Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Hajj (Haji) - surah 22 ayat 34 [QS. 22:34]

وَ لِکُلِّ اُمَّۃٍ جَعَلۡنَا مَنۡسَکًا لِّیَذۡکُرُوا اسۡمَ اللّٰہِ عَلٰی مَا رَزَقَہُمۡ مِّنۡۢ بَہِیۡمَۃِ الۡاَنۡعَامِ ؕ فَاِلٰـہُکُمۡ اِلٰہٌ وَّاحِدٌ فَلَہٗۤ اَسۡلِمُوۡا ؕ وَ بَشِّرِ الۡمُخۡبِتِیۡنَ
Walikulli ummatin ja’alnaa mansakan liyadzkuruuus-mallahi ‘ala maa razaqahum min bahiimatil an’aami fa-ilahukum ilahun waahidun falahu aslimuu wabasy-syiril mukhbitiin(a);
Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak.
Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya.
Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),
―QS. Al Hajj [22]: 34

Daftar isi

And for all religion We have appointed a rite (of sacrifice) that they may mention the name of Allah over what He has provided for them of (sacrificial) animals.
For your god is one God, so to Him submit.
And, (O Muhammad), give good tidings to the humble (before their Lord)
― Chapter 22. Surah Al Hajj [verse 34]

وَلِكُلِّ dan bagi tiap-tiap

And for every
أُمَّةٍ ummat

nation
جَعَلْنَا Kami telah menjadikan

We have appointed
مَنسَكًا cara peribadatan

a rite,
لِّيَذْكُرُوا۟ supaya mereka mengingat/menyebut

that they may mention
ٱسْمَ nama

(the) name
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah
عَلَىٰ atas

over
مَا apa

what
رَزَقَهُم Dia rezekikan pada mereka

He (has) provided them
مِّنۢ dari

of
بَهِيمَةِ binatang

(the) beast
ٱلْأَنْعَٰمِ ternak

(of) cattle.
فَإِلَٰهُكُمْ maka Tuhanmu

And your God
إِلَٰهٌ Tuhan

(is) God
وَٰحِدٌ satu/esa

One,
فَلَهُۥٓ maka kepada-Nya

so to Him
أَسْلِمُوا۟ berserah dirilah kamu

submit.
وَبَشِّرِ dan berilah kabar gembira

And give glad tidings
ٱلْمُخْبِتِينَ orang-orang yang tunduk/patuh

(to) the humble ones.

Tafsir Quran

Surah Al Hajj
22:34

Tafsir QS. Al-Hajj (22) : 34. Oleh Kementrian Agama RI

Allah telah menetapkan syariat bagi tiap-tiap manusia termasuk di dalamnya syariat kurban.
Seseorang yang berkurban berarti ia telah menumpahkan darah binatang untuk mendekatkan dirinya kepada Allah dan ingin mencari keridaan Allah.

Allah memerintahkan kepada orang-orang yang berkurban itu agar mereka menyebut dan mengagungkan nama Allah waktu menyembelih binatang kurban itu, dan agar mereka mensyukuri nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka.
Di antara nikmat Allah itu ialah berupa binatang ternak, seperti unta, lembu, kambing dan sebagainya yang merupakan rezeki dan makanan yang halal bagi mereka.

Dari ayat ini dapat dipahami bahwa orang-orang yang beriman dilarang mengagungkan nama apapun selain daripada nama Allah.
Setelah datangnya Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir yang membawa risalah bagi seluruh umat manusia, maka agama yang benar dan harus diikuti oleh seluruh umat manusia hanyalah agama Islam yang bersumber pada Alquran dan sunnah Nabi Muhammad.

Firman Allah:

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ

Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam.
Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka.

Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Ali ‘Imran [3]: 19)

Lebih jelas lagi siapapun yang mencari atau berpegang pada agama selain Islam maka tidak akan diterima Allah dan termasuk orang yang rugi.

