Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Hadid (Besi) – surah 57 ayat 7 [QS. 57:7]

اٰمِنُوۡا بِاللّٰہِ وَ رَسُوۡلِہٖ وَ اَنۡفِقُوۡا مِمَّا جَعَلَکُمۡ مُّسۡتَخۡلَفِیۡنَ فِیۡہِ ؕ فَالَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا مِنۡکُمۡ وَ اَنۡفَقُوۡا لَہُمۡ اَجۡرٌ کَبِیۡرٌ
Aaminuu billahi warasuulihi wa-anfiquu mimmaa ja’alakum mustakhlafiina fiihi faal-ladziina aamanuu minkum wa-anfaquu lahum ajrun kabiirun;
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah).
Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar.
―QS. Al Hadid [57]: 7

Believe in Allah and His Messenger and spend out of that in which He has made you successors.
For those who have believed among you and spent, there will be a great reward.
― Chapter 57. Surah Al Hadid [verse 7]

ءَامِنُوا۟ berimanlah kamu

Believe
بِٱللَّهِ kepada Allah

in Allah
وَرَسُولِهِۦ dan rasul-Nya

and His Messenger
وَأَنفِقُوا۟ dan belanjakanlah/nafkahkan

and spend
مِمَّا dari apa-apa

of what
جَعَلَكُم Dia jadikan kamu

He has made you
مُّسْتَخْلَفِينَ orang-orang yang menguasai

trustees
فِيهِ padanya

therein.
فَٱلَّذِينَ maka orang-orang yang

And those
ءَامَنُوا۟ beriman

who believe
مِنكُمْ diantara kamu

among you
وَأَنفَقُوا۟ dan mereka membelanjakan/menafkahkan

and spend,
لَهُمْ bagi mereka

for them
أَجْرٌ pahala

(is) a reward
كَبِيرٌ besar

great.

Tafsir

Alquran

Surah Al Hadid
57:7

Tafsir QS. Al Hadid (57) : 7. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini Allah ﷻ memerintahkan agar beriman kepadaNya dan rasul-Nya menafkahkan harta-harta yang mereka miliki, karena harta dan anak itu adalah titipan Allah pada seseorang, tentu saja pada suatu hari titipan tersebut akan diambil kembali.
Syu’bah berkata,
"Aku mendengar Qatadah menceritakan tentang Muththarif yang menemui Nabi ﷺ, beliau membaca Surah at-Takatsur, lalu berkata:
Manusia berkata,
"Hartaku, hartaku.
"
Hartamu hanya yang telah engkau makan lalu habis, atau pakaian yang engkau pakai lalu menjadi usang, atau sesuatu yang engkau sedekahkan lalu menjadi kekal (tetap).
Maka selain dari itu akan lenyap dan untuk orang lain.

(Riwayat Muslim)


Kemudian Allah menerangkan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah membenarkan rasul-Nya serta menginfakkan hartaharta yang jatuh menjadi milik dari peninggalan orang terdahulu, mereka ini akan mendapat pahala yang besar yang tidak pernah dilihat dan tergores di hati.

Tafsir QS. Al Hadid (57) : 7. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Percayalah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya.
Belanjakanlah sebagian harta yang hak penggunaannya telah Dia titipkan kepadamu.


Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, di antara kalian, dan membelanjakan sebagian harta yang dititipkan akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Berimanlah (kalian) kepada Allah dan rasul-Nya, Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
Nafkahkanlah sebagian dari harta yang Allah karuniakan kepada kalian dan menjadikan kalian menguasainya.


Maka orang-orang yang beriman di antara kalian (wahai manusia) dan menafkahkan sebagian harta mereka akan memperoleh pahala yang besar.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Berimanlah kalian) artinya, tetaplah kalian beriman


(kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah) di jalan Allah


(sebagian dari harta kalian yang Allah telah menjadikan kalian menguasainya) yakni dari harta orang-orang yang sebelum kalian dan kelak Dia akan menguasakannya kepada orang-orang yang sesudah kalian.
Ayat ini diturunkan sewaktu perang ‘Ursah atau dikenal dengan nama perang Tabuk.


(Maka orang-orang yang beriman di antara kalian dan menafkahkan hartanya) ayat ini mengisyaratkan kepada apa yang telah dilakukan oleh sahabat Usman r.a.


(mereka akan memperoleh pahala yang besar).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada manusia agar beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya dengan iman yang sempurna, terus-menerus, lagi teguh dan kokoh.
Dan Allah menganjurkan kepada kalian untuk membelanjakan hartamu yang telah dijadikan oleh Allah kepadamu sebagai pengganti-Nya dalam mengelolanya.
Yakni harta itu yang ada pada kalian merupakan pinjaman dari Allah, karena sesungguhnya pada asal mulanya berada di tangan orang-orang sebelum kalian, lalu beralih ke tangan kalian.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala memberi petunjuk kepada kalian agar menggunakan harta yang dititipkan kepadamu untuk dibelanjakan pada jalan ketaatan kepada-Nya.
Jika mereka mau mengerjakan hal ini, maka manfaatnya bagi mereka;
dan jika tidak, maka perhitungan mereka berada pada-Nya dan Dia kelak akan menghukum mereka karena meninggalkan kewajiban-kewajiban mereka pada hartanya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya.
(QS. Al-Hadid [57]: 7)

Di dalam ayat ini terkandung isyarat yang menunjukkan bahwa kelak harta itu pada akhirnya akan ditinggalkan juga olehmu.
Dan beruntunglah jika ahli warismu menggunakannya untuk jalan ketaatan kepada Allah.
Dengan demikian, berarti ahli warismu lebih beruntung daripada kamu dengan apa yang telah diberikan oleh Allah kepadanya.
Tetapi bila ahli warismu menggunakan harta yang diwarisnya darimu untuk tujuan durhaka kepada Allah, berarti kamu telah membantunya untuk berbuat dosa dan kedurhakaan.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, bahwa ia pernah mendengar Qatadah menceritakan dari Mutarrif ibnu Abdullah ibnusy Syikhkhir, dari ayahnya yang telah menceritakan bahwa ketika ia sampai kepada Rasulullah ﷺ, ia dengar Rasulullah ﷺ sedang bersabda:
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu;
anak Adam berkata,
"Hartaku, hartaku!"
Padahal tidak ada bagimu dari hartamu kecuali apa yang kamu makan, lalu lenyap;
atau yang kamu pakai, lalu rusak;
atau yang kamu sedekahkan, maka kamu teruskan.

Imam Muslim meriwayatkannya melalui Syu’bah dengan sanad yang sama, dan dalam riwayatnya ditambahkan:

Dan adapun yang selain itu, maka lenyap dan ditinggalkannya untuk orang lain.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.
(QS. Al-Hadid [57]: 7)

Ini mengandung anjuran untuk beriman dan membelanjakan harta untuk jalan ketaatan.


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah, padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu.
(QS. Al-Hadid [57]: 8)


Yakni faktor apakah yang menghalang-halangi kamu untuk beriman, padahal Rasul ada di antara kamu yang menyeru kamu ke arah itu, dan menjelaskan kepada kamu alasan-alasan dan bukti-bukti yang membenarkan apa yang dia sampaikan kepadamu.


Telah diriwayatkan pula kepada kami sebuah hadis yang diriwayatkan melalui berbagai jalur dalam permulaan Syarah Kitabul Iman dari kitab Sahih Bukhari, bahwa pada suatu hari Rasulullah ﷺ telah bersabda kepada para sahabatnya:

"Orang mukmin manakah yang imannya paling kalian kagumi?"
Mereka menjawab,
"Para malaikat."
Nabi ﷺ bersabda,
"Dan mengapa mereka tidak beriman, sedangkan mereka berada di sisi Tuhan mereka."
Mereka berkata,
"Kalau begitu, para nabi."
Nabi ﷺ menjawab,
"Mengapa mereka tidak beriman, sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka?"
Mereka berkata,
"Kalau begitu, kami."
Nabi ﷺ bersabda,
"Mengapa kamu tidak beriman, sedangkan aku berada di antara kalian?
Tetapi orang mukmin yang paling menakjubkan keimanannya ialah suatu kaum yang datang sesudah kalian;
mereka hanya menjumpai lembaran-lembaran (mushaf), lalu mereka beriman dengan semua yang terkandung di dalamnya."

Kami telah menyebutkan sebagian dari masalah ini di dalam permulaan tafsir surat Al-Baqarah, yaitu pada firman-Nya:

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib.
(QS. Al-Baqarah [2]: 3)

Unsur Pokok Surah Al Hadid (الحديد)

Surat Al-Hadid terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Az Zalzalah.

Dinamai "Al Hadiid" (Besi), diambil dari perkataan "Al Hadiid" yang terdapat pada ayat 25 surat ini.

Keimanan:

▪ Hanya kepada Allah kembali semua urusan.
▪ Beberapa sifat Allah dan beberapa Asmaa-ul Husna serta pernyataan kekuasaan Allah di langit dan di bumi.

Hukum:

▪ Perintah menafkahkan harta.

Lain-lain:

▪ Keadaan orang-orang munafik di hari kiamat.
Hakikat kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
▪ Tujuan penciptaan besi.
▪ Tujuan diutusnya para rasul.
▪ Kehidupan kerahiban dalam agama Nasrani bukan berasal dari ajaran Nabi Isa `

Audio

QS. Al-Hadid (57) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Hadid (57) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hadid ayat 7 - Gambar 1 Surah Al Hadid ayat 7 - Gambar 2
Statistik QS. 57:7
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hadid.

Surah Al-Hadid (bahasa Arab:الحديد, “Besi”) adalah surah ke-57 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al Hadiid yang berarti besi diambil dari perkataan Al Hadiid yang terdapat pada ayat ke-25 surat ini.

Nomor Surah57
Nama SurahAl Hadid
Arabالحديد
ArtiBesi
Nama lain
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu94
JuzJuz 27
Jumlah ruku’4 ruku’
Jumlah ayat29
Jumlah kata576
Jumlah huruf2545
Surah sebelumnyaSurah Al-Waqi’ah
Surah selanjutnyaSurah Al-Mujadilah
Sending
User Review
4.3 (21 votes)
Tags:

57:7, 57 7, 57-7, Surah Al Hadid 7, Tafsir surat AlHadid 7, Quran Al-Hadid 7, Surah Al Hadid ayat 7

▪ al-hadid : 7 ▪ tafsir al hadid
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Az Zukhruf (Perhiasan) – surah 43 ayat 34 [QS. 43:34]

33-35. Dan sekiranya bukan karena Kami menghindarkan semua manusia menjadi umat yang satu dalam kekafiran, pastilah sudah Kami buatkan untuk orang-orang yang kafir kepada Allah, Yang Maha Pengasih, ba … 43:34, 43 34, 43-34, Surah Az Zukhruf 34, Tafsir surat AzZukhruf 34, Quran Az-Zukhruf 34, Surah Az Zukruf ayat 34

QS. Az Zumar (Rombongan-rombongan) – surah 39 ayat 12 [QS. 39:12]

11-12. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dengan tulus dan penuh ketaatan, berserah diri hanya kepada-Nya, dan konsisten dalam melaksanakan ajaran ag … 39:12, 39 12, 39-12, Surah Az Zumar 12, Tafsir surat AzZumar 12, Quran Az-Zumar 12, Surah Az Zumar ayat 12

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Sifat adil Allah berlaku untuk ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al 'Adl, yang berarti bahwa Allah ...

Benar! Kurang tepat!

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #2
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #2 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #2 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #13

Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? Badar Khandaq Perang Salib Hunain Uhud Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Pertempuran Badar

Pendidikan Agama Islam #10

Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada

Pendidikan Agama Islam #9

Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … mujtahid muslihat ijtihad ulama

Instagram