Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Hadid (Besi) – surah 57 ayat 13 [QS. 57:13]

یَوۡمَ یَقُوۡلُ الۡمُنٰفِقُوۡنَ وَ الۡمُنٰفِقٰتُ لِلَّذِیۡنَ اٰمَنُوا انۡظُرُوۡنَا نَقۡتَبِسۡ مِنۡ نُّوۡرِکُمۡ ۚ قِیۡلَ ارۡجِعُوۡا وَرَآءَکُمۡ فَالۡتَمِسُوۡا نُوۡرًا ؕ فَضُرِبَ بَیۡنَہُمۡ بِسُوۡرٍ لَّہٗ بَابٌ ؕ بَاطِنُہٗ فِیۡہِ الرَّحۡمَۃُ وَ ظَاہِرُہٗ مِنۡ قِبَلِہِ الۡعَذَابُ
Yauma yaquulul munaafiquuna wal munaafiqaatu lil-ladziina aamanuuunzhuruunaa naqtabis min nuurikum qiilaarji’uu waraa-akum fal tamisuu nuuran fadhuriba bainahum bisuurin lahu baabun baathinuhu fiihirrahmatu wazhaahiruhu min qibalihil ‘adzaab(u);
Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman,
“Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu.”
(Kepada mereka) dikatakan, “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).”
Lalu di antara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu.
Di sebelah dalam ada rahmat dan di luarnya hanya ada azab.
―QS. Al Hadid [57]: 13

On the (same) Day the hypocrite men and hypocrite women will say to those who believed,
"Wait for us that we may acquire some of your light."
It will be said,
"Go back behind you and seek light."
And a wall will be placed between them with a door, its interior containing mercy, but on the outside of it is torment.
― Chapter 57. Surah Al Hadid [verse 13]

يَوْمَ hari

(On the) Day
يَقُولُ berkata

will say
ٱلْمُنَٰفِقُونَ orang-orang munafik laki-laki

the hypocrite men
وَٱلْمُنَٰفِقَٰتُ dan orang-orang munafik perempuan

and the hypocrite women
لِلَّذِينَ kepada orang-orang

to those who
ءَامَنُوا۟ beriman

believed,
ٱنظُرُونَا tungguhlah kami

"Wait for us,
نَقْتَبِسْ kami mengambil

we may acquire
مِن dari

of
نُّورِكُمْ cahaya kamu

your light."
قِيلَ dikatakan

It will be said,
ٱرْجِعُوا۟ kembalilah

"Go back
وَرَآءَكُمْ belakangmu

behind you
فَٱلْتَمِسُوا۟ maka carilah

and seek
نُورًا cahaya

light."
فَضُرِبَ lalu dijadikan/diadakan

Then will be put up
بَيْنَهُم diantara mereka

between them
بِسُورٍ dengan dinding

a wall,
لَّهُۥ baginya

for it
بَابٌۢ pintu

a gate
بَاطِنُهُۥ didalamnya/dibatin

its interior,
فِيهِ didalamnya

in it
ٱلرَّحْمَةُ rahmat

(is) mercy
وَظَٰهِرُهُۥ dan luarnya

but its exterior,
مِن dari

facing towards [it] *[meaning includes next or prev. word]
قِبَلِهِ pihaknya/sisinya

facing towards [it] *[meaning includes next or prev. word]
ٱلْعَذَابُ azab

the punishment.

Tafsir

Alquran

Surah Al Hadid
57:13

Tafsir QS. Al Hadid (57) : 13. Oleh Kementrian Agama RI


Setelah Allah menyatakan keadaan orang-orang Mukmin pada hari Kiamat.
Pada ayat ini Allah mengungkapkan bahwa orang-orang munafik pada hari Kiamat itu berseru kepada orang-orang beriman yang mendapatkan keridaan-Nya dan menjadi penghuni surga.

"Tunggulah kami sehingga kita bersama menemui Allah serta biarkanlah mengambil sedikit dari cahaya kamu agar kami dapat keluar melalui sinar kamu dari azab yang pedih."
Lalu permintaan ini dijawab dengan jawaban yang memutuskan harapan mereka serta menimbulkan kesedihan dan kesesalan, yaitu,
"Tetaplah kamu di mana kamu berada, carilah di sana cahaya dan jangan mengharapkannya dari kami apa yang telah kami perbuat untuk diri kami dari amal saleh, karena tidak akan memberi manfaat bagi seseorang kecuali amal saleh sendiri.
"
Yang demikian itu adalah olokan terhadap mereka sebagaimana mereka memperolok-olokkan orang-orang Mukmin semasa di dunia ketika mereka berkata:
Kami beriman, padahal mereka tidak beriman.
Inilah yang dikehendaki dengan firman-Nya;

اَللّٰهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ

Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.
(al-Baqarah [2]: 15)


Maka untuk memberi balasan semua perbuatan mereka, ditetapkanlah bagian yang membatasi tempat orang-orang Mukmin dan orang-orang munafik.
Bagian yang ditempati orang-orang Mukmin adalah surga yang penuh dengan kenikmatan, sebaliknya bagian yang ditempati oleh orang-orang munafik adalah neraka yang dipenuhi siksa.

Tafsir QS. Al Hadid (57) : 13. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Juga hari ketika orang-orang munafik, laki-laki dan perempuan, berkata kepada orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan,
"Tunggulah kami, untuk mengambil sedikit cahaya kalian!"
Mereka diejek dengan dikatakan,
"Kembali dan carilah cahaya itu di tempat kami diberikan!"
Setelah itu, antara mereka dibangun pagar penghalang yang mempunyai pintu.
Di bagian dalamnya, yaitu yang menghadap ke surga, terdapat kasih sayang dan kesenangan.


Sedang di bagian luarnya, yaitu yang menghadap ke neraka, terdapat murka dan siksaan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Pada hari ketika orang-orang munafik, baik laki-laki dan perempuan, akan berkata kepada orang-orang beriman, sedangkan mereka berada di atas sirath,
"Tunggulah kami supaya kami mendapatkan penerangan dari cahaya kalian."
Lalu, para malaikat akan berkata kepada mereka (sebagai ejekan terhadap mereka),
"Kalian kembalilah ke belakang, mintalah cahaya."
Lalu mereka dibatasi oleh dinding yang mempunyai pintu.
Di sebelah dalamnya ada rahmat bagi orang-orang beriman dan di sebelah luarnya ada siksa bagi orang-orang munafik.


Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman,
"Perhatikanlah kami) lihatlah kami.
Menurut suatu qiraat dibaca Anzhiruunaa, tunggulah kami


(supaya kami dapat mengambil) maksudnya supaya kami kebagian cahaya dan sinar


(sebagian dari cahaya kalian."
Dikatakan) kepada mereka dengan nada yang memperolok-olokkan mereka,


("Kembalilah kalian ke belakang dan carilah sendiri cahaya untuk kalian") mereka mundur.


(Lalu diadakan di antara mereka) dan antara orang-orang yang beriman


(dinding) menurut suatu pendapat dinding itu dinamakan Al A’raaf


(yang mempunyai pintu.
Di sebelah dalamnya ada rahmat) ada bagian yang menghadap orang-orang yang beriman


(dan di sebelah luarnya) ada bagian yang menghadap orang-orang munafik


(dari situ ada azab).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman,
"Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu."
(QS. Al-Hadid [57]: 13)

Ini merupakan berita dari Allah subhanahu wa ta’ala yang menceritakan apa yang bakal terjadi di hari kiamat nanti di tempat pemberhentian, banyak terjadi hal­-hal yang mengerikan lagi sangat mengejutkan, keguncangan yang sangat dahsyat dan peristiwa-peristiwa lainnya yang sangat menakutkan.
Dan sesungguhnya tiada yang selamat di hari itu kecuali hanya orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdah ibnu Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak, telah menceritakan kepada kami Safwan ibnu Amr, telah menceritakan kepadaku Sulaim ibnu Amir yang mengatakan bahwa kami keluar menujuke tempat jenazah di pintu gerbang kota Dimasyq, di antara kami terdapat Abu Umamah Al-Bahili.
Setelah jenazah disalatkan, lalu mereka bergegas mengebumikannya, dan Abu Umamah berkata,
"Hai manusia, sesungguhnya kamu di pagi hari dan petang hari berada di suatu tempat yang di dalamnya kamu berbagi amal kebaikan dan keburukan.
Dan sudah dekat masanya bagi kalian akan pergi meninggalkannya menuju ke suatu tempat lain, yaitu alam kubur ini —seraya berisyarat ke arah kubur—yaitu rumah kesendirian, rumah kegelapan, dan rumah ulat serta rumah kesempitan terkecuali apa yang diluaskan oleh Allah.
Kemudian kamu akan berpindah lagi darinya menuju ke tempat-tempat hari kiamat.
Dan sesungguhnya kalian pada sebagian tempat-tempat itu, semua manusia diselimuti oleh suatu urusan dari Allah, maka ada manusia yang berwajah putih bersinar dan ada pula manusia yang berwajah hitam pekat.
Kemudian kamu berpindah lagi darinya menuju ke tempat lain, dan semua manusia diselimuti oleh kegelapan yang sangat pekat;
kemudian cahaya dibagikan.
Maka orang mukmin mendapat cahayanya, sedangkan orang kafir dan orang munafik tidak diberi sama sekali dari cahaya itu."
Perumpamaan ini telah digambarkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui firman-Nya:
Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan;
gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya;
(dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.
(QS. An-Nuur [24]: 40)
Maka orang kafir dan orang munafik tidak dapat penerangan dari cahaya orang mukmin, sebagaimana orang tuna netra tidak dapat penerangan dari penglihatan orang yang melihat.
Dan saat itu orang-orang munafik laki-laki dan perempuan mengatakan kepada orang-orang yang beriman:
Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu.
Dikatakan (kepada mereka),
"Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)."
(QS. Al-Hadid [57]: 13)
Ini adalah tipuan dari Allah yang Dia gunakan untuk memperdaya orang-orang munafik, karena Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
mereka (orang-orang munafik) itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.
(QS. An-Nisa’ [4]: 142)
Maka orang-orang munafik itu kembali ke tempat pembagian cahaya, tetapi mereka tidak menjumpai sesuatu pun.
Lalu mereka kembali kepada orang-orang mukmin, tetapi di antara mereka telah ada dinding penghalang yang mempunyai pintu.
Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa.
(QS. Al-Hadid [57]: 13)

Sulaim ibnu Amir mengatakan bahwa orang munafik itu masih terus-menerus merasa besar diri hingga cahaya dibagikan dan Allah membedakan antara orang munafik dan orang mukmin.


Kemudian Sulaim ibnu Amir mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Usman, telah menceritakan kepada kami Ibnu Haiwah, telah menceritakan kepada kami Artah ibnul Munzir, telah menceritakan kepada kami Yusuf ibnul Hajjaj, dari Abu Umamah yang mengatakan bahwa Allah menjadikan hari kiamat gelap gulita, maka tiada seorang pun —baik orang mukmin maupun orang kafir— yang dapat melihat telapak tangannya sendiri, hingga Allah mengirimkan cahaya kepada orang-orang mukmin sesuai dengan amal perbuatannya.
Lalu orang-orang munafik mengikuti mereka seraya berkata:
Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu.
(QS. Al-Hadid [57]: 13)

Al-Aufi dan Ad-Dahhak serta selain keduanya telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ketika manusia berada di dalam kegelapan hari kiamat, maka Allah mengirimkan cahaya.
Ketika orang-orang mukmin melihat adanya cahaya, mereka bergerak menuju ke arah cahaya itu.
Dan cahaya itu adalah petunjuk dari Allah yang menuntun ke arah surga.
Dan ketika orang-orang munafik melihat orang-orang mukmin berangkat, maka mereka mengikutinya, lalu Allah menjadikan orang-orang munafik dalam kegelapan, kemudian mereka berkata saat itu;
Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu.
(QS. Al-Hadid [57]: 13)
karena sesungguhnya kami selalu bersama kalian sewaktu di dunia.
Maka orang-orang mukmin berkata:
Kembalilah kamu ke belakang.
(QS. Al-Hadid [57]: 13)
ke tempat kamu datang yang dalam kegelapan dan carilah cahaya di sana.

Abul Qasim Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Arafah ibnu Alawaih Al-Attar, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Isa Al-Attar, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Bisyr ibnu Huzaifah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala memanggil manusia kelakdi hari kiamat dengan menyebut nama-nama mereka sebagai penutupan dari-Nya di mata hamba-hamba-Nya.
Tetapi di hadapan sirat maka sesungguhnya Allah memberi cahaya kepada tiap-tiap orang mukmin dan juga tiap-tiap orang munafik pun diberi cahaya.
Dan apabila mereka semuanya berada di atas sirat, maka Allah mencabut cahaya orang-orang munafik laki-laki dan perempuan.
Maka orang-orang munafik berkata,
"Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu."
Orang-orang mukmin berkata,
"Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami,
"
maka pada saat itu tiada seorang pun yang ingat kepada orang lain.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu.
Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa.
(QS. Al-Hadid [57]: 13)

Al-Hasan dan Qatadah mengatakan bahwa dinding itu terletak di antara surga dan neraka.


Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa dinding itulah yang dimaksud di dalam firman-Nya:

Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas.
(QS. Al-A’raf [7]: 46)

Hal yang sama telah diriwayatkan dari Mujahid dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang, pendapat ini sahih.

Di sebelah dalamnya ada rahmat.
(QS. Al-Hadid [57]: 13)


Yakni berupa surga dan semua kenikmatan yang ada di dalamnya.

dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa.
(QS. Al-Hadid [57]: 13)

Yaitu neraka.
Demikianlah menurut yang dikatakan oleh Qatadah dan Ibnu Zaid serta selain keduanya.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa menurut pendapat yang lain, dinding tersebut adalah dinding Baitul Maqdis yang berada di Lembah Jahanam.
Kemudian ia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnul Barqi, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Abu Salamah, dari Sa’id ibnu Atiyyah ibnu Qais, dari Abul Awam juru azan Baitul Maqdis yang telah mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Amr mengatakan bahwa sesungguhnya dinding yang disebut oleh Allah subhanahu wa ta’ala di dalam firman-Nya:
Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu.
Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa.
(QS. Al-Hadid [57]: 13)
adalah dinding masjid yang ada di sebelah timur;
bagian dalamnya adalah masjid, sedangkan bagian luarnya dan sebelahnya lagi adalah Lembah Jahanam.


Kemudian telah diriwayatkan hal yang semisal dari Ubadah ibnus Samit, Ka’bul Ahbar?
Ali ibnul Husain, dan Zainul Abidin.
Tetapi pendapat ini dapat diinterpretasikan bahwa mereka mengatakan demikian dengan tujuan untuk memberikan pendekatan pemahaman melalui peragaan tempat yang sudah ada agar lebih dekat dalam pemahaman bagi lawan bicara.
Dan sama sekali bukan makna hakikinya yang dimaksud, bahwa apa yang dikatakan itu adalah makna yang dimaksud oleh Alquran, yaitu dinding dan masjid yang ditunjuk itu, dan apa yang dikenal dengan sebutan Lembah Jahanam.
Karena sesungguhnya surga itu berada di langit yang tertinggi, sedangkan neraka berada di dasar yang paling bawah.
Dan mengenai apa yang dikatakan oleh Ka’bul Ahbar yang menyebutkan bahwa pintu yang disebutkan di dalam Alquran adalah pintu rahmat yang merupakan nama salah satu dari pintu Masjidil Aqsa, ini bersumber dari hadis israiliyatnya dan termasuk salah satu dari dongengan-dongengannya.

Sesungguhnya makna yang dimaksud dengan dinding itu yang dipasang pada hari kiamat untuk menghalang-halangi antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir.
Dan apabila orang-orang mukmin sampai pada dinding itu, maka mereka memasukinya dari pintunya;
dan apabila orang-orang mukmin semuanya telah masuk, maka pintu itu dikunci dan yang tertinggal di baliknya hanyalah orang-orang munafik;
mereka berada dalam kebingungan, kegelapan, dan azab.
Sebagaimana amal perbuatan mereka ketika di dunia, mereka dalam kekafiran, kebodohan, keraguan, dan kebimbangan.

Unsur Pokok Surah Al Hadid (الحديد)

Surat Al-Hadid terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Az Zalzalah.

Dinamai "Al Hadiid" (Besi), diambil dari perkataan "Al Hadiid" yang terdapat pada ayat 25 surat ini.

Keimanan:

▪ Hanya kepada Allah kembali semua urusan.
▪ Beberapa sifat Allah dan beberapa Asmaa-ul Husna serta pernyataan kekuasaan Allah di langit dan di bumi.

Hukum:

▪ Perintah menafkahkan harta.

Lain-lain:

▪ Keadaan orang-orang munafik di hari kiamat.
Hakikat kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
▪ Tujuan penciptaan besi.
▪ Tujuan diutusnya para rasul.
▪ Kehidupan kerahiban dalam agama Nasrani bukan berasal dari ajaran Nabi Isa `

Audio

QS. Al-Hadid (57) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Hadid (57) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hadid ayat 13 - Gambar 1 Surah Al Hadid ayat 13 - Gambar 2
Statistik QS. 57:13
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hadid.

Surah Al-Hadid (bahasa Arab:الحديد, “Besi”) adalah surah ke-57 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan Al Hadiid yang berarti besi diambil dari perkataan Al Hadiid yang terdapat pada ayat ke-25 surat ini.

Nomor Surah57
Nama SurahAl Hadid
Arabالحديد
ArtiBesi
Nama lain
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu94
JuzJuz 27
Jumlah ruku’4 ruku’
Jumlah ayat29
Jumlah kata576
Jumlah huruf2545
Surah sebelumnyaSurah Al-Waqi’ah
Surah selanjutnyaSurah Al-Mujadilah
Sending
User Review
4.9 (13 votes)
Tags:

57:13, 57 13, 57-13, Surah Al Hadid 13, Tafsir surat AlHadid 13, Quran Al-Hadid 13, Surah Al Hadid ayat 13

▪ QS Al-Hadid : 13 ▪ surah alhadid:13
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 81 [QS. 16:81]

Dan di samping itu, Allah juga menjadikan tempat-tempat bernaung dan berlindung bagimu dari berbagai bahaya dan situasi yang tidak menyenangkan, yang terbuat dari apa yang telah Dia ciptakan untuk kal … 16:81, 16 81, 16-81, Surah An Nahl 81, Tafsir surat AnNahl 81, Quran An-Nahl 81, Surah An Nahl ayat 81

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 72 [QS. 4:72]

Dan sesungguhnya ingatlah, wahai orang-orang beriman, di antara kamu pasti ada orang yang sangat enggan dan sangat berat hati bila diajak ke medan pertempuran. Lalu jika kamu ditimpa musibah, yakni ka … 4:72, 4 72, 4-72, Surah An Nisaa’ 72, Tafsir surat AnNisaa 72, Quran AnNisa 72, An-Nisa’ 72, Surah An Nisa ayat 72

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Benar! Kurang tepat!

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghîr, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shâhihah, no. 1496.

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #26

Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … 154 100 155 114 150 Benar! Kurang tepat! Pesan utama dari kandungan Alquran adalah

Pendidikan Agama Islam #21

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini …

Pendidikan Agama Islam #30

Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar? Ibnu Sina Ibnu Batutah Ibnu Kholdun Al Khawarizmi Ibnu Miskawaih Benar! Kurang

Instagram