Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al Hajj

Al Hajj (Haji) surah 22 ayat 60


ذٰلِکَ ۚ وَ مَنۡ عَاقَبَ بِمِثۡلِ مَا عُوۡقِبَ بِہٖ ثُمَّ بُغِیَ عَلَیۡہِ لَیَنۡصُرَنَّہُ اللّٰہُ ؕ اِنَّ اللّٰہَ لَعَفُوٌّ غَفُوۡرٌ
Dzalika waman ‘aaqaba bimitsli maa ‘uuqiba bihi tsumma bughiya ‘alaihi layanshuran-nahullahu innallaha la’afuu-wun ghafuurun;

Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya (lagi), pasti Allah akan menolongnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
―QS. 22:60
Topik ▪ Iman ▪ Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin ▪ Merenungi ciptaan Allah
22:60, 22 60, 22-60, Al Hajj 60, AlHajj 60, Al-Haj 60, Alhaj 60, Al Haj 60, Al-Hajj 60
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hajj (22) : 60. Oleh Kementrian Agama RI

Demikianlah, Allah subhanahu wa ta'ala akan memberikan rezeki yang baik dan surga yang penuh kenikmatan kepada orang-orang yang meninggal dalam keadaan hijrah dan berhijrah di jalan Allah, dalam memerangi musuh-musuh mereka.

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan lagi jaminan pertolongan-Nya kepada Orang-orang yang berhijrah dan berjihad, yaitu barang siapa di antara orang-orang yang beriman membalas siksaan orang-orang kafir, mereka telah diperangi, kemudian musuh-musuhnya itu memaksa mereka untuk berhijrah meninggalkan kampung halaman mereka, pastilah Allah akan menolong mereka dan akan membalaskan perbuatan itu kembali.

Dalam pada itu Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
Karena itu janganlah orang-orang yang beriman memerangi musuh-musuh mereka yang telah menyerah kepada mereka, hendaklah melindungi orang-orang yang minta perlindungan kepada mereka.
Jika orang-orang kafir membiarkan kaum Muslimin menjalankan agamanya, tidak mengganggu dan menyakiti mereka, Allah melarang memerangi orang-orang kafir itu.
Maafkanlah kesalahan mereka, sebagaimana Allah telah memaafkan pula kesalahan orang-orang yang beriman.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri.
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.
Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.

(Q.S.
As Syura: 39-40)

Al Hajj (22) ayat 60 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Hajj (22) ayat 60 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Hajj (22) ayat 60 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Begitulah cara Kami dalam mengganjar manusia.
Kami tidak pernah berlaku curang.
Maka apabila seoang Mukmin, berdasarkan hukum kisas, membalas orang yang berbuat jahat kepadanya hanya dengan kejahatan yang semisal, tetapi si pelaku kejahatan kemudian malah menambah kejahatannya, maka Allah telah mengambil janji untuk menolongnya dari kejahatan orang itu.
Allah sungguh banyak ampunan-Nya kepada orang yang membalas suatu kejahatan hanya dengan yang semisal.
Dia tidak akan menghukumnya karena hal itu.
Dia pun amat luas sifat memaafkannya, hingga di hari kiamat nanti, menutupi kesalahan- kesalahan hamba-Nya yang taat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Perkaranya (demikianlah) apa yang telah Kami ceritakan kepadamu (dan barang siapa membalas) melakukan pembalasan, yang dimaksud adalah orang-orang Mukmin (seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita) sesuai dengan penganiayaan yang dialaminya dari orang-orang musyrik yang berbuat aniaya terhadapnya.
Atau dengan kata lain, ia memerangi mereka sebagaimana mereka memeranginya di bulan Muharam (kemudian ia dianiaya lagi) dan diusir dari kampung halamannya oleh mereka (pasti Allah akan menolongnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf) terhadap orang-orang yang beriman (lagi Maha Pengampun) terhadap mereka yang memerangi orang-orang musyrik, sekalipun dalam bulan Muharam.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Itulah perkara yang telah Kami kisahkan kepadamu, yaitu dimasukkannya orang-orang yang berhijrah ke dalam surga.
Barangsiapa yang dianiaya dan dizhalimi, maka sesungguhnya ia telah diizinkan untuk membalas orang jahat setara dengan perbuatannya, dan tiada dosa atasnya.
Apabila orang yang jahat ini kembali mengganggunya dan berbuat zhalim, maka sesungguhnya Allah akan menolong orang yang teraniaya; karena tidak boleh ia dianiaya disebabkan keadilannya terhadap dirinya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
Dia memaafkan orang-orang yang berdosa, sehingga tidak menyegerakan adzab kepada mereka, dan mengampuni dosa-dosa mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Demikianlah, dan barang siapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita., hingga akhir ayat

Muqatil ibnu Hayyan dan Ibnu Jarir menyebutkan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan sariyyah (pasukan khusus) yang terdiri atas kalangan sahabat.
Mereka berhadapan dengan sejumlah pasukan kaum musyrik di bulan Muharram.
Kemudian kaum muslim menyerukan kepada mereka untuk tidak mengadakan peperangan dalam bulan haram itu, tetapi kaum musyrik menolak dan tetap bersikeras untuk berperang, bahkan kaum musyrik bersikap kelewat batas terhadap kaum muslim.
Maka kaum muslim terpaksa melayani perang mereka, dan Allah memberikan kemenangan kepada kaum muslim.

Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Hajj (22) Ayat 60

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Muqatil bahwa ayat ini (al-Hajj: 60) turun berkenaan dengan suatu rombongan kaum Muslimin, utusan Nabi ﷺ, yang bertemu dengan kaum musyrikin dua hari sebelum bulan Muharam.
Berkatalah sesama kaum musyrikin: “Serbulah shahabat-shahabat Muhammad, karena mereka mengharamkan perang pada bulan Muharan.” Para shahabat meminta dengan sangat kepada kaum musyrikin agar tidak menyerang, karena mereka tidak dibolehkan oleh Allah berperang pada bulan haram.
Akan tetapi kaum musyrikin menolak permintaan tersebut, bahkan terus menyerang.
Kaum Muslimin terpaksa melawan mereka, sehingga akhirnya mendapat kemenangan.
Ayat ini (al-Hajj: 60) membenarkan tindakan kaum Muslimin, dan Allah menjanjikan kemenangan bagi mereka.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Hajj (الحجّ)
Surat Al Hajj, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, terdiri atas 78 ayat, sedang me­nurut pendapat sebahagian ahli tafsir termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Sebab perbe­daan ini ialah karena sebahagian ayat-ayat surat ini ada yang diturunkan di Mekah dan sebahagian lagi diturunkan di Madinah.

Dinamai surat ini "Al Hajj",
karena surat ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadat haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar·syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan di masa Nabi Ibrahim 'alaihis salam, dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim 'alaihis salam bersama puteranya Ismail 'alaihis salam

Menurut Al Ghaznawi, surat Al Hajj termasuk di antara surat-surat yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Keimanan:

Keimanan tentang adanya kebangkitan dan huru-hara hari kiamat
dan susunan alam semesta dapat diambil bukti-bukti tentang adanya Allah Maha Pencipta.

Hukum:

Kewajiban berhaji bagi kaum muslimin dan haji telah disyariatkan pada masa Ibrahim a.s
hukum berkata dusta
larangan menyembah berhala
binatang-binatang yang halal dimakan
hukum menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan Mas­jidil-haram
keizinan berperang untuk mempertahankan diri dan agama
hukum­ hukum yang berhubungan dengan haji.

Lain-lain:

Membantah kebenaran tanpa pengetahuan adalah perbuatan yang tercela
tanda­ tanda takwa yang sampai ke hati
tiap-tiap agama yang dibawa rasul-rasul sejak dahulu mempunyai syari'at tertentu dan cara melakukannya
pahala orang yang mati dalam berhijrah di jalan Allah
sikap orang-orang kafir bila mendengar ayat­ ayat Al Qur'an
anjuran berjihad dengan sesungguhnya
celaan Islam terhadap orang-orang yang tidak tetap pendiriannya dan selalu mencari keuntungan untuk diri sendiri


Gambar Kutipan Surah Al Hajj Ayat 60 *beta

Surah Al Hajj Ayat 60



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Hajj

Surah Al-Hajj (bahasa Arab:الحجّ, al-Hajj, "Haji") adalah surah ke-22 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 78 ayat .
Sebagian ayat dari surah ini diturunkan di Mekkah dan sebagian lagi di Madinah, oleh karena itu para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai golongan surah ini (Makkiyah atau Madaniyah)

Surah ini dinamai surah ini Al-Hajj, karena surah ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar-syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan pada masa Nabi Ibrahim, dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim bersama puteranya Ismail.

Menurut Al Ghaznawi, surah Al-Hajj termasuk di antara surah-surah yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Nomor Surah22
Nama SurahAl Hajj
Arabالحجّ
ArtiHaji
Nama lain-
Tempat TurunMadinah & Makkah
Urutan Wahyu103
JuzJuz 17
Jumlah ruku'10 ruku'
Jumlah ayat78
Jumlah kata1282
Jumlah huruf5315
Surah sebelumnyaSurah Al-Anbiya
Surah selanjutnyaSurah Al-Mu’minun
4.6
Rating Pembaca: 4.8 (16 votes)
Sending