Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Hadid (Besi) – surah 57 ayat 23 [QS. 57:23]

لِّکَیۡلَا تَاۡسَوۡا عَلٰی مَا فَاتَکُمۡ وَ لَا تَفۡرَحُوۡا بِمَاۤ اٰتٰىکُمۡ ؕ وَ اللّٰہُ لَا یُحِبُّ کُلَّ مُخۡتَالٍ فَخُوۡرِۣ
Likailaa ta’sau ‘ala maa faatakum walaa tafrahuu bimaa aataakum wallahu laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhuurin;
Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.
Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri,
―QS. Al Hadid [57]: 23

Daftar isi

In order that you not despair over what has eluded you and not exult (in pride) over what He has given you.
And Allah does not like everyone self-deluded and boastful –
― Chapter 57. Surah Al Hadid [verse 23]

لِّكَيْلَا supaya jangan

So that you may not
تَأْسَوْا۟ kamu berduka-cita

grieve
عَلَىٰ atas

over
مَا apa-apa

what
فَاتَكُمْ luput dari kamu

has escaped you,
وَلَا dan janganlah

and (do) not
تَفْرَحُوا۟ kamu gembira

exult
بِمَآ terhadap apa

at what
ءَاتَىٰكُمْ Dia berikan kepadamu

He has given you.
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
لَا tidak

(does) not
يُحِبُّ mencintai/menyukai

love
كُلَّ setiap/segala

every
مُخْتَالٍ sombong

self-deluded
فَخُورٍ membanggakan diri

boaster,

Tafsir

Alquran

Surah Al Hadid
57:23

Tafsir QS. Al Hadid (57) : 23. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini Allah ﷻ menyatakan bahwa semua peristiwa itu ditetapkan sebelum terjadinya, agar manusia bersabar menerima cobaan Allah.
Cobaan Allah itu adakalanya berupa kesengsaraan dan malapetaka, adakalanya berupa kesenangan dan kegembiraan.

Karena itu janganlah terlalu bersedih hati menerima kesengsaraan dan malapetaka yang menimpa diri, sebaliknya jangan pula terlalu bersenang hati dan bergembira menerima sesuatu yang menyenangkan hati.
Sikap yang paling baik ialah sabar dalam menerima bencana dan malapetaka yang menimpa serta bersyukur kepada Allah atas setiap menerima nikmat yang dianugerahkan-Nya.

Ayat ini bukan untuk melarang kaum Muslimin bergembira dan bersedih hati, tetapi maksudnya ialah melarang kaum Muslimin bergembira dan bersedih hati dengan berlebih-lebihan.
‘Ikrimah berkata,
"Tidak ada seorang pun melainkan ia dalam keadaan sedih dan gembira, tetapi hendaklah ia menjadikan kegembiraan itu sebagai tanda bersyukur kepada Allah dan kesedihan itu sebagai tanda bersabar.
"


Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa orang yang terlalu bergembira menerima sesuatu yang menyenangkan hatinya dan terlalu bersedih hati menerima bencana yang menimpanya adalah orang yang pada dirinya terdapat tanda-tanda tabkhil dan angkuh, seakan-akan ia hanya memikirkan kepentingan dirinya saja.
Allah ﷻ menyatakan bahwa Dia tidak menyukai orang-orang yang mempunyai sifat-sifat bakhil dan angkuh.

Tafsir QS. Al Hadid (57) : 23. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kami memberitahukan itu semua agar kalian tidak terlalu kecewa atas apa yang tidak kalian peroleh, dan tidak terlalu senang dengan apa yang Allah berikan kepada kalian.
Allah tidak menyukai orang yang membangga-banggakan apa-apa yang ia miliki kepada orang lain.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kalian jangan berduka atas (musibah) kehilangan sesuatu di dunia, supaya kalian jangan terlalu bergembira atas apa yang diberikan kepadamu, yaitu kegembiraan yang melampaui batas sehingga menyebabkan kesombongan, berbangga diri, dan lupa kepada Allah.
Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan berbangga diri atas orang lain dengan yang telah diberikan dari (kesenangan) dunia.


Mereka yang sombong, yaitu orang-orang yang kikir dengan harta mereka, tidak menafkahkan hartanya di jalan Allah dan menyuruh manusia berbuat kikir.
Siapa yang ingkar untuk taat kepada Allah maka tidak akan mendatangkan madarat kecuali terhadap dirinya sendiri, dan tidak mendatangkan mudarat terhadap Allah sedikit pun.


Sesungguhnya, Allah Yang Mahakaya dari hamba-Nya.
Maha Terpuji yang memiliki semua sifat kebaikan, kesempurnaan, dan perbuatan yang berhak dipuji.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Supaya janganlah) lafal kay di sini menashabkan fi’il yang jatuh sesudahnya, maknanya sama dengan lafal an.
Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan yang demikian itu supaya janganlah


(kalian berduka cita) bersedih hati


(terhadap apa yang luput dari kalian, dan supaya kalian jangan terlalu gembira) artinya gembira yang dibarengi dengan rasa takabur, berbeda halnya dengan gembira yang dibarengi dengan rasa syukur atas nikmat


(terhadap apa yang diberikan-Nya kepada kalian) jika lafal aataakum dibaca panjang berarti maknanya sama dengan lafal a`thaakum, artinya apa yang diberikan-Nya kepada kalian.
Jika dibaca pendek, yaitu ataakum artinya, apa yang didatangkan-Nya kepada kalian.


(Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong) dengan apa yang telah diberikan oleh Allah kepadanya


(lagi membanggakan diri) membangga-banggakannya terhadap orang lain.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.
(QS. Al-Hadid [57]: 23)

Yaitu Kami beri tahukan kepada kalian tentang ilmu Kami dan ketetapan Kami atas segala sesuatu sebelum kejadiannya, dan ukuran-ukuran yang Kami buatkan untuk semua makhluk sebelum keberadaannya, supaya kalian mengetahui bahwa musibah yang menimpa diri kalian bukanlah hal yang diluputkan dari kalian, dan musibah yang luput dari kalian bukanlah untuk ditimpakan kepada kalian.
Makajanganlah kamu menyesali apa yang luput dari kamu;
karena sesungguhnya seandainya hal itu ditakdirkan, niscaya akan terjadi.

dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.
(QS. Al-Hadid [57]: 23)

Yakni dengan apa yang didatangkan kepadamu.
Makna atakum ialah diberikan-Nya kepadamu;
kedua makna saling berkaitan.
Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa janganlah kamu berbangga diri terhadap manusia dengan nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepadamu.
Karena sesungguhnya pemberian itu bukanlah dari usaha kamu, bukan pula dari hasil jerih payahmu.
Sesungguhnya hal itu terjadi hanyalah semata-mata karena takdir Allah dan pemberian rezeki-Nya kepadamu.
Makajanganlah nikmat-nikmat Allah menjadikan kamu lupa daratan hingga menjadi orang yang jahat lagi angkuh, lalu kamu membangga-banggakannya terhadap orang lain.
Untuk itu, maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.
(QS. Al-Hadid [57]: 23)

Maksudnya, bersikap angkuh dan sombong serta merasa besar diri terhadap orang lain.
Ikrimah mengatakan bahwa tiada seorang pun melainkan mengalami gembira dan sedih, maka bersyukurlah kamu di saat memperoleh kegembiraan dan bersabarlah dalam menanggung kedukaan (kesedihan).

Kata Pilihan Dalam Surah Al Hadid (57) Ayat 23

FAKHUUR
فَخُور

Arti kata fakhr adalah sikap berbangga diri atau sombong atas sesuatu yang dimiliki seperti harta, pangkat atau yang lain.
Untuk menyebut orang yang mempunyai sikap seperti itu digunakan kata faakhir, fakhuur dan fakhiir. Sedangkan untuk menyebut sikap saling berbangga dan sombong yang terjadi di antara manusia maka digunakan kata tafaakhur.

Dari kelima kata di atas, Al Qur’an hanya menyebut kata fakhuur dan tafaakhur saja.

Kata fakhuur diulang empat kali dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
An Nisaa‘ (4), ayat 36;
Hud (11), ayat 10;
Luqman (31), ayat 18;
Al Hadid (57), ayat 23.
Sedangkan kata tafaakhur di ulang sekali saja, yaitu pada surah Al Hadid (57), ayat 20. Pada surah Al Hadid (57), ayat 20, Allah menerangkan realitas kehidupan manusia di dunia yang sebahagian besar waktunya dihabiskan untuk permainan, melakukan perbuatan-perbuatan yang melalaikan hati dari ingat kepada Allah, menyombongkan diri dan berbangga-bangga di hadapan yang lain dan juga berlomba-lomba untuk memperbanyak harta dan keturunan.
Padahal semuanya itu akan berakhir dan akan men dapat pembalasan di akhirat.

Pada beberapa ayat berikutnya, yaitu ayat ke 23 surah Al Hadid, Allah menegaskan secara khusus bahawa Dia sangat tidak menyukai orang yang bersikap sombong (mukhtaalin fakhuur) dalam kehidupan di dunia.
Kebencian Allah kepada muktaalin dan fakhuur juga disebut pada surah An Nisa (4), ayat 36 dan surah Luqman (31), ayat 18.
Arti kata mukhtaalin dan fakhuur adalah hampir sama yaitu orang yang sombong namun di antara keduanya ada perbedaan; muktaalin adalah orang sombong yang kesombongannya tampak pada perilaku dan gerak tubuhnya, sedangkan fakhuur adalah orang sombong yang kesombongannya tampak pada ucapannya umpamanya dengan menceritakan kebaikan kebaikan yang pernah dilakukannya dengan penuh rasa kesombongan.
Dalam ketiga ayat tersebut ditegaskan bahawa sikap sombong seperti itu adalah sikap yang sangat tidak di sukai oleh Allah.

Sedangkan pada surah Hud (11), ayat 10, Allah menerangkan bila biasanya seseorang men jadi sombong (fakhuur), yaitu sewaktu Allah menghilangkan kepayahan dan kesusahan dari diri seseorang dan menggantinya dengan kemudahan dan kelapangan.
Pada saat seperti ini biasanya pada diri manusia muncul rasa bangga dengan diri sendiri karena merasa telah berjaya melewati ujian dan cobaan, selanjutnya muncul rasa sombong dan merasa lebih hebat berbanding dengan orang lain.
Padalah sebenarnya kejayaan yang diperolehnya itu adalah anugerah dan karunia Allah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:407-408

Unsur Pokok Surah Al Hadid (الحديد)

Surat Al-Hadid terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Az Zalzalah.

Dinamai "Al Hadiid" (Besi), diambil dari perkataan "Al Hadiid" yang terdapat pada ayat 25 surat ini.

Keimanan:

▪ Hanya kepada Allah kembali semua urusan.
▪ Beberapa sifat Allah dan beberapa Asmaa-ul Husna serta pernyataan kekuasaan Allah di langit dan di bumi.

Hukum:

▪ Perintah menafkahkan harta.

Lain-lain:

▪ Keadaan orang-orang munafik di hari kiamat.
▪ Hakikat kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
▪ Tujuan penciptaan besi.
▪ Tujuan diutusnya para rasul.
▪ Kehidupan kerahiban dalam agama Nasrani bukan berasal dari ajaran Nabi Isa `alaihis salam.
▪ Celaan kepada orang-orang bakhil dan orang yang menyuruh orang-orang lain berbuat bakhil.

Ayat-ayat dalam Surah Al Hadid (29 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Hadid (57) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Hadid (57) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hadid ayat 23 - Gambar 1 Surah Al Hadid ayat 23 - Gambar 2 Surah Al Hadid ayat 23 - Gambar 3
Statistik QS. 57:23
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hadid.

Surah Al-Hadid (bahasa Arab:الحديد, “Besi”) adalah surah ke-57 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al Hadiid yang berarti besi diambil dari perkataan Al Hadiid yang terdapat pada ayat ke-25 surat ini.

Nomor Surah 57
Nama Surah Al Hadid
Arab الحديد
Arti Besi
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 94
Juz Juz 27
Jumlah ruku’ 4 ruku’
Jumlah ayat 29
Jumlah kata 576
Jumlah huruf 2545
Surah sebelumnya Surah Al-Waqi’ah
Surah selanjutnya Surah Al-Mujadilah
Sending
User Review
4.3 (9 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

57:23, 57 23, 57-23, Surah Al Hadid 23, Tafsir surat AlHadid 23, Quran Al-Hadid 23, Surah Al Hadid ayat 23

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al Hadid

۞ QS. 57:1 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 57:2 • Segala sesuatu milik Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan)

۞ QS. 57:3 • Keluasan ilmu Allah • Al Awwal (Maha Pertama) • Al Akhir (Maha Akhir) • Al Bathin (Maha Halus) • Al Dzahir (Maha Nampak)

۞ QS. 57:4 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaArsy • Keluasan ilmu Allah • Al Bashir (Maha Melihat) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 57:5 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 57:6 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 57:7 • Pahala iman • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 57:8 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 57:9 Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 57:10 • Pahala iman • Segala sesuatu milik Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Nama-nama surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 57:11 • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Perbuatan dan niat • Berjual beli dengan Allah • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 57:12 • Pahala iman • Keadaan orang mukmin saat menyeberang • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 57:13 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Batas antara surga dan neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang munafik

۞ QS. 57:14 • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat iblis dan pembantunya • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang munafik

۞ QS. 57:15 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang munafik

۞ QS. 57:16 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 57:17 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaAl MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 57:18 • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Perbuatan dan niat • Berjual beli dengan Allah • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 57:19 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban beriman pada para rasul • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 57:20 • Ampunan Allah yang luas • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Maksiat dan dosa • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 57:21 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 57:22 • Kekuasaan Allah • Penentuan takdir sebelum penciptaan • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 57:23 • Segala sesuatu ada takdirnya • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 57:24 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 57:25 Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat) • Perbuatan dan niat

۞ QS. 57:27 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitabBid’ah

۞ QS. 57:28 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Keutamaan iman

۞ QS. 57:29 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

Ayat Pilihan

maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,
QS. An-Nahl [16]: 43

Hendaklah seseorang memperhatikan apa yang ada di masa lalu,
untuk dia bisa menentukan apa yang akan terjadi di masa depan.
QS. Al-Hasyr [59]: 18

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar,
dan timbanglah dengan neraca yang benar.
Itulah yang lebih utama (bagimu) & lebih baik akibatnya.
QS. Al-Isra’ [17]: 35

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun,
dan Dia memberi kamu pendengaran,
penglihatan & hati,
agar kamu bersyukur.
QS. An-Nahl [16]: 78

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
u06c1u0670u0630u064eu0627 u0628u064eu0635u064eu0627u0653u0626u0650u0631u064f u0644u0650u0644u0646u0651u064eu0627u0633u0650 u0648u064e u06c1u064fu062fu064bu06cc u0648u0651u064e u0631u064eu062du06e1u0645u064eu06c3u064c u0644u0651u0650u0642u064eu0648u06e1u0645u064d u06ccu0651u064fu0648u06e1u0642u0650u0646u064fu0648u06e1u0646u064e

(Alquran) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.
--QS. 45:20

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
u0630u0670u0644u0650u06a9u064e u0627u0644u06e1u06a9u0650u062au0670u0628u064f u0644u064eu0627 u0631u064eu06ccu06e1u0628u064e u06dau06d6u06db u0641u0650u06ccu06e1u06c1u0650 u06dau06db u06c1u064fu062fu064bu06cc u0644u0651u0650u0644u06e1u0645u064fu062au0651u064eu0642u0650u06ccu06e1u0646u064e

Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang muttaqin (bertakwa),
--QS. 2:2

Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #6
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #6 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #6 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Kamus

tabuh fitrah

Apa itu tabuh fitrah? tabuh yang dibunyikan sehari menjelang Lebaran untuk mengingatkan kewajiban orang Islam membayar fitrah … •

Hadits Hasan

Apa itu Hadits Hasan? Hadits Hasan (الحديث الحسن‎ Al-Hadîts al-Ḥasan) adalah tingkatan hadits yang ada di bawah hadits Shahih. Menurut Imam Tirmidzi, hadits Hasan adalah hadits yang ti...

hudud

Apa itu hudud? hu.dud hukum yang telah ditentukan bentuk dan kadarnya oleh Allah Subhanahu Wa Ta`ala., seperti hukum potong tangan bagi pencuri… >>