Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ghaasyiyah (Hari Pembalasan) – surah 88 ayat 19 [QS. 88:19]

وَ اِلَی الۡجِبَالِ کَیۡفَ نُصِبَتۡ
Wa-ilal jibaali kaifa nushibat;
Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan?
―QS. Al Ghaasyiyah [88]: 19

Daftar isi

And at the mountains – how they are erected?
― Chapter 88. Surah Al Ghaasyiyah [verse 19]

وَإِلَى dan kepada

And towards
ٱلْجِبَالِ gunung-gunung

the mountains,
كَيْفَ bagaimana

how
نُصِبَتْ ia ditegakkan

they are fixed?

Tafsir Quran

Surah Al Ghaasyiyah
88:19

Tafsir QS. Al-Gasyiyah (88) : 19. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat-ayat ini, Allah mempertanyakan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana unta, yang ada di depan mata mereka dan dipergunakan setiap waktu, diciptakan.
Bagaimana pula langit yang berada di tempat yang tinggi tanpa tiang;
bagaimana gunung-gunung dipancangkan dengan kukuh, tidak bergoyang dan dijadikan petunjuk bagi orang yang dalam perjalanan.

Di atasnya terdapat danau dan mata air yang dapat dipergunakan untuk keperluan manusia, mengairi tumbuh-tumbuhan, dan memberi minum binatang ternak.
Bagaimana pula bumi dihamparkan sebagai tempat tinggal bagi manusia.

Apabila mereka telah memperhatikan semua itu dengan seksama, tentu mereka akan mengakui bahwa penciptanya dapat membangkitkan manusia kembali pada hari Kiamat.

Tafsir QS. Al Ghaasyiyah (88) : 19. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Juga gunung yang mereka daki sampai ke puncaknya:
bagaimana dia didirikan dengan kokoh sehingga dapat menahan bumi agar tidak condong?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apakah orang-orang kafir yang mendustakan itu tidak memperhatikan unta, bagaimana makhluk yang mengagumkan ini diciptakan?
Dan bagaimana langit ditinggikan?
Dan bagaimana gunung-gunung ditegakkan yang membuat bumi menjadi kokoh dan tidak berguncang?
Dan bagaimana bumi dihamparkan?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan gunung-gunung, bagaimana ia dipancangkan?)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

(17-26)
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk memperhatikan makhluk-makhluk-Nya yang menunjukkan akan kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan?
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 17)

Karena sesungguhnya unta itu hewan yang menakjubkan dan bentuknya aneh.
Ia sangat kuat dan keras, tetapi sekalipun demikian ia jinak untuk angkutan yang berat dan tunduk pada penuntun (pengendali) yang lemah.
Dagingnya dapat dimakan, bulunya dapat dimanfaatkan, dan air susunya dapat diminum.
Disebutkan unta secara khusus karena kebanyakan orang-orang Arab memakai unta sebagai hewan kendaraan.

Disebutkan bahwa Syuraih Al-Qadi pernah mengatakan,
"Marilah kita keluar untuk melihat unta bagaimana ia diciptakan, dan bagaimana langit ditinggikan.
Yakni bagaimana Allah subhanahu wa ta’ala meninggikannya dari bumi dengan ketinggian yang tak terperikan ini,"
sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun?
(QS. Qaaf [50]: 6)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 19)

Yakni dijadikan tegak dan berdiri kokoh untuk menjadi penyeimbang agar bumi diam dan tidak mengguncangkan para penduduknya, kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan padanya banyak manfaat dan bahan-bahan mineral yang terkandung di dalamnya.

Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 20)

Yaitu dihamparkan, digelarkan, dan dijadikan sebagai tempat yang layak untuk dihuni.
Dan seorang Badui (kampung) dengan kecerdikan akalnya dapat menyimpulkan melalui pemandangan yang disaksikan oleh mata kepalanya sendiri, yaitu unta kendaraannya, langit yang ada di atasnya, gunung-gunung yang terpampang di hadapannya, dan bumi yang menjadi tempat berpijaknya, bahwa terciptanya semuanya itu berkat kekuasaan Penciptanya.
Dia tiada lain adalah Tuhan Yang Mahabesar, Yang Maha Pencipta, Yang Menguasai, dan Yang mengatur semuanya.
Dan bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia.

