Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Hajj

Al Hajj (Haji) surah 22 ayat 4


کُتِبَ عَلَیۡہِ اَنَّہٗ مَنۡ تَوَلَّاہُ فَاَنَّہٗ یُضِلُّہٗ وَ یَہۡدِیۡہِ اِلٰی عَذَابِ السَّعِیۡرِ
Kutiba ‘alaihi annahu man tawalaahu fa-annahu yudhilluhu wayahdiihi ila ‘adzaabissa’iir(i);

yang telah ditetapkan terhadap syaitan itu, bahwa barangsiapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka.
―QS. 22:4
Topik ▪ Penciptaan ▪ Sifat iblis dan pembantunya ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
22:4, 22 4, 22-4, Al Hajj 4, AlHajj 4, Al-Haj 4, Alhaj 4, Al Haj 4, Al-Hajj 4
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hajj (22) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa Dia telah memberi kesempatan bagi setan melakukan segala macam usaha untuk menyesatkan dan memperdayakan manusia, agar manusia itu menjadi sesat dan ingkar pula sebagaimana yang telah ia lakukan.
Tetapi usaha itu hanyalah dapat dilakukannya terhadap orang-orang kafir dan tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Sedang hamba-hamba Allah yang mukmin tidak dapat mereka ganggu dan perdayakan sedikitpun.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Iblis berkata: "Ya Tuhanku.
oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka."

(Q.S.
Al Hijr: 39-40)

Dari ayat ini dapat dipahami bahwa Allah subhanahu wa ta'ala memperingatkan agar manusia waspada terhadap godaan setan.
Barang siapa yang memperturutkan godaan setan dan menempuh jalannya, maka Allah menyesatkan mereka pula dengan melapangkan jalan yang dibentangkan setan itu, sehingga mereka mudah melaluinya.
Karena itu mereka akan dimasukkan ke dalam neraka bersama-sama setan yang menggodanya itu.
Seorang yang telah terbiasa mengikuti jalan setan itu amat sulit baginya kembali ke jalan yang benar, karena hatinya telah ditutupi oleh keinginan setan itu.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Barangsiapa yang Allah sesatkan maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk.
Dan Allah membiarkan mereka terombang ambing dalam kesesatan.

(Q.S.
Al A'raf: 186)

Al Hajj (22) ayat 4 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Hajj (22) ayat 4 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Hajj (22) ayat 4 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah telah menetapkan bahwa barangsiapa yang mengikuti dan menjadikan setan itu sebagai petunjuk dan penolong, maka ia akan disesatkan dari jalan kebenaran dan diarahkan kepada kebatilan yang dapat menjerumuskannya ke dalam neraka yang menyala berkobar-kobar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yang telah ditetapkan terhadap setan itu) telah diputuskan terhadapnya (bahwa barang siapa yang berkawan dengan dia) mengikutinya (tentu dia akan menyesatkannya dan membawanya) menjerumuskannya (ke azab neraka) yang apinya berkobar-kobar.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah telah menetapkan dan menakdirkan terhadap setan ini bahwa ia akan menyesatkan setiap orang yang mengikutinya, dan tidak menunjukkannya kepada kebenaran.
Bahkan ia membawanya menuju adzab Jahanam yang dinyalakan sebagai balasan karena mengikutinya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Mujahid mengatakan bahwa telah ditetapkan melalui ketetapan takdir,

bahwa barang siapa yang berkawan dengan dia.
Yaitu mengikuti dan menuruti langkah-langkahnya.

tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka.
Artinya, setan akan menyesatkannya di dunia, dan kelak di akhirat akan menjerumuskannya ke dalam azab neraka yang menyala-nyala apinya, sangat panas dan sangat menyakitkan, sangat pedih dan menggelisahkan.

As-Saddi telah meriwayatkan dari Abu Malik, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan An-Nadr ibnul Haris.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Juraij.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Muslim Al-Basri, telah menceritakan kepada kami Amr ibnul Bukhturi Abu Qatadah, telah menceritakan kepada kami Al-Mu'tamir, telah menceritakan kepada kami Abu Ka'b Al-Makki yang mengatakan, bahwa pernah ada seorang yang jahat dari kalangan kaum Quraisy berkata kepada Nabi ﷺ, "Ceritakanlah kepada kami tentang Tuhanmu, apakah Dia dari emas ataukah dari perak ataukah dari tembaga?"
Maka langit mengeluarkan suara guntur yang menggelegar, dan tiba-tiba kepala orang itu menggelinding jatuh ke depan.

Lais ibnu Abu Sulaim telah meriwayatkan dari Mujahid, bahwa pernah ada seorang Yahudi datang kepada Nabi ﷺ, lalu bertanya, "Hai Muhammad, ceritakanlah kepadaku tentang Tuhanmu, terbuat dari apakah Dia, dari mutiara ataukah dari yaqut?"
Maka ada halilintar yang menyambar si Yahudi itu (hingga matilah ia seketika itu juga).

Informasi Surah Al Hajj (الحجّ)
Surat Al Hajj, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, terdiri atas 78 ayat, sedang me­nurut pendapat sebahagian ahli tafsir termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Sebab perbe­daan ini ialah karena sebahagian ayat-ayat surat ini ada yang diturunkan di Mekah dan sebahagian lagi diturunkan di Madinah.

Dinamai surat ini "Al Hajj",
karena surat ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadat haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar·syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan di masa Nabi Ibrahim 'alaihis salam, dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim 'alaihis salam bersama puteranya Ismail 'alaihis salam

Menurut Al Ghaznawi, surat Al Hajj termasuk di antara surat-surat yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Keimanan:

Keimanan tentang adanya kebangkitan dan huru-hara hari kiamat
dan susunan alam semesta dapat diambil bukti-bukti tentang adanya Allah Maha Pencipta.

Hukum:

Kewajiban berhaji bagi kaum muslimin dan haji telah disyariatkan pada masa Ibrahim a.s
hukum berkata dusta
larangan menyembah berhala
binatang-binatang yang halal dimakan
hukum menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan Mas­jidil-haram
keizinan berperang untuk mempertahankan diri dan agama
hukum­ hukum yang berhubungan dengan haji.

Lain-lain:

Membantah kebenaran tanpa pengetahuan adalah perbuatan yang tercela
tanda­ tanda takwa yang sampai ke hati
tiap-tiap agama yang dibawa rasul-rasul sejak dahulu mempunyai syari'at tertentu dan cara melakukannya
pahala orang yang mati dalam berhijrah di jalan Allah
sikap orang-orang kafir bila mendengar ayat­ ayat Al Qur'an
anjuran berjihad dengan sesungguhnya
celaan Islam terhadap orang-orang yang tidak tetap pendiriannya dan selalu mencari keuntungan untuk diri sendiri


Gambar Kutipan Surah Al Hajj Ayat 4 *beta

Surah Al Hajj Ayat 4



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Hajj

Surah Al-Hajj (bahasa Arab:الحجّ, al-Hajj, "Haji") adalah surah ke-22 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 78 ayat .
Sebagian ayat dari surah ini diturunkan di Mekkah dan sebagian lagi di Madinah, oleh karena itu para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai golongan surah ini (Makkiyah atau Madaniyah)

Surah ini dinamai surah ini Al-Hajj, karena surah ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar-syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan pada masa Nabi Ibrahim, dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim bersama puteranya Ismail.

Menurut Al Ghaznawi, surah Al-Hajj termasuk di antara surah-surah yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Nomor Surah 22
Nama Surah Al Hajj
Arab الحجّ
Arti Haji
Nama lain -
Tempat Turun Madinah & Makkah
Urutan Wahyu 103
Juz Juz 17
Jumlah ruku' 10 ruku'
Jumlah ayat 78
Jumlah kata 1282
Jumlah huruf 5315
Surah sebelumnya Surah Al-Anbiya
Surah selanjutnya Surah Al-Mu’minun
4.4
Rating Pembaca: 4.8 (16 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku