Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Haaqqah (Hari kiamat) – surah 69 ayat 42 [QS. 69:42]

وَ لَا بِقَوۡلِ کَاہِنٍ ؕ قَلِیۡلًا مَّا تَذَکَّرُوۡنَ
Walaa biqauli kaahinin qaliilaa maa tadzakkaruun(a);
Dan bukan pula perkataan tukang tenung.
Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya.

―QS. Al Haaqqah [69]: 42

Nor the word of a soothsayer;
little do you remember.
― Chapter 69. Surah Al Haaqqah [verse 42]

وَلَا dan tidak

And not
بِقَوْلِ perkataan

(it is the) word
كَاهِنٍ dukun/tukang tenung

(of) a soothsayer;
قَلِيلًا sedikit

little
مَّا tidak

(is) what
تَذَكَّرُونَ kamu ingat mengambil pelajaran

you take heed.

Tafsir

Alquran

Surah Al Haaqqah
69:42

Tafsir QS. Al Haaqqah (69) : 42. Oleh Kementrian Agama RI


Alquran bukan syair seperti yang biasa diucapkan penyair-penyair mereka, karena Alquran di samping indah susunan gaya bahasanya juga mempunyai isi yang dalam.
Syair-syair yang diucapkan para penyair mereka tidak memiliki susunan gaya bahasa seindah susunan dan gaya bahasa Alquran dan tidak mempunyai arti yang tinggi.

Banyak terdapat ayat Alquran yang menantang orang musyrik agar membuat yang serupa atau sebanding dengan Alquran, tetapi mereka tidak sanggup melakukannya.


وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ .

فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَلَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ

Dan jika kamu meragukan (Alquran) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.
(al-Baqarah [2]: 23-24)


Ditegaskan pula bahwa Alquran itu juga bukan berasal dari perkataan tukang tenung.
Biasanya tukang tenung teman setan karena mereka menenung itu semata-mata mencari-cari bisikan setan.

Padahal Alquran mencela perbuatan setan, sehingga dengan demikian, ia bukan bisikan setan dan bukan pula hasil tukang tenung.
Sehubungan dengan itu, ayat ini menyanggah orang-orang musyrik agar tidak buru-buru berkesimpulan bahwa Alquran itu adalah tenung hanya karena belum atau tidak mengetahui isi Alquran.

Sangat sedikit di antara mereka yang mau beriman kepada Alquran ketika itu, dan mau mengambil pelajaran dari isinya.
Mukjizat Qur’an terletak pada isi.

Makin tinggi ilmu pengetahuan seseorang, akan makin mudah mencerna maksudnya, di samping nilai bahasanya.


Umat Islam Indonesia pada umumnya kesulitan membuktikan dan mengetahui letak kemukjizatan Alquran dari segi bahasa, karena untuk mengetahui ketinggian susunan kata-kata haruslah dapat merasakan keindahan gaya dan bahasa itu sendiri.
Oleh karena itu, untuk mengetahui ketinggian Alquran, cukup dengan mengetahui pendapat dan sikap para sastrawan Arab penantang Islam terhadap Alquran itu.
Di antaranya adalah Abu al-Walid, yaitu seorang pemimpin dan sastrawan Arab yang terkenal pada masa itu.
Ia pernah diutus kaumnya kepada Nabi ﷺ untuk meminta beliau menghentikan dakwahnya.
Mendengar permintaan Abu al-Walid itu, Nabi ﷺ membaca Surah Fushshilat [41] dari ayat pertama hingga akhir ayat 14. Abu al-Walid terpesona mendengar ayat-ayat itu, sehingga ia termenung memikirkan keindahan gaya bahasanya.
Lalu ia langsung kembali kepada kaumnya.
Ketika ditanya tentang hasil pertemuan itu, ia mengatakan kepada kaumnya,
"Aku belum pernah mendengar kata-kata yang seindah itu.
Apa yang dibaca itu bukanlah syair, sihir, atau kata-kata ahli tenung.
Mendengar jawaban Abu al-Walid, mereka menuduh bahwa ia telah terkena sihir oleh Muhammad dan berkhianat kepada agama nenek moyang mereka.
Di antara pemuka dan sesepuh Quraisy adalah al-Walid bin al-Mugirah.
Orang ini pernah mendengar ayat-ayat Alquran yang dibacakan Nabi.
Maka ia berkata kepada kaumnya (Bani Makhzum),
"Baru-baru ini aku mendengar dari Muhammad suatu ucapan yang menurutku bukanlah perkataan manusia atau jin.
Ucapan itu enak didengar, bagus disimak, laksana sebatang pohon, yang atasnya berbuah, dan bawahnya terhunjam ke tanah.
Dia benar-benar unggul dan tidak akan dapat diungguli.
Di samping dua orang tersebut, banyak juga sastrawan Arab pada waktu itu yang mencoba membuat yang serupa ayat-ayat Alquran , tetapi tidak seorang pun yang sanggup melakukannya.


Dari kedua ayat ini dapat dipahami bahwa sangat sedikit di antara kaum musyrik Mekah yang mengakui bahwa Alquran adalah kitab yang diturunkan Allah kepada Muhammad, begitu juga yang mengambil pelajaran dari isinya.
Yang demikian itu adalah karena:


1. Mereka takut dikucilkan oleh kaumnya dengan mempelajari Alquran, walaupun hati dan pikiran mereka telah mengakuinya, seperti halnya pada Abu al-Walid dan al-Walid bin al-Mugirah.


2. Sebahagian mereka tidak mengetahui isinya karena tidak mau mempelajarinya dengan sungguh-sungguh.
Mereka lebih dahulu mendustakannya.

Tafsir QS. Al Haaqqah (69) : 42. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan Alquran bukanlah mantra seperti mantranya para tukang tenung sebagaimana anggapan kalian.
Hanya sedikit sekali sikap perenungan kalian untuk memahami perbedaan antara keduanya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Maka Aku bersumpah dengan apa yang dapat kalian saksikan dari hal-hal yang terlihat dan dengan apa yang tidak kalian saksikan berupa hal-hal gaib.
Sesungguhnya Alquran itu benar-benar firman Allah yang dibacakan oleh seorang rasul yang sangat mulia dan utama.


Alquran itu bukanlah perkataan seorang penyair sebagaimana yang kalian sangkakan.
Amat sedikit dari kalian yang beriman kepadanya.


Bukan pula perkataan peramal.
Amat sedikit dari kalian yang mengambil pelajaran dan merenungkan perbedaan diantara keduanya.


Alquran adalah firman Allah Tuhan alam semesta yang diturunkan kepada rasul-Nya, Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan bukan pula perkataan tukang tenung.
Sedikit sekali kalian mengambil pelajaran darinya) lafal tu’minuuna pada ayat di atas dan lafal tadzakkaruuna, kedua-duanya dapat pula dibaca yu’minuuna dan yadzakkaruuna.
Huruf maa-nya merupakan huruf zaidah yang berfungsi mengukuhkan makna.
Makna ayat, bahwasanya mereka itu hanya beriman kepada hal-hal yang sedikit sekali, dan mereka pun hanya ingat sedikit tentang hal-hal yang didatangkan oleh Nabi ﷺ yaitu berupa kebaikan, silaturahmi, dan memelihara kehormatan.
Maka hal-hal tersebut tiada memberi manfaat kepada mereka barang sedikit pun.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala bersumpah kepada makhluk-Nya dengan menyebut segala sesuatu yang disaksikan oleh mereka, yaitu tanda-tanda kekuasaan-Nya yang terdapat pada semua makhluk-Nya, yang menunjukkan kesempurnaan-Nya dalam asma-asma dan sifat-sifat-Nya.
Dia juga bersumpah kepada mereka dengan menyebut semua perkara gaib yang tidak dapat dilihat oleh mereka, bahwa sesungguhnya AL-Qur’an ini adalah kalam-Nya dan wahyu-Nya yang diturunkan-Nya kepada hamba dan rasul-Nya yang telah Dia pilih untuk menyampaikan risalah dan menunaikan amanat-Nya.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Maka Aku, bersumpah dengan apa yang kamu lihat.
Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.
Sesungguhnya Alquran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia.
(QS. Al-Haqqah [69]: 38-40)

Yakni Nabi Muhammad ﷺ, lalu di-mudaf-kan kepadanya dengan mengandung makna tablig (menyampaikan), karena sesungguhnya tugas rasul itu ialah menyampaikan apa yang dititipkan kepadanya.
Untuk itulah maka di-mudaf-kan pula makna ini kepada malaikat yang dipercaya untuk menyampaikannya, sebagaimana yang terdapat di dalam surat At-Takwir, yaitu:

Sesungguhnya Alquran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi disisi Allah yang mempunyai ‘Arasy yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.
(QS. At-Takwir [81]: 19-21)

Yang ini adalah malaikat yang menyampaikannya dari Allah kepada Nabi ﷺ yaitu Jibrilalaihis salam Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.
(QS. At-Takwir [81]: 22)

Yaitu temanmu Muhammad ﷺ

Dan sesungguhnya Muhammad itu meIihat Jibril di ufuk yang terang.
(QS. At-Takwir [81]: 23)

Yakni Nabi Muhammad ﷺ melihat rupa asli Malaikat Jibrilalaihis salam

Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang gaib.
(QS. At-Takwir [81]: 24)

Maksudnya, dia bukanlah orang yang menerka-nerka yang gaib.

Dan Alquran itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk.
(QS. At-Takwir [81]: 25)

Maka demikian pula yang disebutkan dalam surat ini melalui firman-Nya:

Dan Alquran itu bukanlah perkataan seorang penyair.
Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.
Dan bukan pula perkataan tukang tenung.
Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya.
(QS. Al-Haqqah [69]: 41-42)

Terkadang Allah meng-idafah-kan kepada malaikat yang diutus-Nya, terkadang meng-idafah-kannya (mengaitkan Alquran) kepada manusia yang diutus-Nya, karena masing-masing dari keduanya bertugas menyampaikan wahyu dan kalam-Nya yang dipercayakan kepadanya.
Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.
(QS. Al-Haqqah [69]: 43)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Mugirah, telah menceritakan kepada kami Safwan, telah menceritakan kepada kami Syuraih ibnu Ubaid yang mengatakan bahwa Umar ibnul Khattab pernah mengatakan bahwa sebelum masuk Islam, ia pernah keluar untuk menghadang Rasulullah ﷺ Ternyata ia menjumpai beliau telah mendahuluinya berada di masjid.
Lalu ia berdiri di belakang beliau, maka beliau membaca surat Al-Haqqah, dan ia merasa kagum dengan susunan kata-kata Alquran.
Ia berkata dalam hatinya,
"Dia, demi Allah, adalah seorang penyair seperti yang dikatakan oleh orang-orang Quraisy."
Maka beliau membaca firman-Nya:
Sesungguhnya Alquran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia, dan Alquran itu bukanlah perkataan seorang penyair.
Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.
(QS. Al-Haqqah [69]: 40-41);
Kemudian aku (Umar) berkata,
"Dia adalah seorang tukang tenung."
Maka Nabi ﷺ membaca firman selanjutnya:
Dan bukan pula perkataan tukang tenung.
Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya.
Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.
Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya.
Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.
Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami) dari pemotongan urat nadi itu.
(QS. Al-Haqqah [69]: 42-47), hingga akhir surat.

Selanjutnya Umar mengatakan bahwa lalu sejak saat itu Islam mulai meresap dan menimbulkan kesan yang mendalam di dalam hatiku.
Ini merupakan salah satu dari penyebab yang dijadikan oleh Allah untuk memberikan hidayah kepada Umar ibnul Khattab.
Sebagaimana yang telah kami kemukakan dalam karya tulis yang terpisah mengenai Sirah perjalanan hidupnya, yang di dalamnya dijelaskan bagaimana keadaannya ketika mula-mula masuk Islam.

Unsur Pokok Surah Al Haaqqah (الحآقة)

Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Al-Mulk.

Nama Al Haaqqah" diambil dari kata "Al Haaqqah" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "’hari kiamat".

Keimanan:

▪ Peringatan tentang azab yang ditimpakan kepada kaum-kaum Tsamud, ‘Aad, Fir’aun, kaum Nuh dan kaum-kaum sebelum mereka yang mengingkari rasulrasul mereka pada hari kiamat.
▪ Kejadian-kejadian pada hari kiamat dan hari berhisab.
▪ Penegasan Allah bahwa Alquran itu benar-benar wahyu Allah.

Audio

QS. Al-Haaqqah (69) : 1-52 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 52 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Haaqqah (69) : 1-52 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 52

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Haaqqah ayat 42 - Gambar 1 Surah Al Haaqqah ayat 42 - Gambar 2
Statistik QS. 69:42
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Haaqqah.

Surah Al-Haqqah (bahasa Arab:الحآقّة, “Hari Kiamat”) adalah surah ke-69 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 52 ayat.
Dinamakan Al Haaqqah yang berarti hari kiamat diambil dari perkataan Al-Haaqqah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah69
Nama SurahAl Haaqqah
Arabالحآقة
ArtiHari kiamat
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu78
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat52
Jumlah kata261
Jumlah huruf1133
Surah sebelumnyaSurah Al-Qalam
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma’arij
Sending
User Review
4.6 (10 votes)
Tags:

69:42, 69 42, 69-42, Surah Al Haaqqah 42, Tafsir surat AlHaaqqah 42, Quran Al Haqqah 42, AlHaqqah 42, Al-Haqqah 42, Surah Al Haqah ayat 42

▪ qs 69:42
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 56 [QS. 27:56]

56. Teguran Nabi Lut tidak digubris sedikit pun oleh kaumnya, bahkan mereka menganggapnya sebagai teguran yang tidak wajar untukditanggapi, karena itu jawaban kaumnya tidak lain hanya dengan mengataka … 27:56, 27 56, 27-56, Surah An Naml 56, Tafsir surat AnNaml 56, Quran An-Naml 56, Surah An Naml ayat 56

QS. Fushshilat (Yang dijelaskan) – surah 41 ayat 24 [QS. 41:24]

24. Agar terasa betapa besar murka Allah terhadap musuh-musuh-Nya itu, maka pembicaraan tidak ditujukan kepada mereka, karena mereka tidak layak lagi untuk diajak bicara, tetapi dikatakan bahwa meskip … 41:24, 41 24, 41-24, Surah Fushshilat 24, Tafsir surat Fushshilat 24, Quran Fushilat 24, Fusilat 24, Fussilat 24, Surah Fusilat ayat 24

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan ...

Benar! Kurang tepat!

+

Ilmu yang bermanfaat adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Kuis Agama Islam #31
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Kuis Agama Islam #31 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Kuis Agama Islam #31 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang tidak diawali basmalah adalah … al-Anfal ar-Rahman Maryam at-Taubah Al-Fatihah Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah At-Taubah adalah surah ke-9

Pendidikan Agama Islam #23

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … من شرّ ماخلق ومن شرّ ا سقٍ اذا وقب ومن شرّ النفّثت

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … QS. Al A’raf : 34

Instagram