Demikian pula Damam mengucapkan sumpahnya setelah mengajukan beberapa pertanyaan kepada Rasulullah ﷺ, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
Disebutkan bahwa:


telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Qasim, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnul Mugirah dan Sabit, dari Anas yang telah mengatakan bahwa dahulu kami dilarang mengajukan pertanyaan mengenai sesuatu masalah kepada Rasulullah ﷺ Maka kala itu kami sangat senang bila datang seorang lelaki Badui yang cerdas, lalu menanyakan kepada Rasulullah ﷺ beberapa masalah, maka kami mendengarkannya.
Kemudian datanglah seorang lelaki Badui, lalu bertanya,
"Wahai Muhammad, sesungguhnya telah datang kepada kami utusanmu dan mengatakan kepada kami bahwa sesungguhnya engkau adalah utusan Allah?"
Nabi ﷺ menjawab
"Benar."
Maka lelaki Badui itu bertanya,
"Lalu siapakah yang menciptakan langit?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Allah."
Lelaki itu bertanya,
"Siapakah yang menciptakan bumi?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Allah."
Lelaki itu bertanya,
"Siapakah yang memancangkan gunung-gunung ini dan yang menciptakan segala sesuatu yang ada padanya?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Allah."
Lelaki Badui itu bertanya,
"Maka demi Tuhan Yang telah menciptakan langit, bumi, dan Yang telah memancangkan gunung-gunung ini, apakah benar Allah telah mengutusmu?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Benar."
Lelaki itu bertanya,
"Utusanmu mengira bahwa diwajibkan atas kami mengerjakan salat lima waktu setiap harinya?"
Nabi ﷺ Menjawab,
"Benar."
Lelaki itu bertanya,
"Maka demi Tuhan Yang telah mengutusmu, apakah Allah telah memerintahkan demikian kepadamu?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Ya."
Lelaki itu bertanya,
"Dan utusanmu mengira bahwa kami diwajibkan membayar zakat harta benda kami?"
Nabi ﷺ manjawab,
"Benar."
Lelaki itu bertanya,
"Maka demi Tuhan Yang telah mengutusmu, apakah Allah yang memerintahkan demikian kepadamu?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Ya."
Lelaki Badui itu bertanya,
"Dan utusanmu mengira bahwa diwajibkan atas kami berhaji ke Baitullah bagi yang mampu mengadakan perjalanannya?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Benar."
Kemudian lelaki Badui itu pergi dan berkata,
"Demi Tuhan Yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, aku tidak akan menambahi sesuatu pun dari hal tersebut dan tidak pula menguranginya barang sedikit pun."
Maka Nabi ﷺ bersabda:
Jika dia benar, niscaya dia masuk surga.

Imam Muslim telah meriwayatkan hadis ini dari Amr An-Naqid, dari Abun Nadr alias Hasyim ibnul Qasim dengan sanad yang sama, dan Imam Bukhari memberinya komentar.
Imam Turmuzi dan Imam Nasai meriwayatkannya melalui hadis Sulaiman ibnul Mugirah dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Abu Daud, Imam Nasai, dan Imam Ibnu Majah meriwayatkan hadis ini melalui Al-Lais ibnu Sa’d, dari Sa’id Al-Maqbari, dari Syarik ibnu Abdullah ibnu Abu Namir, dari Anas dengan sanad yang sama secara panjang lebar.
Dan di akhir hadisnya disebutkan bahwa telah menceritakannya kepadaku Dammam ibnu Sa’labah saudara lelaki Bani Sa’id ibnu Bakr.

Al-Hafiz Abu Ya’la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ishaq, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ja’far, telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Dinar, dari Ibnu Umar yang telah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ sering menceritakan tentang seorang wanita yang hidup di masa Jahiliah yang berada di atas sebuah bukit bersama anak laki-lakinya sedang menggembalakan ternak kambing.
Maka anaknya bertanya
"Hai Ibu, siapakah yang telah menciptakan engkau?"
Ibunya menjawab,
"Allah."
Ia bertanya,
"Siapakah yang menciptakan ayahku?"
Si ibu menjawab,
"Allah."
Ia bertanya,
"Siapakah yang menciptakan diriku?"
Si ibu menjawab,
"Allah."
Si anak bertanya,
"Siapakah yang menciptakan langit?"
Si ibu menjawab,
"Allah."
Si anak bertanya,
"Siapakah yang menciptakan bumi?"
Si ibu menjawab,
"Allah."
Ia bertanya,
"Siapakah yang menciptakan gunung?"
Si ibu menjawab,
"Allah."
Ia bertanya,
"Siapakah yang menciptakan kambing ini?"
Si ibu menjawab,
"Allah."
Maka si anak berkata,
"Sesungguhnya aku benar-benar mendengar Allah mempunyai kedudukan yang penting di atas segalanya,"
lalu ia menjatuhkan dirinya dari atas gunung itu sehingga tubuhnya hancur.
Ibnu Umar mengatakan,
"Rasulullah ﷺ sering menceritakan kisah ini kepada kami."
Ibnu Dinar mengatakan bahwa Abdullah ibnu Umar sering menceritakan kisah ini kepada kami.
Tetapi di dalam sanad hadis ini terdapat kelemahan.
Abdullah ibnu Ja’far yang disebutkan dalam sanad hadis ini adalah Al-Madini, seorang yang dinilai lemah oleh putranya sendiri (yaitu Imam Ali ibnul Madini) dan juga oleh yang lainnya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:


Maka berilah peringatan.
karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.
Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 21-22)

Hai Muhammad, berilah manusia peringatan dengan apa yang engkau diutus kepada mereka untuk menyampaikannya.
Dalam ayat lain disebutkan:


sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka.
(QS. Ar-Ra’d [13]: 40)

Karena itulah maka disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya:

Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 22)

Ibnu Abbas dan Mujahid serta selain keduanya mengatakan bahwa makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka.
(QS. Qaaf [50]: 45)

Yakni kamu bukanlah orang yang dapat menciptakan iman di dalam hati mereka.


Ibnu Zaid mengatakan bahwa makna ayat ialah kamu bukanlah seorang yang dapat memaksakan mereka untuk beriman.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan, dari Abuz Zubair, dari Jabir yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mau mengucapkan,
"Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah."
Maka apabila mereka mau mengucapkannya, berarti mereka memelihara darah dan hartanya dariku, kecuali berdasarkan alasan yang hak, sedangkan hisab (perhitungan) mereka ada pada Allah subhanahu wa ta’ala Kemudian Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya:
Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.
Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 21-22)

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam Kitabul Iman dan Imam Turmuzi serta Imam Nasai di dalam kitab tafsir dari kitab sunan masing-masing dari keduanya, melalui Sufyan ibnu Sa’id As-Sauri dengan sanad yang sama dan dengan tambahan penyebutan ayat.
Dan hadis ini diketengahkan di dalam kitab Sahihain melalui riwayat Abu Hurairah tanpa tambahan penyebutan ayat.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

tetapi orang yang berpaling dan kafir.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 23)

Yaitu berpaling, tidak mau mengamalkan rukun-rukunnya, kafir hatinya dan juga lisannya terhadap perkara yang hak.
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dia tidak mau membenarkan (Rasul dan AL-Qur’an) dan tidak man mengerjakan salat, tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran).
(Al Qiyaamah:31-32)

Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 24)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Lais, dari Sa’id ibnu Abu Hilal, dari Ali ibnu Khalid, bahwa Abu Umamah Al-Bahili bersua dengan Khalid ibnu Yazid ibnu Mu’awiyah, maka Khalid bertanya kepadanya tentang kalimat yang paling lembut yang pernah ia dengar dari Rasulullah ﷺ Abu Umamah menjawab, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Ingatlah, kamu semuanya masuk surga kecuali orang yang membangkang terhadap Allah, seperti unta yang membangkang terhadap pemiliknya.

Imam Ahmad mengetengahkan hadis ini secara tunggal.
Dan Ali ibnu Khalid ini disebutkan oleh Ibnu Abu Hatim menerima hadis ini dari ayahnya (yakni Khalid ibnu Mu’awiyah).
Dan Ibnu Abu Hatim tidak menambahkan selain dari apa yang telah ada di sini, yaitu diriwayatkan dari Abu Umamah dan Khalid ibnu Mu’awiyah oleh Sa’id ibnu Abu Hilal.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya kepada Kamilah kembali mereka.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 25)


Yakni kembali dan berpulangnya mereka.


kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka.
(QS. Al-Gasyiyah [88]: 26)

Kami akan melakukan perhitungan terhadap amal perbuatan yang telah mereka kerjakan, dan Kami akan membalaskannyakepada mereka, jika amalnya baik, maka balasannya baik, dan jika amalnya buruk, maka balasannya buruk pula.

Demikianlah akhir tafsir surat Al-Ghasyiyah dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Allah atas segala karunia-Nya.

Unsur Pokok Surah Al Ghaasyiyah (الغاشية)

Surat ini terdiri atas 26 ayat, termasuk surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Adz Dzaariat.

Nama "Ghaasyiyah" diambil dari kata "Al Ghaasyiyah" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya peristiwa yang dahsyat, tapi yang dimaksud adalah hari kiamat.

Surat ini adalah surat yang kerap kali dibaca Nabi pada raka’at kedua pada shalat hari Raya dan shalat Jum’at.

Keimanan:

▪ Keterangan tentang orang-orang kafir pada hari kiamat dan azab yang dijatuhkan atas mereka.
▪ Keterangan tentang orang-orang yang beriman serta keadaan surga yang diberikan kepada mereka sebagai balasan.
▪ Perintah untuk memperhatikan keajaiban ciptaan-ciptaan Allah.
▪ Perintah kepada Rasulullah ﷺ untuk memperingatkan kaumnya kepada ayat-ayat Allah, karena beliau adalah seorang pemberi peringatan, dan bukanlah seorang yang berkuasa atas keimanan mereka.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ghaasyiyah (26 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Ghaasyiyah (88) : 1-26 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 26 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ghaasyiyah (88) : 1-26 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 26

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ghaasyiyah ayat 19 - Gambar 1 Surah Al Ghaasyiyah ayat 19 - Gambar 2
Statistik QS. 88:19
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ghaasyiyah.

Surah Al-Ghasyiyah (bahasa Arab:الغاشية, al-Ġhāšiyäh, “Hari Pembalasan”) adalah surah ke-88 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 26 ayat.
Dinamakan Al-Ghasyiyah yang berarti Hari Pembalasan diambil dari kata al-Ghasyiyah yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan “Hari Pembalasan” dalam surah ini adalah Hari Penghakiman.

Nomor Surah 88
Nama Surah Al Ghaasyiyah
Arab الغاشية
Arti Hari Pembalasan
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 68
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 26
Jumlah kata 92
Jumlah huruf 382
Surah sebelumnya Surah Al-A’la
Surah selanjutnya Surah Al-Fajr
Sending
User Review
4.3 (15 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

88:19, 88 19, 88-19, Surah Al Ghaasyiyah 19, Tafsir surat AlGhaasyiyah 19, Quran Al Gasiyah 19, Al Ghasyiyah 19, Al-Ghasyiyah 19, Surah Al Gasiyah ayat 19

Video Surah

88:19


More Videos

Kandungan Surah Al Ghaasyiyah

۞ QS. 88:1 • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 88:2 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 88:3 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 88:4 • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 88:5 • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 88:6 • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 88:7 • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 88:8 • Pahala iman • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keutamaan iman

۞ QS. 88:9 • Pahala iman • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keutamaan iman

۞ QS. 88:10 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:11 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:12 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:13 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:14 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:15 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:16 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 88:17 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 88:18 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 88:19 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 88:20 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 88:23 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 88:24 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 88:25 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 88:26 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

Ayat Pilihan

Ya Tuhanku sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya.
Dan sekiranya Engkau tak beri ampun kepadaku,
dan (tidak) menaruh belas kasihan padaku,
niscaya aku termasuk orang yang merugi
QS. Hud [11]: 47

Perlakuan seperti itu (membalas kejelekan dengan kebaikan) hanya diberikan kepada orang yang mempunyai sifat sabar & orang yang mempunyai banyak kebaikan & kesempurnaan jiwa.
QS. Fussilat [41]: 35

Apa orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) Islam lalu mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)?
Maka kecelakaan bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka dalam kesesatan yang nyata
QS. Az-Zumar [39]: 22

Mereka jadikan orang alimnya sebagai tuhan selain Allah & (pertuhankan) Al-Masih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh sembah Tuhan Yang Esa, tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan
QS. At-Taubah [9]: 31

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang ...

Correct! Wrong!

Setelah Yakin, dalam surah Al-A'raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-A'raf [7] : 26.
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
--QS. Al A'raaf (Tempat yang tertinggi) - surah 7 ayat 26

Fungsi pakaian adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.
Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan
--QS. Al A'raf [7]: 31

Aurat dari tubuh pria adalah mulai ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #4
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #4 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #4 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Kamus Istilah Islam

Qabil dan Habil

Siapa itu Qabil dan Habil? Qabil dan Habil adalah dua orang putra Adam. Dalam Al-Qur’an surah Al-Ma’idah, Qabil merupakan tokoh yang melakukan pembunuhan pertama dengan membunuh saudara l...

akhlak

Apa itu akhlak? Akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. Akhlak merupakan bentuk jamak dari k...

Jahar

Apa itu Jahar? ja.har keras suara … • jahriyah