Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Hadid (Besi) – surah 57 ayat 19 [QS. 57:19]

وَ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا بِاللّٰہِ وَ رُسُلِہٖۤ اُولٰٓئِکَ ہُمُ الصِّدِّیۡقُوۡنَ ٭ۖ وَ الشُّہَدَآءُ عِنۡدَ رَبِّہِمۡ ؕ لَہُمۡ اَجۡرُہُمۡ وَ نُوۡرُہُمۡ ؕ وَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا وَ کَذَّبُوۡا بِاٰیٰتِنَاۤ اُولٰٓئِکَ اَصۡحٰبُ الۡجَحِیۡمِ
Waal-ladziina aamanuu billahi warusulihi uula-ika humush-shiddiiquuna wasyyuhadaa-u ‘inda rabbihim lahum ajruhum wanuuruhum waal-ladziina kafaruu wakadz-dzabuu biaayaatinaa uula-ika ashhaabul jahiim(i);
Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, mereka itu orang-orang yang tulus hati (pencinta kebenaran) dan saksi-saksi di sisi Tuhan mereka.
Mereka berhak mendapat pahala dan cahaya.
Tetapi orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni-penghuni neraka.

―QS. Al Hadid [57]: 19

Daftar isi

And those who have believed in Allah and His messengers – those are (in the ranks of) the supporters of truth and the martyrs, with their Lord.
For them is their reward and their light.
But those who have disbelieved and denied Our verses – those are the companions of Hellfire.
― Chapter 57. Surah Al Hadid [verse 19]

وَٱلَّذِينَ dan orang-orang

And those who
ءَامَنُوا۟ beriman

believe
بِٱللَّهِ kepada Allah

in Allah
وَرُسُلِهِۦٓ dan rasul Nya

and His Messengers,
أُو۟لَٰٓئِكَ mereka itu

[those]
هُمُ mereka

they
ٱلصِّدِّيقُونَ orang-orang yang benar

(are) the truthful
وَٱلشُّهَدَآءُ dan orang-orang yang menjadi saksi

and the martyrs,
عِندَ disisi

(are) with
رَبِّهِمْ Tuhan mereka

their Lord.
لَهُمْ bagi mereka

For them
أَجْرُهُمْ pahala mereka

(is) their reward
وَنُورُهُمْ dan cahaya mereka

and their light.
وَٱلَّذِينَ dan orang-orang

But those who
كَفَرُوا۟ kafir/ingkar

disbelieve
وَكَذَّبُوا۟ dan mendustakan

and deny
بِـَٔايَٰتِنَآ dengan ayat-ayat Kami

Our Verses,
أُو۟لَٰٓئِكَ mereka itu

those
أَصْحَٰبُ penghuni

(are the) companions
ٱلْجَحِيمِ neraka

(of) the Hellfire.

Tafsir Quran

Surah Al Hadid
57:19

Tafsir QS. Al-Hadid (57) : 19. Oleh Kementrian Agama RI

Allah ﷻ menerangkan bahwa orang-orang yang beriman dan mengakui keesaan Alllah ﷻ, membenarkan rasulrasul-Nya, percaya kepada apa yang dibawa mereka dari sisi Tuhannya menurut penilaian Allah ﷻ sederajat dengan orang-orang shiddiqin, yaitu orangorang yang amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran Rasul, dan orang-orang yang mati syahid di jalan Allah.
Bagi mereka pahala yang banyak dan cahaya yang terang benderang menerangi mereka.

Sejalan dengan itu firman Allah:

وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَالصّٰلِحِيْنَ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا

Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orangorang yang mati syahid dan orang-orang saleh.
Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
(An-Nisa’ [4]: 69)

Adapun orang-orang kafir yang mendustakan alasan-alasan dan tanda-tanda yang menunjukkan keesaan Allah ﷻ dan kebesaran rasul-Nya, mereka itu adalah penghuni neraka Jahim, kekal dan abadi di dalamnya.
Sejalan dengan ini firman Allah:

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka.

Mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah [2]: 39)

Tafsir QS. Al Hadid (57) : 19. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan antara mereka, derajat mereka sama dengan derajat Shiddiqin (orang-orang yang sangat percaya) dan Syuhada‘ (orang-orang yang mati di jalan Allah).
Di hari kiamat, mereka akan memperoleh pahala dan cahaya seperti yang akan diterima oleh Shiddiqin dan Syuhada‘ itu.


Sedangkan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat- ayat Allah, mereka adalah penghuni-penghuni neraka yang tidak akan pernah meninggalkannya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, dan tidak membeda-bedakan salah seorang pun di antara mereka.
Mereka itulah orang-orang yang benar, yang pembenaran mereka sudah sesuai dengan apa yang dibawa para rasul, baik secara akidah, ucapan, dan amalan, sedangkan orang-orang yang mati syahid mereka akan mendapatkan pahala dan cahaya di sisi Allah.


Cahaya mereka akan begitu agung kelak pada hari Kiamat, sedangkan orang-orang yang kafir, mendustakan dalil dan hujah Kami.
Mereka itulah para penghuni neraka, tidak ada pahala dan tidak ada cahaya bagi mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu adalah orang-orang shiddiqin) orang-orang yang sangat beriman kepada Allah dan Rasul-Nya


(dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Rabb mereka) atas kedustaan umat-umat yang terdahulu terhadap nabi-nabi mereka.


(Bagi mereka pahala dan cahaya mereka.
Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami) yang menunjukkan kepada keesaan Kami


(mereka itulah penghuni-penghuni Jahim) yakni neraka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang siddiqin.
(QS. Al-Hadid [57]: 19)

Kalimat ayat ini merupakan kelengkapan dari kalimat yang sebelumnya, dan ini merupakan sifat dari orang-orang yang beriman kepada Allah bahwa mereka adalah orang-orang yang siddiq (membenarkan).


Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang siddiqin.
(QS. Al-Hadid [57]: 19)
Bahwa ayat ini terpisah dari ayat yang sebelumnya.dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka.
Bagi mereka pahala dan cahaya mereka.
(QS. Al-Hadid [57]: 19)

Abud Duha mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
mereka itu orang-orang siddiqin.
(QS. Al-Hadid [57]: 19)
Kemudian firman berikutnya adalah kalimat baru, yaitu:
dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka.
(QS. Al-Hadid [57]: 19)

Hal yang sama telah dikatakan oleh Masruq, Ad-Dahhak, Muqatil ibnu Hayyan, dan lain-lainnya.
Al-A’masy telah meriwayatkan dari Abud Duha, dari Masruq, dari Abdullah ibnu Mas’ud sehubungan dengan makna firman-Nya:
mereka itu orang-orang siddiqin dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka.
(QS. Al-Hadid [57]: 19)
Bahwa mereka terdiri atas tiga golongan, yaitu orang-orang yang gemar bersedekah, Orang-orang yang siddiq, dan para syuhada.
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain:

Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para siddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh.
(QS. An-Nisa’ [4]: 69)

Maka dibedakan antara orang-orang yang siddiq dan orang-orang yang mati syahid.
Hal ini menunjukkan bahwa keduanya merupakan dua golongan, dan tidak diragukan lagi bahwa siddiq lebih tinggi kedudukannya daripada syahid, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Malik ibnu Anas rahimahullah di dalam kitab Muwatta ‘-nya, dari Safwan ibnu Salim, dari Ata ibnu Yasar, dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Sesungguhnya ahli surga benar-benar memandangi para penghuni guraf (gedung) jyawg ada di atas mereka sebagaimana kamu memandangi bintang yang gemerlapan di ufuk timur atau ufuk barat, karena adanya perbedaan keutamaan di antara mereka (ahli surga).
Abu Sa’id Al-Khudri berkata,
"Wahai Rasulullah, itu pasti kedudukan para nabi yang tidak dapat dicapai selain oleh mereka."
Rasululah ﷺ menjawab:
Benar, dan demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, dan juga orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan rasul-Nya.

Imam Bukhari dan Imam Muslim sepakat dalam pengetengahan hadis ini, yaitu melalui Malik dengan sanad yang sama.

Ulama tafsir lainnya mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
mereka itu orang-orang siddiqin dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka.
(QS. Al-Hadid [57]: 19)
Bahwa makna yang dimaksud ialah berita dari Allah subhanahu wa ta’ala yang menyatakan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulrasul-Nya, bahwa mereka adalah orang-orang yang siddiq dan ada pula yang menjadi syahid.
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Mujahid.


Kemudian Ibnu Jarir mengatakan:


telah menceritakan kepadaku Saleh ibnu Harb Abu Ma’mar, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Ibnu Ajian, dari Zaid ibnu Aslam, dari Al-Barra ibnu Azib yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Orang-orang yang beriman dari kalangan umatku adalah orang-orang yang menjadi saksi.
Al-Barra ibnu Azib mengatakan bahwa kemudian Nabi ﷺ membaca ayat lain, yaitu firman-Nya:
Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang siddiqin dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka.
(QS. Al-Hadid [57]: 19)

Hadis ini berpredikat garib.


Abu Ishaq telah meriwayatkan dari Amr ibnu Maimun sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang siddiqin dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka.
Bagi mereka pahala dan cahaya mereka.
(QS. Al-Hadid [57]: 19)
Bahwa mereka datang bersama-sama di hari kiamat, sebagaimana berdempetannya dua buah jari.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka.
(QS. Al-Hadid [57]: 19)

Yakni di dalam surga-surga yang penuh dengan kenikmatan.
Seperti yang disebutkan di dalam kitab Sahihain:

Sesungguhnya arwah para syuhada berada di dalam perut burung hijau yang terbang bebas di dalam surga sekehendak hatinya, kemudian hinggap pada lentera-lentera itu.
Maka Tuhanmu menjenguk mereka, lalu berfirman, ‘Apakah yang kamu kehendaki?"
Mereka menjawab,
"Kami menginginkan agar Engkau mengembalikan kami ke dunia, maka kami akan berperang lagi di jalan-Mu sampai gugur sebagaimana keadaan kami yang pertama kali."
Allah berfirman,
"Sesungguhnya Aku telah memutuskan bahwa mereka tidak dapat kembali lagi ke dunia."

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Bagi mereka pahala dan cahaya mereka.
(QS. Al-Hadid [57]: 19)

Yaitu bagi mereka di sisi Allah ada pahala yang berlimpah dan cahaya yang besar yang menerangi bagian depan mereka, dan mereka dalam hal ini berbeda-beda tingkatannya sesuai dengan amal perbuatan yang telah mereka lakukan ketika di dunia.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Ishaq, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, dari Ata ibnu Dinar, dari Abu Yazid Al-Khaulani yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Fudalah ibnu Ubaid mengatakan bahwa ia pernah mendengar Umar ibnul Khattab mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Syuhada itu ada empat macam, yaitu seorang lelaki yang beriman dengan iman yang baik, lalu bersua dengan musuh dan ia membenarkan (janjinya) kepada Allah, hingga gugurlah ia, maka dialah kelak yang akan menjadi pusat perhatian pandangan ahli surga seperti ini.
Lalu Umar mengangkat kepalanya, memperagakan apa yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ saat mengucapkannya, dan Umar menjatuhkan pecinya sebagaimana yang dialami oleh beliau ﷺ:
Kedua ialah seorang mukmin yang bersua dengan musuh, lalu seakan-akan punggungnya terpukul oleh duri pohon talh, panah musuh nyasar mengenainya hingga gugurlah dia, maka dia berada di peringkat kedua.
Ketiga ialah orang mukmin yang mencampuradukkan amal saleh dengan amal lainnya yang buruk, ia bersua dengan musuh dan menghadapinya dengan penuh keikhlasan kepada Allah hingga gugurlah dia, maka dia berada di peringkat yang ketiga.
Keempat ialah orang mukmin yang berlebihan terhadap dirinya dengan keberlebihan yang banyak, lalu ia bersua dengan musuh dan menghadapinya dengan ikhlas karena Allah hingga gugurlah dia, maka dia berada di peringkat yang keempat.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ali ibnul Madini, dari Abu Daud At-Tayalisi, dari Ibnul Mubarak, dari Ibnu Lahi’ah.
Ali ibnul Madini mengatakan bahwa ini merupakan sanad seorang ulama Mesir yang saleh.
Imam Turmuzi meriwayatkannya melalui hadis Ibnu Lahi’ah, dan ia mengatakan bahwa hadis ini garib.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka.
(QS. Al-Hadid [57]: 19)

Setelah menyebutkan perihal orang-orang yang berbahagia dan tempat kembali mereka, lalu mengiringinya dengan menyebutkan nasib dan keadaan orang-orang yang celaka.

Unsur Pokok Surah Al Hadid (الحديد)

Surat Al-Hadid terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Az Zalzalah.

Dinamai "Al Hadiid" (Besi), diambil dari perkataan "Al Hadiid" yang terdapat pada ayat 25 surat ini.

Keimanan:

▪ Hanya kepada Allah kembali semua urusan.
▪ Beberapa sifat Allah dan beberapa Asmaa-ul Husna serta pernyataan kekuasaan Allah di langit dan di bumi.

Hukum:

▪ Perintah menafkahkan harta.

Lain-lain:

▪ Keadaan orang-orang munafik di hari kiamat.
Hakikat kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
▪ Tujuan penciptaan besi.
▪ Tujuan diutusnya para rasul.
▪ Kehidupan kerahiban dalam agama Nasrani bukan berasal dari ajaran Nabi Isa `alaihis salam.
▪ Celaan kepada orang-orang bakhil dan orang yang menyuruh orang-orang lain berbuat bakhil.

Audio Murottal

QS. Al-Hadid (57) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Hadid (57) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hadid ayat 19 - Gambar 1 Surah Al Hadid ayat 19 - Gambar 2
Statistik QS. 57:19
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hadid.

Surah Al-Hadid (bahasa Arab:الحديد, “Besi”) adalah surah ke-57 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al Hadiid yang berarti besi diambil dari perkataan Al Hadiid yang terdapat pada ayat ke-25 surat ini.

Nomor Surah 57
Nama Surah Al Hadid
Arab الحديد
Arti Besi
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 94
Juz Juz 27
Jumlah ruku’ 4 ruku’
Jumlah ayat 29
Jumlah kata 576
Jumlah huruf 2545
Surah sebelumnya Surah Al-Waqi’ah
Surah selanjutnya Surah Al-Mujadilah
Sending
User Review
4.7 (29 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

57:19, 57 19, 57-19, Surah Al Hadid 19, Tafsir surat AlHadid 19, Quran Al-Hadid 19, Surah Al Hadid ayat 19

Video Surah

57:19


More Videos

Kandungan Surah Al Hadid

۞ QS. 57:1 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 57:2 • Segala sesuatu milik Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan)

۞ QS. 57:3 • Keluasan ilmu Allah • Al Awwal (Maha Pertama) • Al Akhir (Maha Akhir) • Al Bathin (Maha Halus) • Al Dzahir (Maha Nampak)

۞ QS. 57:4 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Arsy • Keluasan ilmu Allah • Al Bashir (Maha Melihat) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 57:5 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 57:6 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 57:7 • Pahala iman • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 57:8 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 57:9 • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 57:10 • Pahala iman • Segala sesuatu milik Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Nama-nama surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 57:11 • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Perbuatan dan niat • Berjual beli dengan Allah • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 57:12 • Pahala iman • Keadaan orang mukmin saat menyeberang • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 57:13 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Batas antara surga dan neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang munafik

۞ QS. 57:14 • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat iblis dan pembantunya • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang munafik

۞ QS. 57:15 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang munafik

۞ QS. 57:16 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 57:17 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 57:18 • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Perbuatan dan niat • Berjual beli dengan Allah • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 57:19 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban beriman pada para rasul • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 57:20 • Ampunan Allah yang luas • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Maksiat dan dosa • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 57:21 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 57:22 • Kekuasaan Allah • Penentuan takdir sebelum penciptaan • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 57:23 • Segala sesuatu ada takdirnya • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 57:24 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 57:25 • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat) • Perbuatan dan niat

۞ QS. 57:27 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Bid’ah

۞ QS. 57:28 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Keutamaan iman

۞ QS. 57:29 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

Ayat Pilihan

Jika mereka menolak ajakanmu & tetap tidak meninggalkan kesesatan mereka setelah kebenaran tampak jelas,
berarti mereka adalah orang-orang perusak.
Allah Maha Mengetahui ihwal mereka.
QS. Ali ‘Imran [3]: 63

Kami beri makan kepadamu hanya untuk mengharap rida Allah, kami tak kehendaki balasan darimu. Sungguh kami takut (azab) Tuhan pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang penuh kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu
QS. Al-Insan [76]: 9

Katakanlah:
“Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit & dari bumi?”
Katakanlah:
“Allah”.
QS. Saba’ [34]: 24

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
QS. Al-Hajj [22]: 40

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَ مِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

'dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'
--QS. Al Falaq [113] : 5

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui ...

Correct! Wrong!

Al Falaq artinya ...

Correct! Wrong!

+

Array

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke ...

Correct! Wrong!

Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #23
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #23 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #23 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Kamus Istilah Islam

Kanaan

Di mana itu Kanaan ? Kanaan adalah istilah kuno untuk wilayah yang meliputi Palestina, Lebanon, serta sebagian Yordania, Suriah, dan sebagian kecil Mesir timur laut. Dalam kitab suci, “Tanah K...

Al-Lahab

Apa itu Al-Lahab? Surah Al-Lahab atau Al-Massad adalah surat ke-111 dalam Alquran. Surat ini terdiri atas 5 ayat dan termasuk surat makiyyah. Nama surat ini diambil dari kata Al Lahab yang terdapat pa...

Murrah bin Ka'ab

Siapa itu Murrah bin Ka’ab? Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik, adalah seorang tokoh Bani Quraisy. Ia adalah kakek canggah tingkat enam dari Nabi Muhammad, ser...