Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Hajj (Haji) – surah 22 ayat 35 [QS. 22:35]

الَّذِیۡنَ اِذَا ذُکِرَ اللّٰہُ وَجِلَتۡ قُلُوۡبُہُمۡ وَ الصّٰبِرِیۡنَ عَلٰی مَاۤ اَصَابَہُمۡ وَ الۡمُقِیۡمِی الصَّلٰوۃِ ۙ وَ مِمَّا رَزَقۡنٰہُمۡ یُنۡفِقُوۡنَ
Al-ladziina idzaa dzukirallahu wajilat quluubuhum wash-shaabiriina ‘ala maa ashaabahum wal muqiimiish-shalaati wamimmaa razaqnaahum yunfiquun(a);
(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan salat dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka.
―QS. Al Hajj [22]: 35

Who, when Allah is mentioned, their hearts are fearful, and (to) the patient over what has afflicted them, and the establishers of prayer and those who spend from what We have provided them.
― Chapter 22. Surah Al Hajj [verse 35]

ٱلَّذِينَ orang-orang yang

Those
إِذَا apabila

when
ذُكِرَ disebut

is mentioned
ٱللَّهُ Allah

Allah –
وَجِلَتْ bergetar

fear
قُلُوبُهُمْ hati mereka

their hearts,
وَٱلصَّٰبِرِينَ dan orang-orang yang sabar

and those who are patient
عَلَىٰ atas

over
مَآ apa

whatever
أَصَابَهُمْ menimpa mereka

has afflicted them,
وَٱلْمُقِيمِى dan orang-orang yang mendirikan

and those who establish
ٱلصَّلَوٰةِ sholat

the prayer,
وَمِمَّا dan dari apa

and out of what
رَزَقْنَٰهُمْ telah Kami rezekikan pada mereka

We have provided them
يُنفِقُونَ mereka menafkahkan

they spend.

Tafsir

Alquran

Surah Al Hajj
22:35

Tafsir QS. Al Hajj (22) : 35. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini disebutkan tanda-tanda orang yang taat dan patuh kepada Allah, yaitu:


1. Apabila disebutkan nama Allah di hadapan mereka, gemetarlah hati mereka, karena merasakan kebesaran dan kekuasaan-Nya.

Mendengar nama Allah itu timbul rasa harap dan takut dalam hati mereka.
Mereka mengharapkan keridaan-Nya, sebagaimana mereka pula mengharapkan ampunan dan pahala yang disediakan Allah bagi orang yang takwa.

Mereka sangat ingin agar dimasukkan ke dalam kelompok orang-orang yang bertakwa itu.
Mereka takut mendengar nama Allah, karena mereka belum mempunyai persiapan yang cukup untuk menghadap-Nya, seperti ibadah yang mereka kerjakan, perbuatan baik dan jihad yang telah mereka lakukan, semuanya itu dirasakan mereka belum cukup dikerjakan, karena itu mereka takut kepada siksa Allah, yang akan ditimpakan kepada orang-orang kafir.

Mereka ingin terhindar dari siksa itu.


2. Mereka sabar menghadapi segala cobaan dari Allah.
Di saat mereka memperoleh rezeki dan karunia yang banyak dari Allah, mereka ingat bahwa di dalam harta mereka itu terdapat hak orang fakir dan orang miskin, karena itu mereka mengeluarkan zakat dan sedekah.

Di saat mereka menjadi miskin, mereka sadar bahwa itu adalah cobaan terhadap iman mereka, karena itu kemiskinan tidak menggoyahkan iman mereka sedikitpun.
Mereka yakin bahwa cobaan dari Allah itu bermacam-macam bentuk dan ragamnya, ada yang berupa kesenangan dan ada pula berupa kesengsaraan.

Hanyalah hamba Allah yang sabar dan tabahlah yang akan memperoleh keberuntungan.


3. Mereka selalu mendirikan salat yang difardukan atas mereka pada waktu-waktu yang telah ditentukan.


4. Mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka.
Tindakan menginfakkan harta itu mereka lakukan semata-mata untuk mencari keridaan Allah.

Tafsir QS. Al Hajj (22) : 35. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Yaitu orang-orang yang apabila asma Allah disebut, hati mereka bergetar karena takut kepada-Nya, yang tetap sabar dalam menghadapi bahaya dan kesusahan yang tengah menimpanya karena kepasrahan mereka kepada perintah dan ketentuan Allah, yang mengerjakan salat dengan benar, serta membelanjakan sebagian harta yang telah diberikan Allah dalam jalan kebaikan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Di antara sifat-sifat orang-orang yang merendahkan diri lagi khusyu’, ialah apabila nama Allah saja yang disebutkan kepada mereka, maka mereka takut kepada siksa-Nya dan takut menyelisihi-Nya.
Apabila mereka tertimpa kesulitan dan kesusahan, mereka bersabar terhadap hal itu karena mengharapkan pahala dari Allah, dan mereka mendirikan shalat secara sempurna.


Di samping itu, mereka menafkahkan sebagian rizki yang Allah berikan kepada mereka dalam perkara yang diwajibkan atas mereka, berupa zakat, memberi nafkah keluarga, orang-orang yang wajib diberi nafkah, di jalan Allah, dan nafkah yang bersifat anjuran.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Yaitu orang-orang yang apabila disebutkan nama Allah gemetarlah) yakni takutlah


(hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka) berupa musibah dan malapetaka


(orang-orang yang mendirikan salat) yang mengerjakan salat pada waktu-waktunya


(dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka) mereka menyedekahkannya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Orang-orang yang mendirikan salat.

Jumhur ulama membacanya dengan meng-idafah-kan lafaz Al-Muqimina kepada As-Salata, hingga menjadi Wal Mua’iminas Salata.
Dan ulama Sab’ah serta tiga ulama lainnya yang tergabung dalam ulama ‘asyrah membacanya demikian pula.

Lain halnya dengan Ibnus Sumaifa’ dia membacanya Wal Muqimi na As-Salata dengan bacaan nasab yakni tidak di-mudaf-kan.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan pula sehubungan dengan firman-Nya:
Orang-orang yang mendirikan salat.


Huruf nun dalam ayat ini dibuang untuk tujuan takhftf atau meringankan bacaan (menurut orang yang membacanya As-Salata).
Seandainya di­buang karena di-idafah-kan (digandengkan), tentulah dibaca As-Salati.
Yakni orang-orang yang menunaikan hak Allah terhadap apa yang telah diwajibkan-Nya kepada mereka, yaitu mengerjakan salatsalat fardu.

dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka.

Artinya, mereka membelanjakan apa yang diberikan oleh Allah kepada mereka berupa rezeki yang baik kepada keluarga mereka, kaum kerabatnya, dan orang-orang fakir serta orang-orang miskin mereka.
Mereka senang berbuat baik kepada semua orang, selain itu mereka juga memelihara batasan-batasan Allah.
Hal ini berbeda dengan sifat-sifat kaum munafik, mereka bersifat kebalikan dari ini, seperti yang telah disebutkan di dalam tafsir surat At-Taubah

Unsur Pokok Surah Al Hajj (الحجّ)

Surat Al-Hajj, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, terdiri atas 78 ayat, sedang menurut pendapat sebagian ahli tafsir termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Sebab perbedaan ini ialah karena sebagian ayat-ayat surat ini ada yang diturunkan di Mekah dan sebagian lagi diturunkan di Madinah.

Dinamai surat ini "Al Hajj", karena surat ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadat ihram, thawaf, sa’i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi’ar-syi’ar Allah, faedahfaedah dan hikmahhikmah disyari’atkannya IbrahimIbrahimAl Hajj termasuk di antara surat-surat yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Keimanan:

▪ Keimanan tentang adanya kebangkitan dan huru-hara hari kiamat.
▪ Dan susunan alam semesta dapat diambil bukti-bukti tentang adanya Allah Maha Pencipta.

Hukum:

▪ Kewajiban berhaji bagi kaum muslimin dan Ibrahim `alaihis salam.
Hukum berkata dusta.
▪ Larangan menyembah berhala.
▪ Binatang-binatang yang halal dimakan.
Hukum menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil-haram.
▪ Keizinan berperang untuk mempertahankan diri dan agama.
Hukum hukum yang berhubungan dengan takwa yang sampai ke hati.
▪ Tiap-tiap agama yang dibawa rasulrasul sejak dahulu mempunyai syari’at tertentu dan cara melakukannya.
▪ Pahala orang yang mati dalam berhijrah di jalan Allah.
▪ Sikap orang-orang kafir bila mendengar ayat-ayat Alquran.
▪ Anjuran berjihad dengan sesungguhnya.
▪ Celaan Islam terhadap orang-orang yang tidak tetap pendiriannya dan selalu mencari keuntungan untuk diri sendiri

Audio

QS. Al-Hajj (22) : 1-78 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 78 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Hajj (22) : 1-78 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 78

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hajj ayat 35 - Gambar 1 Surah Al Hajj ayat 35 - Gambar 2
Statistik QS. 22:35
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hajj.

Surah Al-Hajj (bahasa Arab:الحجّ, al-Hajj, “Haji”) adalah surah ke-22 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 78 ayat .
Sebagian ayat dari surah ini diturunkan di Mekkah dan sebagian lagi di Madinah, oleh karena itu para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai golongan surah ini (Makkiyah atau Madaniyah)

Surah ini dinamai surah ini Al-Hajj, karena surah ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah haji, seperti ihram, thawaf, sa’i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi’ar-syi’ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari’atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari’atkan pada masa Nabi Ibrahim, dan Ka’bah didirikan oleh Nabi Ibrahim bersama puteranya Ismail.

Menurut Al Ghaznawi, surah Al-Hajj termasuk di antara surah-surah yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Nomor Surah22
Nama SurahAl Hajj
Arabالحجّ
ArtiHaji
Nama lain
Tempat TurunMadinah & Makkah
Urutan Wahyu103
JuzJuz 17
Jumlah ruku’10 ruku’
Jumlah ayat78
Jumlah kata1282
Jumlah huruf5315
Surah sebelumnyaSurah Al-Anbiya
Surah selanjutnyaSurah Al-Mu’minun
Sending
User Review
4.7 (29 votes)
Tags:

22:35, 22 35, 22-35, Surah Al Hajj 35, Tafsir surat AlHajj 35, Quran Al-Haj 35, Alhaj 35, Al Haj 35, Al-Hajj 35, Surah Al Hajj ayat 35

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 48 [QS. 40:48]

48. Mendengar ucapan orang-orang lemah yang menjadi pengikutnya itu, orang-orang yang menyombongkan diri menjawab, “Sesungguhnya kita semua saat ini sama-sama berada dalam siksa api neraka. Kita semua … 40:48, 40 48, 40-48, Surah Al Mu’min 48, Tafsir surat AlMumin 48, Quran Al Mukmin 48, AlMukmin 48, Al-Mu’min 48, Surah Al Mumin ayat 48

QS. Al Qadr (Kemuliaan) – surah 97 ayat 1 [QS. 97:1]

1. Al-Qur’an adalah kitab suci yang mulia. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya untuk pertama kali kepada Nabi Muhammad di Gua Hira, atau menurunkannya secara sekaligus dari Lauë Maëfùî ke Baitul ‘Iz … 97:1, 97 1, 97-1, Surah Al Qadr 1, Tafsir surat AlQadr 1, Quran Al-Qadr 1, Surah Al Qadr ayat 1

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dalam hadits shahih disebutkan.

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.'
[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Arti dari hadist diatas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallalhu'alaihi wa sallam bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

'Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.'
(HR. Bukhari no. 3461)

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا
Arti dari kalimat di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

'Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran'
--HR. Imam al-Baihaqi dalam kitab 'Syu’abul Iman' (no. 6612). Hadits ini adalah hadits yang lemah.

+

Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad.

Pendidikan Agama Islam #30
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #30 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #30 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Kuis Agama Islam #31

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan … Debat Pidato Tanya Jawab

Pendidikan Agama Islam #16

Yang berarti “menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … ن الجمع قرن القرأ قرأ Benar! Kurang tepat! Alquran adalah

Pendidikan Agama Islam #14

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Mujahadah Bi Qalbi Mujahadah An-Nafs Muhahadah fi sabilillah

Instagram