Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Hasyr (Pengusiran) – surah 59 ayat 1 [QS. 59:1]

سَبَّحَ لِلّٰہِ مَا فِی السَّمٰوٰتِ وَ مَا فِی الۡاَرۡضِ ۚ وَ ہُوَ الۡعَزِیۡزُ الۡحَکِیۡمُ
Sabbaha lillahi maa fiis-samaawaati wamaa fiil ardhi wahuwal ‘aziizul hakiim(u);
Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah;
dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
―QS. Al Hasyr [59]: 1

Whatever is in the heavens and whatever is on the earth exalts Allah, and He is the Exalted in Might, the Wise.
― Chapter 59. Surah Al Hasyr [verse 1]

سَبَّحَ bertasbih/mensucikan

Glorifies
لِلَّهِ kepada Allah

[to] Allah
مَا apa

whatever
فِى pada

(is) in
ٱلسَّمَٰوَٰتِ langit(jamak)

the heavens
وَمَا dan apa

and whatever
فِى pada

(is) in
ٱلْأَرْضِ bumi

the earth.
وَهُوَ dan Dia

And He
ٱلْعَزِيزُ Maha Perkasa

(is) the All-Mighty,
ٱلْحَكِيمُ Maha Bijaksana

the All-Wise.

Tafsir

Alquran

Surah Al Hasyr
59:1

Tafsir QS. Al Hasyr (59) : 1. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan bahwa telah bertasbih kepada Allah dan mengagungkan-Nya segala yang ada di langit dan di bumi, dengan menyucikan-Nya dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya, baik dengan ucapan, perbuatan, maupun dengan pernyataan hati sanubarinya.
Allah ﷻ berfirman:

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّ وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْ اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah.

Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka.
Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun.
(al-Isra‘ [17]: 44)


Dari ayat pertama ini dipahami bahwa seluruh makhluk Allah yang di langit dan di bumi, baik berupa makhluk hidup, seperti manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan, maupun makhluk mati seperti batu, air, udara, planet, sungai-sungai, dan sebagainya, bertasbih kepada-Nya.
Masing-masing bertasbih menurut keadaan dan kejadiannya.

Jika diperhatikan seluruh makhluk Allah yang ada, akan diketahui bahwa tiap-tiap makhluk itu tunduk kepada hukum dan ketetapan yang telah ditentukan baginya.
Seakan-akan makhluk-makhluk itu tidak sanggup melepaskan diri dari hukum dan ketetapan itu.

Jika ia melanggarnya, niscaya ia akan rusak atau hancur.
Hukum dan ketetapan ini merupakan sunatullah.


Sebagai contoh ialah hukum air yang mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.
Air hujan yang turun dari langit menimpa daerah pegunungan, akan tertahan alirannya jika ada yang menahannya.

Yang menahannya ialah tumbuh-tumbuhan yang tumbuh dengan subur di pegunungan.
Dengan adanya tumbuh-tumbuhan, maka air akan masuk ke dalam tanah melalui akar-akarnya, sehingga air hujan tidak langsung mengalir ke tempat yang rendah.
Aliran air itu seakan-akan diatur sedemikian rupa sehingga dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk minum, pertanian, dan sebagainya.



Jika suatu daerah adalah area yang tandus, maka air hujan tidak ada yang menahannya.
Air langsung mengalir ke tempat yang rendah menuju laut, sehingga tidak dapat dimanfaatkan manusia, bahkan dapat merusak manusia dengan adanya bahaya banjir dan kekeringan pada musim kemarau.
Dalam hal ini, air tunduk kepada hukum dan ketetapan yang ditetapkan Allah.
Tidak seorang pun yang dapat mengingkari hukum dan ketetapan itu, termasuk manusia.
Jika manusia memusnahkan hutan, maka bahayanya langsung menimpa mereka.
Sebaliknya, jika mereka memeliharanya dengan baik, maka manfaatnya langsung pula mereka terima.


Banyak lagi contoh lain yang menunjukkan bahwa seluruh makhluk senantiasa tunduk dan patuh kepada hukum Allah, seperti hukum daya tarik bumi, dan hukum yang berlaku bagi manusia seperti, barang siapa yang rajin akan berhasil, dan barang siapa yang pemalas tidak akan berhasil.
Semua manusia secara fisik tunduk kepada hukum ini.
Mengikuti hukum dan ketetapan Allah dengan sebaik-baiknya itu berarti bertasbih kepada-Nya.


Seluruh benda baik di langit maupun di bumi, dari partikel terkecil hingga super galaksi tunduk mengikuti ketetapan Allah (sunatullah).
Sebagai contoh adalah perbedaan massa dan orbit planet-planet dalam tata surya kita membentuk sistem dinamis yang stabil dan sempurna, dan berinteraksi satu sama lain dengan penuh harmoni.
Semua bertasbih atau tunduk pada ketentuan Allah.



Sebagaimana telah diterangkan pada ayat-ayat yang lalu bahwa hukum Allah itu berupa sunatullah, yaitu hukum yang berlaku di alam ini.
Syariat adalah ketentuan dan aturan Allah yang dibawa oleh para rasul untuk manusia.
Manusia pasti tunduk dan patuh kepada sunatullah dan wajib taat dan melaksanakan syariat Allah.
Adapun makhluk-makhluk yang lain hanya tunduk kepada sunatullah.
Manusia yang tunduk kepada kedua hukum Allah itu adalah manusia yang berbahagia hidupnya di dunia dan di akhirat.


Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Maksudnya ialah Allah Pencipta semesta alam adalah Zat Mahaperkasa, tidak ada suatu apa pun yang dapat melanggar hukum dan ketetapan-Nya.
Barang siapa yang menentang dan melanggarnya akan merasakan akibatnya baik secara langsung atau tidak.
Seandainya di dunia mereka belum menerima akibatnya, di akhirat pasti akan merasakannya.
Allah-lah yang menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui dengan pasti faedah dan kegunaan penciptaannya.
Allah mengetahui dengan pasti sebab sesuatu diciptakan dan mengetahui dengan pasti pula akibat-akibat yang akan ditimbulkan ciptaan-Nya itu, baik akibatnya itu besar atau kecil.

Tafsir QS. Al Hasyr (59) : 1. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Allah disucikan dari segala sesuatu yang tidak pantas bagi-Nya oleh semua yang ada di langit dan di bumi.
Dia Mahaperkasa, tidak terkalahkan, lagi Mahabijaksana dalam mengatur dan berbuat.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Semua yang ada di langit dan bumi mensucikan Allah dari segala macam yang tidak layak dinisbatkan kepada-Nya.
Dia Mahaperkasa yang tidak terkalahkan, Mahabijaksana dalam takdir, aturan, ciptaan, dan syariat-Nya, meletakkan segala urusan pada tempatnya masing-masing.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi) semuanya memahasucikan-Nya.
Huruf lam pada lafal lillaahi adalah zaidah, ungkapan dengan memakai lafal maa, karena lebih memprioritaskan makhluk yang tidak berakal yang jumlahnya lebih banyak


(dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) di dalam kerajaan-Nya dan dalam perbuatan-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan bumi bertasbih mengagungkan-Nya, bersujud kepada-Nya, dan mengesakan-Nya.
Seperti yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah.
Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.
(QS. Al Israa [17]: 44)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Dialah Yang Mahaperkasa.
(QS. Al-Hasyr [59]: 1)


Yakni Zat Allah Mahaperkasa.

lagi Mahabijaksana.
(QS. Al-Hasyr [59]: 1)

dalam takdir dan syariat-Nya.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Hasyr (59) Ayat 1

Diriwayatkan oleh al-Hakim, dan dishahihkannya, yang bersumber dari ‘Aisyah bahwa kira-kira enam bulan setelah perang Badr, segolongan kaum Yahudi Bani Nadlir yang bertempat tinggal dan berkebun kurma di wilayah kota Madinah, dikepung oleh Rasulullah ﷺ.
Mereka diusir keluar Madinah, dan hanya dibolehkan membawa harta kekayaan sekedarnya yang terpikul oleh unta mereka.
Merekapun tidak dibenarkan membawa senjata.
Ayat ini (al-Hasyr: 1-5) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan bahwa orang yang berkhianat akan mendapat balasannya.

Yahudi Bani Nadlir adalah kaum yang berkhianat kepada Rasulullah ﷺ Pada saat Rasulullah ﷺ akan mengadakan pembicaraan tentang kaum Muslimin yang dibunuh kaum Yahudi, beliau dikhianati.
Mereka menyimpan batu di atas pintu masuk supaya beliau tertimpa batu tersebut (‘Ainul Yaqin hal 71).

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dll, yang bersumber dari Ibnu ‘Umar bahwa Rasulullah ﷺ pernah membakar pohon-pohon kurma Bani Nadlir dan menebang sebagiannya lagi.
Ayat ini (al-Hasyr: 5) turun sebagai keterangan bahwa tindakan Rasulullah ﷺ bersama para sahabatnya, yang dilukiskan khusus terhadap Bani Nadlir itu, dibenarkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala

Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dengan sanad yang daif, yang bersumber dari Jabir bahwa Rasulullah ﷺ pernah memberi izin menebang pohon-pohon kurma, tapi kemudian melarangnya dengan keras.
Para shahabat menghadap Rasulullah ﷺ dan bertanya: “Ya Rasulullah.
Apakah kami ini berdosa karena telah menebang sebagian pohon kurma dan membiarkan sebagiannya lagi ?” Ayat ini (al-Hasyr: 5) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang membenarkan tindakan mereka.

Diriwayatkan oleh Ibny Ishaq yang bersumber dari Yazid bin Ruman.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah dan Mujahid bahwa ketika Rasulullah ﷺ sampai ke tempat Bani Nadlir, mereka telah bersembunyi di dalam benteng.
Rasulullah ﷺ memerintahkan menebang pohon kurma dan membakarnya (sehingga berasap).
Bani Nadlir berteriak-teriak memanggil Rasulullah ﷺ : “Hai Muhammad.
Engkau telah melarang membuat kerusakan di muka bumi dan mencela orang yang membuat kerusakan, akan tetapi mengapa engkau menebang pohon kurma dan membakarnya ?” Ayat ini (al-Hasyr: 5) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang membenarkan Rasulullah dalam memusnahkan kaum fasik.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Hasyr (الحشر)

Surat Al-Hasyr terdiri atas 24 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Bayyinah.

Dinamai surat ini "Al Hasyr" (pengusiran) diambil dari perkataan "Al Hasyr " yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Keimanan:

▪ Apa yang berada di langit dan di bumi semuanya bertasbih memuji Allah.
▪ Allah pasti mengalahkan musuh-Nya dan musuh-musuh Rasul-Nya.
▪ Allah mempunyai Al Asmaa-ul Husna.
▪ Keagungan Alquran dan ketinggian martabatnya.

Hukum:

▪ Cara pembagian harta fai’.
▪ Perintah bertakwa dan menyiapkan diri untuk kehidupan ukhrawi.

Lain-lain:

▪ Beberapa sifat orang-orang munafik dan orang-orang ahli kitab yang tercela.
▪ Peringatan-peringatan untuk kaum muslimin.

Audio

QS. Al-Hasyr (59) : 1-24 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 24 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Hasyr (59) : 1-24 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 24

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hasyr ayat 1 - Gambar 1 Surah Al Hasyr ayat 1 - Gambar 2
Statistik QS. 59:1
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hasyr.

Surah Al-Hasyr (Arab: الحشر , “Pengusiran”) adalah surah ke-59 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 24 ayat.
Dinamakan Al Hasyr yang berarti pengusiran diambil dari perkataan Al Hasyr yang terdapat pada ayat ke-2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Nomor Surah 59
Nama Surah Al Hasyr
Arab الحشر
Arti Pengusiran
Nama lain Bani Nadhir
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 101
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 24
Jumlah kata 448
Jumlah huruf 971
Surah sebelumnya Surah Al-Mujadilah
Surah selanjutnya Surah Al-Mumtahanah
Sending
User Review
4.8 (10 votes)
Tags:

59:1, 59 1, 59-1, Surah Al Hasyr 1, Tafsir surat AlHasyr 1, Quran Al-Hashr 1, AlHashr 1, Al Hashr1, Al-Hasyr 1, Surah Al Hasyr ayat 1

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 31 [QS. 16:31]

Ganjaran di negeri akhirat itu di antaranya berupa surga-surga ’Adn yang mereka masuki, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Di dalam surga-surga itu mereka mendapat segala apa yang diinginkan. De … 16:31, 16 31, 16-31, Surah An Nahl 31, Tafsir surat AnNahl 31, Quran An-Nahl 31, Surah An Nahl ayat 31

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam lahir pada bulan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lahir pada Senin, 12 Rabiul Awal, di Tahun Gajah. Lalu pada tanggal 17 Rabiul Awal ini merupakan hari ketika Rasulullah hijrah atau meninggalkan Mekkah menuju Madinah.

+

Array

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis ...

Benar! Kurang tepat!

Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #12
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #12 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #12 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #26

Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … 154 100 155 114 150 Benar! Kurang tepat! Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … QS. Al A’raf : 31

Pendidikan Agama Islam #13

Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Putih Abu-abu Hijau Pupus Kuning muda Hitam dongker Benar! Kurang tepat!

Instagram