QS. Al Hajj (Haji) – surah 22 ayat 67 [QS. 22:67]

لِکُلِّ اُمَّۃٍ جَعَلۡنَا مَنۡسَکًا ہُمۡ نَاسِکُوۡہُ فَلَا یُنَازِعُنَّکَ فِی الۡاَمۡرِ وَ ادۡعُ اِلٰی رَبِّکَ ؕ اِنَّکَ لَعَلٰی ہُدًی مُّسۡتَقِیۡمٍ
Likulli ummatin ja’alnaa mansakan hum naasikuuhu falaa yunaazi’unnaka fiil amri waad’u ila rabbika innaka la’ala hudan mustaqiimin;

Bagi setiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang (harus) mereka amalkan, maka tidak sepantasnya mereka berbantahan dengan engkau dalam urusan (syariat) ini dan serulah (mereka) kepada Tuhanmu.
Sungguh, engkau (Muhammad) berada di jalan yang lurus.
―QS. 22:67
Topik ▪ Tauhid Uluhiyyah
22:67, 22 67, 22-67, Al Hajj 67, AlHajj 67, Al-Haj 67, Alhaj 67, Al Haj 67, Al-Hajj 67
English Translation - Sahih International
For every religion We have appointed rites which they perform.
So, (O Muhammad), let the disbelievers not contend with you over the matter but invite them to your Lord.
Indeed, you are upon straight guidance.
―QS. 22:67

 

Tafsir surah Al Hajj (22) ayat 67

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hajj (22) : 67. Oleh Kementrian Agama RI

Allah telah mengutus para rasul kepada tiap-tiap umat sampai kepada masa Nabi Muhammad ﷺ.
Tiap-tiap rasul membawa syariat yang berbeda dengan syariat rasul yang lain, sesuai dengan keadaan, tempat dan masa dimana umat itu berada sehingga syariat itu dapat mereka lakukan dengan baik dan sesuai dengan kesanggupan, kemanfaatan dan kebutuhan hidup mereka.

Kitab Taurat diturunkan kepada Musa as, yang akan disampaikan kepada Bani Israil.
Bani Israil di waktu itu sedang terjangkit paham materialisme dan kehidupan yang materialistis.
Hidupnya didasarkan kepada kebendaan.
Baginya hidup ini adalah serba benda.
Bani Israil tatkala ditinggalkan Nabi Musa yaitu dikala beliau naik ke bukit Tursina untuk menerima Taurat, mereka membuat patung anak sapi dari emas untuk disembah.
Isi Taurat banyak memberi petunjuk kepada manusia tentang cara-cara membina diri dan umat agar terhindar dari paham materialisme dan kehidupan yang materialistis itu.
Demikian pula Injil diturunkan kepada Nabi Isa as, banyak memberi petunjuk cara-cara pembinaan kejiwaan, rohani, sesuai pula dengan keadaan orang Yahudi di waktu itu.

Pada akhirnya Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Syariat yang dikandung Alquran itu adalah syariat untuk seluruh umat manusia sampai akhir zaman.
Di dalam Alquran banyak ayat-ayat yang memberi petunjuk kepada manusia agar mereka di samping memikirkan kehidupan rohani juga memikirkan kehidupan duniawi, kehidupan duniawi merupakan persiapan kehidupan akhirat.

Demikianlah ketetapan Allah yang berlaku bagi seluruh umat manusia sejak dahulu sampai sekarang.
Maka seharusnya orang-orang kafir itu tidak menentang seruan Nabi Muhammad yang disampaikan kepada mereka.
Karena itu Allah memperingatkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya agar jangan terpengaruh oleh tantangan dan pembangkangan orang-orang kafir.
Tetaplah melakukan dakwah, menyeru mereka dengan hikmat dan kebijaksanaan, mengajak mereka kepada ketauhidan, yang menunjukkan kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.











22:67, 22 67, 22-67, Al Hajj 67, tafsir surat AlHajj 67, Al-Haj 67, Alhaj 67, Al Haj 67, Al-Hajj 67



Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta