Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Hadid (Besi) – surah 57 ayat 28 [QS. 57:28]

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰہَ وَ اٰمِنُوۡا بِرَسُوۡلِہٖ یُؤۡتِکُمۡ کِفۡلَیۡنِ مِنۡ رَّحۡمَتِہٖ وَ یَجۡعَلۡ لَّکُمۡ نُوۡرًا تَمۡشُوۡنَ بِہٖ وَ یَغۡفِرۡ لَکُمۡ ؕ وَ اللّٰہُ غَفُوۡرٌ رَّحِیۡمٌ
Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuuut-taquullaha waaaminuu birasuulihi yu’tikum kiflaini min rahmatihi wayaj’al lakum nuuran tamsyuuna bihi wayaghfir lakum wallahu ghafuurun rahiimun;
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya (Muhammad), niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Dia mengampuni kamu.
Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,
―QS. Al Hadid [57]: 28

O you who have believed, fear Allah and believe in His Messenger;
He will (then) give you a double portion of His mercy and make for you a light by which you will walk and forgive you;
and Allah is Forgiving and Merciful.
― Chapter 57. Surah Al Hadid [verse 28]

يَٰٓأَيُّهَا hai

O you who believe! *[meaning includes next or prev. word]
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

O you who believe! *[meaning includes next or prev. word]
ءَامَنُوا۟ beriman

O you who believe! *[meaning includes next or prev. word]
ٱتَّقُوا۟ bertakwalah

Fear
ٱللَّهَ Allah

Allah
وَءَامِنُوا۟ dan berimanlah

and believe
بِرَسُولِهِۦ kepada rasul-rasulnya

in His Messenger;
يُؤْتِكُمْ Dia akan memberikan kepada kamu

He will give you
كِفْلَيْنِ dua bagian

double portion
مِن dari

of
رَّحْمَتِهِۦ rahmat-Nya

His Mercy
وَيَجْعَل dan Dia menjadikan

and He will make
لَّكُمْ bagi kalian

for you
نُورًا cahaya

a light,
تَمْشُونَ kamu berjalan

you will walk
بِهِۦ padanya

with it,
وَيَغْفِرْ dan mengampuni

and He will forgive
لَكُمْ bagi kalian

you.
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
غَفُورٌ Maha Pengampun

(is) Oft-Forgiving,
رَّحِيمٌ Maha Penyayang

Most Merciful.

Tafsir

Alquran

Surah Al Hadid
57:28

Tafsir QS. Al Hadid (57) : 28. Oleh Kementrian Agama RI


Allah ﷻ memerintahkan kepada Bani Israil yang telah beriman kepada Isa bin Maryam sebagai rasul dan utusan-Nya agar beriman kepada Muhammad ﷺ yang datang sesudah itu, mengikuti perintah-perintah dan menghentikan larangan-larangan-Nya yang terdapat di dalam Alquran dan Hadis.
Perintah ini pada hakikatnya menguatkan perintah Allah yang terdapat dalam Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa.

Jika Bani Israil mengikuti perintah Allah ﷻ, maka Allah menjanjikan kepada mereka pahala dua kali lipat dari pahala yang akan diterima orang-orang yang beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ saja.
Di samping itu akan mengampuni dosa-dosa mereka, karena Dia mengampuni dosa-dosa orang-orang yang dikehendaki-Nya.

Jika yang dijanjikan Allah kepada pengikut Nabi Isa dan mereka beriman pula kepada Muhammad ialah:


1. Mereka akan dianugerahi pahala dua kali lipat.


2. Mereka akan diterangi cahaya petunjuk dalam menghadapi kesengsaraan dan malapetaka di hari Kiamat dan dalam menuju surga yang penuh kenikmatan.


3. Allah ﷻ mengampuni dosa-dosa yang telah mereka perbuat.



Dalam hadis di bawah ini diterangkan orang-orang yang akan memperoleh pahala dua kali lipat, yaitu:
Diriwayatkan oleh asy- Sya’biy dari Abu Burdah dari bapaknya Abu Musa al-Asy’ari, ia berkata,
"Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Tiga macam orang yang diberi pahala dua kali lipat, yaitu ahli kitab yang beriman kepada nabinya dan beriman pula kepadaku, maka baginya dua pahala, dan budak yang menunaikan hak Allah dan hak tuannya maka baginya dua pahala, dan orang yang mendidik budak perempuannya dengan baik kemudian dimerdekakan dan dikawini, maka baginya dua pahala pula."
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Tafsir QS. Al Hadid (57) : 28. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Hai orang-orang yang beriman, takutlah kepada siksa Allah dan teguhlah dalam beriman kepada Rasul– Nya niscaya Dia akan memberi dua bagian dari kasih sayang-Nya, memberi kalian cahaya sebagai pelita, dan mengampuni dosa-dosa yang kalian perbuat.
Ampunan Allah amat luas dan kasih sayang-Nya begitu banyak.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai orang-orang yang beriman, laksanakan perintah Allah dan jauhilah larangan-Nya.
Berimanlah kepada rasul-Nya niscaya Allah akan memberi kalian dua kali lipat rahmat-Nya dan akan menciptakan untuk kalian cahaya sebagai penerang sehingga kalian mendapat hidayah.


Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian.
Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang bagi hamba-hamba-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Hai orang-orang yang beriman) kepada Nabi Isa


(bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya) kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Nabi Isa


(niscaya Allah memberikan kepada kalian dua bagian) dua kali bagian


(dari rahmat-Nya) karena kalian telah beriman kepada dua nabi


(dan menjadikan untuk kalian cahaya yang dengan cahaya itu kalian dapat berjalan) di atas shirath/jembatan


(dan Dia mengampuni kalian.
Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Dalam keterangan terdahulu —yaitu pada riwayat Imam Nasai dari Ibnu Abbas— disebutkan bahwa Ibnu Abbas menakwilkan ayat ini dengan pengertian orang-orang yang beriman dari kalangan Ahli Kitab, dan bahwa mereka akan mendapat pahala dua kali, seperti yang disebutkan di dalam surat Al-Qashash;
dan seperti yang disebutkan di dalam hadis Asy-Sya’bi, dari Abu Burdah, dari Abu Musa Al-Asy’ari yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

tiga macam orang yang mereka diberi pahala dua kali, yaitu seseorang dari Ahli Kitab yang beriman kepada nabinya, lalu beriman pula kepadaku, maka baginya dua pahala.
Dan seorang hamba sahaya yang menunaikan hak Allah dan hak majikannya, maka baginya dua pahala.
Dan seorang lelaki yang mendidik budak perempuannya dengan pendidikan yang baik, kemudian ia memerdekakannya dan mengawininya, maka baginya dua pahala.

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkan pula hadis ini di dalam kitab sahih masing-masing.
Sependapat dengan Ibnu Abbas dalam takwil ayat ini adalah Atabah ibnu Abu Hakim dan lain-lainnya, dan pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.

Sa’id ibnu Jubair mengatakan bahwa ketika Ahli Kitab merasa berbangga diri karena mereka diberi pahala dua kali, maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan ayat berikut kepada Nabi-Nya berkenaan dengan hak umat ini, yaitu:
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan kepadamu pahala dua bagian.
(QS. Al-Hadid [57]: 28)
Yakni dua kali lipat.
sebagai rahmat dari-Nya.
(QS. Al-Hadid [57]: 28)
dan Allah memberi lagi tambahan kepada mereka.
dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan.
(QS. Al-Hadid [57]: 28)
Yaitu petunjuk yang dengannya orang yang bersangkutan dapat melihat, terhindar dari kebutaan dan kebodohan, dan Allah memberikan kepadanya ampunan.
Allah subhanahu wa ta’ala melebihkan mereka (umat Nabi ﷺ) dengan mendapat cahaya dan ampunan.


Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Sa’id ibnu Jubair.
Dan ayat ini semakna dengan firman-Nya yang menyebutkan:

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mw.
Dan Allah memiliki karunia yang besar.
(QS. Al-Anfal [8]: 29)

Sa’id ibnu Abdul Aziz mengatakan bahwa Umar ibnul Khattab r.a. pernah bertanya kepada salah seorang pendeta Yahudi tentang keutamaan amal kebaikan yang dilipatkan bagi mereka (kaum Yahudi).
Maka ia menjawab,
"Tiga ratus lima puluh kali lipat kebaikan."
Sa’id ibnu Abdul Aziz melanjutkan, bahwa lalu Umar memuji kepada Allah karena dia telah memberikan kepada umat ini pahala dua bagian.
Kemudian Sa’id menyebutkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian.
(QS. Al-Hadid [57]: 28)
Lalu Sa’id mengatakan bahwa pahala dua bagian itu dapat diperoleh pula dalam salat Jumat.
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir.

Di antara dalil yang menguatkan pendapat ini ialah apa yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
Disebutkan bahwa:


telah menceritakan kepada kami Ismail, telah menceritakan kepada kami Ayyub, dari Nafi’, dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Perumpamaan kamu dan orang-orang Yahudi serta orang-orang Nasrani sama dengan seorang lelaki yang mempekerjakan banyak buruh.
Lalu ia berkata,
"Siapakah yang mau bekerja untukku mulai dari salat Subuh sampai pertengahan siang hari dengan imbalan satu qirat per orangnya?"
Ingatlah yang mula-mula bekerja adalah orang-orang Yahudi.
Kemudian lelaki itu berkata,
"Siapakah yang mau bekerja untukku mulai dari salat Lohor sampai salat Asar dengan imbalan upah satu qirat per orangnya?"
Ingatlah, berikutnya yang bekerja adalah orang-orang Nasrani.
Kemudian lelaki itu berkata lagi,
"Siapakah yang mau bekerja untukku mulai dari salat Asar sampai mentari tenggelam dengan upah dua qirat per orangnya?"
Ingatlah, maka kalianlah yang bekerja.
Maka orang-orang Nasrani dan orang-orang Yahudi marah, mereka mengatakan,
"Kami bekerja lebih berat, tetapi upah kami sedikit."
Lelaki itu bertanya,
"Apakah aku berbuat aniaya terhadap kalian tentang sesuatu dari upah kalian?"
Mereka menjawab,
"Tidak."
Lelaki itu berkata,
"Sesungguhnya upah dua qirat itu adalah semata-mata karunia dariku, yang aku berikan kepada siapa pun yang aku kehendaki."

Imam Ahmad mengatakan bahwa hadis ini telah diceritakan pula kepada kami oleh Mu-ammal, dari Sufyan, dari Abdullah ibnu Dinar, dari Ibnu Umar dengan lafaz yang semisal dengan hadis Nafi’, dari Ibnu Umar.
Imam Bukhari mengetengahkan hadis ini secara munfarid, maka dia meriwayatkannya dari Sulaiman ibnu Harb, dari Hammad, dari Nafi’ dengan sanad yang sama;
juga dari Qutaibah, dari Al-Lais, dari Nafi’ dengan lafaz yang semisal.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnul Ala, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, dari Yazid, dari Abu Burdah, dari Abu Musa, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Perumpamaan orang-orang muslim, orang-orang Yahudi, dan orang-orang Nasrani sama dengan seorang lelaki yang mempekerjakan suatu kaum;
mereka ditugaskan untuk melakukan suatu pekerjaan untuknya sehari penuh sampai malam hari dengan upah yang telah diketahui (disepakati).
Maka bekerjalah mereka sampai dengan tengah hari, lalu mereka berkata,
"Kami tidak membutuhkan lagi upah yang engkau janjikan kepada kami, dan apa yang telah kami kerjakan anggap saja batal."
Lelaki itu berkata kepada mereka,
"Jangan kamu hentikan, tetapi rampungkanlah sisa pekerjaan kalian, lalu ambillah upah kalian dengan penuh,
"
tetapi mereka menolak dan meninggalkan pekerjaannya.
Lelaki itu mempekerjakan kaum lainnya sesudah mereka, dan ia mengatakan,
"Sempurna­kanlah pekerjaan ini secara penuh, dan kalian akan mendapat upah yang telah aku janjikan kepada mereka."
Maka mereka pun mulai bekerja;
tetapi ketika mereka usai dari salat Asar, mereka mengatakan,
"Apa yang telah kami kerjakan anggap saja –batal, dan silakan ambil saja upah yang telah engkau janjikan kepada kami."
Lelaki itu berkata,
"Sempurnakanlah sisa pekerjaan kalian, karena sesungguhnya waktu yang tersisa hanya tinggal sedikit lagi,
"
tetapi mereka tetap menolak.
Maka lelaki itu mempekerjakan kaum lainnya dengan syarat bahwa hendaknya mereka bekerja untuknya selama sisa waktu yang masih ada.
Dan ternyata mereka bekerja selama sisa waktu yang ada hingga matahari tenggelam, akhirnya mereka memborong upah kedua kaum yang sebelumnya.
Maka demikianlah perumpamaan mereka dan perumpamaan apa yang mereka terima dari cahaya (hidayah) ini.

Imam Bukhari mengetengahkan hadis ini secara munfarid.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Hadid (57) Ayat 28

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani di dalam Kitab al-Ausath –di dalam sanadnya terdapat rawi yang tak dikenal-, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa empat puluh shahabat an-Najasyi (yang sebelumnya beragama Nasrani) datang kepada Nabi ﷺ kemudian turut berjihad dalam perang Uhud.

Di antara mereka mendapat luka-luka, tetapi tidak seorangpun yang meninggal dalam perang itu.
Ketika mereka mengetahui bahwa kaum Mukminin memerlukan bantuan karena penderitaan, mereka berkata:

“Ya Rasulullah, kami ini orang-orang yang berada.
Izinkan kami mengambil harta benda kami untuk membantu kaum Muslimin.” Surah al-Qashash ayat 52 turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan bahwa orang-orang itu beriman kepada kitabkitab Allah yang diturunkan sebelum al-Qur’an, dan beriman pula kepada al-Qur’an.

Setelah ayat itu turun, mereka berkata: “Hai kaum Muslimin, Orang-orang yang beriman kepada kitabmu akan mendapat dua ganjaran, dan yang tidak beriman kepada kitabmu akan mendapat satu ganjaran seperti ganjaran kalian.” Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Hadid: 28) yang memerintahkan orang-orang yang beriman kepada kitabkitab sebelum al-Qur’an beriman pula kepada Rasul-Nya (Muhammad) agar mendapat pelipatan rahmat Allah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumbe dari Muqatil bahwa ketika turun ayat ulaa-ika yu’tauna ajrohum marrotaini bimaa shabaruu… (mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka…) (al-Qashash: 54), menyombonglah kaum Mukminin dari ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) kepada shahabat-shahabat Nabi ﷺ Mereka berkata: “Kami mendapat dua ganjaran, sedang kalian hanya mendapat satu ganjaran.” Ucapan tersebut menyinggung perasaan para shahabat .
Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Hadid: 28) yang menjanjikan perlipatan ganjaran bagi orang yang bertakwa kepada Allah serta beriman kepada Rasul-Nya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah bahwa ketika turun ayat…yu’tiikum kiflaini mir-rohmatih…(..niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian…) (al-Hadid: 28), para shahabat Nabi ﷺ yang berasal dari Nasrani merasa iri kepada kaum Muslimin yang lain (karena mendapat perlipatan rahmat Allah), Maka turunlah ayat berikutnya (al-Hadid: 29) yang menegaskan bahwa karunia Allah diberikan kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Mujahid bahwa kaum Yahudi berkata: “Sudah hampir tiba waktunya turun seorang Nabi dari kalangan kita, yang (melaksanakan hukum) potong tangan dan kaki.” Namun, ketika ketika Nabi (yang melaksanakan hukum itu) dilahirkan dari bangsa Arab, merekapun kufur.
Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Hadid: 29) yang menegaskan bahwa Allah akan memberikan karunia (kenabian) kepada orang yang dikehendaki-Nya.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Hadid (الحديد)

Surat Al-Hadid terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Az Zalzalah.

Dinamai "Al Hadiid" (Besi), diambil dari perkataan "Al Hadiid" yang terdapat pada ayat 25 surat ini.

Keimanan:

▪ Hanya kepada Allah kembali semua urusan.
▪ Beberapa sifat Allah dan beberapa Asmaa-ul Husna serta pernyataan kekuasaan Allah di langit dan di bumi.

Hukum:

▪ Perintah menafkahkan harta.

Lain-lain:

▪ Keadaan orang-orang munafik di hari kiamat.
Hakikat kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
▪ Tujuan penciptaan besi.
▪ Tujuan diutusnya para rasul.
▪ Kehidupan kerahiban dalam agama Nasrani bukan berasal dari ajaran Nabi Isa `

Audio

QS. Al-Hadid (57) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Hadid (57) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hadid ayat 28 - Gambar 1 Surah Al Hadid ayat 28 - Gambar 2
Statistik QS. 57:28
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hadid.

Surah Al-Hadid (bahasa Arab:الحديد, “Besi”) adalah surah ke-57 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al Hadiid yang berarti besi diambil dari perkataan Al Hadiid yang terdapat pada ayat ke-25 surat ini.

Nomor Surah57
Nama SurahAl Hadid
Arabالحديد
ArtiBesi
Nama lain
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu94
JuzJuz 27
Jumlah ruku’4 ruku’
Jumlah ayat29
Jumlah kata576
Jumlah huruf2545
Surah sebelumnyaSurah Al-Waqi’ah
Surah selanjutnyaSurah Al-Mujadilah
Sending
User Review
4.8 (14 votes)
Tags:

57:28, 57 28, 57-28, Surah Al Hadid 28, Tafsir surat AlHadid 28, Quran Al-Hadid 28, Surah Al Hadid ayat 28

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Al Qalam (Pena) – surah 68 ayat 2 [QS. 68:2]

1-4. Akhir surah sebelumnya, berbicara tentang dua kelompok yang saling bertolak belakang. satu dibinasakan dan satu diselamatkan. Di awal surah ini dijelaskan sifat siapa yang akan mendapat keselamat … 68:2, 68 2, 68-2, Surah Al Qalam 2, Tafsir surat AlQalam 2, Quran Al-Qalam 2, Surah Al Qolam ayat 2

QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 1 [QS. 23:1]

1-2. Sungguh, pasti beruntung orang-orang mukmin yang telah mantap imannya dan terbukti dengan mengerjakan amal-amal saleh. Orang yang demikian itu ialah orang yang khusyuk dalam salatnya, yakni tumak … 23:1, 23 1, 23-1, Surah Al Mu’minuun 1, Tafsir surat AlMuminuun 1, Quran Al Mukminun 1, Al-Mu’minun 1, Surah Al Muminun ayat 1

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #8

Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … wajib mubah haram makruh sunnah Benar! Kurang tepat! Berikut adalah hadits yang

Pendidikan Agama Islam #13

Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? Khandaq Perang Salib Uhud Badar Hunain Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Pertempuran Badar

Pendidikan Agama Islam #14

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Mujahadah An-Nafs Fastabiqul khoirot Muhahadah fi sabilillah Mujahada

Instagram