QS. Al Haaqqah (Hari kiamat) – surah 69 ayat 20 [QS. 69:20]

اِنِّیۡ ظَنَنۡتُ اَنِّیۡ مُلٰقٍ حِسَابِیَہۡ
Innii zhanantu annii mulaaqin hisaabiyah;

Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.
―QS. 69:20
Topik ▪ Hisab ▪ Sifat hari penghitungan ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
69:20, 69 20, 69-20, Al Haaqqah 20, AlHaaqqah 20, Al Haqqah 20, AlHaqqah 20, Al-Haqqah 20

Tafsir surah Al Haaqqah (69) ayat 20

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Haaqqah (69) : 20. Oleh Kementrian Agama RI

Dengan bangga dan penuh kepuasan orang-orang mukmin berkata, “Aku telah yakin bahwa Tuhan akan menghisabku dan aku akan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatanku hari ini.
Karena itulah, selama hidup di dunia aku beriman kepada Allah serta melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya yang disampaikan Nabi Muhammad.
Aku pun yakin bahwa Tuhanku akan menghisab dan menimbang amal perbuatanku.”

Menurut adh-ahhak, setiap perkataan dhann (dugaan) yang berhubungan dengan orang-orang yang beriman, yang terdapat dalam Al-Qur’an berarti yakin, dan kalau berhubungan dengan orang-orang kafir berarti ragu-ragu.
Al-hasan berkata, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman mempunyai dugaan yang mendekati keyakinan (dhann) yang paling baik kepada Tuhannya, lalu mereka meningkatkan amalnya untuk akhirat, sedangkan orang-orang munafik mempunyai keragu-raguan (dhann) yang paling buruk terhadap Tuhannya; maka ia mempunyai amal yang buruk pula untuk akhirat.” Demikian pula dalam ayat ini.
Perkataan dhanantu berarti “aku yakin” bukan “aku ragu”,
atau “aku menduga”.
Arti yang semakna dengan ini terdapat pula pada firman Allah:

Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita bohong itu dan berkata, “Ini adalah (suatu berita) bohong yang nyata.”
(Q.S. An-Nuur [24]: 12)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya aku, ketika di dunia, yakin akan menghadapi perhitungan ini.
Maka aku pun mempersiapkannya untuk pertemuan itu.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(“Sesungguhnya aku yakin) aku telah merasa yakin (bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.”)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya aku yakin bahwa Sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.
(Q.S. Al-Haqqah [69]: 20)

Yakni sesungguhnya aku ketika di dunia meyakini bahwa hari ini pasti akan terjadi, semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

(yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 46)

Kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya:

Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai.
(Q.S. Al-Haqqah;21)

Lafaz radiyah bermakna mardiyyah, yakni diridai.

dalam surga yang tinggi.
(Q.S. Al-Haqqah [69]: 22)

Artinya, yang gedungnya tinggi-tinggi, bidadarinya cantik-cantik, tempat-tempat tinggal yang penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan yang abadi.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Atabah alias AL-Hasan ibnu Ali ibnu Muslim As-Sukuni, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ayyasy, dari Sa’id ibnu Yusuf.
dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Abu Salam Al-Aswad yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Umamah menceritakan hadis berikut, bahwa pernah ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang keadaan ahli surga, apakah mereka saling berkunjung di antara sesamanya?
Maka Rasulullah ﷺ menjawab: Benar, Sesungguhnya para penghuni derajat yang tertinggi benar-benar turun ke tempat para penghuni derajat yang di bawahnya, lalu mengucapkan salam penghormatan kepada mereka dan mereka menjawab salam penghormatannya.
Para penghuni derajat yang di bawah tidak mampu naik ke tempat para penghuni derajat yang tertinggi disebabkan kurangnya amal perbuatan mereka.

Di dalam kitab sahih telah disebutkan sebuah hadis yang mengatakan:

Sesungguhnya surga itu terdiri dari seratus tingkatan, dan jarak di antara satu tingkatan ke tingkatan yang lainnya sama dengan jarak antara langit dan bumi.


Informasi Surah Al Haaqqah (الحآقة)
Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Al Mulk.

Nama Al Haaqqah” diambil dari kata “Al Haaqqah” yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya “‘hari kiamat”.

Keimanan:

Peringatan tentang azab yang ditimpakan kepada kaum-kaum Tsamud, ‘Aad, Fir’aun, kaum Nuh dan kaum-kaum sebelum mereka yang mengingkari rasul-rasul mereka pada hari kiamat
kejadian-kejadian pada hari kiamat dan hari berhisab
penegasan Allah bahwa Al Qur’an itu benar-benar wahyu Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Al Haaqqah (52 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Haaqqah (69) ayat 20 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Haaqqah (69) ayat 20 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Haaqqah (69) ayat 20 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Haqqah (69) ayat 1-52 - Nalendra Wiryawan (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Haqqah (69) ayat 1-52 - Nalendra Wiryawan (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Haaqqah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 52 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 69:20
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Haaqqah.

Surah Al-Haqqah (bahasa Arab:الحآقّة, "Hari Kiamat") adalah surah ke-69 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 52 ayat.
Dinamakan Al Haaqqah yang berarti hari kiamat diambil dari perkataan Al-Haaqqah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 69
Nama Surah Al Haaqqah
Arab الحآقة
Arti Hari kiamat
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 78
Juz Juz 29
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 261
Jumlah huruf 1133
Surah sebelumnya Surah Al-Qalam
Surah selanjutnya Surah Al-Ma’arij
4.6
Ratingmu: 4.8 (16 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta