Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Haaqqah (Hari kiamat) – surah 69 ayat 16 [QS. 69:16]

وَ انۡشَقَّتِ السَّمَآءُ فَہِیَ یَوۡمَئِذٍ وَّاہِیَۃٌ
Waansyaqqatissamaa-u fahiya yauma-idzin waahiyatun;
dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh.
―QS. Al Haaqqah [69]: 16

And the heaven will split (open), for that Day it is infirm.
― Chapter 69. Surah Al Haaqqah [verse 16]

وَٱنشَقَّتِ dan terbelahlah

And will split
ٱلسَّمَآءُ langit

the heaven,
فَهِىَ maka ia

so it
يَوْمَئِذٍ pada hari itu

(is on) that Day
وَاهِيَةٌ lemah

frail.

Tafsir

Alquran

Surah Al Haaqqah
69:16

Tafsir QS. Al Haaqqah (69) : 16. Oleh Kementrian Agama RI


Pada saat terjadinya hari Kiamat itu, langit dalam keadaan lemah sehingga terbelah.
Jika diperhatikan hukumhukum Allah yang berlaku di ruang angkasa, maka yang dikemukakan ayat ini sesuai dengan hukum itu.

Masing-masing planet di ruang angkasa itu mempunyai daya tarik-menarik.
Dengan adanya daya tersebut, maka seluruh planet-planet menjadi selalu beredar pada garis edar yang tetap, tidak jatuh dan tidak menyimpang.

Seandainya salah satu saja di antara planet yang banyak itu bergeser dari falaknya, maka hilanglah keseimbangan tarik-menarik yang ada antara planet-planet itu, sehingga planet yang kecil tertarik oleh planet yang besar.
Terjadilah tabrakan antara planet-planet itu yang menghancurkan seluruh alam ini.


Kajian saintifik modern saat ini menyatakan bahwa jagad-raya seisinya ini diawali pembentukannya dari adanya singularity.
Singularity adalah sesuatu dimana calon/bakal ruang, energi, materi, dan waktu masih terkumpul menjadi satu (manunggal).

Dentuman Besar (Big Bang) meledakkan singularity ini dan berkembanglah seperti spiral-kerucut yang terus menerus berekspansi melebar dan melebar terus.
Sejak Big Bang itulah, waktu mulai memisahkan diri dari ruang, begitu pula energi, materi, dan gaya-gaya, dan selama bermiliar-miliar tahun terbentuklah seluruh jagad-raya yang berisi miliaran galaksi.

Ruang dan waktu terus mengalami ekspansi meluas.
Bahiruddin S.

Mahmud menjelaskan bahwa ekspansi jagad raya bukannya tak terbatas dan terus menerus.
Laju ekspansi atau perkembangan ini berangsur-angsur menurun, karena gaya gravitasi antar galaksi (yang mereka sesamanya terus saling menjauh) mulai mengendor, sehingga suatu saat akan berhentilah ekspansi jagad raya itu.


Ketika jagad raya atau alam semesta menghentikan aktivitas ekspansinya (perluasannya), masa penyusutannya (pemadatannya) pun dimulai.
Jika ekspansi diawali dari singularity, Big Bang, dan ekspansi alam semesta;
maka penyusutan alam semesta atau pemadatan (kontraksi) alam semesta diawali dengan alam semesta yang secara perlahan menyusut, di mana ruang, waktu, energi, materi, dan gaya-gaya akan bersatu kembali menjadi singularity.
Penyusutan ini makin lama makin cepat, dari dimensi waktu miliaran tahun, jutaan tahun, puluhan tahun, tahunan, bulanan, mingguan, harian, terus ke jam, menit, detik, mikro-detik dan akhirnya terjadi ledakan hebat yang disebut Big Crunch (Kompresan Besar) menjadi singularity kembali.
Jadi Big Crunch, adalah seperti Big Bang dalam arah yang berbalikkan.
Proses penyusutan alam semesta menuju Big Crunch ini, berlangsung dengan periode waktu yang sangat lama, kemudian semakin cepat, dan super cepat!! Menurut Paul Davies, ketika alam semesta telah memadat sampai seper-seratus (1/100) dari luasnya yang sekarang ini, maka efek tekanannya akan mengakibatkan suhu yang meninggi sampai mencapai titik didih benda cair;
dan bumi menjadi tempat yang tidak layak huni lagi.
Galaksi sudah tidak dapat dibedakan satu sama lainnya, karena mereka telah berfusi, dan merapat satu sama lainnya.
Selanjutnya gerak kepadatan makin naik hingga mencapai titik api pijar.
Pada saat inilah antariksa tampak bagaikan bola api plasma yang pijar.
Kemungkinan inilah yang disebut dalam Surah al-Ma’arij [70]: 8,
"Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak."



Ketika terjadi proses ke arah Big Crunch itu, yaitu proses pemadatan atau penyusutan alam semesta, maka semua materi pecah kembali menjadi materi-materi fundamental seperti quark, elektron, dan sebagainya, gaya-gaya seperti gaya gravitasi, elektromagnetik, nuklir kuat, dan nuklir lemah mulai menyatu kembali.
Saat itulah benda-benda langit mulai kehilangan gaya-gaya gravitasinya, dan akibatnya terjadilah tubrukan-tubrukan dahsyat antar planet, sehingga bumi berbenturan dengan planet-planet lainnya, gunung-gunung berbenturan karena hilangnya gaya gravitasi yang menopangnya sehingga berbenturan sesamanya.
Langit antariksa mulai lemah karena ketiadaan topangan gaya gravitasi, dan mulai menyusut/ mengerut dan retak/terbelah.
Proses ini menimbulkan suara gemuruh dahsyat, yang dipuncaki dengan dentuman Big Crunch.
Apakah sangkakala (sur) yang dimaksud adalah mulainya suara gemuruh ketika terjadi proses penyusutan ini?
Wallahu a’lam bis-sawab.
Akhirnya setelah dentuman Big Crunch kembalilah ke singularity lagi, semua serba fana, kecuali Allah, sebagaimana firman-Nya:


كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ .
وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِ

Semua yang ada di bumi itu akan binasa, tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal. (ar-Rahman [55]: 26-27)

Tafsir QS. Al Haaqqah (69) : 16. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Pada hari itu terjadilah bencana, dan langit menjadi terbelah dengan hilangnya keseimbangan.
Saat itu langit melemah setelah sebelumnya kuat dan terkendalikan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Maka apabila malaikat meniup sangkakala sekali tiupan, yaitu tiupan pertama yang membinasakan seluruh alam semesta, bumi, dan gunung-gunung terangkat dari tempatnya lalu hancurlah keduanya, berguncang dahsyat dengan sekali guncangan.
Dan terbelahlah langit.


Pada hari itu langit menjadi rapuh, tidak saling berpegangan dan tidak kokoh lagi.
Para malaikat berada di sisi dan sudut-sudut reruntuhan langit.
.
Pada hari itu ada delapan malaikat agung yang memanggul ‘Arsy Tuhanmu.


Wahai manusia, pada hari itu kalian dihadapkan kepada Allah untuk dihisab dan dibalas.
Tidak ada satu pun rahasia kalian yang tersembunyi.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah) melemah.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal huru-hara yang terjadi di hari kiamat, yang hal ini terjadi pada tiupan pertama yang mengagetkan.
Kemudian diiringi dengan tiupan kematian, saat itulah semua makhluk yang ada di langit dan di bumi mati semuanya kecuali orang yang dikehendaki olah Allah.
Kemudian dilakukanlah tiupan kebangkitan untuk menghadap kepada Tuhan semesta alam, maka bangkit dan hidup kembalilah semua makhluk.
Dan itu terjadi pada tiupan yang disebutkan dalam ayat di atas yang diungkapkan dengan lafaz yang dikukuhkan, yaitu bahwa tiupan ku sekali;
karena perintah Allah tidak dapat ditentang, tidak dapat dicegah, dan tidak perlu adanya ulangan atau pengukuhan.
Menurut Ar-Rabi’, terjadinya peristiwa tersebut adalah pada tiupan yang terakhir.
Tetapi pendapat yang jelas adalah seperti apa yang kami sebutkan pada permulaan.
Karena itulah disebutkan dalam ayat ini:

dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.
(QS. Al-Haqqah [69]: 14)

Yakni bumi digelarkan sebagaimana digelarkan kulit yang dijajakan di pasar ‘Ukaz, lalu bumi ini diganti dengan bumi lainnya.

Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat.
(QS. Al-Haqqah [69]: 15)


Maksudnya, mulai terjadi hari kiamat.

dan terbelahlah langit, karena langit pada hari itu menjadi lemah.
(QS. Al-Haqqah [69]: 16)

Sammak telah meriwayatkan dari seorang syekh, dari Bani Asad, dari Ali yang mengatakan bahwa langit terbelah mulai dari bagian atasnya;
demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Ibnu Juraij mengatakan bahwa ayat ini semakna dengan firman-Nya:

dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu.
(QS. An-Naba‘ [78]: 19)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa langit berlubang dan ‘Arasy tepat berada di atasnya.

Dan malaikatmalaikat berada di penjuru-penjuru langit.
(QS. Al-Haqqah [69]: 17)

Al-Malak adalah isim jenis, yakni para malaikat berada di semua penjuru langit.’ Menurut Ibnu Abbas, mereka berada di bagian langit yang tidak lemah, yakni di semua pinggirannya.
Hal yang sama dikatakan oleh Sa’id ibnu Jubair dan Al-Auza’i.
Ad-Dahhak mengatakan bahwa Arja-iha artinya pinggiran-pinggirannnya.
Al-Hasan Al-Basri mengatakan, makna yang dimaksud ialah beradadi pintu-pintunya.


Ar-Rabi’ ibnu Anas telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan malaikatmalaikat berada di penjuru-penjuru langit.
(QS. Al-Haqqah [69]: 17)
Yakni berada di atas bagian langit yang terbelah untuk melihat penduduk bumi.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan pada hari itu ada delapan malaikat menjunjung ‘Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.
(QS. Al-Haqqah [69]: 17)

Yaitu di hari kiamat ‘Arasy dipikul oleh delapan malaikat.
;Arasy atau singgasana ini dapat diartikan ‘Arasy yang terbesar, atau ‘Arasy yang diletakkan di bumi pada hari kiamat nanti untuk memutuskan peradilan;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Di dalam hadis Abdullah ibnu Umairah, dari Al-Ahnaf ibnu Qais, dari Al-Abbas ibnu Abdul Muttalib sehubungan dengan mereka yang memikul ‘Arasy, disebutkan bahwa mereka terdiri dari delapan ekor kijang jantan.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id alias Yahya ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Habbab, telah menceritakan kepadaku Abus Samah Al-Basri, telah menceritakan kepada kami Abu Qil alias Huyay ibnu Hani’;
ia pernah mendengar Abdullah ibnu Amr mengatakan bahwa para malaikat pemikul ‘Arasy ada delapan, jarak antara kedua sudut mata seseorang dari mereka sama dengan jarak perjalanan seratus tahun (saking besarnya).

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku yang mengatakan bahwa Ahmad ibnu Hafs ibnu Abdullah An-Naisaburi menulis surat kepadanya yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibrahim Ibnu Tuhman, dari Musa ibnu Uqbah, dari Muhammad ibnul Munkadir, dari Jabir yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Telah diizinkan bagiku untuk menceritakan kepada kamu tentang malaikatmalaikat pemikul ‘Arasy, bahwa jarak antara daun telinganya sampai ke lehernya sama dengan jarak yang ditempuh burung terbang selama tujuh ratus tahun.

Sanad hadis ini jayyid, semua perawinya siqat.


Imam Abu Daud telah meriwayatkannya di dalam Kitabus Sunnah, bagian dari kitab sunannya:


telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Hafs ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Tuhman, dari Musa ibnu Uqbah, dari Muhammad ibnul Munkadir, dari Jabir ibnu Abdullah, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Telah diizinkan bagiku untuk menceritakan tentang seorang malaikat dari para malaikat pemikul ‘Arasy Allah subhanahu wa ta’ala, bahwa jarak antara daun telinganya sampai kepundaknya sama dengan jarak perjalanan tujuh ratus tahun,

Ini menurut lafaz Imam Abu Daud.

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Zar‘ah, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnul Mugirah, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Asy’as, dari Ja’far, dari Sa’id ibnu Jubair sehubungan dengan makna firman-Nya:
Danpada hari itu ada delapan malaikat menjunjung ‘Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.
(QS. Al-Haqqah [69]: 17)
Bahwa makna yang dimaksud ialah delapan baris malaikat.

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa telah diriwayatkan hal yang semisal dari Asy-Sya’bi, Ikrimah, Ad-Dahhak, dan Ibnu Juraij.
Hal yang semisal telah diriwayatkan oleh As-Saddi, dari Abu Malik, dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah delapan baris malaikat.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas.
Ad-Dahhak mengatakan dari Ibnu Abbas, bahwa mereka adalah Malaikat Karubiyyun, terdiri dari delapan bagian;
setiap bagian (golongan) dari mereka sama banyaknya dengan bilangan manusia, jin, setan, dan para malaikat lainnya.

Unsur Pokok Surah Al Haaqqah (الحآقة)

Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Al-Mulk.

Nama Al Haaqqah" diambil dari kata "Al Haaqqah" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "’hari kiamat".

Keimanan:

▪ Peringatan tentang azab yang ditimpakan kepada kaum-kaum Tsamud, ‘Aad, Fir’aun, kaum Nuh dan kaum-kaum sebelum mereka yang mengingkari rasulrasul mereka pada hari kiamat.
▪ Kejadian-kejadian pada hari kiamat dan hari berhisab.
▪ Penegasan Allah bahwa Alquran itu benar-benar wahyu Allah.

Audio

QS. Al-Haaqqah (69) : 1-52 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 52 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Haaqqah (69) : 1-52 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 52

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Haaqqah ayat 16 - Gambar 1 Surah Al Haaqqah ayat 16 - Gambar 2
Statistik QS. 69:16
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Haaqqah.

Surah Al-Haqqah (bahasa Arab:الحآقّة, “Hari Kiamat”) adalah surah ke-69 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 52 ayat.
Dinamakan Al Haaqqah yang berarti hari kiamat diambil dari perkataan Al-Haaqqah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah69
Nama SurahAl Haaqqah
Arabالحآقة
ArtiHari kiamat
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu78
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat52
Jumlah kata261
Jumlah huruf1133
Surah sebelumnyaSurah Al-Qalam
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma’arij
Sending
User Review
4.4 (12 votes)
Tags:

69:16, 69 16, 69-16, Surah Al Haaqqah 16, Tafsir surat AlHaaqqah 16, Quran Al Haqqah 16, AlHaqqah 16, Al-Haqqah 16, Surah Al Haqah ayat 16

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Qalam (Pena) – surah 68 ayat 46 [QS. 68:46]

46-47. Apakah ada yang meragukan dengan ajaran Al-Qur’an ataukah engkau, wahai Nabi Muhammad, meminta imbalan kepada mereka, sehingga mereka dibebani dengan hutang? Ataukah mungkin mereka secara khus … 68:46, 68 46, 68-46, Surah Al Qalam 46, Tafsir surat AlQalam 46, Quran Al-Qalam 46, Surah Al Qolam ayat 46

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 82 [QS. 3:82]

Perjanjian di atas bukan saja dilakukan oleh para nabi tetapi juga mengikat para kaumnya. Maka barang siapa berpaling dari mengimani Nabi Muhammad, setelah itu, yaitu setelah diperkuat dengan sumpah, … 3:82, 3 82, 3-82, Surah Ali Imran 82, Tafsir surat AliImran 82, Quran Al Imran 82, Surah Ali Imran ayat 82

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Arti fana adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #1
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #1 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #1 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #16

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti … Petunjuk Pedoman Bacaan Kumpulan Menghimpun Benar! Kurang tepat! Fungsi utama kandungan

Pendidikan Agama Islam #17

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- … 6 5 7 3 4 Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #12

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Ramadan Safar Rabiul Awal Muharram Rabiul Akhir Benar! Kurang tepat!

Instagram