Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Haaqqah (Hari kiamat) – surah 69 ayat 42 [QS. 69:42]

وَ لَا بِقَوۡلِ کَاہِنٍ ؕ قَلِیۡلًا مَّا تَذَکَّرُوۡنَ
Walaa biqauli kaahinin qaliilaa maa tadzakkaruun(a);
Dan bukan pula perkataan tukang tenung.
Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya.

―QS. Al Haaqqah [69]: 42

Daftar isi

Nor the word of a soothsayer;
little do you remember.
― Chapter 69. Surah Al Haaqqah [verse 42]

وَلَا dan tidak

And not
بِقَوْلِ perkataan

(it is the) word
كَاهِنٍ dukun/tukang tenung

(of) a soothsayer;
قَلِيلًا sedikit

little
مَّا tidak

(is) what
تَذَكَّرُونَ kamu ingat mengambil pelajaran

you take heed.

Tafsir Quran

Surah Al Haaqqah
69:42

Tafsir QS. Al-Haqqah (69) : 42. Oleh Kementrian Agama RI

Alquran bukan syair seperti yang biasa diucapkan penyair-penyair mereka, karena Alquran di samping indah susunan gaya bahasanya juga mempunyai isi yang dalam.
Syair-syair yang diucapkan para penyair mereka tidak memiliki susunan gaya bahasa seindah susunan dan gaya bahasa Alquran dan tidak mempunyai arti yang tinggi.

Banyak terdapat ayat Alquran yang menantang orang musyrik agar membuat yang serupa atau sebanding dengan Alquran, tetapi mereka tidak sanggup melakukannya.


وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ .

فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَلَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ

Dan jika kamu meragukan (Alquran) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.
(Al-Baqarah [2]: 23-24)

Ditegaskan pula bahwa Alquran itu juga bukan berasal dari perkataan tukang tenung.
Biasanya tukang tenung teman setan karena mereka menenung itu semata-mata mencari-cari bisikan setan.

Padahal Alquran mencela perbuatan setan, sehingga dengan demikian, ia bukan bisikan setan dan bukan pula hasil tukang tenung.
Sehubungan dengan itu, ayat ini menyanggah orang-orang musyrik agar tidak buru-buru berkesimpulan bahwa Alquran itu adalah tenung hanya karena belum atau tidak mengetahui isi Alquran.

Sangat sedikit di antara mereka yang mau beriman kepada Alquran ketika itu, dan mau mengambil pelajaran dari isinya.
Mukjizat Qur’an terletak pada isi.

Makin tinggi ilmu pengetahuan seseorang, akan makin mudah mencerna maksudnya, di samping nilai bahasanya.

Umat Islam Indonesia pada umumnya kesulitan membuktikan dan mengetahui letak kemukjizatan Alquran dari segi bahasa, karena untuk mengetahui ketinggian susunan kata-kata haruslah dapat merasakan keindahan gaya dan bahasa itu sendiri.
Oleh karena itu, untuk mengetahui ketinggian Alquran, cukup dengan mengetahui pendapat dan sikap para sastrawan Arab penantang Islam terhadap Alquran itu.
Di antaranya adalah Abu Al-Walid, yaitu seorang pemimpin dan sastrawan Arab yang terkenal pada masa itu.
Ia pernah diutus kaumnya kepada Nabi ﷺ untuk meminta beliau menghentikan dakwahnya.
Mendengar permintaan Abu Al-Walid itu, Nabi ﷺ membaca Surah Fushshilat [41] dari ayat pertama hingga akhir ayat 14. Abu Al-Walid terpesona mendengar ayat-ayat itu, sehingga ia termenung memikirkan keindahan gaya bahasanya.
Lalu ia langsung kembali kepada kaumnya.
Ketika ditanya tentang hasil pertemuan itu, ia mengatakan kepada kaumnya,
"Aku belum pernah mendengar kata-kata yang seindah itu.
Apa yang dibaca itu bukanlah syair, sihir, atau kata-kata ahli tenung.
Mendengar jawaban Abu Al-Walid, mereka menuduh bahwa ia telah terkena sihir oleh Muhammad dan berkhianat kepada agama nenek moyang mereka.
Di antara pemuka dan sesepuh Quraisy adalah Al-Walid bin Al-Mugirah.
Orang ini pernah mendengar ayat-ayat Alquran yang dibacakan Nabi.
Maka ia berkata kepada kaumnya (Bani Makhzum),
"Baru-baru ini aku mendengar dari Muhammad suatu ucapan yang menurutku bukanlah perkataan manusia atau jin.
Ucapan itu enak didengar, bagus disimak, laksana sebatang pohon, yang atasnya berbuah, dan bawahnya terhunjam ke tanah.
Dia benar-benar unggul dan tidak akan dapat diungguli.
Di samping dua orang tersebut, banyak juga sastrawan Arab pada waktu itu yang mencoba membuat yang serupa ayat-ayat Alquran , tetapi tidak seorang pun yang sanggup melakukannya.

