Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Hajj

Al Hajj (Haji) surah 22 ayat 40


الَّذِیۡنَ اُخۡرِجُوۡا مِنۡ دِیَارِہِمۡ بِغَیۡرِ حَقٍّ اِلَّاۤ اَنۡ یَّقُوۡلُوۡا رَبُّنَا اللّٰہُ ؕ وَ لَوۡ لَا دَفۡعُ اللّٰہِ النَّاسَ بَعۡضَہُمۡ بِبَعۡضٍ لَّہُدِّمَتۡ صَوَامِعُ وَ بِیَعٌ وَّ صَلَوٰتٌ وَّ مَسٰجِدُ یُذۡکَرُ فِیۡہَا اسۡمُ اللّٰہِ کَثِیۡرًا ؕ وَ لَیَنۡصُرَنَّ اللّٰہُ مَنۡ یَّنۡصُرُہٗ ؕ اِنَّ اللّٰہَ لَقَوِیٌّ عَزِیۡزٌ
Al-ladziina ukhrijuu min diyaarihim bighairi haqqin ilaa an yaquuluu rabbunaallahu walaulaa daf’ullahinnaasa ba’dhahum biba’dhin lahuddimat shawaami’u wabiya’un washalawaatun wamasaajidu yudzkaru fiihaaasmullahi katsiiran walayanshuran-nallahu man yanshuruhu innallaha laqawii-yun ‘aziizun;

(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata:
“Tuhan kami hanyalah Allah”.
Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah.
Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,
―QS. 22:40
Topik ▪ Iman ▪ Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin ▪ Ayat yang berhubungan dengan Abu Jahal
22:40, 22 40, 22-40, Al Hajj 40, AlHajj 40, Al-Haj 40, Alhaj 40, Al Haj 40, Al-Hajj 40
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hajj (22) : 40. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan keadaan orang-orang yang diizinkan berperang itu.
Orang-orang musyrik Mekah telah melakukan tindakan yang tidak berperikemanusiaan terhadap kaum Muslimin.
Mereka disiksa.
dianiaya, disakiti dan sebagainya, bukanlah karena sesuatu kesalahan atau kejahatan yang telah mereka perbuat, tetapi semata-mata karena mereka telah berkeyakinan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah, selain Tuhan Yang Maha Kuasa.
Mereka tidak mempercayai lagi kepercayaan nenek moyang mereka.
Mereka telah berserah diri kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa dan mereka telah menjadi orang-orang muslim.

Tindakan orang musyrik Mekah terhadap kaum Muslimin itu diterangkan dalam firman Allah subhanahu wa ta'ala:

....mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu.....
(Q.S.
Al Mumtahanah: 1)

Penderitaan dan kesengsaraan yang dialami Nabi dan para sahabat karena mereka beriman kepada Allah itu, telah dialami pula oleh para Rasul dan umatnya yang telah diutus dahulu.
Allah berfirman:

"Orang-orang kafir berkata kepada Rasul-rasul mereka, "Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami, atau kamu kembali kepada agama kami"
(Q.S.
Ibrahim: 13)

Mereka yang diizinkan berperang itu telah diusir oleh kaum musyrikin dari kampung halaman mereka, telah disiksa dan disakiti tanpa alasan yang benar.

Karena itu, saandainya perbuatan kaum musyrik itu dibiarkan, tentulah kelaliman mereka semakin bertambah, semakin lama mereka bertambah gila kekuasaan, mereka akan menghancurkan biara-biara,, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat dan mesjid-masjid yang di dalamnya disebut dan diagungkan nama Allah.
Karena itu Allah mensyariatkan dalam agama-Nya agar tiap-tiap orang yang beriman yang dihalangi menyembah Tuhannya itu membela agamanya, berperang di jalan Allah, mereka membela kebenaran, menolak kebatilan dan kelaliman.

Pada hakikatnya perang yang terjadi itu adalah perang antara yang hak dan yang batil, perang antar orang yang telah mendapat petunjuk dari Allah dengan orang yang mengingkari petunjuk itu.
Perang yang seperti itu adalah peperangan yang tujuannya untuk membina kehidupan manusia, yaitu kehidupan dunia yang sejahtera yang diridai Allah dan kehidupan ukhrawi yang bahagia dan abadi.

Ayat ini juga mengisyaratkan agar setiap kelompok itu hidup kaum muslim dan mempunyai sebuah mesjid yang didirikan oleh para anggota kelompok itu.
Di dalam mesjid tersebut diagungkan asma Allah, dilaksanakan salat berjemaah setiap waktu, diperbincangkan hidup dan kehidupan kaum Muslimin, dijadikan mesjid itu tempat berkumpul dan tempat bermusyawarah.

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menguatkan perintah berperang pada ayat di atas, dengan memberikan perintah dan memberikan janji.
Yang diperintahkan Allah adalah agar kaum Muslimin menolong dan membela agama Allah, berjihad dan melaksanakan perintah Allah.
Yang dijanjikan, ialah barang siapa yang menolong agama Allah, ia berhak mendapat pertolongan Allah, berupa kemenangan dan pahala di akhirat nanti.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.
(Q.S.
Ar Rum: 47)

Janji Allah itu pasti ditepatinya, karena Dia Maha Kuasa lagi Maha Perkasa.
Allah berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu"
(Q.S.
Muhammad: 7)

Pada permulaan ayat di atas Allah subhanahu wa ta'ala menjanjikan kemenangan bagi orang-orang yang beriman, kemudian pada akhir ayat Allah menegaskan lagi bahwa kemenangan itu pasti diperoleh orang-orang beriman, seakan-akan dengan janji kemenangan itu pada permulaanya kaum Muslimin belum meyakini kebenaran janji itu, sehingga perlu dikuatkan oleh pernyataan kedua.
Sebetulnya bukanlah maksudnya demikian, tetapi maksudnya ialah untuk menenangkan dan menentramkan hati, mengokohkan pendirian pada saat kaum Muslimin sedang mendapat cobaan dari Allah.

Pada akhir ayat Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa menepati janji yang telah dijanjikan-Nya kepada orang-orang yang beriman itu adalah mudah bagi-Nya, karena Dia Maha Kuasa melakukan segala sesuatu dan tidak seorangpun yang dapat menghalangi terjadinya sesuatu kehendak-Nya.
Allah berfirman:

Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba kami yang menjadi Rasul (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.
(Q.S.
As Saffat: 171-173)

Al Hajj (22) ayat 40 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Hajj (22) ayat 40 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Hajj (22) ayat 40 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Yaitu orang-orang yang dianiaya oleh orang-orang kafir dan dipaksa untuk meninggalkan kampung halamannya, Makkah, tanpa dosa kecuali untuk menemukan Allah dan menyembah-Nya.
Seandainya Allah tidak memberikan kepada kebenaran pembela-pembela yang akan selalu mempertahankan dan melindunginya dari kesewenang-wenangan orang-orang zalim, niscaya kebatilan akan menyebar dan tiran- tiran akan semakin leluasa dalam kesemena-menaan mereka.
Dan jika keadaannya terus begitu, para tiran itu akan berhasil membungkam suara kebenaran, merusak gereja, biara, sinagog dan masjid yang merupakan tempat-tempat yang banyak dipakai untuk menyebut nama Allah.
Allah telah berjanji akan menolong siapa saja yang menolong agama-Nya, dan akan memuliakan siapa saja yang menjunjung tinggi kebenaran di atas bumi.
Janji Allah tidak mungkin dilanggar, karena Allah Mahakuat untuk melaksanakan segala kehendak-Nya dan Mahaperkasa, tidak ada yang mengalahkan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Mereka adalah (orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar) di dalam pengusiran itu, mereka sekali-kali tidak diusir (melainkan karena mereka berkata) disebabkan perkataan yang mereka ucapkan yaitu, ("Rabb kami hanyalah Allah") semata.
Perkataan ini adalah perkataan yang hak dan benar, maka mengusir hanya dengan alasan karena mengucapkan perkataan itu adalah tidak dibenarkan.
(Dan sekiranya Allah tiada menolak keganasan sebagian manusia) lafal Ba'dhahum menjadi Badal Ba'dh lafal An-Naas (dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan) dibaca Lahuddimat dengan memakai harakat Tasydid menunjukkan makna banyak, yakni telah banyak dirobohkan, sebagaimana dapat dibaca Takhfif yaitu Lahudimat (biara-biara) bagi para rahib (gereja-gereja) bagi orang-orang Nasrani (rumah-rumah ibadah) bagi orang-orang Yahudi, lafal shalawaat artinya tempat peribadatan menurut bahasa Ibrani (dan mesjid-mesjid) bagi kaum Muslimin (yang disebut di dalamnya) maksudnya di dalam tempat-tempat yang telah disebutkan tadi (nama Allah dengan banyak) sehingga ibadah menjadi terhenti karena robohnya tempat-tempat tersebut.
(Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong-Nya) menolong agama-Nya.
(Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat) di atas semua makhluk-Nya (lagi Maha Perkasa) pengaruh dan kekuasaan-Nya maha perkasa.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Yaitu orang-orang yang dipaksa keluar dari kampong halaman mereka.
Bukan karena sesuatu yang telah mereka perbuat, melainkan karena mereka masuk Islam dan berkata :
Rabb kami hanya Allah semata.
Sekiranya Allah tidak mensyariatkan untuk menolak kezhaliman yang bisa diambil manfaatnya oleh semua pemeluk agama-agama samawi, dan menolak kebatilan dengan peperangan yang diizinkan, maka tentulah kebenaran yang terdapat pada setiap umat telah dikalahkan, bumi telah dirusak, dan dihancurkan tempat-tempat ibadah di permukaannya, seperti sinagog para rahib, gereja umat Nasrani, tempat ibadah kaum Yahudi, dan masjid kaum muslimin di mana mereka mengerjakan shalat dan banyak menyebut nama Allah di dalamnya.
Barangsiapa yang bersungguh-sungguh menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya atas musuhnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat tidak bisa dikalahkan, lagi Mahaperkasa yang tidak tertandingi.
Sungguh Dia menguasai makhluk-Nya dan memegang ubun-ubun mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

kecuali karena mereka berkata, "Tuhan kami hanyalah Allah."

Yakni mereka sama sekali tidak pernah berbuat jahat terhadap kaumnya dan mereka tidak mempunyai dosa apa pun terhadap kaumnya, melainkan hanya karena mereka mengesakan Allah dan menyembah-Nya serta tidak mempersekutukan-Nya.
Istisna dalam ayat ini bersifat munqati' jika ditinjau dari kejadian yang sebenarnya.
Adapun bagi kaum musyrik hal tersebut (mengesakan Allah) merupakan suatu pelanggaran berat, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam firman-Nya:

mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kalian karena kalian beriman kepada Allah, Tuhan kalian.
(Al Mumtahanah:1)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala dalam kisah ashabul ukhdud, yaitu:

Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
(Al-Buruj: 8)

Rasulullah ﷺ menyetujui ucapan mereka itu dan beliau ikut mengucap­kannya bersama mereka, bait demi bait.
Bila mereka mengucapkan "Mereka (kaum musyrik) bermaksud memfitnah (agama) kami, tetapi kami menolak," maka Nabi ﷺ mengucapkan kalimat yang terakhir itu dengan suara yang keras.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain.

Yakni seandainya Allah tidak menolak suatu kaum dengan kaum yang lain dan mencegah kejahatan sebagian manusia agar jangan menimpa sebagian yang lainnya, melalui sarana dan penyebab yang telah diciptakan-Nya dan yang telah digariskan oleh takdir-Nya, tentulah bumi ini akan rusak dan si kuat akan memakan yang lemah.

tentulah telah dirobohkan biara-biara.

Sawami' adalah tempat-tempat ibadat yang kecil yang dipakai oleh para rahib.
Demkianlah menurut Ibnu Abbas, Mujahid, Abul Aliyah, Ikrimah Ad-Dahhak, dan lain-lainnya.

Sedangkan Qatadah mengatakan bahwa sawami' adalah tempat peribadatan orang-orang sabi-in.

Menurut suatu riwayat yang bersumberkan darinya, sawami adalah tempat peribadatan orang-orang Majusi.

Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa sawami' adalah rumah-rumah yang terletak di pinggir-pinggir jalan.

gereja-gereja.

Tempat peribadatan ini jauh lebih besar daripada yang pertama dan memuat lebih banyak orang di dalamnya, milik orang-orang Nasrani pula, sama dengan yang pertama.
Demikianlah menurut pendapat Abul Aliyah, Qatadah, Ad-Dahhak, Ibnu Sakhr, Muqatil ibnu Hayyan, dan Khasif serta lain-lainnya.

