QS. Al Hajj (Haji) – surah 22 ayat 6 [QS. 22:6]

ذٰلِکَ بِاَنَّ اللّٰہَ ہُوَ الۡحَقُّ وَ اَنَّہٗ یُحۡیِ الۡمَوۡتٰی وَ اَنَّہٗ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرٌ ۙ
Dzalika biannallaha huwal haqqu wa-annahu yuhyiil mauta wa-annahu ‘ala kulli syai-in qadiirun;

Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,
―QS. 22:6
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Manusia dibangkitkan dari kubur ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
22:6, 22 6, 22-6, Al Hajj 6, AlHajj 6, Al-Haj 6, Alhaj 6, Al Haj 6, Al-Hajj 6

Tafsir surah Al Hajj (22) ayat 6

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hajj (22) : 6. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah Allah subhanahu wa ta’ala mengemukakan bukti-bukti berbangkit pada ayat-ayat yang terdahulu, maka pada ayat-ayat ini Allah menegaskan lima perkara:

1.
Tuhan yang diterangkan pada ayat-ayat di atas adalah Tuhan yang sebenarnya, Tuhan Yang Maha Kuasa.
Yang menentukan segala sesuatu.
Tidak ada seorangpun yang sanggup menciptakan manusia dengan proses yang demikian itu, yaitu menciptakan manusia dari tanah, kemudian menciptakan manusia dari setetes mani, makhluk yang mati, kemudian menjadi segumpal darah, kemudian menjadi segumpal daging dalam rahim wanita kemudian lahir ke dunia, semakin lama bertambah besar, menjadi dewasa, berketurunan, bertambah tua, akhirnya meninggal dunia menjadi makhluk yang mati kembali.
Siapakah yang sanggup merubah tanah yang mati dan tandus menjadi tanah yang subur serta ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam.
Siapakah yang membuat ketentuan dan aturan-aturan yang demikian rapi dan teliti itu, sehingga dengan ketentuan-ketentuan dan aturan-aturan itu seluruh alam yang luas ini dapat diatur, selain dari pada Allah subhanahu wa ta’ala yang wajib disembah?

2.
Dialah yang menghidupkan yang mati.
Menghidupkan yang mati berarti memberi nyawa dan kehidupan kepada yang mati itu, di samping memberi kelengkapan untuk kelangsungan hidup makhluk itu, baik kelangsungan hidup makhluk itu sendiri ataupun kelangsungan hidup jenisnya.
Kemudian Dia mematikan kembali.
Zat yang dapat menghidupkan yang mati, kemudian mematikannya, tentu zat itu sanggup pula menghidupkannya kembali pada hari berbangkit.
Menghidupkan sesuatu makhluk kembali itu adalah lebih mudah dari menciptakannya pada kali yang pertama.

3.
Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dia berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya; tidak ada sesuatupun yang dapat merubah dan menghalangi kehendak-Nya itu.

4.
Agar orang-orang yang ingkar itu mengetahui bahwa hari kiamat yang dijanjikan itu pasti datang; tidak ada keraguan sedikitpun.

5.
Agar mereka dapat meyakini bahwa hari berbangkit dari kubur, setelah hari kiamat itu pasti pula terjadi.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Penciptaan manusia dan penumbuhan tanaman yang telah disebut tadi adalah suatu saksi bahwa Allah adalah Tuhan yang sebenarnya, yang menghidupkan orang mati pada hari pembangkitan, yang Mahakuasa atas segala sesuatu.
Hal itu pun menjadi suatu bukti bahwa hari kiamat benar-benar akan datang berdasarkan perwujudan janji-Nya, serta menjadi saksi bahwa Dia menghidupkan orang mati dari kuburnya untuk diadili dan diberi balasan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yang demikian itu) yakni hal-hal yang telah disebutkan itu mulai dari permulaan kejadian manusia hingga dihidupkannya bumi menjadi subur (karena sesungguhnya) disebabkan bahwa (Allah Dialah yang hak) Yang Tetap dan Abadi (dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apa yang telah disebutkan berupa tanda-tanda keuasaan Allah itu, di dalamnya terdapat dalil yang pasti bahwa Allah adalah Rabb yang berhak disembah, yang tidak patut ibadah dilakukan kecuali untuk-Nya.
Dia-lah yang menghidupkan segala yang mati, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak.

Allah Yang menciptakan, yang mengatur, lagi Maha Berbuat terhadap semua yang dikehendaki-Nya.

dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati.

Yakni sebagaimana Dia menghidupkan bumi yang mati sehingga bumi dapat menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan.
Seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat yang lain, yaitu:

Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati, sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
(Al Fushilat:39)

Sesungguhnya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah ia.
(Yaa Siin:82)


Informasi Surah Al Hajj (الحجّ)
Surat Al Hajj, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, terdiri atas 78 ayat, sedang me­nurut pendapat sebahagian ahli tafsir termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Sebab perbe­daan ini ialah karena sebahagian ayat-ayat surat ini ada yang diturunkan di Mekah dan sebahagian lagi diturunkan di Madinah.

Dinamai surat ini “Al Hajj”,
karena surat ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadat haji, seperti ihram, thawaf, sa’i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi’ar·syi’ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari’atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari’atkan di masa Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, dan Ka’bah didirikan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam

Menurut Al Ghaznawi, surat Al Hajj termasuk di antara surat-surat yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Keimanan:

Keimanan tentang adanya kebangkitan dan huru-hara hari kiamat
dan susunan alam semesta dapat diambil bukti-bukti tentang adanya Allah Maha Pencipta.

Hukum:

Kewajiban berhaji bagi kaum muslimin dan haji telah disyariatkan pada masa Ibrahim a.s
hukum berkata dusta
larangan menyembah berhala
binatang-binatang yang halal dimakan
hukum menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan Mas­jidil-haram
keizinan berperang untuk mempertahankan diri dan agama
hukum­ hukum yang berhubungan dengan haji.

Lain-lain:

Membantah kebenaran tanpa pengetahuan adalah perbuatan yang tercela
tanda­ tanda takwa yang sampai ke hati
tiap-tiap agama yang dibawa rasul-rasul sejak dahulu mempunyai syari’at tertentu dan cara melakukannya
pahala orang yang mati dalam berhijrah di jalan Allah
sikap orang-orang kafir bila mendengar ayat­ ayat Al Qur’an
anjuran berjihad dengan sesungguhnya
celaan Islam terhadap orang-orang yang tidak tetap pendiriannya dan selalu mencari keuntungan untuk diri sendiri

Ayat-ayat dalam Surah Al Hajj (78 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hajj (22) ayat 6 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hajj (22) ayat 6 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hajj (22) ayat 6 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hajj - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 78 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 22:6
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hajj.

Surah Al-Hajj (bahasa Arab:الحجّ, al-Hajj, "Haji") adalah surah ke-22 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 78 ayat .
Sebagian ayat dari surah ini diturunkan di Mekkah dan sebagian lagi di Madinah, oleh karena itu para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai golongan surah ini (Makkiyah atau Madaniyah)

Surah ini dinamai surah ini Al-Hajj, karena surah ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar-syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan pada masa Nabi Ibrahim, dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim bersama puteranya Ismail.

Menurut Al Ghaznawi, surah Al-Hajj termasuk di antara surah-surah yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Nomor Surah22
Nama SurahAl Hajj
Arabالحجّ
ArtiHaji
Nama lain-
Tempat TurunMadinah & Makkah
Urutan Wahyu103
JuzJuz 17
Jumlah ruku'10 ruku'
Jumlah ayat78
Jumlah kata1282
Jumlah huruf5315
Surah sebelumnyaSurah Al-Anbiya
Surah selanjutnyaSurah Al-Mu’minun
4.6
Ratingmu: 4.2 (28 orang)
Sending







Pembahasan ▪ surah 22 ayat 6 ▪ arti surat alhaj ayat 6 sampe 17 ▪ quran 22:6

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta