan Allah menghendaki apabila mereka dewasa nanti dapat mengeluar­kan harta simpanannya itu sebagai rahmat dari Allah.

Sementara surah Al Hasyr (59), ayat 14 menceritakan orang Yahudi dan orang munafik adalah penakut dan pengecut karena mereka tidak berani berperang menghadapi tentara muslimin secara langsung kecuali mereka menyerang kaum muslimin dari kawasan yang dikelilingi benteng atau di balik tembok pagar (min waraa i judur)

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:156

Informasi Surah Al Hasyr (الحشر)
Surat Al Hasyr terdiri atas 24 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Bayyinah.

Dinamai surat ini “Al Hasyr” (pengusiran) diambil dari perkataan “Al Hasyr ” yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Keimanan:

Apa yang berada di langit dan di bumi semuanya bertasbih memuji Allah
Allah pasti mengalahkan musuh-Nya dan musuh-musuh Rasul-Nya
Allah mempunyai Al Asmaa-ul Husna
keagungan Al Qur’an dan ketinggian martabatnya.

Hukum:

Cara pembahagian harta fai-i
perintah bertakwa dan menyiapkan diri untuk kehidupan ukhrawi.

Lain-lain:

Beberapa sifat orang-orang munafik dan orang-orang ahli kitab yang tercela
peringatan-peringatan untuk kaum muslimin.

Ayat-ayat dalam Surah Al Hasyr (24 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hasyr (59) ayat 14 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hasyr (59) ayat 14 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hasyr (59) ayat 14 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hasyr - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 24 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 59:14
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hasyr.

Surah Al-Hasyr (Arab: الحشر , "Pengusiran") adalah surah ke-59 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 24 ayat.
Dinamakan Al Hasyr yang berarti pengusiran diambil dari perkataan Al Hasyr yang terdapat pada ayat ke-2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Nomor Surah 59
Nama Surah Al Hasyr
Arab الحشر
Arti Pengusiran
Nama lain Bani Nadhir
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 101
Juz Juz 28
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 24
Jumlah kata 448
Jumlah huruf 971
Surah sebelumnya Surah Al-Mujadilah
Surah selanjutnya Surah Al-Mumtahanah
4.7
Ratingmu: 4.5 (9 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta