Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ghaasyiyah (Hari Pembalasan) – surah 88 ayat 25 [QS. 88:25]

اِنَّ اِلَیۡنَاۤ اِیَابَہُمۡ
Inna ilainaa iyaabahum;
Sungguh, kepada Kamilah mereka kembali,
―QS. Al Ghaasyiyah [88]: 25

Daftar isi

Indeed, to Us is their return.
― Chapter 88. Surah Al Ghaasyiyah [verse 25]

إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
إِلَيْنَآ kepada Kami

to Us
إِيَابَهُمْ kembali mereka

(will be) their return,

Tafsir Quran

Surah Al Ghaasyiyah
88:25

Tafsir QS. Al-Gasyiyah (88) : 25. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
Tidak ada jalan bagi mereka untuk lari daripada-Nya.

Dialah yang akan menghisab mereka atas perbuatan yang telah mereka perbuat di dunia dan kemudian menjatuhkan hukuman-Nya.
Ayat-ayat ini adalah penghibur hati bagi Nabi Muhammad dan sebagai obat bagi kesedihan dan kepedihan hatinya atas keingkaran orang-orang kafir itu.

Tafsir QS. Al Ghaasyiyah (88) : 25. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya hanya kepada Kami, bukan kepada yang lain, mereka akan kembali dengan cara kematian dan kebangkitan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya kepada Kami-lah tempat kembali mereka setelah kematian.
Kemudian, kewajiban Kami-lah membalas mereka atas perbuatan mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya kepada Kamilah kembali mereka) maksudnya mereka akan kembali kepada-Nya sesudah mati.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

(17-26)
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk memperhatikan makhluk-makhluk-Nya yang menunjukkan akan kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan?
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 17)

Karena sesungguhnya unta itu hewan yang menakjubkan dan bentuknya aneh.
Ia sangat kuat dan keras, tetapi sekalipun demikian ia jinak untuk angkutan yang berat dan tunduk pada penuntun (pengendali) yang lemah.
Dagingnya dapat dimakan, bulunya dapat dimanfaatkan, dan air susunya dapat diminum.
Disebutkan unta secara khusus karena kebanyakan orang-orang Arab memakai unta sebagai hewan kendaraan.

Disebutkan bahwa Syuraih Al-Qadi pernah mengatakan,
"Marilah kita keluar untuk melihat unta bagaimana ia diciptakan, dan bagaimana langit ditinggikan.
Yakni bagaimana Allah subhanahu wa ta’ala meninggikannya dari bumi dengan ketinggian yang tak terperikan ini,"
sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun?
(QS. Qaaf [50]: 6)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 19)

Yakni dijadikan tegak dan berdiri kokoh untuk menjadi penyeimbang agar bumi diam dan tidak mengguncangkan para penduduknya, kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan padanya banyak manfaat dan bahan-bahan mineral yang terkandung di dalamnya.

Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 20)

Yaitu dihamparkan, digelarkan, dan dijadikan sebagai tempat yang layak untuk dihuni.
Dan seorang Badui (kampung) dengan kecerdikan akalnya dapat menyimpulkan melalui pemandangan yang disaksikan oleh mata kepalanya sendiri, yaitu unta kendaraannya, langit yang ada di atasnya, gunung-gunung yang terpampang di hadapannya, dan bumi yang menjadi tempat berpijaknya, bahwa terciptanya semuanya itu berkat kekuasaan Penciptanya.
Dia tiada lain adalah Tuhan Yang Mahabesar, Yang Maha Pencipta, Yang Menguasai, dan Yang mengatur semuanya.
Dan bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia.

Demikian pula Damam mengucapkan sumpahnya setelah mengajukan beberapa pertanyaan kepada Rasulullah ﷺ, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
Disebutkan bahwa:


telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Qasim, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnul Mugirah dan Sabit, dari Anas yang telah mengatakan bahwa dahulu kami dilarang mengajukan pertanyaan mengenai sesuatu masalah kepada Rasulullah ﷺ Maka kala itu kami sangat senang bila datang seorang lelaki Badui yang cerdas, lalu menanyakan kepada Rasulullah ﷺ beberapa masalah, maka kami mendengarkannya.
Kemudian datanglah seorang lelaki Badui, lalu bertanya,
"Wahai Muhammad, sesungguhnya telah datang kepada kami utusanmu dan mengatakan kepada kami bahwa sesungguhnya engkau adalah utusan Allah?"
Nabi ﷺ menjawab
"Benar."
Maka lelaki Badui itu bertanya,
"Lalu siapakah yang menciptakan langit?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Allah."
Lelaki itu bertanya,
"Siapakah yang menciptakan bumi?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Allah."
Lelaki itu bertanya,
"Siapakah yang memancangkan gunung-gunung ini dan yang menciptakan segala sesuatu yang ada padanya?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Allah."
Lelaki Badui itu bertanya,
"Maka demi Tuhan Yang telah menciptakan langit, bumi, dan Yang telah memancangkan gunung-gunung ini, apakah benar Allah telah mengutusmu?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Benar."
Lelaki itu bertanya,
"Utusanmu mengira bahwa diwajibkan atas kami mengerjakan salat lima waktu setiap harinya?"
Nabi ﷺ Menjawab,
"Benar."
Lelaki itu bertanya,
"Maka demi Tuhan Yang telah mengutusmu, apakah Allah telah memerintahkan demikian kepadamu?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Ya."
Lelaki itu bertanya,
"Dan utusanmu mengira bahwa kami diwajibkan membayar zakat harta benda kami?"
Nabi ﷺ manjawab,
"Benar."
Lelaki itu bertanya,
"Maka demi Tuhan Yang telah mengutusmu, apakah Allah yang memerintahkan demikian kepadamu?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Ya."
Lelaki Badui itu bertanya,
"Dan utusanmu mengira bahwa diwajibkan atas kami berhaji ke Baitullah bagi yang mampu mengadakan perjalanannya?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Benar."
Kemudian lelaki Badui itu pergi dan berkata,
"Demi Tuhan Yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, aku tidak akan menambahi sesuatu pun dari hal tersebut dan tidak pula menguranginya barang sedikit pun."
Maka Nabi ﷺ bersabda:
Jika dia benar, niscaya dia masuk surga.

Imam Muslim telah meriwayatkan hadis ini dari Amr An-Naqid, dari Abun Nadr alias Hasyim ibnul Qasim dengan sanad yang sama, dan Imam Bukhari memberinya komentar.
Imam Turmuzi dan Imam Nasai meriwayatkannya melalui hadis Sulaiman ibnul Mugirah dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Abu Daud, Imam Nasai, dan Imam Ibnu Majah meriwayatkan hadis ini melalui Al-Lais ibnu Sa’d, dari Sa’id Al-Maqbari, dari Syarik ibnu Abdullah ibnu Abu Namir, dari Anas dengan sanad yang sama secara panjang lebar.
Dan di akhir hadisnya disebutkan bahwa telah menceritakannya kepadaku Dammam ibnu Sa’labah saudara lelaki Bani Sa’id ibnu Bakr.

Al-Hafiz Abu Ya’la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ishaq, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ja’far, telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Dinar, dari Ibnu Umar yang telah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ sering menceritakan tentang seorang wanita yang hidup di masa Jahiliah yang berada di atas sebuah bukit bersama anak laki-lakinya sedang menggembalakan ternak kambing.
Maka anaknya bertanya
"Hai Ibu, siapakah yang telah menciptakan engkau?"
Ibunya menjawab,
"Allah."
Ia bertanya,
"Siapakah yang menciptakan ayahku?"
Si ibu menjawab,
"Allah."
Ia bertanya,
"Siapakah yang menciptakan diriku?"
Si ibu menjawab,
"Allah."
Si anak bertanya,
"Siapakah yang menciptakan langit?"
Si ibu menjawab,
"Allah."
Si anak bertanya,
"Siapakah yang menciptakan bumi?"
Si ibu menjawab,
"Allah."
Ia bertanya,
"Siapakah yang menciptakan gunung?"
Si ibu menjawab,
"Allah."
Ia bertanya,
"Siapakah yang menciptakan kambing ini?"
Si ibu menjawab,
"Allah."
Maka si anak berkata,
"Sesungguhnya aku benar-benar mendengar Allah mempunyai kedudukan yang penting di atas segalanya,"
lalu ia menjatuhkan dirinya dari atas gunung itu sehingga tubuhnya hancur.
Ibnu Umar mengatakan,
"Rasulullah ﷺ sering menceritakan kisah ini kepada kami."
Ibnu Dinar mengatakan bahwa Abdullah ibnu Umar sering menceritakan kisah ini kepada kami.
Tetapi di dalam sanad hadis ini terdapat kelemahan.
Abdullah ibnu Ja’far yang disebutkan dalam sanad hadis ini adalah Al-Madini, seorang yang dinilai lemah oleh putranya sendiri (yaitu Imam Ali ibnul Madini) dan juga oleh yang lainnya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:


Maka berilah peringatan.
karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.
Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 21-22)

Hai Muhammad, berilah manusia peringatan dengan apa yang engkau diutus kepada mereka untuk menyampaikannya.
Dalam ayat lain disebutkan:


sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka.
(QS. Ar-Ra’d [13]: 40)

Karena itulah maka disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya:

Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 22)

Ibnu Abbas dan Mujahid serta selain keduanya mengatakan bahwa makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka.
(QS. Qaaf [50]: 45)

Yakni kamu bukanlah orang yang dapat menciptakan iman di dalam hati mereka.


Ibnu Zaid mengatakan bahwa makna ayat ialah kamu bukanlah seorang yang dapat memaksakan mereka untuk beriman.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan, dari Abuz Zubair, dari Jabir yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mau mengucapkan,
"Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah."
Maka apabila mereka mau mengucapkannya, berarti mereka memelihara darah dan hartanya dariku, kecuali berdasarkan alasan yang hak, sedangkan hisab (perhitungan) mereka ada pada Allah subhanahu wa ta’ala Kemudian Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya:
Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.
Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 21-22)

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam Kitabul Iman dan Imam Turmuzi serta Imam Nasai di dalam kitab tafsir dari kitab sunan masing-masing dari keduanya, melalui Sufyan ibnu Sa’id As-Sauri dengan sanad yang sama dan dengan tambahan penyebutan ayat.
Dan hadis ini diketengahkan di dalam kitab Sahihain melalui riwayat Abu Hurairah tanpa tambahan penyebutan ayat.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

tetapi orang yang berpaling dan kafir.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 23)

Yaitu berpaling, tidak mau mengamalkan rukun-rukunnya, kafir hatinya dan juga lisannya terhadap perkara yang hak.
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dia tidak mau membenarkan (Rasul dan AL-Qur’an) dan tidak man mengerjakan salat, tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran).
(Al Qiyaamah:31-32)

Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 24)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Lais, dari Sa’id ibnu Abu Hilal, dari Ali ibnu Khalid, bahwa Abu Umamah Al-Bahili bersua dengan Khalid ibnu Yazid ibnu Mu’awiyah, maka Khalid bertanya kepadanya tentang kalimat yang paling lembut yang pernah ia dengar dari Rasulullah ﷺ Abu Umamah menjawab, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Ingatlah, kamu semuanya masuk surga kecuali orang yang membangkang terhadap Allah, seperti unta yang membangkang terhadap pemiliknya.

Imam Ahmad mengetengahkan hadis ini secara tunggal.
Dan Ali ibnu Khalid ini disebutkan oleh Ibnu Abu Hatim menerima hadis ini dari ayahnya (yakni Khalid ibnu Mu’awiyah).
Dan Ibnu Abu Hatim tidak menambahkan selain dari apa yang telah ada di sini, yaitu diriwayatkan dari Abu Umamah dan Khalid ibnu Mu’awiyah oleh Sa’id ibnu Abu Hilal.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya kepada Kamilah kembali mereka.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 25)


Yakni kembali dan berpulangnya mereka.


kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 26)

Kami akan melakukan perhitungan terhadap amal perbuatan yang telah mereka kerjakan, dan Kami akan membalaskannyakepada mereka, jika amalnya baik, maka balasannya baik, dan jika amalnya buruk, maka balasannya buruk pula.

Demikianlah akhir tafsir surat Al-Ghasyiyah dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Allah atas segala karunia-Nya.

Unsur Pokok Surah Al Ghaasyiyah (الغاشية)

Surat ini terdiri atas 26 ayat, termasuk surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Adz Dzaariat.

Nama "Ghaasyiyah" diambil dari kata "Al Ghaasyiyah" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya peristiwa yang dahsyat, tapi yang dimaksud adalah hari kiamat.

Surat ini adalah surat yang kerap kali dibaca Nabi pada raka’at kedua pada shalat hari Raya dan shalat Jum’at.

Keimanan:

▪ Keterangan tentang orang-orang kafir pada hari kiamat dan azab yang dijatuhkan atas mereka.
▪ Keterangan tentang orang-orang yang beriman serta keadaan surga yang diberikan kepada mereka sebagai balasan.
▪ Perintah untuk memperhatikan keajaiban ciptaan-ciptaan Allah.
▪ Perintah kepada Rasulullah ﷺ untuk memperingatkan kaumnya kepada ayat-ayat Allah, karena beliau adalah seorang pemberi peringatan, dan bukanlah seorang yang berkuasa atas keimanan mereka.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ghaasyiyah (26 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Ghaasyiyah (88) : 1-26 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 26 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ghaasyiyah (88) : 1-26 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 26

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ghaasyiyah ayat 25 - Gambar 1 Surah Al Ghaasyiyah ayat 25 - Gambar 2
Statistik QS. 88:25
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ghaasyiyah.

Surah Al-Ghasyiyah (bahasa Arab:الغاشية, al-Ġhāšiyäh, “Hari Pembalasan”) adalah surah ke-88 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 26 ayat.
Dinamakan Al-Ghasyiyah yang berarti Hari Pembalasan diambil dari kata al-Ghasyiyah yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan “Hari Pembalasan” dalam surah ini adalah Hari Penghakiman.

Nomor Surah 88
Nama Surah Al Ghaasyiyah
Arab الغاشية
Arti Hari Pembalasan
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 68
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 26
Jumlah kata 92
Jumlah huruf 382
Surah sebelumnya Surah Al-A’la
Surah selanjutnya Surah Al-Fajr
Sending
User Review
4.9 (21 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

88:25, 88 25, 88-25, Surah Al Ghaasyiyah 25, Tafsir surat AlGhaasyiyah 25, Quran Al Gasiyah 25, Al Ghasyiyah 25, Al-Ghasyiyah 25, Surah Al Gasiyah ayat 25

Video Surah

88:25


Load More

Kandungan Surah Al Ghaasyiyah

۞ QS. 88:1 • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 88:2 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 88:3 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 88:4 • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 88:5 • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 88:6 • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 88:7 • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 88:8 • Pahala iman • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keutamaan iman

۞ QS. 88:9 • Pahala iman • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keutamaan iman

۞ QS. 88:10 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:11 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:12 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:13 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:14 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:15 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:16 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:17 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 88:18 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 88:19 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 88:20 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 88:23 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 88:24 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 88:25 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 88:26 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

Ayat Pilihan

Dia jadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.
Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah,
Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan.
Tidak ada Tuhan selain Dia, maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?
QS. Az-Zumar [39]: 6

Hai orang-orang yang beriman,
sesungguhnya (meminum) khamar,
berjudi, (berkorban untuk) berhala,
mengundi nasib dengan panah,
adalah termasuk perbuatan syaitan.
Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
QS. Al-Ma’idah [5]: 90

Dan barang siapa yang menukar iman dengan kekafiran,
maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus.
QS. Al-Baqarah [2]: 108

…,
laki-laki & perempuan yang berpuasa,
laki-laki & perempuan yang memelihara kehormatannya,
laki-laki & perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah,
Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan & pahala yang besar.
QS. Al-Ahzab [33]: 35

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah ...

Correct! Wrong!

Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah ...

Correct! Wrong!

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u0630u0670u0644u0650u06a9u064e u0627u0644u06e1u06a9u0650u062au0670u0628u064f u0644u064eu0627 u0631u064eu06ccu06e1u0628u064e u06dau06d6u06db u0641u0650u06ccu06e1u06c1u0650 u06dau06db u06c1u064fu062fu064bu06cc u0644u0651u0650u0644u06e1u0645u064fu062au0651u064eu0642u0650u06ccu06e1u0646u064e

Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang muttaqin (bertakwa),
--QS. 2:2

+

Array

Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u06c1u0670u0630u064eu0627 u0628u064eu0635u064eu0627u0653u0626u0650u0631u064f u0644u0650u0644u0646u0651u064eu0627u0633u0650 u0648u064e u06c1u064fu062fu064bu06cc u0648u0651u064e u0631u064eu062du06e1u0645u064eu06c3u064c u0644u0651u0650u0642u064eu0648u06e1u0645u064d u06ccu0651u064fu0648u06e1u0642u0650u0646u064fu0648u06e1u0646u064e

(Alquran) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.
--QS. 45:20

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #6
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #6 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #6 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Kamus Istilah Islam

istidlal

Apa itu istidlal? is.tid.lal pembuktian; pencarian rujukan tekstual pada ayat-ayat Alquran atau hadis … •

An Nuur

Apa itu An Nuur? Allah itu An-Nur ◀ Artinya Yang Maha Pemberi Cahaya. Maksudnya adalah Allah itu berkuasa membuat cahaya dan membuat cahaya-Nya itu untuk menerangi alam semesta ini. Selain itu arti cahaya disini juga bisa diartikan sebagai hidayah, Allah mampu untuk memberikan “cahaya” kedalam hati orang-orang yang tersesat agar kembali ke jalan yang benar. … • An-Nuur, An-Nur

Hilal

Apa itu Hilal? Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam. Biasanya hilal diamati pada hari ke-29 dari bulan Islam untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum. Hilal juga m … •