Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Hajj (Haji) – surah 22 ayat 40 [QS. 22:40]

الَّذِیۡنَ اُخۡرِجُوۡا مِنۡ دِیَارِہِمۡ بِغَیۡرِ حَقٍّ اِلَّاۤ اَنۡ یَّقُوۡلُوۡا رَبُّنَا اللّٰہُ ؕ وَ لَوۡ لَا دَفۡعُ اللّٰہِ النَّاسَ بَعۡضَہُمۡ بِبَعۡضٍ لَّہُدِّمَتۡ صَوَامِعُ وَ بِیَعٌ وَّ صَلَوٰتٌ وَّ مَسٰجِدُ یُذۡکَرُ فِیۡہَا اسۡمُ اللّٰہِ کَثِیۡرًا ؕ وَ لَیَنۡصُرَنَّ اللّٰہُ مَنۡ یَّنۡصُرُہٗ ؕ اِنَّ اللّٰہَ لَقَوِیٌّ عَزِیۡزٌ
Al-ladziina ukhrijuu min diyaarihim bighairi haqqin ilaa an yaquuluu rabbunaallahu walaulaa daf’ullahinnaasa ba’dhahum biba’dhin lahuddimat shawaami’u wabiya’un washalawaatun wamasaajidu yudzkaru fiihaaasmullahi katsiiran walayanshuran-nallahu man yanshuruhu innallaha laqawii-yun ‘aziizun;
(yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka berkata,
“Tuhan kami ialah Allah.”
Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah.
Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya.
Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
―QS. Al Hajj [22]: 40

Daftar isi

(They are) those who have been evicted from their homes without right – only because they say,
"Our Lord is Allah."
And were it not that Allah checks the people, some by means of others, there would have been demolished monasteries, churches, synagogues, and mosques in which the name of Allah is much mentioned.
And Allah will surely support those who support Him.
Indeed, Allah is Powerful and Exalted in Might.
― Chapter 22. Surah Al Hajj [verse 40]

ٱلَّذِينَ orang-orang yang
Those who
أُخْرِجُوا۟ (mereka) diusir
have been evicted
مِن dari
from
دِيَٰرِهِم rumah/kampung halaman mereka
their homes
بِغَيْرِ dengan tidak/tanpa
without
حَقٍّ kebenaran
right
إِلَّآ melainkan
except
أَن bahwa
that
يَقُولُوا۟ mereka berkata
they said,
رَبُّنَا Tuhan kami
"Our Lord
ٱللَّهُ Allah
(is) Allah."
وَلَوْلَا dan sekiranya tidak
And if not
دَفْعُ menolak
Allah checks *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهِ Allah
Allah checks *[meaning includes next or prev. word]
ٱلنَّاسَ manusia
the people,
بَعْضَهُم sebagian mereka
some of them
بِبَعْضٍ dengan sebagian lain
by others
لَّهُدِّمَتْ tentu dirobohkan
surely (would) have been demolished
صَوَٰمِعُ biara-biara
monasteries
وَبِيَعٌ dan gereja-gereja
and churches
وَصَلَوَٰتٌ dan tempat-tempat sholat
and synagogues
وَمَسَٰجِدُ dan masjid-masjid
and masajid –
يُذْكَرُ disebut
is mentioned
فِيهَا didalamnya
in it
ٱسْمُ nama
(the) name of Allah *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهِ Allah
(the) name of Allah *[meaning includes next or prev. word]
كَثِيرًا banyak
much.
وَلَيَنصُرَنَّ dan sungguh akan menolong
And surely Allah will help *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah
And surely Allah will help *[meaning includes next or prev. word]
مَن orang
(those) who

Tafsir Al-Quran

Surah Al Hajj
22:40

Tafsir QS. Al Hajj (22) : 40. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini Allah menerangkan keadaan orang-orang yang diizinkan berperang, karena orang-orang musyrik Mekah telah melakukan tindakan yang tidak berperikemanusiaan terhadap kaum Muslimin.
Mereka disiksa, dianiaya, disakiti dan sebagainya, bukanlah karena sesuatu kesalahan atau kejahatan yang telah mereka perbuat, tetapi semata-mata karena mereka telah berkeyakinan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah, selain Tuhan Yang Mahakuasa.

Mereka tidak mempercayai lagi kepercayaan nenek moyang mereka.
Mereka telah berserah diri kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa dan mereka telah menjadi orang-orang muslim.


Tindakan orang musyrik Mekah terhadap kaum Muslimin itu diterangkan dalam firman Allah:

يُخْرِجُوْنَ الرَّسُوْلَ وَاِيَّاكُمْ اَنْ تُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ رَبِّكُمْ

"..
.mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu.
..
"
(al-Mumtahanah [60]: 1)


Penderitaan dan kesengsaraan yang dialami Nabi dan para sahabat karena mereka beriman kepada Allah, telah dialami pula oleh para rasul dan umatnya yang telah diutus dahulu.
Allah ﷻ berfirman:

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُمْ مِّنْ اَرْضِنَآ اَوْ لَتَعُوْدُنَّ فِيْ مِلَّتِنَا فَاَوْحٰٓى اِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ الظّٰلِمِيْنَ

Dan orang-orang kafir berkata kepada rasul-rasul mereka,
"Kami pasti akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu benar-benar kembali kepada agama kami.
"
Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka,
"Kami pasti akan membinasakan orang yang zalim itu.
(Ibrahim [14]: 13)


Mereka yang diizinkan berperang itu telah diusir sebelumnya oleh kaum musyrikin dari kampung halaman mereka, telah disiksa dan disakiti tanpa alasan yang benar.
Seandainya perbuatan kaum musyrik itu dibiarkan, tentulah kezaliman mereka semakin bertambah, semakin lama mereka bertambah gila kekuasaan, mereka akan menghancurkan biara-biara, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah dan mesjid-mesjid yang ada didalamnya disebut dan diagungkan nama Allah.
Karena itu Allah mensyariatkan dalam agama-Nya agar tiap-tiap orang yang beriman dihalangi menyembah Tuhannya itu membela agamanya, berperang dijalan Allah, tetapi membela kebenaran, menolak kebatilan dan kezaliman.


Pada hakekatnya perang yang terjadi itu adalah perang antara yang hak dan yang batil, perang antar orang yang telah mendapat petunjuk dari Allah dengan orang yang mengingkari petunjuk itu.
Perang yang seperti itu adalah peperangan yang tujuannya untuk membina kehidupan manusia, yaitu kehidupan dunia yang sejahtera yang diridai Allah dan kehidupan ukhrawi yang bahagia dan abadi.


Ayat ini juga mengisyaratkan agar setiap kelompok kaum Muslimin mempunyai sebuah mesjid yang didirikan oleh para anggota kelompok itu.
Di dalam mesjid tersebut diagungkan asma Allah, dilaksanakan salat berjamaah setiap waktu, diperbincangkan hidup dan kehidupan kaum Muslimin, dijadikan mesjid itu tempat berkumpul dan tempat bermusyawarah.


Pada ayat ini Allah menguatkan perintah berperang pada ayat di atas, dengan memberikan perintah dan janji.
Yang diperintahkan Allah adalah agar kaum Muslimin menolong dan membela agama Allah, berjihad dan melaksanakan perintah Allah.
Yang dijanjikan, ialah barangsiapa yang membela agama Allah, ia berhak mendapat pertolongan Allah, berupa kemenangan dan pahala di akhirat nanti.
Allah ﷻ berfirman:

وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ

Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman. (ar- Rum [30]: 47)


Janji Allah itu pasti ditepatinya, karena Dia Mahakuasa dan Maha Perkasa.
Allah ﷻ berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad [47]: 7)


Pada permulaan ayat di atas Allah menjanjikan kemenangan bagi orng-orang yang beriman.
Kemudian pada akhir ayat, Allah menegaskan lagi bahwa kemenangan itu pasti diperoleh orang-orang yang beriman.
Pada permulaannya kaum Muslimin belum meyakini kebenaran janji itu maka perlu dikuatkan oleh pernyataan kedua.
Maksudnya ialah untuk menenangkan dan menenteramkan hati, mengokohkan pendirian pada saat kaum Muslimin sedang mendapat cobaan dari Allah.


Pada akhir ayat Allah menepati janji yang telah dijanjikan-Nya kepada orang-orang yang beriman.
Dia Mahakuasa melakukan segala sesuatu dan tidak seorang pun yang dapat menghalangi terjadinya sesuatu kehendak-Nya.
Allah ﷻ berfirman:

وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِيْنَ ﴿۱۷۱﴾ اِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُوْرُوْنَ ﴿۱۷۲﴾ وَاِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغٰلِبُوْنَ ﴿۱۷۳﴾

Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) mereka itu pasti akan mendapat pertolongan.
Dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang.
(ash-Shaffat [37]: 171-173)

Tafsir QS. Al Hajj (22) : 40. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Yaitu orang-orang yang dianiaya oleh orang-orang kafir dan dipaksa untuk meninggalkan kampung halamannya, Makkah, tanpa dosa kecuali untuk menemukan Allah dan menyembah-Nya.
Seandainya Allah tidak memberikan kepada kebenaran pembela-pembela yang akan selalu mempertahankan dan melindunginya dari kesewenang-wenangan orang-orang zalim, niscaya kebatilan akan menyebar dan tiran- tiran akan semakin leluasa dalam kesemena-menaan mereka.


Dan jika keadaannya terus begitu, para tiran itu akan berhasil membungkam suara kebenaran, merusak gereja, biara, sinagog dan masjid yang merupakan tempat-tempat yang banyak dipakai untuk menyebut nama Allah.
Allah telah berjanji akan menolong siapa saja yang menolong agama-Nya, dan akan memuliakan siapa saja yang menjunjung tinggi kebenaran di atas bumi.


Janji Allah tidak mungkin dilanggar, karena Allah Mahakuat untuk melaksanakan segala kehendak-Nya dan Mahaperkasa, tidak ada yang mengalahkan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Yaitu orang-orang yang dipaksa keluar dari kampong halaman mereka.
Bukan karena sesuatu yang telah mereka perbuat, melainkan karena mereka masuk Islam dan berkata:
Rabb kami hanya Allah semata.


Sekiranya Allah tidak mensyariatkan untuk menolak kezaliman yang bisa diambil manfaatnya oleh semua pemeluk agama-agama samawi, dan menolak kebatilan dengan peperangan yang diizinkan, maka tentulah kebenaran yang terdapat pada setiap umat telah dikalahkan, bumi telah dirusak, dan dihancurkan tempat-tempat ibadah di permukaannya, seperti sinagog para rahib, gereja umat Nasrani, tempat ibadah kaum Yahudi, dan masjid kaum muslimin di mana mereka mengerjakan shalat dan banyak menyebut nama Allah di dalamnya.
Barangsiapa yang bersungguh-sungguh menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya atas musuhnya.


Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat tidak bisa dikalahkan, lagi Mahaperkasa yang tidak tertandingi.
Sungguh Dia menguasai makhluk-Nya dan memegang ubun-ubun mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:


Mereka adalah


(orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar) di dalam pengusiran itu, mereka sekali-kali tidak diusir


(melainkan karena mereka berkata) disebabkan perkataan yang mereka ucapkan yaitu,


("Rabb kami hanyalah Allah") semata.
Perkataan ini adalah perkataan yang hak dan benar, maka mengusir hanya dengan alasan karena mengucapkan perkataan itu adalah tidak dibenarkan.


(Dan sekiranya Allah tiada menolak keganasan sebagian manusia) lafal Ba’dhahum menjadi Badal Ba’dh lafal An-Naas


(dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan) dibaca Lahuddimat dengan memakai harakat Tasydid menunjukkan makna banyak, yakni telah banyak dirobohkan, sebagaimana dapat dibaca Takhfif yaitu Lahudimat


(biara-biara) bagi para rahib


(gereja-gereja) bagi orang-orang Nasrani


(rumah-rumah ibadah) bagi orang-orang Yahudi, lafal shalawaat artinya tempat peribadatan menurut bahasa Ibrani


(dan mesjid-mesjid) bagi kaum Muslimin


(yang disebut di dalamnya) maksudnya di dalam tempat-tempat yang telah disebutkan tadi


(nama Allah dengan banyak) sehingga ibadah menjadi terhenti karena robohnya tempat-tempat tersebut.


(Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong-Nya) menolong agama-Nya.


(Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat) di atas semua makhluk-Nya


(lagi Maha Perkasa) pengaruh dan kekuasaan-Nya maha perkasa.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

kecuali karena mereka berkata,
"Tuhan kami hanyalah Allah."


Yakni mereka sama sekali tidak pernah berbuat jahat terhadap kaumnya dan mereka tidak mempunyai dosa apa pun terhadap kaumnya, melainkan hanya karena mereka mengesakan Allah dan menyembah-Nya serta tidak mempersekutukan-Nya.
Istisna dalam ayat ini bersifat munqati’ jika ditinjau dari kejadian yang sebenarnya.
Adapun bagi kaum musyrik hal tersebut (mengesakan Allah) merupakan suatu pelanggaran berat, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya:

mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kalian karena kalian beriman kepada Allah, Tuhan kalian.
(QS. Al-Mumtahanah [60]: 1)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam kisah ashabul ukhdud, yaitu:

Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
(QS. Al-Buruj [85]: 8)

Rasulullah ﷺ menyetujui ucapan mereka itu dan beliau ikut mengucap­kannya bersama mereka, bait demi bait.
Bila mereka mengucapkan
"Mereka (kaum musyrik) bermaksud memfitnah (agama) kami, tetapi kami menolak,"
maka Nabi ﷺ mengucapkan kalimat yang terakhir itu dengan suara yang keras.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain.

Yakni seandainya Allah tidak menolak suatu kaum dengan kaum yang lain dan mencegah kejahatan sebagian manusia agar jangan menimpa sebagian yang lainnya, melalui sarana dan penyebab yang telah diciptakan-Nya dan yang telah digariskan oleh takdir-Nya, tentulah bumi ini akan rusak dan si kuat akan memakan yang lemah.

tentulah telah dirobohkan biara-biara.

Sawami’ adalah tempat-tempat ibadat yang kecil yang dipakai oleh para rahib.
Demkianlah menurut Ibnu Abbas, Mujahid, Abul Aliyah, Ikrimah Ad-Dahhak, dan lain-lainnya.


Sedangkan Qatadah mengatakan bahwa sawami’ adalah tempat peribadatan orang-orang sabi-in.


Menurut suatu riwayat yang bersumberkan darinya, sawami adalah tempat peribadatan orang-orang Majusi.


Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa sawami’ adalah rumah-rumah yang terletak di pinggir-pinggir jalan.

gereja-gereja.

Tempat peribadatan ini jauh lebih besar daripada yang pertama dan memuat lebih banyak orang di dalamnya, milik orang-orang Nasrani pula, sama dengan yang pertama.
Demikianlah menurut pendapat Abul Aliyah, Qatadah, Ad-Dahhak, Ibnu Sakhr, Muqatil ibnu Hayyan, dan Khasif serta lain-lainnya.

Ibnu Jubair telah meriwayatkan dari Mujahid dan lain-lainnya, bahwa biya’un adalah tempat-tempat peribadatan orang-orang Yahudi (yang sekarang disebut sinagog).


As-Saddi telah meriwayatkan dari orang-orang yang menerimanya dari Ibnu Abbas, bahwa biya’un adalah tempat-tempat peribadatan orang-orang Yahudi.


Sedangkan Mujahid mengatakan bahwa biya’un itu tiada lain adalah gereja-gereja.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

rumah-rumah ibadat orang Yahudi.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa salawat adalah gereja-gereja.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah, Ad-Dahhak, dan Qatadah, bahwa salawat adalah gerejanya orang Yahudi, mereka menamainya salawat.


As-Saddi telah meriwayatkan dari seseorang yang menerimanya dari Ibnu Abbas, bahwa salawat adalah gereja orang-orang Nasrani.


Abul Aliyah dan lain-lainnya mengatakan bahwa salawat adalah tempat peribadatan orang sabi-in.

Ibnu AbuNujaih telah meriwayatkan dari Mujahid, bahwa salawat adalah masjidnya Ahli Kitab dan juga masjidnya kaum muslim.
Hanya saja istilah masjid khusus bagi kaum muslim.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yang di dalamnya banyak disebutkan nama Allah.

Menurut suatu pendapat, damir yang terdapat di dalam firman-Nya:

yang di dalamnya disebut.

merujuk kepada masajid, karena lafaz masajid merupakan lafaz yang paling dekat dengannya.


Ad-Dahhak mengatakan bahwa semua tempat peribadatan di dalamnya banyak disebutkan nama Allah.

Ibnu Jarir mengatakan, makna yang dimaksud yang benar adalah bahwa tentulah telah dirobohkan kuil-kuil para rahib, gereja-gereja orang Nasrani, sinagog-sinagog orang Yahudi, dan masjid-masjid kaum muslim, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah.
Pengertian inilah yang dipakai dan terkenal dalam pembicaraan orang-orang Arab, sehubungan dengan peristilahan tersebut.

Sebagian ulama mengatakan bahwa ungkapan ini bersifat gambaran grafik dari yang terkecil sampai yang terbesar dan sampai pada puncak­nya, yaitu masjid-masjid, karena masjid memiliki jumlah yang banyak dan orang-orang yang melakukan ibadah di dalamnya lebih banyak.
Jadi, merekalah yang dimaksudkan dalam ayat ini sebagai orang-orang yang banyak menyebut nama Allah di dalam masjid-masjidnya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya

Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.
Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka.
(QS. Muhammad [47]: 7-8)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa.

Dalam Ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memberikan gambaran bahwa diri-Nya mempunyai sifat Mahakuat dan Mahaperkasa, dengan kekuatan-Nya Dia menciptakan segala sesuatu dan menentukan batasan ciptaan-Nya.
Dengan keperkasaan-Nya pula tiada seorang pun yang dapat mengalahkan-Nya, bahkan segala sesuatu hina di hadapan-Nya dan berhajat kepada-Nya.
Orang yang ditolong oleh Yang Mahaperkasa lagi Mahakuat, berarti dia pasti mendapat kemenangan,sedangkan musuh-musuhnya akan kalah.
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.
Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.
(QS. As-Saffat [37]: 171-173)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Allah telah menetapkan, ‘Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang."
Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 21)

Kata Pilihan Dalam Surah Al Hajj (22) Ayat 40

DIYAAR
لدِّيَار

Lafaz diyaar adalah jamak dari ad daar mencakup arti tempat yang di dalamnya bangunan dan halaman, rumah, negeri, suku dan nama untuk kota nabi Muhammad.

Al Fairuz berkata,
"Ad Daar juga digunakan makna dunia dan akhirat dengan ungkapan Daar ad dunya dan Daar al aakhirah, Daar as salaam maknanya syurga dan Daar al bawaar maksudnya neraka"

Lafaz diyaar disebut secara bersendirian sebanyak satu kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Israa (17), ayat 5.
Disebut empat kali dan disambungkan dengan dhamir kum yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 84;
An Nisaa (4), ayat 66;
Al Mumtahanah (60), ayat 8 dan 9.
Sekali pula disambungkan dengan dhamir na yaitu dalam surah Al Baqarah (2), ayat 246.
Sepuluh kali disambungkan dengan dhamir hum yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 85, 243;
Ali Imran (3), ayat 195;
Al Anfaal (8), ayat 47;
Hud (11), ayat 67, 94;
Al Hajj (22), ayat 40;
Al Ahzab (33), ayat 27;
Al Hasyr (59), ayat 2 dan 8.

At Tabari berkata,
"Ia bermakna masaakin atau rumah-rumah tempat tinggal maksudnya mereka bolak-balik diantara negeri dan rumah mereka.

Dalam Tafsir Al Jami’ Li Ahkam Al Qur’an, Al Qurtubi menukilkan dari At Tabari dimana mereka mengelilingi antara negeri-negeri untuk mencari dan membunuh mereka yang selalu pergi dan datang.

Ibnu Abbas berkata,
"Mereka berjalan dan pulang pergi diantara negeri-negeri dan rumah-rumah."

Al Farra’ berkata, "Mereka membunuh mereka diantara rumah-rumah mereka.

Kesimpulannya diyaar bermakna negeri-negeri atau rumah-rumah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:229-230

Unsur Pokok Surah Al Hajj (الحجّ)

Surat Al-Hajj, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, terdiri atas 78 ayat, sedang menurut pendapat sebagian ahli tafsir termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Sebab perbedaan ini ialah karena sebagian ayat-ayat surat ini ada yang diturunkan di Mekah dan sebagian lagi diturunkan di Madinah.

Dinamai surat ini "Al Hajj", karena surat ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadat haji, seperti ihram, thawaf, sa’i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi’ar-syi’ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari’atkannya haji.

Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari’atkan di masa Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, dan Ka’bah didirikan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam.

Menurut Al Ghaznawi, surat Al Hajj termasuk di antara surat-surat yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Keimanan:

▪ Keimanan tentang adanya kebangkitan dan huru-hara hari kiamat.
▪ Dan susunan alam semesta dapat diambil bukti-bukti tentang adanya Allah Maha Pencipta.

Hukum:

▪ Kewajiban berhaji bagi kaum muslimin dan haji telah disyariatkan pada masa Ibrahim `alaihis salam.
▪ Hukum berkata dusta.
▪ Larangan menyembah berhala.
▪ Binatang-binatang yang halal dimakan.
▪ Hukum menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil-haram.
▪ Keizinan berperang untuk mempertahankan diri dan agama.
▪ Hukum hukum yang berhubungan dengan haji.

Lain-lain:

▪ Membantah kebenaran tanpa pengetahuan adalah perbuatan yang tercela.
▪ Tanda tanda takwa yang sampai ke hati.
▪ Tiap-tiap agama yang dibawa rasul-rasul sejak dahulu mempunyai syari’at tertentu dan cara melakukannya.
▪ Pahala orang yang mati dalam berhijrah di jalan Allah.
▪ Sikap orang-orang kafir bila mendengar ayat-ayat Alquran.
▪ Anjuran berjihad dengan sesungguhnya.
▪ Celaan Islam terhadap orang-orang yang tidak tetap pendiriannya dan selalu mencari keuntungan untuk diri sendiri

Audio Murottal

QS. Al-Hajj (22) : 1-78 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 78 + Terjemahan Indonesia
QS. Al-Hajj (22) : 1-78 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 78

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hajj ayat 40 - Gambar 1 Surah Al Hajj ayat 40 - Gambar 2 Surah Al Hajj ayat 40 - Gambar 3
Statistik QS. 22:40
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hajj.

Surah Al-Hajj (bahasa Arab:الحجّ, al-Hajj, “Haji”) adalah surah ke-22 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 78 ayat .
Sebagian ayat dari surah ini diturunkan di Mekkah dan sebagian lagi di Madinah, oleh karena itu para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai golongan surah ini (Makkiyah atau Madaniyah)

Surah ini dinamai surah ini Al-Hajj, karena surah ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah haji, seperti ihram, thawaf, sa’i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi’ar-syi’ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari’atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari’atkan pada masa Nabi Ibrahim, dan Ka’bah didirikan oleh Nabi Ibrahim bersama puteranya Ismail.

Menurut Al Ghaznawi, surah Al-Hajj termasuk di antara surah-surah yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Nomor Surah 22
Nama Surah Al Hajj
Arab الحجّ
Arti Haji
Nama lain
Tempat Turun Madinah & Makkah
Urutan Wahyu 103
Juz Juz 17
Jumlah ruku’ 10 ruku’
Jumlah ayat 78
Jumlah kata 1282
Jumlah huruf 5315
Surah sebelumnya Surah Al-Anbiya
Surah selanjutnya Surah Al-Mu’minun
Sending
User Review
4.4 (10 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
22:40, 22 40, 22-40, Surah Al Hajj 40, Tafsir surat AlHajj 40, Quran Al-Haj 40, Alhaj 40, Al Haj 40, Al-Hajj 40, Surah Al Hajj ayat 40
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 22:40

More Videos

Kandungan Surah Al Hajj

۞ QS. 22:1 • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat •

۞ QS. 22:2 • Kedahsyatan hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 22:3 • Sifat iblis dan pembantunya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 22:4 • Sifat iblis dan pembantunya • Azab orang kafir

۞ QS. 22:5 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 22:6 • Kekuasaan Allah • Al Haq (Maha Benar) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 22:7 • Kiamat telah dekat • Kepastian hari kiamat • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan •

۞ QS. 22:9 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 22:10 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain • Maksiat dan dosa

۞ QS. 22:11 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 22:12 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 22:13 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 22:14 • Pahala iman • Sifat Iradah (berkeinginan) • Sifat surga dan kenikmatannya • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 22:15 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Berbaik sangka terhadap Allah

۞ QS. 22:16 • Sifat Iradah (berkeinginan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 22:17 • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Derajat para pemeluk agama • Keutamaan iman

۞ QS. 22:18 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Hukum alam • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 22:19 • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 22:20 • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 22:21 • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 22:22 • Sifat neraka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 22:23 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Pakaian ahli surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 22:24 • Al Hamid (Maha Terpuji) • Sifat ahli surga

۞ QS. 22:26 • Islam agama para nabi

۞ QS. 22:30 • Ar Rabb (Tuhan) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 22:31 • Kewajiban hamba pada Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 22:32 • Pentingnya berbuat dengan teliti

۞ QS. 22:34 • Tauhid Uluhiyyah • Al Wahid (Maha Esa)

۞ QS. 22:37 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Perbuatan dan niat • Pentingnya berbuat dengan teliti • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 22:38 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Keutamaan iman •

۞ QS. 22:39 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 22:40 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat) •

۞ QS. 22:41 • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 22:44 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 22:45 • Azab orang kafir

۞ QS. 22:46 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 22:47 • Allah menepati janji • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 22:48 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 22:50 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 22:51 • Mengingkari hari kebangkitan • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 22:52 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qur’an terpelihara dari penyelewengan • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah

۞ QS. 22:53 • Sifat iblis dan pembantunya • Sifat orang munafik

۞ QS. 22:54 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 22:55 • Nama-nama hari kiamat • Hari kiamat datang tiba-tiba • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 22:56 • Pahala iman • Segala sesuatu milik Allah • Nama-nama surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 22:57 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 22:58 • Pahala iman

۞ QS. 22:59 • Pahala iman • Al Halim (Maha Penyabar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 22:60 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 22:61 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar) •

۞ QS. 22:62 • Tauhid Uluhiyyah • Al Haq (Maha Benar) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Al Kabir (Maha Besar) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 22:63 • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 22:64 • Segala sesuatu milik Allah • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 22:65 • Sifat Iradah (berkeinginan) • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 22:66 • Tauhid Rububiyyah • Kekuasaan Allah • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 22:67 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 22:68 • Keluasan ilmu Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 22:69 • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 22:70 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 22:72 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 22:73 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 22:74 • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat)

۞ QS. 22:75 • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Tugas-tugas malaikat •

۞ QS. 22:76 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 22:77 • Ar Rabb (Tuhan) • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh •

۞ QS. 22:78 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Berpegang teguh dengan (ajaran) Allah • Al Maula (Maha Penolong) • An-Nashir (Maha Penolong) • Islam agama yang diterima di sisi Allah

Ayat Pilihan

Hai sekalian manusia,
makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi,
dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan,
karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
QS. Al-Baqarah [2]: 168

Jika Allah timpakan sesuatu kemudharatan padamu, maka tiada yang dapat hilangkannya kecuali Dia. Jika Allah kehendaki kebaikan bagimu, maka tiada yang dapat menolak kurnia-Nya.
Dia berikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya
QS. Yunus [10]: 107

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar.
Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.
QS. As-Sajdah [32]: 24

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah ...

Correct! Wrong!

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
ٱلذِّكْرَ = Adz-Dzikr (pemberi peringatan).
Firman Allah:
'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Alquran), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.'
(QS. Al Hijr [15] : 9)

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Luqman adalah orang yang disebut dalam Alquran dalam surah Luqman [31] : 12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya.

+

Array

َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
الفرقان, artinya 'Pembeda'.
Alquran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Mujahadah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dari asal kata jihad, artinya berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syari'at Islam.

Istilah lain yang juga berasal dari kata Jihad, yakni Mujahidin. Mujahidin adalah istilah bagi pejuang (Muslim) yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan.

Pendidikan Agama Islam #15
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #15 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #15 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Kamus Istilah Islam

Ayyamul Bidh

Apa itu Ayyamul Bidh? Puasa ayyamul bidh adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada pertengahan bulan. Waktu penetapan puasa ayyamul bidh ini berdasarkan pada kalender qomariah. Kamu tidak bisa menentuk...

viabilitas

Apa itu viabilitas? vi.a.bi.li.tas kemungkinan untuk dapat hidup; hanya semangat berusaha yang realistislah yang dapat menciptakan viabilitas masyarakat ASEAN … •

Takaful

Apa itu Takaful? Menurut pengertiannnya, Takaful adalah solidaritas, mencukupi kebutuhan hidup dan mengasuh, seperti kondisi kekurangan yang timbul pada salah satu pihak yang mendesak hubungan saling ...