Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Hasyr (Pengusiran) - surah 59 ayat 14 [QS. 59:14]

لَا یُقَاتِلُوۡنَکُمۡ جَمِیۡعًا اِلَّا فِیۡ قُرًی مُّحَصَّنَۃٍ اَوۡ مِنۡ وَّرَآءِ جُدُرٍ ؕ بَاۡسُہُمۡ بَیۡنَہُمۡ شَدِیۡدٌ ؕ تَحۡسَبُہُمۡ جَمِیۡعًا وَّ قُلُوۡبُہُمۡ شَتّٰی ؕ ذٰلِکَ بِاَنَّہُمۡ قَوۡمٌ لَّا یَعۡقِلُوۡنَ
Laa yuqaatiluunakum jamii’an ilaa fii quran muhash-shanatin au min waraa-i judurin ba’suhum bainahum syadiidun tahsabuhum jamii’an waquluubuhum syatta dzalika biannahum qaumun laa ya’qiluun(a);
Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) bersama-sama, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok.
Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat.
Kamu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah.
Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.

―QS. Al Hasyr [59]: 14

Daftar isi

They will not fight you all except within fortified cities or from behind walls.
Their violence among themselves is severe.
You think they are together, but their hearts are diverse.
That is because they are a people who do not reason.
― Chapter 59. Surah Al Hasyr [verse 14]

لَا tidak

Not
يُقَٰتِلُونَكُمْ mereka memerangi kamu

will they fight you
جَمِيعًا semuanya/bersatu

all
إِلَّا kecuali

except
فِى dalam

in
قُرًى kampung-kampung

towns
مُّحَصَّنَةٍ berbenteng

fortified
أَوْ atau

or
مِن dari

from
وَرَآءِ belakang

behind
جُدُرٍۭ tembok

walls.
بَأْسُهُم kekuatan/permungsuhan mereka

Their violence
بَيْنَهُمْ diantara mereka

among themselves
شَدِيدٌ sangat/keras

(is) severe.
تَحْسَبُهُمْ kamu mengira

You think they
جَمِيعًا semuanya/bersatu

(are) united,
وَقُلُوبُهُمْ dan hati mereka

but their hearts
شَتَّىٰ pecah-belah

(are) divided.
ذَٰلِكَ demikian itu

That
بِأَنَّهُمْ sesungguhnya mereka

(is) because they
قَوْمٌ kaum

(are) a people,
لَّا tidak

not
يَعْقِلُونَ mereka menggunakan akal

they reason.

Tafsir Quran

Surah Al Hasyr
59:14

Tafsir QS. Al-Hasyr (59) : 14. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini diterangkan bahwa mental orang Yahudi dan orang munafik itu telah jatuh sedemikian rupa.
Seandainya orang-orang munafik menepati janji mereka dan berperang bersama orang Yahudi Bani Nadhir menghadapi kaum Muslimin, mereka pun tidak akan mampu menghadapinya, karena dalam hati mereka telah timbul rasa takut dan gentar terhadap kaum Muslimin.

Seandainya mereka berperang juga, mereka hanya berperang di balik benteng-benteng yang kokoh yang telah mereka buat, di balik tembok rumah-rumah mereka, tidak berani keluar berhadapan dengan kaum Muslimin.

Pada akhir ayat ini diterangkan sebab lain yang menyebabkan mereka takut berperang menghadapi kaum Muslimin, yaitu di antara mereka sendiri terjadi pertentangan dan permusuhan yang hebat, tak ada persatuan di antara mereka.

Ayat ini mengisyaratkan kepada kaum Muslimin bahwa persatuan dan kesatuan itu merupakan syarat untuk mencapai kemenangan.
Betapa pun kuatnya persenjataan, perlengkapan, dan kesatuan tentara, tidak akan ada artinya apabila mereka tidak bersatu dan tidak yakin akan tercapainya cita-cita mereka.

Karena bangsa atau umat yang bersatu meskipun dengan perlengkapan yang memadai akan dapat mencapai segala yang mereka cita-citakan.
Ketentuan ini berlaku bagi seluruh umat manusia di mana pun mereka berada.

Sehubungan dengan perlu adanya keyakinan yang kuat, persatuan, dan kesatuan dalam menghadapi apa pun, Allah ﷻ berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ .
وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْا اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung.

Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah.
Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar.
(Al-Anfal [8]: 45-46)

Jika tertanam pada suatu bangsa iman yang kuat dan persatuan yang kokoh dan kesatuan tentara yang tak terpecahkan, niscaya mereka akan sanggup menghadapi segala macam kesukaran menghadapi musuh-musuh yang akan memerangi mereka.
Allah ﷻ berfirman:

قَالَ الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوا اللّٰهِ كَمْ مِّنْ فِئَةٍ قَلِيْلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيْرَةً ۢبِاِذْنِ اللّٰهِ وَاللّٰهُ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata,
"Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah."
Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
(Al-Baqarah [2]: 249)

Sementara itu, Allah mengingatkan kaum Muslimin agar jangan sekali-kali terpengaruh oleh sesuatu yang kelihatannya baik seperti hubungan orang-orang munafik dengan Bani Nadhir, mereka seakan-akan bersatu-padu menghadapi kaum Muslimin, padahal di antara mereka terdapat pertentangan dan permusuhan.

Tafsir QS. Al Hasyr (59) : 14. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang Yahudi tidak akan bersatu memerangi kalian kecuali apabila mereka berada di desa-desa yang berbenteng atau berada di balik dinding-dinding yang mereka gunakan sebagai tempat persembunyian.
Permusuhan antarsesama mereka sangat hebat.


Kalian menduga bahwa mereka itu bersama-sama dan bersatu, padahal hati mereka berpecah-pecah.
Mereka mempunyai sifat yang seperti itu karena mereka adalah suatu bangsa yang tidak mencermati akibat dari segala sesuatu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Adapun orang-orang Yahudi ketika menghadapi kalian, mereka tidak akan pernah bersatu.
Mereka berperang sambil berlindung di kampung-kampung yang berbenteng pagar dan parit-parit atau di balik dinding.


Permusuhan di antara mereka sangat keras.
Kalian mengira bahwa mereka bersatu dalam satu barisan, padahal hati mereka bercerai-berai.


Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak memahami perintah Allah dan tidak pula mereka merenungkan tanda-tanda kekuasaan-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Mereka tidak akan memerangi kalian) yakni orang-orang Yahudi itu


(dalam keadaan bersatu padu) maksudnya, secara serentak


(kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok) yang tinggi.
Menurut suatu qiraat lafal judurin dibaca jidaarin.


(Permusuhan) peperangan


(di antara sesama mereka sangat hebat.
Kalian kira mereka itu bersatu sedangkan hati mereka berpecah belah) berbeda-beda, bertentangan dengan apa yang diduga.


(Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian disebutkan oleh firman-Nya:

Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat.
(QS. Al-Hasyr [59]: 14)

Yaitu permusuhan di antara sesama mereka sangat keras, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.
(QS. Al-An’am [6]: 65)

Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Kamu kira mereka itu bersatu, sedangkan hati mereka berpecah belah.
(QS. Al-Hasyr [59]: 14)

Yakni kamu lihat mereka seakan-akan bersatu dan rukun, padahal kenyataannya mereka bertentangan di antara sesamanya dan berpecah belah.
Menurut Ibrahim An-Nakha’i, makna yang dimaksud adalah kaum Ahli Kitab dan kaum munafik.

Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti.
(QS. Al-Hasyr [59]: 14)

Kata Pilihan Dalam Surah Al Hasyr (59) Ayat 14

JIDAAR
جِدَار

Arti lafaz jidaar ialah tembok, bentuk jamaknya adalah judur.

Lafaz jidaar dalam bentuk tunggal diulang dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Kahfi (18), ayat 77 dan 82.
Dalam bentuk jamak judur ia disebut sekali saja yaitu dalam surah Al Hasyr (59), ayat 14.

Dalam surah Al Kahfi (18), ayat 77 dan 82 menerangkan kisah Nabi Musa dengan Nabi Khidir.
Dalam ayat 77 diceritakan, Nabi Musa dan Nabi Khidir berjalan bersama hingga sampai ke sebuah negeri.
Mereka minta dihidangkan makanan dan minuman sebagai tamu kepada penduduk negeri itu tetapi penduduk negeri itu tidak mau memberi hidangan kepada mereka.
Kemudian mereka menjumpai tembok (jidaar) rumah yang hampir roboh, lalu Nabi Khidir menegakkan kembali tembok itu.
Nabi Musa berkata,
"Sekiranya kamu mau kamu boleh mengambil upah" Ini adalah pelanggaran ketiga yang dilakukan Nabi Musa karena sebelum itu beliau berjanji tidak akan bertanya tentang apa yang dilakukan Nabi Khidir sehingga Nabi Khidir menerangkan perbuatannya itu.
Akhirnya, Nabi Khidir membuat keputusan Nabi Musa tidak sanggup belajar bersabar dengannya dan mereka pun berpisah.

Sedangkan ayat 82 menerangkan, Nabi Khidir menceritakan hikmah dibalik perbuatannya.
Tembok rumah yang miring itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim dan di bawahnya ada harta benda simpanan mereka berdua.
Ayah mereka adalah orang yang shaleh dan Allah menghendaki apabila mereka dewasa nanti dapat mengeluarkan harta simpanannya itu sebagai rahmat dari Allah.

Sementara surah Al Hasyr (59), ayat 14 menceritakan orang Yahudi dan orang munafik adalah penakut dan pengecut karena mereka tidak berani berperang menghadapi tentara muslimin secara langsung kecuali mereka menyerang kaum muslimin dari kawasan yang dikelilingi benteng atau di balik tembok pagar (min waraa i judur)

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:156

Unsur Pokok Surah Al Hasyr (الحشر)

Surat Al-Hasyr terdiri atas 24 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Bayyinah.

Dinamai surat ini "Al Hasyr" (pengusiran) diambil dari perkataan "Al Hasyr " yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Keimanan:

▪ Apa yang berada di langit dan di bumi semuanya bertasbih memuji Allah.
▪ Allah pasti mengalahkan musuh-Nya dan musuh-musuh Rasul-Nya.
▪ Allah mempunyai Al Asmaa-ul Husna.
▪ Keagungan Alquran dan ketinggian martabatnya.

Hukum:

▪ Cara pembagian harta fai’.
▪ Perintah bertakwa dan menyiapkan diri untuk kehidupan ukhrawi.

Lain-lain:

▪ Beberapa sifat orang-orang munafik dan orang-orang ahli kitab yang tercela.
▪ Peringatan-peringatan untuk kaum muslimin.

Audio Murottal

QS. Al-Hasyr (59) : 1-24 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 24 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Hasyr (59) : 1-24 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 24

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hasyr ayat 14 - Gambar 1 Surah Al Hasyr ayat 14 - Gambar 2
Statistik QS. 59:14
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hasyr.

Surah Al-Hasyr (Arab: الحشر , “Pengusiran”) adalah surah ke-59 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 24 ayat.
Dinamakan Al Hasyr yang berarti pengusiran diambil dari perkataan Al Hasyr yang terdapat pada ayat ke-2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Nomor Surah 59
Nama Surah Al Hasyr
Arab الحشر
Arti Pengusiran
Nama lain Bani Nadhir
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 101
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 24
Jumlah kata 448
Jumlah huruf 971
Surah sebelumnya Surah Al-Mujadilah
Surah selanjutnya Surah Al-Mumtahanah
Sending
User Review
4.5 (9 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

59:14, 59 14, 59-14, Surah Al Hasyr 14, Tafsir surat AlHasyr 14, Quran Al-Hashr 14, AlHashr 14, Al Hashr14, Al-Hasyr 14, Surah Al Hasyr ayat 14

Video Surah

59:14


More Videos

Kandungan Surah Al Hasyr

۞ QS. 59:1 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 59:2 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Azab orang kafir

۞ QS. 59:3 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 59:4 • Siksaan Allah sangat pedih • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 59:5 • Azab orang kafir

۞ QS. 59:6 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 59:7 • Siksaan Allah sangat pedih • Maksiat dan dosa

۞ QS. 59:8 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 59:10 Ar Rabb (Tuhan) • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Berdoa untuk mayit • Memohon ampun

۞ QS. 59:11 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 59:12 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 59:13 • Kebodohan orang kafir • Sifat orang munafik

۞ QS. 59:15 • Azab orang kafir

۞ QS. 59:16 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 59:17 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Pahala jin dan balasannya • Siksa orang kafir

۞ QS. 59:18 • Al Khabir (Maha Waspada) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 59:19 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 59:20 • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 59:22 Tauhid Uluhiyyah • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Rahman (Maha Pengasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 59:23 Tauhid Uluhiyyah • Kesombongan hak Allah semata • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Jabbar (Maha Pemaksa) • Al Salam (Maha Penyelamat)

۞ QS. 59:24 • Berdoa dengan Asma’ul Husna • Al Bari’ (Maha Pencipta) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Khaliq (Maha Pencipta) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

Ayat Pilihan

Hai orang beriman,
jangan kamu hilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya & menyakiti (perasaan si penerima),
seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia & dia tidak beriman pada Allah & hari kemudian
QS. Al-Baqarah [2]: 264

Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih adalah orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati (tawadhu’)
dan apabila orang jahil menyapa mereka,
mereka mengucapkan kata-kata yang baik.
QS. Al-Furqan [25]: 63

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia,
ialah Baitullah di Mekah yang diberkahi & menjadi petunjuk bagi semua manusia.
QS. Ali ‘Imran [3]: 96

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai ...

Correct! Wrong!

Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah ...

Correct! Wrong!

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti ...

Correct! Wrong!

+

Array

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya ...

Correct! Wrong!

Yang berarti ''menggabungkan sesuatu dengan yang lain'' adalah lafaz ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #16
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #16 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #16 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Kamus Istilah Islam

rukun iman

Apa itu rukun iman? dasar keyakinan dalam agama Islam, yaitu percaya kepada Allah, kepada malaikat-Nya, kepada kitab-Nya, kepada para nabi dan rasul-Nya, kepada hari kiamat, dan kepada untung baik dan...

Taklif

Apa itu Taklif? Taklif dalam hukum Islam adalah pembebanan suatu kewajiban kepada seseorang, dengan pengertian menghendaki adanya perbuatan yang terkandung di dalamnya suatu kesukaran. Bentuk kata ker...

Sukuk

Apa itu Sukuk? Sukuk adalah istilah dalam bahasa Arab yang digunakan untuk obligasi yang berdasarkan prinsip syariah. Dalam fatwa nomor 32/DSN-MUI/IX/2002, Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indone...