QS. Al Haaqqah (Hari kiamat) – surah 69 ayat 12 [QS. 69:12]

لِنَجۡعَلَہَا لَکُمۡ تَذۡکِرَۃً وَّ تَعِیَہَاۤ اُذُنٌ وَّاعِیَۃٌ
Linaj’alahaa lakum tadzkiratan wata’iyahaa udzunun waa’iyatun;

agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
―QS. 69:12
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Hikmah dari kisah umat-umat terdahulu ▪ Sifat ahli surga
69:12, 69 12, 69-12, Al Haaqqah 12, AlHaaqqah 12, Al Haqqah 12, AlHaqqah 12, Al-Haqqah 12

Tafsir surah Al Haaqqah (69) ayat 12

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Haaqqah (69) : 12. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat-ayat ini menerangkan azab yang telah ditimpakan kepada kaum Nuh, sehingga mereka semua musnah.
Yang tinggal hanya orang-orang yang ikut bersama Nabi Nuh menaiki bahtera atau kapal.
Diterangkan bahwa setelah air menggenangi seluruh negeri disertai hembusan angin topan yang dahsyat, Allah memerintahkan agar Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman bersamanya menaiki bahtera yang telah disediakan, agar mereka tidak termasuk orang-orang yang tenggelam.
Berdasarkan keterangan ini, sebahagian mufasir berpendapat bahwa Nabi Nuh merupakan bapak manusia kedua setelah Adam, karena hanya beliau dan orang-orang yang bersamanya yang masih hidup, yang kemudian menurunkan seluruh manusia yang ada sekarang.
Allah menyelamatkan semua orang-orang yang beriman dari banjir dan topan itu, serta menenggelamkan dan memusnahkan orang-orang yang ingkar kepada Nuh, agar peristiwa itu dijadikan iktibar dan pelajaran oleh orang-orang yang datang kemudian.
Dengan demikian, Allah memperlihatkan kepada manusia kekuasaan dan kebesaran-Nya.
Allah menceritakan kisah itu juga bertujuan agar telinga orang-orang yang benar-benar beriman kepada-Nya dapat mendengar dan mengambil manfaat dari wahyu-wahyu yang diturunkan-Nya serta mengamalkan pesan-pesan yang dibawanya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Agar Kami jadikan peristiwa selamatnya orang-orang Mukmin dan tenggelamnya orang-orang kafir sebagai pelajaran dan nasehat bagi kalian.
Juga agar setiap orang yang mendengar dapat memperhatikannya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Agar Kami jadikan peristiwa itu) atau perbuatan ini, yaitu diselamatkan-Nya orang-orang yang beriman dan ditenggelamkan-Nya orang-orang yang kafir (peringatan bagi kalian) pelajaran (dan agar diperhatikan) supaya hal itu tetap diingat (oleh telinga yang mau mendengar) mau menerima apa yang didengarnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagikamu.
(Q.S. Al-Haqqah [69]: 12)

Damir yang ada dalam ayat ini merujuk kepada jenis kapal karena tersimpulkan dari konteks kalimatnya.
Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa Kami biarkan bagi kalian dari jenisnya yang dapat kalian naiki di atas lautan, hingga kalian dapat mengarunginya.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu kendarai, supaya kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 12-13)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan, dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.
(Q.S. Yasin [36]: 41 -42)

Qatadah mengatakan bahwa bahtera Nabi Nuh ‘alaihis salam dipelihara oleh Allah hingga masih sempat dijumpai oleh generasi pertama dari umat ini.
Akan tetapi, pendapat yang pertama lebih jelas.
Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
(Q.S. Al-Haqqah [69]: 12)

Yakni memahami dan mengingat nikmat ini telinga yang mau mendengar.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa agar selalu diingat dan didengar.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: oleh telinga yang mau mendengar.
(Q.S. Al-Haqqah [69]: 12) Maksudnya, menggunakan akalnya sebagai karunia dari Allah, untuk itu ia dapat mengambil manfaat dari apa yang ia dengar dari Kitabullah.

Ad-Dahhak mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
(Q.S. Al-Haqqah [69]: 12) Yaitu didengar oleh telinga dan diperhatikan.
Yakni oleh orang yang memiliki pendengaran yang sehat dan akal yang cemerlang.
Ini bersifat umum mencakup semua orang yang mempunyai pemahaman dan kesadaran yang mendalam.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar’ah Ad-Dimasyqi, telah menceritakan kepada kami Al-Abbas ibnul Walid ibnu Sabih Ad-Dimasyqi, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Hausyab; ia pernah mendengar Mak-hul mengatakan bahwa ketika diturunkan kepada Rasulullah ﷺ firman Allah subhanahu wa ta’ala: dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
(Q.S. Al-Haqqah [69]: 12)

Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

Aku telah memohon kepada Tuhanku, semoga menjadikan telinga Ali seperti telinga itu.

Mak-hul mengatakan, “Ali sering mengatakan bahwa sejak itu tiada sesuatu pun yang ia dengar dari Rasulullah ﷺ lupa dari ingatannya.”

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Ali ibnu Sahl, dari Al-Walid ibnu Muslim, dari Ali ibnu Hausyab, dari Mak-hul dengan sanad yang sama.
Hadis ini berpredikat mursal.

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Ja’far ibnu Muhammad ibnu Amir, telah menceritakan kepada kami Bisyr ibnu Adam, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnuz Zubair alias Abu Muhammad (yakni orang tua Abu Ahmad Az-Zubairi), telah menceritakan kepadaku Saleh ibnul Haisam; ia pernah mendengar Buraidah Al-Aslami mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepada Ali:

Jika aku diperintahkan untuk mendekatkan dirimu kepadaku dan tidak menjauhkamu dariku, dan mengajarimu dan kamu harus memperhatikannya, maka sudah seharusnya bagimu untuk selalu mengingatnya.

Lalu turunlah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
(Q.S. Al-Haqqah [69]: 12)

Ibnu Jarir meriwayatkannya dari Muhammad ibnu Khalaf, dari Bisyr ibnu Adam dengan sanad yang sama.
Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya pula melalui jalur lain, dari Daud Al-A’ma, dari Buraidah dengan sanad yang sama, tetapi predikatnya tidak sahih pula.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Haaqqah (69) Ayat 12

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, dan al-Wahidi, yang bersumber dari Buraidah.
Hadits ini tidak sah sebagai asbabun nuzul ayat di atas.
Bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada ‘Ali bin Abi Thalib: “Aku diperintahkan supaya menjadikan engkau orang terdekatku dan tidak menjauhimu, serta supaya aku mengajarimu dan engkaupun mau memperhatikan nasehatku, karena Allah telah mewajibkan kepadamu untuk memperhatikannya.”

Menurut Buraidah, ayat ini (al-Haaqqoh: 12) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa ayat-ayat Allah akan diperhatikan oleh orang-orang yang mau memperhatikannya.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Haaqqah (الحآقة)
Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Al Mulk.

Nama Al Haaqqah” diambil dari kata “Al Haaqqah” yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya “‘hari kiamat”.

Keimanan:

Peringatan tentang azab yang ditimpakan kepada kaum-kaum Tsamud, ‘Aad, Fir’aun, kaum Nuh dan kaum-kaum sebelum mereka yang mengingkari rasul-rasul mereka pada hari kiamat
kejadian-kejadian pada hari kiamat dan hari berhisab
penegasan Allah bahwa Al Qur’an itu benar-benar wahyu Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Al Haaqqah (52 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Haaqqah (69) ayat 12 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Haaqqah (69) ayat 12 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Haaqqah (69) ayat 12 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Haqqah (69) ayat 1-52 - Nalendra Wiryawan (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Haqqah (69) ayat 1-52 - Nalendra Wiryawan (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Haaqqah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 52 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 69:12
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Haaqqah.

Surah Al-Haqqah (bahasa Arab:الحآقّة, "Hari Kiamat") adalah surah ke-69 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 52 ayat.
Dinamakan Al Haaqqah yang berarti hari kiamat diambil dari perkataan Al-Haaqqah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 69
Nama Surah Al Haaqqah
Arab الحآقة
Arti Hari kiamat
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 78
Juz Juz 29
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 261
Jumlah huruf 1133
Surah sebelumnya Surah Al-Qalam
Surah selanjutnya Surah Al-Ma’arij
4.4
Ratingmu: 4.8 (8 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta