Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Hadid (Besi) – surah 57 ayat 25 [QS. 57:25]

لَقَدۡ اَرۡسَلۡنَا رُسُلَنَا بِالۡبَیِّنٰتِ وَ اَنۡزَلۡنَا مَعَہُمُ الۡکِتٰبَ وَ الۡمِیۡزَانَ لِیَقُوۡمَ النَّاسُ بِالۡقِسۡطِ ۚ وَ اَنۡزَلۡنَا الۡحَدِیۡدَ فِیۡہِ بَاۡسٌ شَدِیۡدٌ وَّ مَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَ لِیَعۡلَمَ اللّٰہُ مَنۡ یَّنۡصُرُہٗ وَ رُسُلَہٗ بِالۡغَیۡبِ ؕ اِنَّ اللّٰہَ قَوِیٌّ عَزِیۡزٌ
Laqad arsalnaa rusulanaa bil bai-yinaati wa-anzalnaa ma’ahumul kitaaba wal miizaana liyaquumannaasu bil qisthi wa-anzalnaal hadiida fiihi ba’sun syadiidun wamanaafi’u li-nnaasi waliya’lamallahu man yanshuruhu warusulahu bil ghaibi innallaha qawii-yun ‘aziizun;
Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil.
Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan, hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya.
Sesungguhnya Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
―QS. Al Hadid [57]: 25

We have already sent Our messengers with clear evidences and sent down with them the Scripture and the balance that the people may maintain (their affairs) in justice.
And We sent down iron, wherein is great military might and benefits for the people, and so that Allah may make evident those who support Him and His messengers unseen.
Indeed, Allah is Powerful and Exalted in Might.
― Chapter 57. Surah Al Hadid [verse 25]

لَقَدْ sesungguhnya

Certainly
أَرْسَلْنَا Kami telah mengutus

We sent
رُسُلَنَا rasulrasul Kami

Our Messengers
بِٱلْبَيِّنَٰتِ dengan keterangan-keterangan nyata

with clear proofs
وَأَنزَلْنَا dan Kami menurunkan

and We sent down
مَعَهُمُ bersama mereka

with them
ٱلْكِتَٰبَ Al Kitab

the Scripture
وَٱلْمِيزَانَ dan timbangan

and the Balance
لِيَقُومَ supaya menegakkan

that may establish
ٱلنَّاسُ manusia

the people
بِٱلْقِسْطِ dengan adil

justice.
وَأَنزَلْنَا dan Kami turunkan/jadikan

And We sent down
ٱلْحَدِيدَ besi

[the] iron,
فِيهِ padanya

wherein
بَأْسٌ kekuatan

(is) power
شَدِيدٌ yang sangat

mighty
وَمَنَٰفِعُ dan manfaat

and benefits
لِلنَّاسِ bagi manusia

for the people,
وَلِيَعْلَمَ dan hendak mengetahui

and so that Allah may make evident *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

and so that Allah may make evident *[meaning includes next or prev. word]
مَن siapa

(he) who
يَنصُرُهُۥ menolong-Nya

helps Him
وَرُسُلَهُۥ dan rasulrasul-Nya

and His Messengers,
بِٱلْغَيْبِ dengan gaib/tidak kelihatan

unseen.
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱللَّهَ Allah

Allah
قَوِىٌّ Maha Kuat

(is) All-Strong
عَزِيزٌ Maha Perkasa

All-Mighty.

Tafsir

Alquran

Surah Al Hadid
57:25

Tafsir QS. Al Hadid (57) : 25. Oleh Kementrian Agama RI


Allah menerangkan bahwa Dia telah mengutus para rasul kepada umat-umat-Nya dengan membawa bukti-bukti yang kuat untuk membuktikan kebenaran risalah-Nya.
Di antara bukti-bukti itu, ialah mukjizat-mukjizat yang diberikan kepada para rasul.

Di antara mukjizat tersebut seperti tidak terbakar oleh api sebagai mukjizat Nabi Ibrahim, mimpi yang benar sebagai mukjizat Nabi Yusuf, tongkat sebagai mukjizat Nabi Musa, Alquran sebagai mukjizat Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.
Setiap rasul yang diutus itu bertugas menyampaikan agama Allah kepada umatnya.

Ajaran agama itu adakalanya tertulis dalam sahifah-sahifah dan adakalanya termuat dalam suatu kitab, seperti Taurat, Zabur, Injil dan Alquran.
Ajaran agama itu merupakan petunjuk bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Sebagai dasar untuk mengatur dan membina masyarakat, maka setiap agama yang dibawa oleh para rasul itu mempunyai asas
"keadilan".
Keadilan itu wajib ditegakkan oleh para rasul dan pengikut-pengikutnya dalam masyarakat, yaitu keadilan penguasa terhadap rakyatnya, keadilan suami sebagai kepala rumah tangga, keadilan pemimpin atas yang dipimpinnya dan sebagainya, sehingga seluruh anggota masyarakat sama kedudukannya dalam hukum, sikap dan perlakuan.

Di samping itu Allah ﷻ menganugerahkan kepada manusia
"besi"
suatu karunia yang tidak terhingga nilai dan manfaatnya.
Dengan besi dapat dibuat berbagai macam keperluan manusia, sejak dari yang besar sampai kepada yang kecil, seperti berbagai macam kendaraan di darat, di laut dan di udara, keperluan rumah tangga dan sebagainya.

Dengan besi pula manusia dapat membina kekuatan bangsa dan negaranya, karena dari besi dibuat segala macam alat perlengkapan pertahanan dan keamanan negeri, seperti senapan, kendaraaan perang dan sebagainya.
Tentu saja semuanya itu hanya diizinkan Allah menggunakannya untuk menegakkan agama-Nya, menegakkan keadilan dan menjaga keamanan negeri.


Sebuah ensiklopedia sains modern menggambarkan unsur-unsur kimia yang ada di bumi kita ini mempunyai variasi yang menakjubkan, beberapa di antaranya susah ditemukan tapi ada juga yang berlimpah.
Ada yang dapat dilihat oleh mata telanjang karena berbentuk cairan dan padatan, tetapi ada juga yang tak tampak karena berupa gas.
Sekitar 300 tahun yang lalu hanya 12 unsur yang diketahui di antaranya adalah unsur Ferrum (Fe) yang bernomor atom 26 pada Tabel Susunan Berkala Unsur-Unsur.
Fe ini lebih dikenal dengan sebutan besi.
Besi merupakan salah satu unsur paling mudah ditemukan di Bumi.
Diperkirakan 5% daripada kerak Bumi adalah besi.
Kebanyakan besi ditemukan dalam bentuk oksida besi, seperti bahan galian hematit, magnetit dan takonit.
Juga diduga keras permukaaan bumi banyak mengandung aloi logam besi-nikel.
Konon unsur besi bukan unsur asli
"kepunyaan"
bumi tapi ia berasal dari luar bumi.
Para pakar sependapat bahwa meteorit turut andil dalam pembentukan aloi besi-nikel yang ada di bumi.
Barangkali, inilah
"cara"
Allah mendatangkan"
unsur besi ke permukaan bumi jauh sebelum manusia ada.


Pada umumnya besi adalah logam yang diperoleh dari bijih besi, dan dijumpai bukan dalam keadaan bebas tetapi selalu dalam bentuk senyawa atau campuran dengan unsur-unsur yang lain.
Karenanya untuk mendapatkan unsur besi, unsur lain harus dipisahkan yang biasanya dilakukan melalui proses kimia.
Seperti dalam industri besi baja, besi banyak digunakan yakni dalam bentuk logam campuran (aloi).
Jenis campuran ada yang terdiri dari logam-logam yang berlainan tetapi ada juga bahan campuran yang digunakan berasal dari nonlogam, misalnya karbon.
Semuanya dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan kualitas yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan dan dengan pertimbangan untuk menekan biaya produksi.
Sifat fisis unsur Fe jika dipanaskan terus menerus maka sebelum mencair ia akan mengalami fasa pelelehan.
Fasa dimana besi dalam keadaan padat tapi ia memiliki sifat lunak.
Karenanya pada fasa atau keadaan ini besi mudah dibentuk walaupun hanya dengan menggunakan teknologi tradisional yang sederhana seperti teknologi pandai besi (black-smith).
Dengan teknologi yang sederhana tadi maka dalam sejarah perkembangan manusia pemanfaatan besi telah digunakan banyak dalam aspek kehidupan manusia sehari-hari, termasuk juga untuk perang.


Sayyid Quthub dalam tulisannya menguraikan,
"Allah menurunkan besi ‘ yang padanya terdapat kekuatan yang hebat, yaitu kekuatan dalam perang dan damai.
Kemudian ‘Dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasulrasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya Penggalan ini mengisyaratkan jihad dengan senjata.
Sebuah penyajian yang selaras dengan konteks surah yang tengah membicarakan pengorbanan dengan jiwa dan harta."
Dalam pengetahuan biologi maka unsur besi (Fe) dalam bentuk zat besi juga amat dibutuhkan oleh semua makhluk organik, kecuali bagi sebagian kecil bakteria.
Seperti dalam tubuh kita zat besi sangat diperlukan.
Dalam tubuh manusia besi kebanyakan ditemukan dalam bentuk logamprotein (metalloprotein) yang stabil, jika tidak maka ia dapat menyebabkan timbulnya radikal bebas yang cenderung menjadi racun bagi sel.
Dalam tubuh manusia zat besi terlibat dalam pembentukan sel“ sel darah merah.
Sementara sel-sel darah merah sangat penting keberadaannya karena dialah yang membawa zat asam (oksigen) dari paru-paru ke seluruh jaringan-jaringan yang ada dalam tubuh kita.
Jaringan hidup memerlukan persediaan zat asam.
Lebih giat suatu jaringan maka semakin banyak ia membutuhkan zat asam.
Kekurangan zat besi dalam darah dapat menyebabkan anemia, mungkin jumlah sel darah merahnya atau karena hemoglogin (bahan yang berisi zat besi berwarna merah yang dapat mengangkut zat asam) dalam sel darah merah berkurang dari biasanya.
Allah ﷻ menerangkan bahwa Dia berbuat yang demikian itu agar Dia mengetahui siapa di antara hamba-hamba-Nya yang mengikuti dan menolong agama yang disampaikan para rasul yang diutus-Nya dan siapa yang mengingkarinya.
Dengan anugerah itu Allah ingin menguji manusia dan mengetahui sikap manusia terhadap nikmat-Nya.
Manusia yang taat dan tunduk kepada Allah akan melakukan semua yang disampaikan para rasul itu, karena ia yakin bahwa semua perbuatan, sikap dan isi hatinya diketahui Allah, walaupun ia tidak melihat Allah mengawasi dirinya.


Pada akhir ayat ini Allah ﷻ menegaskan kepada manusia bahwa Dia Mahakuat, tidak ada sesuatu pun yang mengalahkan-Nya, bahwa Dia Mahaperkasa dan tidak seorang pun yang dapat mengelakkan diri dari hukuman yang telah ditetapkan-Nya.

Tafsir QS. Al Hadid (57) : 25. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kami benar-benar telah mengutus para rasul yang Kami pilih dengan membawa beberapa mukjizat yang kuat.
Bersama mereka juga Kami turunkan kitab suci-kitab suci yang mengandung hukum, syariat agama, dan timbangan yang mewujudkan keadilan dalam hubungan antarmanusia.


Lalu Kami juga menciptakan besi yang dapat dijadikan alat untuk menyiksa orang lain dalam peperangan di samping mempunyai banyak manfaat lain pada masa damai.
Itu semua agar manusia memanfaatkan besi dalam berbagai kebutuhan hidupnya dan agar Allah, dari alam gaib, mengetahui siapa saja yang membela agama dan rasulrasul-Nya.


Allah benar-benar Mahakuasa karena diri-Nya sendiri, dan tidak memerlukan bantuan siapa pun.[1]


[1] Besi merupakan salah satu dari tujuh unsur kimia yang telah dikenal oleh ilmuwan-ilmuwan zaman dahulu yaitu emas, perak, air raksa, loyang, timah hitam (plumbum), besi, dan timah, serta logam yang paling banyak tersebar di bumi.


Besi itu biasanya terdapat dalam komponen unsur kimia lain seperti dalam oksida, sulfida (sulfat), zat arang dan silikon.
Sejumlah kecil besi murni juga terdapat dalam batu meteor besi.


Ayat ini menjelaskan bahwa besi mempunyai kekuatan yang dapat membahayakan dan dapat pula menguntungkan manusia.
Bukti paling kuat tentang hal ini adalah bahwa lempengan besi, dengan berbagai macamnya, secara bertingkat-tingkat mempunyai keistimewaan dalam bertahan menghadapi panas, tarikan, kekaratan, dan kerusakan, di samping juga lentur hingga dapat menampung daya magnet.


Karenanya, besi adalah logam paling cocok untuk bahan senjata dan peralatan perang, bahkan merupakan bahan baku berbagai macam industri berat dan ringan yang dapat menunjang kemajuan sebuah peradaban.
Selain itu, besi juga mempunyai banyak kegunaan lain untuk makhluk hidup.


Komponen besi, misalnya, masuk dalam proses pembentukan klorofil yang merupakan zat penghijau tumbuh-tumbuhan (terutama daun) yang terpenting dalam fotosintesis (proses pemanfaatan energi cahaya matahari) yang membuat tumbuh-tumbuhan dapat bernapas dan menghasilkan protoplasma (zat hidup dalam sel).
Dari situlah zat besi kemudian masuk ke dalam tubuh manusia dan hewan.
Selanjutnya besi juga termasuk dalam komposisi kromatin (bagian inti sel yang mudah menyerap zat warna) dari sel hidup, salah satu unsur yang berada dalam cairan tubuh, dan salah satu unsur pembentuk hemoglobin (butir-butir darah merah).
Dan dari situ, besi memegang peranan penting dalam proses penembusan dan peran biologis dalam jaringan.
Selain itu semua, besi juga terdapat dalam hati, limpa, ginjal, anggota badan, dan sumsum merah tulang belakang.
Tubuh memerlukan zat besi dalam jumlah tertentu yang harus dipenuhi dari sumber apa saja.
Kurangnya zat besi akan menimbulkan penyakit, terutama anemia (kekurangan hemoglobin).

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sungguh Kami telah mengutus para rasul dengan bukti-bukti yang jelas.
Kami menurunkan kitabkitab kepada mereka yang berisi hukum dan syariat.


Kami menurunkan timbangan agar manusia berlaku adil terhadap sesama.
Kami menurunkan besi yang di dalamnya adalah kekuatan dan berbagai manfaat lainnya bagi manusia agar Allah mengetahui secara lahir makhluk yang menolong agama dan rasul-Nya.


Sesungguhnya Allah Mahakuat tidak terlemahkan dan Mahaperkasa, tidak terkalahkan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya Kami telah mengutus rasulrasul Kami) yaitu malaikatmalaikat-Nya kepada nabi-nabi


(dengan membawa bukti-bukti yang nyata) hujahhujah yang jelas dan akurat


(dan telah Kami turunkan bersama mereka Alkitab) lafal Alkitab ini sekalipun bentuknya mufrad tetapi makna yang dimaksud adalah jamak, yakni al-kutub


(dan neraca) yakni keadilan


(supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.
Dan Kami ciptakan besi) maksudnya Kami keluarkan besi dari tempat-tempat penambangannya


(yang padanya terdapat kekuatan yang hebat) yakni dapat dipakai sebagai alat untuk berperang


(dan berbagai manfaat bagi manusia, dan supaya Allah mengetahui) supaya Allah menampilkan, lafal waliya’lamallaahu diathafkan pada lafal liyaquman-naaasu


(siapa yang menolong-Nya) maksudnya siapakah yang menolong agama-Nya dengan memakai alat-alat perang yang terbuat dari besi dan lain-lainnya itu


(dan rasulrasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya) lafal bil-ghaibi menjadi hal atau kata keterangan keadaan dari dhamir ha yang terdapat pada lafal yanshuruhu.
Yakni sekalipun Allah tidak terlihat oleh mereka di dunia ini.
Ibnu Abbas r.a. memberikan penakwilannya, mereka menolong agama-Nya padahal mereka tidak melihat-Nya.


(Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa) artinya Dia tidak memerlukan pertolongan siapa pun, akan tetapi perbuatan itu manfaatnya akan dirasakan sendiri oleh orang yang mengerjakannya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasulrasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata.
(QS. Al-Hadid [57]: 25)

Yakni mukjizat-mukjizat, alasan-alasan yang memukau, dan dalildalil yang pasti.

dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab.
(QS. Al-Hadid [57]: 25)


Yaitu penukilan yang benar.

dan neraca.
(QS. Al-Hadid [57]: 25)

Maksudnya, keadilan.
Mujahid dan Qatadah serta selain keduanya mengatakan bahwa keadilan itu ialah perkara hak yang diakui oleh rasio yang sehat lagi lurus dan bertentangan dengan pendapat-pendapat yang sakit lagi tidak benar.
Seperti pengertian yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Qur’an) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah.
(QS. Hud [11]: 17)

(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.
(Ar-Rum:
30)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).
(QS. Ar-Rahman [55]: 7)

Karena itulah maka dalam surat ini disebutkan:

supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.
(QS. Al-Hadid [57]: 25)


Yakni kebenaran dan keadilan, yaitu mengikuti para rasul sesuai dengan berita yang disampaikan oleh mereka dan menaati mereka dalam semua perintah yang mereka tegaskan.
Karena sesungguhnya apa yang disampaikan oleh para rasul itu adalah kebenaran yang mutlak yang tiada kebenaran lagi di baliknya, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur’an) sebagai kalimat yang benar dan adil.
(QS. Al-An’am [6]: 115)

Yaitu benar dalam semua beritanya dan adil dalam semua perintah dan larangannya.
Karena itulah orang-orang mukmin mengatakan manakala mereka telah menempati kedudukannya di dalam surga, yaitu dalam gedung-gedung yang tinggi-tinggi dan dipan-dipan yang bersusun-susun.
Sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya:

Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini.
Dan Kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.
Sesungguhnya telah datang rasulrasul Tuhan kami, membawa kebenaran.
(QS. Al-A’raf [7]: 43)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat.
(QS. Al-Hadid [57]: 25)

Maksudnya, Kami jadikan besi itu sebagai sarana untuk menekan orang yang membangkang terhadap perkara yang hak dan mengingkarinya padahal hujahhujah telah ditegakkan di hadapannya.
Karena itulah maka Rasulullah ﷺ bermukim di Mekah sesudah kenabian selama tiga belas tahun, yang selama itu diwahyukan kepada beliau semua surat Makkiyyah, yang isinya mengandung bantahan terhadap orang-orang musyrik, dan penjelasan, serta keterangan mengenai ketauhidan dan dalildalil lainnya.
Dan manakala hujah (alasan) telah ditegakkan terhadap orang-orang yang menentang syariat Allah, maka Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Nabi­Nya dan kaum muslim untuk berhijrah, dan memerintahkan pula kepada mereka untuk memerangi kaum musyrik dengan memakai senjata dan menghukum mati serta memenggal kepala orang yang menentang Alquran, mendustakannya dan mengingkari kebenarannya.

Imam Ahmad telah meriwayatkan —juga Abu Daud— melalui hadis Abdur Rahman ibnu Sabit ibnu Sauban, dari Hasan ibnu Atiyyah, dari Abul Munib Al-Jarasyi Asy-Syami, dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Aku diutus dengan membawa pedang sebelum hari kiamat, hingga hanya Allah semata sajalah yang disembah tiada sekutu bagi-Nya.
Dan Allah menjadikan rezekiku berada di bawah bayangan tombakku, dan menjadikan kehinaan dan kerendahan bagi orang yang menentang perintahku;
dan barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka.

Untuk itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

yang padanya terdapat kekuatan yang hebat.
(QS. Al-Hadid [57]: 25)

Yakni dapat dijadikan senjata seperti pedang, tombak, anak panah, dan tameng serta senjata lainnya.

dan berbagai manfaat bagi manusia.
(QS. Al-Hadid [57]: 25)

Yaitu dalam kehidupan mereka, karena besi itu dapat dijadikan sebagai sarana untuk pekerjaan mereka seperti cangkul, kapak, gergaji, pahat, alat untuk membajak tanah, dan peralatan lainnya yang digunakan untuk keperluan pertanian, pertukangan serta alat-alat lainnya yang diperlukan oleh manusia.


Alba ibnu Ahmad telah meriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ada tiga hal yang diturunkan bersama-sama dengan Adam, yaitu landasan palu, penjepit (tang), dan palu.
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasulrasul-Nya, walaupun (Allah) tidak dilihatnya.
(QS. Al-Hadid [57]: 25)

Yakni dari niatnya saat memanggul senjata untuk membela agama Allah dan menolong Rasul-Nya.

Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.
(QS. Al-Hadid [57]: 25)

Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa, menolong orang yang ditolong-Nya, sedangkan Dia tidak memerlukan bantuan siapa pun, dan sesungguhnya Dia mensyariatkan (memerintahkan) untuk berjihad hanyalah semata-mata untuk menguji sebagian dari kamu dengan sebagian yang lain.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Hadid (57) Ayat 25

HADIID
حَدِيد

Lafaz hadiid dalam bahasa Arab berarti logam besi, bentuk jamaknya adalah hadaaid. Logam besi dinamakan hadiid karena mempunyai sifat menahan, menghalang dan kuat berarti al hadd.
Namun lafaz hadiid dalam bentuk jamaknya (hidaad) mempunyai arti lain yaitu runcing dan tajam apabila ada orang mengatakan saifun hadiid atau suufun hidaad artinya pedang atau pedang-pedang yang tajam.
Apabila dilafazkan basharun hadiid artinya penglihatan yang terbuka luas, terbelalak atau tercengang.

Di dalam Al Qur’an, lafaz hadiid ini diulang sebanyak enam kali yaitu dalam surah:
Al Israa (17), ayat 50;
Al Kahfi (18), ayat 96;
Al Hajj (22), ayat 21;
Saba‘ (34), ayat 10;
Al Hadid (57), ayat 25.
Empat daripadanya menerangkan perkara di dunia, sedangkan dua lagi menerangkan perkara di akhirat khususnya di neraka.

Dalam surah Al Hadid (57), ayat 25, Allah menerangkan, Dia menurunkan kitab untuk menjadi petunjuk dan juga menganugerahkan besi yang kuat dan memberi banyak manfaat dalam hidup manusia.
Besi dapat digunakan untuk berjuang membela agama Allah dan dapat juga dijadikan alat membuat kerusakan di muka bumi sehingga dengan manfaat dari besi dapat menjadi penentu manusia siapa diantara mereka yang berada dalam kebenaran dan siapa yang berada dalam kesesatan.

Dalam surah Al Kahfi, lafaz hadiid didahului dengan lafaz zubar jamak dari lafaz zubrah dan menjadi zubaral hadiid artinya potongan-potongan besi.
Potongan-potongan besi adalah salah satu bahan yang dipakai oleh Dzul Qarnain untuk membuat benteng besar dan tinggi yang dapat menghalang Ya’juj dan Ma’juj dari membuat kerusakan.
Ini adalah salah satu manfaat besi yang di gunakan untuk tujuan kebaikan dan kemaslahatan manusia.

Sedangkan lafaz hadiid dalam surah Saba‘ ayat 10 dikaitkan dengan salah satu anugerah Allah kepada Nabi Daud.
Beliau mampu mencairkan besi dan memanfaatkannya menjadi baju perang, pedang dan sebagainya.
Ini adalah salah satu mukjizat beliau.

Lafaz hadiid dalam surah Al Israk (17), ayat 50 digunakan di dalam Al Qur’an untuk mengejek kaum kafir yang tidak percaya pada hari kebangkitan.
Dalam ayat itu, Nabi Muhammad diperintahkan oleh Allah supaya berkata kepada orang kafir, "Jadilah kalian batu atau besi" Batu dan besi dipilih dalam ayat ini karena kedua benda itu begitu kuat dan keras sehingga apabila rusak, menurut perkiraan akal manusia sukar di kembalikan semula.
Namun, Allah tetap berkuasa bagi mengembalikan ciptaanNya.

Sedangkan dalam surah Al Hajj (22), ayat 21 berarti tali bertangkai dari besi, salah satu alat yang digunakan oleh malaikat untuk menyiksa penduduk neraka.

Lafaz hadiid dalam surah lafaz al bashar sehingga arti gabungan kedua lafaz itu ialah mata yang terbuka luas dan terbelalak karena tercengang.
Keadaan ini dialami oleh orang yang mendustakan kehidupan akhirat.
Akhirnya, mereka tercengang ketika melihat dahsyatnya siksa di neraka.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 176-177

Unsur Pokok Surah Al Hadid (الحديد)

Surat Al-Hadid terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Az Zalzalah.

Dinamai "Al Hadiid" (Besi), diambil dari perkataan "Al Hadiid" yang terdapat pada ayat 25 surat ini.

Keimanan:

▪ Hanya kepada Allah kembali semua urusan.
▪ Beberapa sifat Allah dan beberapa Asmaa-ul Husna serta pernyataan kekuasaan Allah di langit dan di bumi.

Hukum:

▪ Perintah menafkahkan harta.

Lain-lain:

▪ Keadaan orang-orang munafik di hari kiamat.
Hakikat kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
▪ Tujuan penciptaan besi.
▪ Tujuan diutusnya para rasul.
▪ Kehidupan kerahiban dalam agama Nasrani bukan berasal dari ajaran Nabi Isa `

Audio

QS. Al-Hadid (57) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Hadid (57) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hadid ayat 25 - Gambar 1 Surah Al Hadid ayat 25 - Gambar 2
Statistik QS. 57:25
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hadid.

Surah Al-Hadid (bahasa Arab:الحديد, “Besi”) adalah surah ke-57 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al Hadiid yang berarti besi diambil dari perkataan Al Hadiid yang terdapat pada ayat ke-25 surat ini.

Nomor Surah57
Nama SurahAl Hadid
Arabالحديد
ArtiBesi
Nama lain
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu94
JuzJuz 27
Jumlah ruku’4 ruku’
Jumlah ayat29
Jumlah kata576
Jumlah huruf2545
Surah sebelumnyaSurah Al-Waqi’ah
Surah selanjutnyaSurah Al-Mujadilah
Sending
User Review
4.5 (11 votes)
Tags:

57:25, 57 25, 57-25, Surah Al Hadid 25, Tafsir surat AlHadid 25, Quran Al-Hadid 25, Surah Al Hadid ayat 25

▪ al hadid 25
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 173 [QS. 3:173]

Orang-orang yang mendapat pahala besar adalah orang-orang yang menaati Allah dan Rasul. Mereka memenuhi perintah Allah untuk berjuang yang ketika ada sekelompok orang-orang munafik yang loyal kepada k … 3:173, 3 173, 3-173, Surah Ali Imran 173, Tafsir surat AliImran 173, Quran Al Imran 173, Surah Ali Imran ayat 173

QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 78 [QS. 15:78]

Setelah mengisahkan pembinasaan kaum Nabi Lut karena kedurhakaan mereka pada ayat-ayat sebelumnya, pada ayat berikut Allah menuturkan kisah kaum Nabi Syu’aib dan kebinasaan mereka. Allah berfirman, “D … 15:78, 15 78, 15-78, Surah Al Hijr 78, Tafsir surat AlHijr 78, Quran Al-Hijr 78, Surah Al Hijr ayat 78

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
البصير

Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. Namun Allah bisa melihat segala sesuatu baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Allah selalu mengawasi kita semua, sehingga jangan pernah kita berfikir jika kita melakukan kejahatan yang tidak orang lain lihat maka tidak ada yang bisa mengetahui kejahatan itu. Karena Allah itu Maha Melihat.

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Isti'adzah atau juga biasa dikenal dengan istilah ta'awwudz secara bahasa adalah memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaaan.

Basmalah berarti mengucapkan kalimat 'Bismillahirrahmanirrahim', terjemahannya yaitu 'Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'.

+

Array

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
العدل

Allah itu Al-Adl, artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan berlaku untuk semua ciptaan-Nya.

Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hati kita untuk berfikir bahwa 'hidup ini tidak adil.' Karena semua telah ditentukan Allah dengan keadilan-Nya. Siapa pun manusia yang murka dengan ketentuan Allah maka Allah pun akan murka kepadanya, dan siapa pun manusia yang ridho maka Allah pun akan ridho kepadanya. Dan siapa pun manusia yang telah diridhoi Allah, maka senantiasa dibukakan jalan keluar yang tidak pernah terduga dalam pikiran manusia.

Pendidikan Agama Islam #24
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #24 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #24 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #16

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti … Petunjuk Pedoman Kumpulan Menghimpun Bacaan Benar! Kurang tepat! Alquran adalah mukjizat

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? Nabi Yakub ‘Alaihissalam Nabi Adam ‘Alaihissalam Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam Nabi Yusuf ‘Alaihissalam Nabi

Pendidikan Agama Islam #17

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- … 4 5 3 7 6 Benar! Kurang tepat!

Instagram