Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Hadid (Besi) – surah 57 ayat 3 [QS. 57:3]

ہُوَ الۡاَوَّلُ وَ الۡاٰخِرُ وَ الظَّاہِرُ وَ الۡبَاطِنُ ۚ وَ ہُوَ بِکُلِّ شَیۡءٍ عَلِیۡمٌ
Huwal au-walu wal-aakhiru wazh-zhaahiru wal baathinu wahuwa bikulli syai-in ‘aliimun;
Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin;
dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
―QS. Al Hadid [57]: 3

Daftar isi

He is the First and the Last, the Ascendant and the Intimate, and He is, of all things, Knowing.
― Chapter 57. Surah Al Hadid [verse 3]

هُوَ Dia

He
ٱلْأَوَّلُ Yang Pertama

(is) the First
وَٱلْءَاخِرُ dan Yang Akhir

and the Last,
وَٱلظَّٰهِرُ dan Yang Zahir

and the Apparent
وَٱلْبَاطِنُ dan Yang Batin

and the Unapparent,
وَهُوَ dan Dia

and He
بِكُلِّ dengan segala/semua

(is) of every
شَىْءٍ sesuatu

thing
عَلِيمٌ Maha Mengetahui

All-Knower.

Tafsir

Alquran

Surah Al Hadid
57:3

Tafsir QS. Al Hadid (57) : 3. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini Allah menyatakan bahwa Dialah Yang Awal, yang telah ada sebelum segala sesuatunya ada, karena Dia-lah yang menjadikannya, dan yang menciptakannya.
Dialah Yang Mahatinggi dari apa saja, tidak ada sesuatu pun yang lebih tinggi daripada-Nya.

Dia-lah Yang Batin, Yang hakikat Zat-Nya tidak dapat digambarkan oleh akal.
Dia mengetahui semua yang tersimpan, yang tidak nyata dan segala yang tersembunyi.

Dia yang paling dekat kepada apa yang telah diciptakan-Nya.
Tidak ada sesuatu pun yang lebih dekat kepada makhluk-Nya selain Dia;
sebagaimana firmanNya:


وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗ وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.
(Qaf [50]: 16)

Dalam hadis riwayat Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah:
Fatimah datang kepada Nabi ﷺ meminta seorang pembantu, lalu Nabi menyuruhnya berdoa,
"Ya Allah, Tuhan segala sesuatu, yang menurunkan kitab Taurat, Injil, dan Alquran, yang membelah bijibijian.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan setiap sesuatu.

Engkaulah yang mengaturnya.
Engkaulah Zat yang awal yang tidak ada sebelum-Mu sesuatu apa pun, Engkaulah Zat yang akhir yang tidak ada sesudah-Mu sesuatu apa pun.

Engkaulah adz-Dzahir yang tidak ada sesuatu pun di atas-Mu, dan Engkaulah al-Bathin yang tidak ada sesuatu apa pun di bawah-Mu.
Lunasilah hutang kami dan cukupilah kebutuhan kami.

(Riwayat Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah)

Tafsir QS. Al Hadid (57) : 3. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dia telah ada sebelum segala sesuatu ada, hidup kekal setelah segala sesuatu musnah, tampak pada segala sesuatu, karena segala sesuatu merupakan tanda adanya Tuhan, tidak tampak sehingga tak dapat dilihat oleh mata.
Dia mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tidak.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dia yang awal, tidak ada sesuatu yang mendahului-Nya.
yang akhir, tidak ada sesuatu pun sesudah-Nya.


Yang Mahatampak, tidak ada yang melebihi-Nya.
Yang Maha Tersembunyi, tidak ada sesuatu yang tersembunyi bagi-Nya di bumi dan di langit.


dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dialah Yang Awal) sebelum segala sesuatu ada, keawalan Dia tidak ada permulaannya


(dan Yang Akhir) sesudah segala sesuatu berakhir, keakhiran-Nya tanpa batas


(dan Yang Maha Zahir) melalui bukti-bukti yang menunjukkan kezahiran Nya


(dan Yang Batin) yakni tidak dapat dilihat dan ditemukan oleh panca indra


(dan Dia Maha Mengetahui atas segala sesuatu).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan YangBatin.
(QS. Al-Hadid [57]: 3)

Ayat inilah yang diisyaratkan oleh hadis Irbad ibnu Sariyah, bahwa ayat ini lebih utama daripada seribu ayat.


Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abbas ibnu Abdul Azim, telah menceritakan kepada kami An-Nadr ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Ikrimah ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Abu Zamil yang mengatakan,
"Aku pernah berkata kepada Ibnu Abbas, ‘Coba terka apakah yang sedang kusimpan di dalam hatiku.’ Ibnu Abbas balik bertanya, ‘Coba terangkan, apakah itu?’ Aku menjawab, ‘Demi Allah, aku tidak akan mengutarakannya.’ Ibnu Abbas berkata, ‘Apakah suatu dosa?"
Lalu Ibnu Abbas berkata, ‘Tiada seorang pun yang selamat dari dosa.’ Ia mengatakan ini sambil tertawa."
Ibnu Abbas melanjutkan, bahwa hingga Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu.
Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu.
(QS. Yunus [10]: 94), hingga akhir ayat.
Dan Ibnu Abbas berkata lagi kepadaku,
"Jika kamu merasakan sesuatu dalam dirimu, maka bacalah firman-Nya:
‘Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan YangBatin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu’ (QS. Al-Hadid [57]: 3)."

Ulama tafsir berbeda pendapat sehubungan dengan makna ayat ini, pendapat mereka kurang lebih ada belasan.


Imam Bukhari mengatakan bahwa Yahya telah berkata bahwa yang dimaksud dengan Zahir ialah mengetahui lahiriah segala sesuatu.
Dan yang dimaksud dengan Batin ialah mengetahui apa yang tersimpan dalam diri segala sesuatu.


Guru kami Al-Hafiz Al-Mazi mengatakan bahwa Yahya ini adalah Ibnu Ziad Al-Farra, dia mempunyai sebuah karya tulis yang berjudul Ma’anil Qur’an.


Dan mengenai makna ayat ini banyak hadis yang menerangkannya, antara lain ialah apa yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
Disebutkan bahwa:


telah menceritakan kepada kami Khalaf ibnul Walid, telah menceritakan kepada kami Ibnu Iyasy, dari Suhail ibnu Abu Saleh, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ sering membaca doa ini di saat menjelang tidurnya, yaitu:
Ya Allah, Tuhan Yang Menguasai tujuh langit dan Tuhan yang menguasai ‘Arasy yang besar.
Ya Tuhan kami, Tuhan segala sesuatu, Yang menurunkan Taurat, Injil, danAlquran, Yang membelah biji dan benih, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.
Aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan segala sesuatu, Engkaulah yang memegang ubun-ubunnya.
Engkau adalah Yang Awal, maka tiada sesuatu pun sebelum Engkau.
Dan Engkau adalah Yang Akhir, maka tiada sesuatu pun sesudah Engkau.
Dan Engkau Yang Zahir, maka tiada sesuatu pun di atas Engkau.
Dan Engkau Yang Batin, maka tiada sesuatu pun di balik Engkau.
Tunaikanlah dari kami utang-utang kami, dan berilah kami kecukupan dari kefakiran.

Imam Muslim meriwayatkannya di dalam kitab sahihnya, bahwa telah menceritakan kepadaku Zuhair ibnu Harb, telah menceritakan kepada kami Suhail yang mengatakan bahwa dahulu Abu Saleh menganjurkan kepada kami bahwa apabila seseorang dari kami hendak tidur, hendaklah ia berbaring pada lambung kanannya, kemudian mengucapkan doa berikut:
Ya Allah, Tuhan yang menguasai langit, Tuhan yang menguasai bumi, Tuhan yang menguasai Arasy yang besar.
Ya Tuhan kami dan Tuhan yang menguasai segala sesuatu, Yang membelah biji dan benih, Yang menurunkan Taurat, Injil, dan Alquran, aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan setiap makhluk yang jahat yang ubun-ubunnya berada di genggaman-Mu.
Ya Allah, Engkau adalah Yang Awal, maka tiada sesuatu pun sebelum Engkau;
dan Engkau Yang Akhir, maka tiada sesuatu pun sesudah Engkau;
dan Engkau YangZahir, maka tiada sesuatu pun di atas Engkau;
dan Engkau Yang Batin, maka tiada sesuatu pun di balik Engkau.
Maka tunaikanlah dari kami utang-utang kami dan berilah kami kecukupan dari kefakiran.

Tersebutlah bahwa Abu Saleh meriwayatkan hadis ini dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ

Al-Hafiz Abu Ya’la Al-Mausuli telah meriwayatkan di dalam kitab musnadnya, dari Aisyah Ummul Mu’minin hal yang semisal dengan hadis ini.
Untuk itu dia mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Uqbah, telah menceritakan kepada kami Yunus, telah menceritakan kepada kami As-Sirri ibnu Ismail, dari Asy-Sya’bi, dari Masruq, dari Aisyah yang mengatakan bahwa sudah menjadi kebiasaan Rasulullah ﷺ memerintahkan kepadanya untuk menggelarkan kasurnya, maka digelarkanlah kasurnya dengan menghadap ke arah kiblat.
Dan apabila beliau ﷺ merebahkan diri di atasnya, maka beliau jadikan telapak tangan kanannya sebagai bantal, lalu bergumam yang tidak kuketahui apa yang dibacanya.
Dan apabila malam hari menjelang akhirnya, maka beliau ﷺ mengeraskan suaranya seraya membaca doa berikut:
Ya Allah, Tuhan Yang menguasai tujuh langit, Tuhan Yang menguasai Arasy yang besar, Tuhan segala sesuatu dan Yang menurunkan Taurat, Injil, dan Alquran, Yang membelah biji dan benih, aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau pegang ubun-ubunnya.
Ya Allah, Engkau adalah Yang Awal yang tiada sesuatu pun sebelum Engkau, dan Engkau adalah Yang Akhir yang tiada sesuatu pun sesudah Engkau;
dan Engkau Yang Zahir, maka tiada sesuatu pun di atas Engkau;
dan Engkau Yang Batin, maka tiada sesuatu pun di balik Engkau.
Tunaikanlah dari kami utang-utang kami, dan berilah kami kecukupan dari kefakiran.

As-Sirri ibnu Ismail ini adalah anak lelaki pamannya Asy-Sya’bi, dia orangnya daif hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Abu Isa alias Imam Turmuzi dalam tafsir ayat ini mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdu ibnu Humaid dan lainnya yang bukan hanya seorang, tetapi semuanya meriwayatkan hal yang sama.
Mereka mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Syaiban ibnu Abdur Rahman, dari Qatadah yang telah mengatakan bahwa Al-Hasan telah menceritakan dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa ketika Nabi ﷺ sedang duduk bersama para sahabatnya, tiba-tiba mendung menutupi mereka, maka Nabi ﷺ bersabda,
"Tahukah kalian, apakah awan ini?"
Mereka menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
Nabi ﷺ menjawab,
"Awan inilah yang menyirami bumi, awan ini digiring menuju ke tempat suatu kaum yang tidak mensyukuri Allah dan tidak pernah berdoa kepada Allah."
Kemudian Nabi ﷺ bertanya,
"Tahukah kalian apakah yang ada di atas kalian?"
Mereka menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
Nabi ﷺ bersabda,
"Sesungguhnya di atas kalian adalah langit yang tinggi yang merupakan atap yang terpelihara dan gelombang yang tertutup."
Kemudian Nabi ﷺ bertanya,
"Tahukah kalian, berapakah jarak antara kalian dan langit itu?"
Mereka berkata,
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
Nabi ﷺ bersabda,
"Jarak antara kalian dan langit adalah lima ratus tahun."
Kemudian Nabi ﷺ bertanya,
"Tahukah kalian apakah yang ada di atasnya?"
Mereka menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
Nabi ﷺ bersabda,
"Sesungguhnya di atas itu ada langit lagi yang jarak di antara keduanya adalah perjalanan lima ratus tahun,"
hingga Nabi ﷺ menyebutkannya sampai tujuh langit, dan bahwa jarak antara tiap-tiap dua langit sama dengan jarak antara langit dan bumi.
Nabi ﷺ bertanya,
"Tahukah kalian apakah yang ada di atas semuanya itu?"
Mereka menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
Nabi ﷺ bersabda,
"Sesungguhnya di atas semuanya itu terdapat ‘Arasy yang jarak antara ‘Arasy dan langit (yang ketujuh) sama dengan jarak antara satu langit ke langit yang lainnya.
Nabi ﷺ bersabda,
"Tahukah kalian, apakah yang ada di bawah kalian?"
Mereka menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
Nabi ﷺ menjawab,
"Sesungguhnya yang di bawah kalian adalah bumi."
Nabi ﷺ bertanya,
"Tahukah kalian apa yang ada di bawah bumi?"
Mereka menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
Nabi ﷺ bersabda,
"Sesungguhnya di bawah bumi ini terdapat bumi lainnya yang jarak di antara keduanya sama dengan perjalanan lima ratus tahun,"
hingga Nabi ﷺ menyebutnya sampai tujuh lapis bumi, dan bahwa jarak dari satu bumi ke bumi yang lainnya sama dengan perjalanan lima ratus tahun."
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda,
"Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, seandainya kalian mengulurkan tambang ke bumi yang paling bawah, tentulah tambang itu akan turun sampai kepada Allah."
Lalu Nabi ﷺ membaca firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan YangBatin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
(QS. Al-Hadid [57]: 3)

Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib bila ditinjau dari segi jalurnya.
Diriwayatkan pula dari Ayyub, Yunus ibnu Ubaid, dan Ali ibnu Zaid, mereka mengatakan bahwa Al-Hasan belum pernah mendengar dari Abu Hurairah.

Sebagian ahlul ‘ilmi menakwilkan makna hadis ini.
Mereka mengatakan bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan ‘turun sampai kepada Allah’ ialah ilmu-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaruh-Nya.
Karena sesungguhnya ilmu, kekuasaan, dan pengaruh Allah subhanahu wa ta’ala itu berada di mana-mana dan di semua tempat, sedangkan Dia di atas ‘Arasy, sebagaimana yang disebutkan di dalam Kitab-Nya.

Imam Ahmad meriwayatkan hadis ini melalui Syuraih, dari Al-Hakam ibnu Abdul Malik, dari Qatadah, dari Al-Hasan dan Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ, lalu disebutkan hal yang semisal.
Dalam riwayat ini disebutkan pula bahwa jarak dari satu bumi ke bumi lainnya adalah perjalanan tujuh ratus tahun.
Disebutkan juga bahwa seandainya seseorang dari kalian menjulurkan tambang ke bumi lapis yang ketujuh, niscaya sampailah tambang itu kepada Allah.
Kemudian Nabi ﷺ membaca firman-Nya:
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin;
dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
(QS. Al-Hadid [57]: 3)

Ibnu Abu Hatim dan Al-Bazzar meriwayatkan hadis ini melalui Abu Ja’far Ar-Razi, dari Qatadah, dari Al-Hasan, dari Abu Hurairah, lalu disebutkan hadis yang semisal.
Tetapi Ibnu Abu Hatim tidak menyebutkan bagian terakhirnya, yaitu bahwa seandainya kamu menjulurkan tambang.
Akan tetapi, yang disebutkannya ialah hingga menghitung tujuh lapis bumi yang jarak antara satu lapis bumi ke lapis bumi lainnya sama dengan perjalanan lima ratus tahun.
Kemudian Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya:
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, YangZahir dan YangBatin;
dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
(QS. Al-Hadid [57]: 3)

Dan Al-Bazzar mengatakan bahwa tiada yang meriwayatkan hadis ini dari Nabi ﷺ selain Abu Hurairah.

Ibnu Jarir telah meriwayatkan dari Bisyr, dari Yazid, dari Sa’id, dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin.
(QS. Al-Hadid [57]: 3)
Telah diceritakan kepada kami bahwa ketika Nabi ﷺ sedang duduk di antara para sahabatnya, tiba-tiba berlalulah di atas mereka sekumpulan awan.
Maka Nabi ﷺ bertanya,
"Tahukah kalian, awan apakah ini?"
Kemudian dilanjutkan seperti konteks yang ada pada hadis Imam Turmuzi, hanya berdasarkan riwayat ini predikat hadis adalah mursal, dan barangkali jalur inilah yang terkenal;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Telah diriwayatkan pula hal ini melalui hadis Abu Zar Al-Gifari r.a. yang dikemukakan oleh Al-Bazzar di dalam kitab musnadnya, dan Imam Baihaqi di dalam Kitabul Asma Was Sifat, tetapi sanadnya masih perlu diteliti dan di dalam matannya terdapat hal yang garib dan munkar;
dan hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Ibnu Jarir sehubungan dengan firman-Nya:
dan seperti itu pula bumi.
(Ath-Thalaq:
12)
telah mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Ibnu Saur, dari Ma’mar, dari Qatadah yang mengatakan bahwa empat malaikat bersua di antara langit dan bumi.
Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain,
"Dari manakah kamu datang?"
Seseorang dari mereka menjawab,
"Tuhanku telah mengutusku dari langit yang ketujuh dan Dia kutinggalkan di sana."
Kemudian yang lainnya berkata,
"Tuhanku telah mengutusku dari bumi yang ketujuh, dan Dia kutinggalkan di sana."
Yang lainnya berkata,
"Tuhanku telah mengutusku dari arah timur dan Dia kutinggalkan di sana."
Dan yang lainnya lagi berkata,
"Tuhanku telah mengutusku dari arah barat dan Dia kutinggalkan di sana."
Hadis ini garib sekali, dan adakalanya hadis yang pertama tadi mauquf hanya.
sampai pada Qatadah, sebagaimana pula hadis ini, yaitu dari perkataan Qatadah sendiri;
dan hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Unsur Pokok Surah Al Hadid (الحديد)

Surat Al-Hadid terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Az Zalzalah.

Dinamai "Al Hadiid" (Besi), diambil dari perkataan "Al Hadiid" yang terdapat pada ayat 25 surat ini.

Keimanan:

▪ Hanya kepada Allah kembali semua urusan.
▪ Beberapa sifat Allah dan beberapa Asmaa-ul Husna serta pernyataan kekuasaan Allah di langit dan di bumi.

Hukum:

▪ Perintah menafkahkan harta.

Lain-lain:

▪ Keadaan orang-orang munafik di hari kiamat.
Hakikat kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
▪ Tujuan penciptaan besi.
▪ Tujuan diutusnya para rasul.
▪ Kehidupan kerahiban dalam agama Nasrani bukan berasal dari ajaran Nabi Isa `alaihis salam.
▪ Celaan kepada orang-orang bakhil dan orang yang menyuruh orang-orang lain berbuat bakhil.

Audio

QS. Al-Hadid (57) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Hadid (57) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hadid ayat 3 - Gambar 1 Surah Al Hadid ayat 3 - Gambar 2
Statistik QS. 57:3
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hadid.

Surah Al-Hadid (bahasa Arab:الحديد, “Besi”) adalah surah ke-57 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al Hadiid yang berarti besi diambil dari perkataan Al Hadiid yang terdapat pada ayat ke-25 surat ini.

Nomor Surah 57
Nama Surah Al Hadid
Arab الحديد
Arti Besi
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 94
Juz Juz 27
Jumlah ruku’ 4 ruku’
Jumlah ayat 29
Jumlah kata 576
Jumlah huruf 2545
Surah sebelumnya Surah Al-Waqi’ah
Surah selanjutnya Surah Al-Mujadilah
Sending
User Review
4.7 (27 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

57:3, 57 3, 57-3, Surah Al Hadid 3, Tafsir surat AlHadid 3, Quran Al-Hadid 3, Surah Al Hadid ayat 3

▪ qs 57:3
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al Hadid

۞ QS. 57:1 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 57:2 • Segala sesuatu milik Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan)

۞ QS. 57:3 • Keluasan ilmu Allah • Al Awwal (Maha Pertama) • Al Akhir (Maha Akhir) • Al Bathin (Maha Halus) • Al Dzahir (Maha Nampak)

۞ QS. 57:4 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaArsy • Keluasan ilmu Allah • Al Bashir (Maha Melihat) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 57:5 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 57:6 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 57:7 • Pahala iman • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 57:8 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 57:9 Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 57:10 • Pahala iman • Segala sesuatu milik Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Nama-nama surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 57:11 • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Perbuatan dan niat • Berjual beli dengan Allah • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 57:12 • Pahala iman • Keadaan orang mukmin saat menyeberang • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 57:13 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Batas antara surga dan neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang munafik

۞ QS. 57:14 • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat iblis dan pembantunya • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang munafik

۞ QS. 57:15 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang munafik

۞ QS. 57:16 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 57:17 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaAl MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 57:18 • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Perbuatan dan niat • Berjual beli dengan Allah • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 57:19 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban beriman pada para rasul • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 57:20 • Ampunan Allah yang luas • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Maksiat dan dosa • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 57:21 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 57:22 • Kekuasaan Allah • Penentuan takdir sebelum penciptaan • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 57:23 • Segala sesuatu ada takdirnya • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 57:24 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 57:25 Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat) • Perbuatan dan niat

۞ QS. 57:27 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitabBid’ah

۞ QS. 57:28 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Keutamaan iman

۞ QS. 57:29 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

Ayat Pilihan

Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah).
Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.
QS. Saba’ [34]: 13

Ya Tuhan kami sungguh kami mendengar (seruan) kepada iman (yaitu):
“Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”,
maka kamipun beriman. Ya Tuhan, ampuni dosa kami & hapuskan kesalahan kami, dan wafatkan kami beserta orang-orang yang banyak berbakti
QS. Ali ‘Imran [3]: 193

Berilah keputusan (perkara) manusia dengan adil & jangan kamu ikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.
Sungguh orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan
QS. Sad [38]: 26

Katakanlah:
“Berjalanlah di (muka) bumi,
maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya,
kemudian Allah menjadikannya sekali lagi.
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
QS. Al-‘Ankabut [29]: 20

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang ...

Benar! Kurang tepat!

Setelah Yakin, dalam surah Al-A'raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-A'raf [7] : 26.
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
--QS. Al A'raaf (Tempat yang tertinggi) - surah 7 ayat 26

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.
Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan
--QS. Al A'raf [7]: 31

+

Array

Aurat dari tubuh pria adalah mulai ...

Benar! Kurang tepat!

Fungsi pakaian adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #4
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #4 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #4 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Kamus

hadis fikli

Apa itu hadis fikli? perbuatan atau perilaku Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. yang dijadikan tuntunan umat Islam … •

Salim bin Abdullah bin Umar bin Khattab

Siapa itu Salim bin Abdullah bin Umar bin Khattab? Salim bin Abdullah bin Umar bin Khattab ( سالم بن عبد الله بن عمر بن الخطاب‎, ) (106 H/724 M) adalah seorang ulama ahli f...

keislaman

Apa itu keislaman? ke.is.lam.an segala sesuatu yang bertalian dengan agama Islam … •