Firman Allah:

وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْاِسْلَامِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُۚ وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi. (Ali ‘Imran [3]: 85)

Rasulullah ﷺ menyembelih binatang kurban dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, sebagaimana tersebut dalam hadis beliau:

Dari Anas, ia berkata,
"Rasulullah ﷺ dibawakan dua ekor domba yang bagus (pada kedua domba itu terdapat warna putih yang bercampur hitam) yang bertanduk bagus, lalu beliau menyebut nama Allah dan bertakbir (waktu menyembelihnya) dan meletakkan kakinya di atas rusuk binatang itu."
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Pada akhir ayat ditegaskan bahwa Allah yang berhak disembah itu adalah Tuhan Yang Maha Esa, dan kepercayaan tauhid itu telah dianut pula oleh orang-orang dahulu, karena itu patuh dan taat hanya kepada Allah, mengikuti semua perintah-perintah-Nya, menjauhi semua larangan-Nya dan melakukan semua pekerjaan semata-mata karena-Nya dan untuk mencari keridaan-Nya.

Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar menyampaikan berita gembira kepada orang-orang yang tunduk, patuh, taat, bertobat dan merendahkan dirinya kepada-Nya bahwa bagi mereka disediakan pahala yang berlipat ganda, berupa surga di akhirat nanti.

Perkataan
"maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa"
memberi peringatan bahwa kurban, menghormati syi’ar-syi’ar Allah, dan beribadah sesuai dengan petunjuk para rasul yang diutus kepada mereka, sekalipun ibadah dan syariat itu berbeda pada tiap-tiap umat, namun termasuk dalam agama Allah, termasuk jalan yang lurus yang harus ditempuh oleh setiap yang mengaku sebagai hamba Allah, dalam menaati dan mencari rida-Nya.
Perbedaan cara-cara beribadah antara umat-umat yang dahulu dengan umat-umat yang datang kemudian, di dalamnya umat Nabi Muhammad, janganlah dijadikan alasan yang dapat menimbulkan perpecahan di antara orang-orang yang beriman.
Semuanya itu dilakukan dengan tujuan untuk menghambakan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tafsir QS. Al Hajj (22) : 34. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan ibadah haji itu bukan hanya disyariatkan kepada kalian saja, melainkan Kami juga telah menjadikan bagi setiap kelompok yang beriman jenis kurban tersendiri yang mereka pakai untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Pada saat menyembelih hewan kurban itu, mereka pun menyebut asma Allah dan mengagungkan-Nya sebagai rasa syukur atas nikmat pemilikan unta, sapi dan kambing yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka.


Allah yang telah memberikan syariat kepada kalian dan mereka adalah Tuhan Yang Mahaesa.
Dari itu, serahkanlah semua urusan kepada-Nya semata, menjadikan amal perbuatan hanya untuk-Nya dan tidak membuat sekutu apa pun kepada-Nya.


Kemudian, berilah kabar gembira tentang surga dan pahala yang banyak, wahai Muhammad, kepada hamba Allah yang tulus ikhlas dan tunduk kepada-Nya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Tiap-tiap umat beriman yang telah lalu, Kami tetapkan manasik untuk mereka berupa menyembelih dan mengalirkan darah.
Hal itu dimaksudkan agar mereka menyebut nama Allah ketika menyembelih binatang ternak ini yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka, dan bersyukur kepada-Nya.


Illah (sembahan kalian), wahai manusia, adalah Illah Yang Maha Esa, yaitu Allah.
Taatilah perintah-Nya dan perintah Rasul-Nya.


Berilah kabar gembira, wahai Nabi, kepada orang-orang yang merendahkan dan tunduk kepada Rabb mereka dengan kebaikan dunia dan akhirat.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan bagi tiap-tiap umat) golongan orang-orang yang beriman yang telah mendahului kalian


(telah Kami syariatkan penyembelihan kurban) kalau dibaca Mansakan adalah Mashdar dan kalau dibaca Minsakan berarti isim makan atau nama tempat.
Maksudnya menyembelih kurban atau tempat penyembelihannya


(supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka) sewaktu mereka menyembelihnya.


(Maka Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kalian kepada-Nya) taat dan patuhlah kalian kepada-Nya.


(Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh kepada Allah) orang-orang yang taat dan merendahkan diri kepada-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan bahwa penyembelihan hewan kurban dengan menyebut nama Allah telah disyariatkan di semua agama.


Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban).
Bahwa yang dimaksud dengan mansak ialah hari raya.


Ikrimah mengatakan menyembelih kurban.

Zaid ibnu Aslam mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban).
(QS. Al-Hajj [22]: 34)
Sesungguhnya yang dimaksud adalah Makkah.
Allah sama sekali belum pernah menjadikan buat suatu umat suatu mansak-pun selain dari Makkah.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka.

Seperti yang telah ditetapkan di dalam kitab Sahihain melalui sahabat Anas yang telah menceritakan:

Didatangkan kepada Rasulullah ﷺ dua ekor domba yang berbulu putih, berbelang hitam lagi bertanduk, lalu beliau menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kakinya pada lambung kedua domba itu (untuk menyembelihnya).

Imam Ahmad ibnu Hambal mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Salam ibnu Miskin, dari Aizullah Al-Mujasyi’i, dari Abu Daud (yakni Nufai’ ibnul Haris), dari Zaid ibnu Arqam yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya, atau mereka (para sahabat) pernah bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan hewan-hewan kurban ini?
Rasulullah ﷺ menjawab:
"Ini adalah sunnah bapak moyang kalian, yaitu Nabi Ibrahim."
Mereka bertanya,
"Lalu apakah yang kami peroleh darinya?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Pada setiap helai bulunya (yakni unta) terdapat satu pahala kebaikan."
Mereka bertanya,
"Bagaimanakah dengan bulu (domba)nya?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Pada setiap helai bulu wolnya terdapat satu pahala kebaikan."

Abu Abdullah Muhammad ibnu Yazid ibnu Majah telah mengetengahkan hadis ini di dalam kitab sunannya melalui riwayat Salam ibnu Miskin dengan sanad yang sama.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka Tuhan kalian ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kalian kepadanya.

Yakni sembahan kalian adalah satu, sekalipun syariat para nabi itu bermacam-macam, yang sebagian darinya menghapuskan sebagian yang lainnya, tetapi pada garis besarnya semua syariat nabi-nabi menyerukan untuk menyembah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya,
"Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah oleh kalian akan Aku."
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 25)

Karena itulah dalam ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:

karena itu berserah dirilah kalian kepada-Nya.

Yaitu ikhlaslah dan berserah dirilah kalian kepada hukum-Nya dan taat kepada-Nya.

Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).

Mujahid mengatakan, yang dimaksud dengan mukhbitin ialah orang-orang yang tumaninah (tenang).


Menurut Ad-Dahhak dan Qatadah, maksudnya orang-orang yang merendahkan dirinya.


As-Saddi mengatakan orang-orang yang takut kepada Allah.


Sedangkan menurut Amr ibnu Aus, mukhbitin ialah orang-orang yang tidak aniaya, dan apabila mereka dizalimi, maka mereka tidak mendapat pertolongan (dari orang lain).


As-Sauri telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).
(QS. Al-Hajj [22]: 34)
Yakni tenang lagi rida dengan keputusan Allah, berserah diri kepada-Nya, dan yang terbaik ialah apa yang dijelaskan dalam firman berikutnya yang berfungsi menjelaskannya, yaitu:
(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka.
(QS. Al-Hajj [22]: 35)
Maksudnya, hati mereka bergetar karena takut kepada Allah.
orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka.
(QS. Al-Hajj [22]: 35)
Yaitu musibah-musibah yang menimpa diri mereka.


Al-Hasan Al-Basri telah mengatakan bahwa hendaknya kita bersabar dalam menghadapi musibah atau kita binasa.

Unsur Pokok Surah Al Hajj (الحجّ)

Surat Al-Hajj, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, terdiri atas 78 ayat, sedang menurut pendapat sebagian ahli tafsir termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Sebab perbedaan ini ialah karena sebagian ayat-ayat surat ini ada yang diturunkan di Mekah dan sebagian lagi diturunkan di Madinah.

Dinamai surat ini "Al Hajj", karena surat ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadat haji, seperti ihram, thawaf, sa’i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi’ar-syi’ar Allah, faedahfaedah dan hikmahhikmah disyari’atkannya haji.

Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari’atkan di masa Nabi Ibrahimalaihis salam, dan Ka’bah didirikan oleh Nabi Ibrahimalaihis salam bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam.

Menurut Al Ghaznawi, surat Al Hajj termasuk di antara surat-surat yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Keimanan:

▪ Keimanan tentang adanya kebangkitan dan huru-hara hari kiamat.
▪ Dan susunan alam semesta dapat diambil bukti-bukti tentang adanya Allah Maha Pencipta.

Hukum:

▪ Kewajiban berhaji bagi kaum muslimin dan haji telah disyariatkan pada masa Ibrahim `alaihis salam.
▪ Hukum berkata dusta.
▪ Larangan menyembah berhala.
▪ Binatang-binatang yang halal dimakan.
▪ Hukum menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil-haram.
▪ Keizinan berperang untuk mempertahankan diri dan agama.
▪ Hukum hukum yang berhubungan dengan haji.

Lain-lain:

▪ Membantah kebenaran tanpa pengetahuan adalah perbuatan yang tercela.
▪ Tanda tanda takwa yang sampai ke hati.
▪ Tiap-tiap agama yang dibawa rasulrasul sejak dahulu mempunyai syari’at tertentu dan cara melakukannya.
▪ Pahala orang yang mati dalam berhijrah di jalan Allah.
▪ Sikap orang-orang kafir bila mendengar ayat-ayat Alquran.
▪ Anjuran berjihad dengan sesungguhnya.
▪ Celaan Islam terhadap orang-orang yang tidak tetap pendiriannya dan selalu mencari keuntungan untuk diri sendiri

Audio Murottal

QS. Al-Hajj (22) : 1-78 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 78 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Hajj (22) : 1-78 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 78

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hajj ayat 34 - Gambar 1 Surah Al Hajj ayat 34 - Gambar 2
Statistik QS. 22:34
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hajj.

Surah Al-Hajj (bahasa Arab:الحجّ, al-Hajj, “Haji”) adalah surah ke-22 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 78 ayat .
Sebagian ayat dari surah ini diturunkan di Mekkah dan sebagian lagi di Madinah, oleh karena itu para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai golongan surah ini (Makkiyah atau Madaniyah)

Surah ini dinamai surah ini Al-Hajj, karena surah ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah haji, seperti ihram, thawaf, sa’i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi’ar-syi’ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari’atkannya haji.
Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari’atkan pada masa Nabi Ibrahim, dan Ka’bah didirikan oleh Nabi Ibrahim bersama puteranya Ismail.

Menurut Al Ghaznawi, surah Al-Hajj termasuk di antara surah-surah yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Nomor Surah 22
Nama Surah Al Hajj
Arab الحجّ
Arti Haji
Nama lain
Tempat Turun Madinah & Makkah
Urutan Wahyu 103
Juz Juz 17
Jumlah ruku’ 10 ruku’
Jumlah ayat 78
Jumlah kata 1282
Jumlah huruf 5315
Surah sebelumnya Surah Al-Anbiya
Surah selanjutnya Surah Al-Mu’minun
Sending
User Review
4.6 (28 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

22:34, 22 34, 22-34, Surah Al Hajj 34, Tafsir surat AlHajj 34, Quran Al-Haj 34, Alhaj 34, Al Haj 34, Al-Hajj 34, Surah Al Hajj ayat 34

Video Surah

22:34


More Videos

Kandungan Surah Al Hajj

۞ QS. 22:1 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat •

۞ QS. 22:2 • Kedahsyatan hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 22:3 • Sifat iblis dan pembantunya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 22:4 • Sifat iblis dan pembantunya • Azab orang kafir

۞ QS. 22:5 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 22:6 • Kekuasaan Allah • Al Haq (Maha Benar) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 22:7 • Kiamat telah dekat • Kepastian hari kiamat • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan •

۞ QS. 22:9 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 22:10 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain • Maksiat dan dosa

۞ QS. 22:11 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 22:12 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 22:13 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 22:14 • Pahala iman • Sifat Iradah (berkeinginan) • Sifat surga dan kenikmatannya • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 22:15 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Berbaik sangka terhadap Allah

۞ QS. 22:16 Sifat Iradah (berkeinginan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 22:17 • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Derajat para pemeluk agama • Keutamaan iman

۞ QS. 22:18 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Hukum alam • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 22:19 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 22:20 • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 22:21 • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 22:22 • Sifat neraka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 22:23 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Pakaian ahli surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 22:24 • Al Hamid (Maha Terpuji) • Sifat ahli surga

۞ QS. 22:26 • Islam agama para nabi

۞ QS. 22:30 Ar Rabb (Tuhan) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 22:31 • Kewajiban hamba pada Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 22:32 • Pentingnya berbuat dengan teliti

۞ QS. 22:34 Tauhid Uluhiyyah • Al Wahid (Maha Esa)

۞ QS. 22:37 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Perbuatan dan niat • Pentingnya berbuat dengan teliti • Kebutuhan muslim terhadap amal salehHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 22:38 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Keutamaan iman •

۞ QS. 22:39 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 22:40 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat) •

۞ QS. 22:41 • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 22:44 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 22:45 • Azab orang kafir

۞ QS. 22:46 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 22:47 • Allah menepati janji • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 22:48 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 22:50 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 22:51 • Mengingkari hari kebangkitan • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 22:52 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qur’an terpelihara dari penyelewengan • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah

۞ QS. 22:53 • Sifat iblis dan pembantunya • Sifat orang munafik

۞ QS. 22:54 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 22:55 • Nama-nama hari kiamat • Hari kiamat datang tiba-tiba • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 22:56 • Pahala iman • Segala sesuatu milik Allah • Nama-nama surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 22:57 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 22:58 • Pahala iman

۞ QS. 22:59 • Pahala iman • Al Halim (Maha Penyabar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 22:60 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 22:61 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar) •

۞ QS. 22:62 Tauhid Uluhiyyah • Al Haq (Maha Benar) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Al Kabir (Maha Besar) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 22:63 • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 22:64 • Segala sesuatu milik Allah • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 22:65 Sifat Iradah (berkeinginan) • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 22:66 Tauhid Rububiyyah • Kekuasaan Allah • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 22:67 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 22:68 • Keluasan ilmu Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 22:69 • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 22:70 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 22:72 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 22:73 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 22:74 • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat)

۞ QS. 22:75 • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 22:76 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 22:77 Ar Rabb (Tuhan) • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 22:78 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Berpegang teguh dengan (ajaran) Allah • Al Maula (Maha Penolong) • An-Nashir (Maha Penolong) • Islam agama yang diterima di sisi Allah

Ayat Pilihan

Dan barang siapa yang menukar iman dengan kekafiran,
maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus.
QS. Al-Baqarah [2]: 108

Telah pasti datangnya ketetapan Allah (hari kiamat) maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya.
Maha Suci Allah & Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.
QS. An-Nahl [16]: 1

“Aku tak minta kepadamu sesuatu upah atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan”.
Dan siapa yang kerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri
QS. Asy-Syura [42]: 23

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang ...

Correct! Wrong!

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Arti fana adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #1
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #1 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #1 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Kamus Istilah Islam

Al Qahhaar

Apa itu Al Qahhaar? Allah itu Al-Qahhar◀ Allah itu Al-Qahhar, yang memiliki makna Maha Penakluk. Allah itu Maha Penakluk atau Maha Menaklukkan segalanya, termasuk alam semesta ini. &128161; Kit...

iktikaf

Apa itu iktikaf? ik.ti.kaf diam beberapa waktu di dalam masjid sebagai suatu ibadah dengan syarat-syarat tertentu … •

Al Bashiir

Apa itu Al Bashiir? Allah itu Al-Bashir ◀ Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. &128161; Nam...