Dari kedua ayat ini dapat dipahami bahwa sangat sedikit di antara kaum musyrik Mekah yang mengakui bahwa Alquran adalah kitab yang diturunkan Allah kepada Muhammad, begitu juga yang mengambil pelajaran dari isinya.
Yang demikian itu adalah karena:

1. Mereka takut dikucilkan oleh kaumnya dengan mempelajari Alquran, walaupun hati dan pikiran mereka telah mengakuinya, seperti halnya pada Abu Al-Walid dan Al-Walid bin Al-Mugirah.

2. Sebahagian mereka tidak mengetahui isinya karena tidak mau mempelajarinya dengan sungguh-sungguh.
Mereka lebih dahulu mendustakannya.

Tafsir QS. Al Haaqqah (69) : 42. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan Alquran bukanlah mantra seperti mantranya para tukang tenung sebagaimana anggapan kalian.
Hanya sedikit sekali sikap perenungan kalian untuk memahami perbedaan antara keduanya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Maka Aku bersumpah dengan apa yang dapat kalian saksikan dari hal-hal yang terlihat dan dengan apa yang tidak kalian saksikan berupa hal-hal gaib.
Sesungguhnya Alquran itu benar-benar firman Allah yang dibacakan oleh seorang rasul yang sangat mulia dan utama.


Alquran itu bukanlah perkataan seorang penyair sebagaimana yang kalian sangkakan.
Amat sedikit dari kalian yang beriman kepadanya.


Bukan pula perkataan peramal.
Amat sedikit dari kalian yang mengambil pelajaran dan merenungkan perbedaan diantara keduanya.


Alquran adalah firman Allah Tuhan alam semesta yang diturunkan kepada rasul-Nya, Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan bukan pula perkataan tukang tenung.
Sedikit sekali kalian mengambil pelajaran darinya) lafal tu’minuuna pada ayat di atas dan lafal tadzakkaruuna, kedua-duanya dapat pula dibaca yu’minuuna dan yadzakkaruuna.
Huruf maa-nya merupakan huruf zaidah yang berfungsi mengukuhkan makna.
Makna ayat, bahwasanya mereka itu hanya beriman kepada hal-hal yang sedikit sekali, dan mereka pun hanya ingat sedikit tentang hal-hal yang didatangkan oleh Nabi ﷺ yaitu berupa kebaikan, silaturahmi, dan memelihara kehormatan.
Maka hal-hal tersebut tiada memberi manfaat kepada mereka barang sedikit pun.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala bersumpah kepada makhluk-Nya dengan menyebut segala sesuatu yang disaksikan oleh mereka, yaitu tanda-tanda kekuasaan-Nya yang terdapat pada semua makhluk-Nya, yang menunjukkan kesempurnaan-Nya dalam asma-asma dan sifat-sifat-Nya.
Dia juga bersumpah kepada mereka dengan menyebut semua perkara gaib yang tidak dapat dilihat oleh mereka, bahwa sesungguhnya AL-Qur’an ini adalah kalam-Nya dan wahyu-Nya yang diturunkan-Nya kepada hamba dan rasul-Nya yang telah Dia pilih untuk menyampaikan risalah dan menunaikan amanat-Nya.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Maka Aku, bersumpah dengan apa yang kamu lihat.
Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.
Sesungguhnya Alquran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia.
(QS. Al-Haqqah [69]: 38-40)

Yakni Nabi Muhammad ﷺ, lalu di-mudaf-kan kepadanya dengan mengandung makna tablig (menyampaikan), karena sesungguhnya tugas rasul itu ialah menyampaikan apa yang dititipkan kepadanya.
Untuk itulah maka di-mudaf-kan pula makna ini kepada malaikat yang dipercaya untuk menyampaikannya, sebagaimana yang terdapat di dalam surat At-Takwir, yaitu:

Sesungguhnya Alquran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi disisi Allah yang mempunyai ‘Arasy yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.
(QS. At-Takwir [81]: 19-21)

Yang ini adalah malaikat yang menyampaikannya dari Allah kepada Nabi ﷺ yaitu Jibril ‘alaihis salam Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.
(QS. At-Takwir [81]: 22)

Yaitu temanmu Muhammad ﷺ

Dan sesungguhnya Muhammad itu meIihat Jibril di ufuk yang terang.
(QS. At-Takwir [81]: 23)

Yakni Nabi Muhammad ﷺ melihat rupa asli Malaikat Jibril ‘alaihis salam

Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang gaib.
(QS. At-Takwir [81]: 24)

Maksudnya, dia bukanlah orang yang menerka-nerka yang gaib.

Dan Alquran itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk.
(QS. At-Takwir [81]: 25)

Maka demikian pula yang disebutkan dalam surat ini melalui firman-Nya:

Dan Alquran itu bukanlah perkataan seorang penyair.
Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.
Dan bukan pula perkataan tukang tenung.
Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya.
(QS. Al-Haqqah [69]: 41-42)

Terkadang Allah meng-idafah-kan kepada malaikat yang diutus-Nya, terkadang meng-idafah-kannya (mengaitkan Alquran) kepada manusia yang diutus-Nya, karena masing-masing dari keduanya bertugas menyampaikan wahyu dan kalam-Nya yang dipercayakan kepadanya.
Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.
(QS. Al-Haqqah [69]: 43)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Mugirah, telah menceritakan kepada kami Safwan, telah menceritakan kepada kami Syuraih ibnu Ubaid yang mengatakan bahwa Umar ibnul Khattab pernah mengatakan bahwa sebelum masuk Islam, ia pernah keluar untuk menghadang Rasulullah ﷺ Ternyata ia menjumpai beliau telah mendahuluinya berada di masjid.
Lalu ia berdiri di belakang beliau, maka beliau membaca surat Al-Haqqah, dan ia merasa kagum dengan susunan kata-kata Alquran.
Ia berkata dalam hatinya,
"Dia, demi Allah, adalah seorang penyair seperti yang dikatakan oleh orang-orang Quraisy."
Maka beliau membaca firman-Nya:
Sesungguhnya Alquran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia, dan Alquran itu bukanlah perkataan seorang penyair.
Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.
(QS. Al-Haqqah [69]: 40-41);
Kemudian aku (Umar) berkata,
"Dia adalah seorang tukang tenung."
Maka Nabi ﷺ membaca firman selanjutnya:
Dan bukan pula perkataan tukang tenung.
Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya.
Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.
Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya.
Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.
Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami) dari pemotongan urat nadi itu.
(QS. Al-Haqqah [69]: 42-47), hingga akhir surat.

Selanjutnya Umar mengatakan bahwa lalu sejak saat itu Islam mulai meresap dan menimbulkan kesan yang mendalam di dalam hatiku.
Ini merupakan salah satu dari penyebab yang dijadikan oleh Allah untuk memberikan hidayah kepada Umar ibnul Khattab.
Sebagaimana yang telah kami kemukakan dalam karya tulis yang terpisah mengenai Sirah perjalanan hidupnya, yang di dalamnya dijelaskan bagaimana keadaannya ketika mula-mula masuk Islam.

Unsur Pokok Surah Al Haaqqah (الحآقة)

Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Al-Mulk.

Nama Al Haaqqah" diambil dari kata "Al Haaqqah" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "’hari kiamat".

Keimanan:

▪ Peringatan tentang azab yang ditimpakan kepada kaum-kaum Tsamud, ‘Aad, Fir’aun, kaum Nuh dan kaum-kaum sebelum mereka yang mengingkari rasul-rasul mereka pada hari kiamat.
▪ Kejadian-kejadian pada hari kiamat dan hari berhisab.
▪ Penegasan Allah bahwa Alquran itu benar-benar wahyu Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Al Haaqqah (52 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Haaqqah (69) : 1-52 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 52 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Haaqqah (69) : 1-52 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 52

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Haaqqah ayat 42 - Gambar 1 Surah Al Haaqqah ayat 42 - Gambar 2
Statistik QS. 69:42
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Haaqqah.

Surah Al-Haqqah (bahasa Arab:الحآقّة, “Hari Kiamat”) adalah surah ke-69 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 52 ayat.
Dinamakan Al Haaqqah yang berarti hari kiamat diambil dari perkataan Al-Haaqqah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 69
Nama Surah Al Haaqqah
Arab الحآقة
Arti Hari kiamat
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 78
Juz Juz 29
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 261
Jumlah huruf 1133
Surah sebelumnya Surah Al-Qalam
Surah selanjutnya Surah Al-Ma’arij
Sending
User Review
4.6 (10 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

69:42, 69 42, 69-42, Surah Al Haaqqah 42, Tafsir surat AlHaaqqah 42, Quran Al Haqqah 42, AlHaqqah 42, Al-Haqqah 42, Surah Al Haqah ayat 42

Video Surah

69:42


Load More

Kandungan Surah Al Haaqqah

۞ QS. 69:1 • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 69:2 • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 69:3 • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 69:4 • Nama-nama hari kiamat • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 69:5 Al Muntaqim (Maha Pembalas dosa) • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 69:6 Al Muntaqim (Maha Pembalas dosa) • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 69:7 • Azab orang kafir

۞ QS. 69:8 • Azab orang kafir

۞ QS. 69:9 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 69:10 Ar Rabb (Tuhan) • Al Muntaqim (Maha Pembalas dosa) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 69:11 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 69:13 • Peniupan sangkakala • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 69:14 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 69:15 • Nama-nama hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 69:16 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 69:17 ArsyAr Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 69:18 • Keluasan ilmu Allah • Sifat hari penghitungan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 69:19 • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 69:20 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 69:21 • Pahala iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 69:22 • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 69:23 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 69:24 • Pahala iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 69:25 • Keluasan ilmu Allah • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 69:26 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 69:27 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 69:28 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 69:29 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 69:30 • Memasuki neraka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 69:31 • Nama-nama neraka • Memasuki neraka • Sifat neraka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 69:32 • Sifat neraka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 69:33 • Al ‘Azim (Maha Agung) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 69:35 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat

۞ QS. 69:36 • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 69:37 • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 69:41 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 69:43 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 69:44 • Mendustai Allah

۞ QS. 69:45 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 69:46 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 69:48 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 69:49 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 69:50 • Azab orang kafir

۞ QS. 69:52 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Azim (Maha Agung)

Ayat Pilihan

Boleh jadi kamu membenci sesuatu,
padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu,
padahal ia amat buruk bagimu,
Allah mengetahui,
sedang kamu tidak mengetahui.
QS. Al-Baqarah [2]: 216

Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
QS. At-Taubah [9]: 103

Musa berdoa:
“Ya Tuhanku,
ampunilah aku & saudaraku & masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau,
dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang”.
QS. Al-A’raf [7]: 151

Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu,
dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa & orang yang kafir dia antara mereka.
QS. Al-Insan [76]: 24

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

+

Array

Arti al-Kaafirun adalah ...

Correct! Wrong!

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Kamus Istilah Islam

Al Muta’aalii

Apa itu Al Muta’aalii? Allah itu Al-Muta’aliy ◀ Artinya adalah Allah itu Maha Tinggi dengan ketinggian yang begitu sempurna dan tidak terkira. Dan tidak akan ada yang mampu untuk melampaui-Nya. Apabila Allah telah menundukkan alam ini kepada diri kita seperti harta, kendaraan, pakaian dan lain sebagainya, maka jangan sekali-kali kita merasa sombong. Karena Allah-l … • Al-Muta’aalii, Al-Muta’ali

wukuf

Apa itu wukuf? wu.kuf salah satu upacara menunaikan ibadah haji dengan berdiam di Arafah ketika mulai waktu tergelincir sampai terbenam matahari tanggal 9 Zulhijah … • wuquf

fi’il mudhari‘

Apa itu fi’il mudhari‘? Fi’il Mudhori’ – Kata kerja bentuk sedang atau akan: Kata kerja menunjukkan kejadian sesuatu pada saat berbicara atau setelahnya, pantas digunakan untuk kejadian saat berlangsung atau akan berlangsung. Dapat dipastikan kejadian itu terjadi saat berlangsung dengan dimasukkannya Lam Taukid dan Ma Nafi. Seperti: قَالَ إِنِّي لَيَحْزُنُنِي أَنْ تَذْ … • Fi’il Mudhori’, Mudhori