Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Haaqqah (Hari kiamat) – surah 69 ayat 17 [QS. 69:17]

وَّ الۡمَلَکُ عَلٰۤی اَرۡجَآئِہَا ؕ وَ یَحۡمِلُ عَرۡشَ رَبِّکَ فَوۡقَہُمۡ یَوۡمَئِذٍ ثَمٰنِیَۃٌ
Wal malaku ‘ala arjaa-ihaa wayahmilu ‘arsya rabbika fauqahum yauma-idzin tsamaaniyatun;
Dan para malaikat berada di berbagai penjuru langit.
Pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka.

―QS. Al Haaqqah [69]: 17

And the angels are at its edges.
And there will bear the Throne of your Lord above them, that Day, eight (of them).
― Chapter 69. Surah Al Haaqqah [verse 17]

وَٱلْمَلَكُ dan malaikat

And the Angels
عَلَىٰٓ di atas

(will be) on
أَرْجَآئِهَا penjuru-penjuru langit

its edges,
وَيَحْمِلُ dan membawa

and will bear
عَرْشَ Arsy

(the) Throne
رَبِّكَ Tuhanmu

(of) your Lord
فَوْقَهُمْ di atas mereka

above them,
يَوْمَئِذٍ pada hari ini

that Day,
ثَمَٰنِيَةٌ delapan

eight.

Tafsir

Alquran

Surah Al Haaqqah
69:17

Tafsir QS. Al Haaqqah (69) : 17. Oleh Kementrian Agama RI


Pada hari Kiamat, para malaikat berada di segenap penjuru langit.
Delapan malaikat menjunjung ‘Arasy Allah di atas kepalanya.

Persoalan malaikat dan ‘Arasy ini adalah persoalan yang gaib, tidak seorang pun yang mengetahuinya.
Tidak dijelaskan bentuk ‘Arasy yang dipikul para malaikat itu, dan ke mana mereka membawanya.

Oleh karena itu, kita menerima semuanya itu berdasarkan iman kita kepada Allah.

Tafsir QS. Al Haaqqah (69) : 17. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Para malaikat berada di penjuru-penjuru langit.
Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas kepala mereka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Maka apabila malaikat meniup sangkakala sekali tiupan, yaitu tiupan pertama yang membinasakan seluruh alam semesta, bumi, dan gunung-gunung terangkat dari tempatnya lalu hancurlah keduanya, berguncang dahsyat dengan sekali guncangan.
Dan terbelahlah langit.


Pada hari itu langit menjadi rapuh, tidak saling berpegangan dan tidak kokoh lagi.
Para malaikat berada di sisi dan sudut-sudut reruntuhan langit.
.
Pada hari itu ada delapan malaikat agung yang memanggul ‘Arsy Tuhanmu.


Wahai manusia, pada hari itu kalian dihadapkan kepada Allah untuk dihisab dan dibalas.
Tidak ada satu pun rahasia kalian yang tersembunyi.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan malaikatmalaikat) lafal al-malaku adalah bentuk jamak dari lafal malaa’ikah, artinya malaikatmalaikat


(berada di penjuru-penjuru langit) berada di seantero langit.


(Dan diangkatlah Arasy Rabbmu di atas mereka) oleh malaikatmalaikat tersebut


(pada hari itu yang jumlahnya ada delapan malaikat) ada delapan malaikat atau delapan barisan malaikat.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal huru-hara yang terjadi di hari kiamat, yang hal ini terjadi pada tiupan pertama yang mengagetkan.
Kemudian diiringi dengan tiupan kematian, saat itulah semua makhluk yang ada di langit dan di bumi mati semuanya kecuali orang yang dikehendaki olah Allah.
Kemudian dilakukanlah tiupan kebangkitan untuk menghadap kepada Tuhan semesta alam, maka bangkit dan hidup kembalilah semua makhluk.
Dan itu terjadi pada tiupan yang disebutkan dalam ayat di atas yang diungkapkan dengan lafaz yang dikukuhkan, yaitu bahwa tiupan ku sekali;
karena perintah Allah tidak dapat ditentang, tidak dapat dicegah, dan tidak perlu adanya ulangan atau pengukuhan.
Menurut Ar-Rabi’, terjadinya peristiwa tersebut adalah pada tiupan yang terakhir.
Tetapi pendapat yang jelas adalah seperti apa yang kami sebutkan pada permulaan.
Karena itulah disebutkan dalam ayat ini:

dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.
(QS. Al-Haqqah [69]: 14)

Yakni bumi digelarkan sebagaimana digelarkan kulit yang dijajakan di pasar ‘Ukaz, lalu bumi ini diganti dengan bumi lainnya.

Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat.
(QS. Al-Haqqah [69]: 15)


Maksudnya, mulai terjadi hari kiamat.

dan terbelahlah langit, karena langit pada hari itu menjadi lemah.
(QS. Al-Haqqah [69]: 16)

Sammak telah meriwayatkan dari seorang syekh, dari Bani Asad, dari Ali yang mengatakan bahwa langit terbelah mulai dari bagian atasnya;
demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Ibnu Juraij mengatakan bahwa ayat ini semakna dengan firman-Nya:

dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu.
(QS. An-Naba‘ [78]: 19)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa langit berlubang dan ‘Arasy tepat berada di atasnya.

Dan malaikatmalaikat berada di penjuru-penjuru langit.
(QS. Al-Haqqah [69]: 17)

Al-Malak adalah isim jenis, yakni para malaikat berada di semua penjuru langit.’ Menurut Ibnu Abbas, mereka berada di bagian langit yang tidak lemah, yakni di semua pinggirannya.
Hal yang sama dikatakan oleh Sa’id ibnu Jubair dan Al-Auza’i.
Ad-Dahhak mengatakan bahwa Arja-iha artinya pinggiran-pinggirannnya.
Al-Hasan Al-Basri mengatakan, makna yang dimaksud ialah beradadi pintu-pintunya.


Ar-Rabi’ ibnu Anas telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan malaikatmalaikat berada di penjuru-penjuru langit.
(QS. Al-Haqqah [69]: 17)
Yakni berada di atas bagian langit yang terbelah untuk melihat penduduk bumi.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan pada hari itu ada delapan malaikat menjunjung ‘Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.
(QS. Al-Haqqah [69]: 17)

Yaitu di hari kiamat ‘Arasy dipikul oleh delapan malaikat.
;Arasy atau singgasana ini dapat diartikan ‘Arasy yang terbesar, atau ‘Arasy yang diletakkan di bumi pada hari kiamat nanti untuk memutuskan peradilan;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Di dalam hadis Abdullah ibnu Umairah, dari Al-Ahnaf ibnu Qais, dari Al-Abbas ibnu Abdul Muttalib sehubungan dengan mereka yang memikul ‘Arasy, disebutkan bahwa mereka terdiri dari delapan ekor kijang jantan.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id alias Yahya ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Habbab, telah menceritakan kepadaku Abus Samah Al-Basri, telah menceritakan kepada kami Abu Qil alias Huyay ibnu Hani’;
ia pernah mendengar Abdullah ibnu Amr mengatakan bahwa para malaikat pemikul ‘Arasy ada delapan, jarak antara kedua sudut mata seseorang dari mereka sama dengan jarak perjalanan seratus tahun (saking besarnya).

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku yang mengatakan bahwa Ahmad ibnu Hafs ibnu Abdullah An-Naisaburi menulis surat kepadanya yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibrahim Ibnu Tuhman, dari Musa ibnu Uqbah, dari Muhammad ibnul Munkadir, dari Jabir yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Telah diizinkan bagiku untuk menceritakan kepada kamu tentang malaikatmalaikat pemikul ‘Arasy, bahwa jarak antara daun telinganya sampai ke lehernya sama dengan jarak yang ditempuh burung terbang selama tujuh ratus tahun.

Sanad hadis ini jayyid, semua perawinya siqat.


Imam Abu Daud telah meriwayatkannya di dalam Kitabus Sunnah, bagian dari kitab sunannya:


telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Hafs ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Tuhman, dari Musa ibnu Uqbah, dari Muhammad ibnul Munkadir, dari Jabir ibnu Abdullah, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Telah diizinkan bagiku untuk menceritakan tentang seorang malaikat dari para malaikat pemikul ‘Arasy Allah subhanahu wa ta’ala, bahwa jarak antara daun telinganya sampai kepundaknya sama dengan jarak perjalanan tujuh ratus tahun,

Ini menurut lafaz Imam Abu Daud.

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Zar‘ah, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnul Mugirah, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Asy’as, dari Ja’far, dari Sa’id ibnu Jubair sehubungan dengan makna firman-Nya:
Danpada hari itu ada delapan malaikat menjunjung ‘Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.
(QS. Al-Haqqah [69]: 17)
Bahwa makna yang dimaksud ialah delapan baris malaikat.

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa telah diriwayatkan hal yang semisal dari Asy-Sya’bi, Ikrimah, Ad-Dahhak, dan Ibnu Juraij.
Hal yang semisal telah diriwayatkan oleh As-Saddi, dari Abu Malik, dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah delapan baris malaikat.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas.
Ad-Dahhak mengatakan dari Ibnu Abbas, bahwa mereka adalah Malaikat Karubiyyun, terdiri dari delapan bagian;
setiap bagian (golongan) dari mereka sama banyaknya dengan bilangan manusia, jin, setan, dan para malaikat lainnya.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Haaqqah (69) Ayat 17

ARSY
عَرْش

Lafaz arsy adalah mashdar dari kata ‘arasya, jamaknya adalah ‘urusy dan a’raasy, artinya singgasana raja, tahta, inti perkara, payung, kerajaan dan sebagainya."

Lafaz arsy disebut sebanyak 22 kali di dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
-Al A’raaf (7), ayat 54;
At Taubah (9), ayat 129;
Yunus (10), ayat 3;
Yusuf (12), ayat 100;
-Ar Ra’d (13), ayat 2;
Al Israa‘ (17), ayat 42;
-Tha Ha (20), ayat 5;
-Al Anbiyaa’ (21), ayat 22;
-Al Mu’minuun (23), ayat 86, 116;
Al Furqaan (25), ayat 59;
An Naml (27), ayat 23, 26;
As Sajadah (32), ayat 4;
Az Zumar (39), ayat 75;
-Al Mu’min (40), ayat 7, 15;
Az Zukhruf (43), ayat 82;
Al Hadid (57), ayat 4;
-Al Haaqqah (69), ayat 17;
At Takwir (81), ayat 20;
Al Buruuj (85), ayat 15.
Lafaz arsy mengandung dua makna berdasarkan sandarannya pada lafaz lain:

1. Jika ia disandarkan kepada Allah, maka bermakna singgahsana Allah (arsy Allah), sebagaimana terdapat dalam kebanyakkan makna lafaz arsy di dalam Al Qur’an.

Al Fayruz berkata,
"Arsy Allah tidak dapat diketahui oleh manusia pada hakikatnya kecuali hanya sekadar nama dan ia tidak sebagaimana disangka kebanyakan orang.
Oleh karena itu, lafaz dzu Al ursy bermakna isyarat pada kerajaan Nya dan kekuasaan Nya dan tidak bermakna tempat Allah bersernayam."

Asy Syawkani berkata,
"Terdapat 14 pendapat mengenai arsy Allah dan bagaimana Allah menetap dan bersemayam.
Namun, pendapat yang paling benar adalah pendapat mazhab salaf yang meyakini Allah bersemayam di atas arsy tanpa diketahui hakikatnya dan jauh dari tafsiran yang tidak patut ke atasnya, sebagaimana pendapat Abu Al Hasan Al Asy’ari dan kinayah (perumpamaan) tentang kekuasaan dan kerajaan Nya.
Sedangkan Allah menyatakan, "Wa kaana ‘arsyuhuu ala almaa’" (Arsy Nya di atas air) maksudnya menyatakan arasy tetap wujud sejak ia diciptakan lagi tinggi di atas air’"

Az Zamakhsyari berkata,
"Ayat ini bermakna kerajaan Allah wujud sebelum diciptakan langit dan bumi dan ia menunjukkan air dan singgahsananya adalah makhluk’"

Diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Ibn Majah dari hadis Laqit bin Amir bin Al Muntafiq Al Uqayli, katanya, "Aku berkata,
"Wahai Rasulullah! Di mana Allah berada sebelum mencipta makhluknyai" Beliau menjawab, "Dia berada di ‘amaa di mana di bawahnya tidak ada udara dan juga di atasnya kemudian setelah itu Dia menciptakan arasy.
"

Qatadah berkata,
"Ayat ini adalah berita awal penciptaan Nya sebelum penciptaan langit dan bumi."

Anas bin Rabi’ berkata,
"Ketika langit dan bumi diciptakan, Allah membagi air itu kepada dua bahagian.
Bahagian pertama dijadikan di atas arsy Nya dan ia adalah laut yang terbentang."

2. Makna kedua adalah kerajaan makhluk atau singgasana raja, sebagaimana yang terdapat dalam surah Yusuf (12), ayat 100 dan Al Naml (27), ayat 23.
Ibn ‘Abbas, As Suddi, Mujahid, Qatadah mengatakan makna al ‘Arsy di sini adalah al sariir (singgahsana) atau tempat duduk yang mulia bagi para pembesar.

Ibn Zayd berkata,
"Ia bermakna majlisuh (majlis Yusuf)." Maksudnya, Nabi Yusuf mendudukkan ibu bapaknya di singgahsana atau kursi kebesaran di sebelahnya"

Al Qurtubi berkata,
"Al ‘Arsy bermakna singgahsana raja yang megah dan ia adalah sifat bagi kedudukan dan kerajaan yang megah.

Ada juga yang berpendapat ia bermakna kerajaan, tetapi pendapat pertama lebih tepat."

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 383-385

Unsur Pokok Surah Al Haaqqah (الحآقة)

Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Al-Mulk.

Nama Al Haaqqah" diambil dari kata "Al Haaqqah" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "’hari kiamat".

Keimanan:

▪ Peringatan tentang azab yang ditimpakan kepada kaum-kaum Tsamud, ‘Aad, Fir’aun, kaum Nuh dan kaum-kaum sebelum mereka yang mengingkari rasulrasul mereka pada hari kiamat.
▪ Kejadian-kejadian pada hari kiamat dan hari berhisab.
▪ Penegasan Allah bahwa Alquran itu benar-benar wahyu Allah.

Audio

QS. Al-Haaqqah (69) : 1-52 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 52 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Haaqqah (69) : 1-52 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 52

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Haaqqah ayat 17 - Gambar 1 Surah Al Haaqqah ayat 17 - Gambar 2
Statistik QS. 69:17
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Haaqqah.

Surah Al-Haqqah (bahasa Arab:الحآقّة, “Hari Kiamat”) adalah surah ke-69 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 52 ayat.
Dinamakan Al Haaqqah yang berarti hari kiamat diambil dari perkataan Al-Haaqqah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah69
Nama SurahAl Haaqqah
Arabالحآقة
ArtiHari kiamat
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu78
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat52
Jumlah kata261
Jumlah huruf1133
Surah sebelumnyaSurah Al-Qalam
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma’arij
Sending
User Review
4.5 (13 votes)
Tags:

69:17, 69 17, 69-17, Surah Al Haaqqah 17, Tafsir surat AlHaaqqah 17, Quran Al Haqqah 17, AlHaqqah 17, Al-Haqqah 17, Surah Al Haqah ayat 17

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Jaatsiyah (Yang bertekuk lutut) – surah 45 ayat 20 [QS. 45:20]

20. Wahyu berupa Al-Qur’an ini dan tuntunan yang diturunkan kepadamu adalah pedoman dan bukti bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa. … 45:20, 45 20, 45-20, Surah Al Jaatsiyah 20, Tafsir surat AlJaatsiyah 20, Quran Al-Jasiyah 20, AlJasiyah 20, Al Jasiyah 20, Surah Al Jatsiyah ayat 20

QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 68 [QS. 11:68]

Keberadaan kaum Samud yang diazab hingga binasa, seolah-olah menggambarkan bahwa mereka belum pernah tinggal di tempat itu karena demikian dahsyatnya azab itu, hingga menghancurleburkan apa saja yang … 11:68, 11 68, 11-68, Surah Hud 68, Tafsir surat Hud 68, Quran Hud 68, Surah Hud ayat 68

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Benar! Kurang tepat!

+

Array

وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ,

potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
--QS. Al Mujadalah [58] : 11

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #29
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #29 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #29 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #16

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti … Petunjuk Bacaan Kumpulan Pedoman Menghimpun Benar! Kurang tepat! Selain berisi kisah-kisah

Pendidikan Agama Islam #5

Lawan kata dari jujur ​​adalah … kebohongan riya’ ajur muslihat takwa Benar! Kurang tepat! Orang yang suka berbohong adalah orang

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Rumah besar dan bagus tetapi dikosongkan

Instagram