Ibnu Jubair telah meriwayatkan dari Mujahid dan lain-lainnya, bahwa biya'un adalah tempat-tempat peribadatan orang-orang Yahudi (yang sekarang disebut sinagog).

As-Saddi telah meriwayatkan dari orang-orang yang menerimanya dari Ibnu Abbas, bahwa biya'un adalah tempat-tempat peribadatan orang-orang Yahudi.

Sedangkan Mujahid mengatakan bahwa biya'un itu tiada lain adalah gereja-gereja.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

rumah-rumah ibadat orang Yahudi.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa salawat adalah gereja-gereja.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah, Ad-Dahhak, dan Qatadah, bahwa salawat adalah gerejanya orang Yahudi, mereka menamainya salawat.

As-Saddi telah meriwayatkan dari seseorang yang menerimanya dari Ibnu Abbas, bahwa salawat adalah gereja orang-orang Nasrani.

Abul Aliyah dan lain-lainnya mengatakan bahwa salawat adalah tempat peribadatan orang sabi-in.

Ibnu AbuNujaih telah meriwayatkan dari Mujahid, bahwa salawat adalah masjidnya Ahli Kitab dan juga masjidnya kaum muslim.
Hanya saja istilah masjid khusus bagi kaum muslim.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

yang di dalamnya banyak disebutkan nama Allah.

Menurut suatu pendapat, damir yang terdapat di dalam firman-Nya:

yang di dalamnya disebut.

merujuk kepada masajid, karena lafaz masajid merupakan lafaz yang paling dekat dengannya.

Ad-Dahhak mengatakan bahwa semua tempat peribadatan di dalamnya banyak disebutkan nama Allah.

Ibnu Jarir mengatakan, makna yang dimaksud yang benar adalah bahwa tentulah telah dirobohkan kuil-kuil para rahib, gereja-gereja orang Nasrani, sinagog-sinagog orang Yahudi, dan masjid-masjid kaum muslim, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah.
Pengertian inilah yang dipakai dan terkenal dalam pembicaraan orang-orang Arab, sehubungan dengan peristilahan tersebut.

Sebagian ulama mengatakan bahwa ungkapan ini bersifat gambaran grafik dari yang terkecil sampai yang terbesar dan sampai pada puncak­nya, yaitu masjid-masjid, karena masjid memiliki jumlah yang banyak dan orang-orang yang melakukan ibadah di dalamnya lebih banyak.
Jadi, merekalah yang dimaksudkan dalam ayat ini sebagai orang-orang yang banyak menyebut nama Allah di dalam masjid-masjidnya.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya

Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.
Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka.
(Muhammad:7-8)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa.

Dalam Ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala memberikan gambaran bahwa diri-Nya mempunyai sifat Mahakuat dan Mahaperkasa, dengan kekuatan-Nya Dia menciptakan segala sesuatu dan menentukan batasan ciptaan-Nya.
Dengan keperkasaan-Nya pula tiada seorang pun yang dapat mengalahkan-Nya, bahkan segala sesuatu hina di hadapan-Nya dan berhajat kepada-Nya.
Orang yang ditolong oleh Yang Mahaperkasa lagi Mahakuat, berarti dia pasti mendapat kemenangan,sedangkan musuh-musuhnya akan kalah.
Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman:

Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.
Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.
(Ash Shaaffat:171-173)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Allah telah menetapkan, 'Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.” Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.
(Al Mujaadalah:21)

Kata Pilihan Dalam Surah Al Hajj (22) Ayat 40

DIYAAR
لدِّيَار

Lafaz diyaar adalah jamak dari ad daar mencakup arti tempat yang di dalam­nya bangunan dan halaman, rumah, negeri, suku dan nama untuk kota nabi Muhammad.

Al Fairuz berkata,
"Ad Daar juga digunakan makna dunia dan akhirat dengan ungkapan Daar ad dunya dan Daar al aakhirah, Daar as salaam maknanya syurga dan Daar al bawaar maksudnya neraka"

Lafaz diyaar disebut secara bersendirian sebanyak satu kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah Al Israa (17), ayat 5.

Disebut empat kali dan disambungkan dengan dhamir kum yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 84;
-An Nisaa (4), ayat 66;
-Al­ Mumtahanah (60), ayat 8 dan 9.

Sekali pula disambungkan dengan dhamir na yaitu dalam surah Al Baqarah (2), ayat 246.

Sepuluh kali disambungkan dengan dhamir hum yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 85, 243;
-Ali Imran (3), ayat 195;
-Al Anfaal (8), ayat 47;
-Hud (11), ayat 67, 94;
-Al Hajj (22), ayat 40;
-Al Ahzab (33), ayat 27;
-Al Hasyr (59), ayat 2 dan 8.

At Tabari berkata,
"Ia bermakna masaakin atau rumah-rumah tempat tinggal mak­sudnya mereka bolak-balik diantara negeri dan rumah mereka.

Dalam Tafsir Al Jami' Li Ahkam Al Qur'an, Al Qurtubi menukilkan dari At Tabari dimana mereka me­ngelilingi antara negeri-negeri untuk mencari dan membunuh mereka yang selalu pergi dan datang.

Ibnu Abbas berkata,
"Mereka berjalan dan pulang pergi diantara negeri­-negeri dan rumah-rumah."

Al Farra' ber­kata, "Mereka membunuh mereka diantara rumah-rumah mereka.

Kesimpulannya diyaar bermakna negeri-negeri atau rumah-rumah.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:229-230

Informasi Surah Al Hajj (الحجّ)
Surat Al Hajj, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, terdiri atas 78 ayat, sedang me­nurut pendapat sebahagian ahli tafsir termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Sebab perbe­daan ini ialah karena sebahagian ayat-ayat surat ini ada yang diturunkan di Mekah dan sebahagian lagi diturunkan di Madinah.

Dinamai surat ini "Al Hajj",
karena surat ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadat haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar·syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan di masa Nabi Ibrahim 'alaihis salam, dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim 'alaihis salam bersama puteranya Ismail 'alaihis salam

Menurut Al Ghaznawi, surat Al Hajj termasuk di antara surat-surat yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Keimanan:

Keimanan tentang adanya kebangkitan dan huru-hara hari kiamat
dan susunan alam semesta dapat diambil bukti-bukti tentang adanya Allah Maha Pencipta.

Hukum:

Kewajiban berhaji bagi kaum muslimin dan haji telah disyariatkan pada masa Ibrahim a.s
hukum berkata dusta
larangan menyembah berhala
binatang-binatang yang halal dimakan
hukum menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan Mas­jidil-haram
keizinan berperang untuk mempertahankan diri dan agama
hukum­ hukum yang berhubungan dengan haji.

Lain-lain:

Membantah kebenaran tanpa pengetahuan adalah perbuatan yang tercela
tanda­ tanda takwa yang sampai ke hati
tiap-tiap agama yang dibawa rasul-rasul sejak dahulu mempunyai syari'at tertentu dan cara melakukannya
pahala orang yang mati dalam berhijrah di jalan Allah
sikap orang-orang kafir bila mendengar ayat­ ayat Al Qur'an
anjuran berjihad dengan sesungguhnya
celaan Islam terhadap orang-orang yang tidak tetap pendiriannya dan selalu mencari keuntungan untuk diri sendiri


Gambar Kutipan Surah Al Hajj Ayat 40 *beta

Surah Al Hajj Ayat 40



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Hajj

Surah Al-Hajj (bahasa Arab:الحجّ, al-Hajj, "Haji") adalah surah ke-22 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 78 ayat .
Sebagian ayat dari surah ini diturunkan di Mekkah dan sebagian lagi di Madinah, oleh karena itu para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai golongan surah ini (Makkiyah atau Madaniyah)

Surah ini dinamai surah ini Al-Hajj, karena surah ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar-syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan pada masa Nabi Ibrahim, dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim bersama puteranya Ismail.

Menurut Al Ghaznawi, surah Al-Hajj termasuk di antara surah-surah yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Nomor Surah 22
Nama Surah Al Hajj
Arab الحجّ
Arti Haji
Nama lain -
Tempat Turun Madinah & Makkah
Urutan Wahyu 103
Juz Juz 17
Jumlah ruku' 10 ruku'
Jumlah ayat 78
Jumlah kata 1282
Jumlah huruf 5315
Surah sebelumnya Surah Al-Anbiya
Surah selanjutnya Surah Al-Mu’minun
4.4
Rating Pembaca: 4.4 (10 votes)
Sending







✔ Al hajj ayat 40 Quraisy Syihab

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku